ٱلنِّسَاء : ٦٢

  • فَكَيۡفَ maka bagaimanakah
  • إِذَآ apabila
  • أَصَٰبَتۡهُم menimpa mereka
  • مُّصِيبَةُۢ musibah
  • بِمَا dengan sebab
  • قَدَّمَتۡ perbuatan
  • أَيۡدِيهِمۡ tangan-tangan mereka
  • ثُمَّ kemudian
  • جَآءُوكَ mereka datang kepadamu
  • يَحۡلِفُونَ mereka bersumpah
  • بِٱللَّهِ dengan/demi Allah
  • إِنۡ sekali-kali tidak
  • أَرَدۡنَآ kami menghendaki
  • إِلَّآ kecuali/selain
  • إِحۡسَٰنٗا kebaikan
  • وَتَوۡفِيقًا dan perdamaian yang sempurna
Maka bagaimana halnya apabila (kelak) musibah menimpa mereka (orang munafik) di sebabkan perbuatan tangannya sendiri, kemudian mereka datang kepadamu (Muhammad) sambil bersumpah, "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain kebaikan dan kedamaian."
(Maka betapa jadinya) dan apa yang akan mereka perbuat (jika mereka ditimpa oleh musibah) atau hukuman (disebabkan perbuatan tangan mereka) berupa perbuatan-perbuatan maksiat dan kekafiran, apakah mereka mampu berpaling dan melarikan diri daripadanya? Tentu saja tidak! (Kemudian mereka datang kepadamu) diathafkan kepada yashudduuna (sambil bersumpah atas nama Allah, "Tidaklah kami kehendaki) dengan bertahkim kepada orang lain (kecuali penyelesaian) atau perdamaian (dan kerukunan) di antara dua pihak yang bermusuhan dengan mengadakan pendekatan-pendekatan terhadap hukum dan bukan menyamarkan perkara yang benar.".