ٱلنُّور : ٣٦

  • فِي di dalam
  • بُيُوتٍ rumah-rumah
  • أَذِنَ mengizinkan
  • ٱللَّهُ Allah
  • أَن untuk
  • تُرۡفَعَ meninggikan menjunjung tinggi
  • وَيُذۡكَرَ dan disebut
  • فِيهَا didalamnya
  • ٱسۡمُهُۥ nama-Nya
  • يُسَبِّحُ bertasbih
  • لَهُۥ kepada-Nya
  • فِيهَا didalamnya
  • بِٱلۡغُدُوِّ diwaktu pagi
  • وَٱلۡأٓصَالِ dan petang
(Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana bertasbih (menyucikan)1 nama-Nya pada waktu pagi dan petang,
Catatan kaki
1 *565) Yang bertasbih ialah orang yang disebut pada ayat 37.
(Di rumah-rumah Allah) maksudnya mesjid-mesjid, lafal Fii Buyuutin berta'alluq kepada lafal Yusabbihu yang akan disebutkan nanti. (Yang Allah telah memerintahkan supaya dimuliakan) yakni diagungkan (dan disebut nama-Nya di dalamnya) dengan mentauhidkan-Nya (bertasbihlah) dapat dibaca Yusabbahu artinya dibacakan tasbih dalam salat. Dapat pula dibaca Yusabbihu, artinya membaca tasbih dalam salat (kepada Allah di dalamnya, pada waktu pagi) lafal Al-Ghuduwwi adalah Mashdar yang maknanya Al-Ghadwaati, artinya pagi hari (dan waktu petang) waktu sore sesudah matahari tergelincir.