ٱلْأَعْرَاف : ١٨٠

  • وَلِلَّهِ dan milik Allah
  • ٱلۡأَسۡمَآءُ nama-nama
  • ٱلۡحُسۡنَىٰ yang baik
  • فَٱدۡعُوهُ maka berdoalah kepadaNya
  • بِهَاۖ dengannya
  • وَذَرُواْ dan tinggalkanlah
  • ٱلَّذِينَ orang-orang yang
  • يُلۡحِدُونَ (mereka) mengingkari
  • فِيٓ dalam/tentang
  • أَسۡمَٰٓئِهِۦۚ nama-namaNya
  • سَيُجۡزَوۡنَ mereka akan diberi balasan
  • مَا apa
  • كَانُواْ adalah mereka
  • يَعۡمَلُونَ mereka kerjakan
Dan Allah memiliki Asmāul Ḥusnā (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmāul Ḥusnā itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya1 Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
Catatan kaki
1 *351) Jangan hiraukan orang-orang yang menyembah Allah dengan menyebut nama-nama yang tidak sesuai dengan sifat-sifat keagungan Allah, atau dengan memakai Asmāul Ḥusnā, tetapi dengan maksud menodai nama Allah atau mempergunakan Asmāul Ḥusnā untuk nama-nama selain Allah.
(Allah mempunyai asma-asma yang baik) yang sembilan puluh sembilan, demikianlah telah disebutkan oleh hadis. Al-husna adalah bentuk muannats dari al-ahsan (maka bermohonlah kepada-Nya) sebutkanlah Dia olehmu (dengan menyebut nama-nama-Nya itu dan tinggalkanlah) maksudnya biarkanlah (orang-orang yang menyimpang dari kebenaran) berasal dan kata alhada dan lahada, yang artinya mereka menyimpang dari perkara yang hak (dalam menyebut nama-nama-Nya) artinya mereka mengambil nama-nama tersebut untuk disebutkan kepada sesembahan-sesembahan mereka, seperti nama Latta yang berakar dari lafal Allah, dan Uzzaa yang berakar dari kata Al-Aziiz, dan Manaat yang berakar dari kata Al-Mannaan (nanti mereka akan mendapat balasan) kelak di akhirat sebagai pembalasannya (terhadap apa yang telah mereka kerjakan) ketentuan ini sebelum turunnya ayat perintah berperang.