ٱلْأَعْرَاف ٣٨
- قَالَ (Allah) berfirman
- ٱدۡخُلُواْ masuklah
- فِيٓ dalam
- أُمَمٖ ummat-ummat
- قَدۡ sungguh
- خَلَتۡ telah lebih dulu
- مِن dari
- قَبۡلِكُم sebelum kalian
- مِّنَ dari
- ٱلۡجِنِّ jin
- وَٱلۡإِنسِ dan manusia
- فِي dalam
- ٱلنَّارِۖ neraka
- كُلَّمَا setiap
- دَخَلَتۡ masuk
- أُمَّةٞ suatu ummat
- لَّعَنَتۡ mengutuk
- أُخۡتَهَاۖ kawannya
- حَتَّىٰٓ sehingga
- إِذَا apabila
- ٱدَّارَكُواْ mereka mendapati/berkumpul
- فِيهَا di dalamnya
- جَمِيعٗا semuanya
- قَالَتۡ berkatalah
- أُخۡرَىٰهُمۡ orang-orang yang terakhir
- لِأُولَىٰهُمۡ kepada orang-orang yang terdahulu
- رَبَّنَا ya Tuhan kami
- هَٰٓؤُلَآءِ mereka itulah
- أَضَلُّونَا telah menyesatkan kami
- فَـَٔاتِهِمۡ maka datangkan kepada mereka
- عَذَابٗا siksaan
- ضِعۡفٗا berlipat ganda
- مِّنَ dari
- ٱلنَّارِۖ apai neraka
- قَالَ (Allah) berfirman
- لِكُلّٖ bagi masing-masing
- ضِعۡفٞ berlipat ganda
- وَلَٰكِن akan tetapi
- لَّا tidak
- تَعۡلَمُونَ (kalian) mengetahui
Allah berfirman, "Masuklah kamu ke dalam api neraka bersama golongan jin dan manusia yang telah lebih dahulu dari kamu. Setiap kali suatu umat masuk, dia melaknat saudaranya, sehingga apabila mereka telah masuk semuanya, berkatalah orang yang (masuk) belakangan (kepada) orang yang (masuk) terlebih dahulu, "Ya Tuhan kami, Mereka telah menyesatkan kami. Datangkanlah siksaan api neraka yang berlipat ganda kepada mereka" Allah berfirman, "Masing-masing mendapatkan (siksaan) yang berlipat ganda, tetapi kamu tidak mengetahui."
(Allah berfirman,) Maha Tinggi Allah; Dia berfirman kepada mereka kelak di hari kiamat ("Masuklah kamu sekalian ke dalam) golongan (umat-umat yang telah terdahulu sebelum kamu dari kalangan jin dan manusia ke dalam neraka") Jar dan majrurnya berta'alluq pada lafal udkhuluu. (Setiap umat yang masuk) ke dalam neraka (dia mengutuk kawannya) yang sebelumnya telah menyesatkannya (sehingga apabila mereka masuk) menyusul kawan-kawannya (ke dalam neraka semuanya, berkatalah orang-orang yang masuk kemudian) mereka adalah orang-orang yang hanya mengikuti (kepada orang-orang yang masuk terdahulu) maksudnya para penghulu mereka yang menjadi panutan ("Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda) yang berkali-kali lipat (dari neraka." Allah berfirman,) Maha Tinggi Allah ("Masing-masing) dari kamu dan dari mereka (mendapat siksaan yang berlipat ganda) maksudnya azab yang berlipat ganda (akan tetapi mereka tidak mengetahui.") dengan memakai ya dan ta; mereka tidak mengetahui siksaan apa yang diterima oleh masing-masing golongan.
Tafsir Surat Al-A'raf: 38-39
Allah berfirman, “Masuklah kamu ke dalam api neraka bersama umat-umat yang telah lebih dahulu sebelum kamu dari (golongan) jin dan manusia.” Setiap kali suatu umat masuk, dia melaknat saudaranya (yang telah menyesatkannya), sehingga apabila mereka telah masuk semuanya, berkatalah orang yang (masuk) belakangan (kepada) orang yang (masuk) terlebih dahulu, "Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami. Datangkanlah azab api neraka yang berlipat ganda kepada mereka" Allah berfirman, "Masing-masing mendapatkan azab yang berlipat ganda, tetapi kamu tidak mengetahui."
Dan berkatalah orang-orang yang (masuk) terlebih dahulu berkata kepada yang (masuk) belakangan," Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami. Maka rasakanlah azab itu karena perbuatan yang telah kamu lakukan."
Ayat 38
Allah ﷻ berfirman memberitakan perihal apa yang dikatakan-Nya kepada orang-orang musyrik yang telah membuat-buat kebohongan terhadap-Nya dan menolak ayat-ayat-Nya:
“Masuklah kamu ke dalam api neraka bersama umat-umat (Al-A'raf: 38)
Dengan orang-orang yang semisal dengan kalian serta memiliki sifat-sifat kalian.
“Bersama umat-umat yang telah lebih dahulu sebelum kamu.” (Al-A'raf: 38)
Yakni dari kalangan umat-umat kafir yang terdahulu.
“Dari golongan jin dan manusia.” (Al-A'raf: 38)
Firman ini dapat diartikan sebagai badal dari firman-Nya, "Fi umamin" dapat pula diartikan bahwa makna fi umamin adalah ma'a umamin (yakni bersama-sama dengan umat-umat).
Firman Allah ﷻ: “Setiap kali suatu umat masuk, dia melaknat saudaranya (yang telah menyesatkannya).” (Al-A'raf: 38)
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh Nabi Ibrahim yang disitir oleh firman-Nya:
“Kemudian di hari kiamat sebagian kalian akan saling mengingkari dan saling mengutuk sebagian (yang lain).” (Al-Ankabut: 25), hingga akhir ayat.
Semakna pula dengan firman-Nya:
“(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat azab, dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Dan orang-orang yang mengikuti berkata, ‘Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.’ Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi penyesalan bagi mereka. Dan mereka tidak akan ke luar dari api neraka.” (Al-Baqarah: 166-167)
Adapun firman Allah ﷻ: “Sehingga apabila mereka masuk ke dalam semuanya.” (Al-A'raf: 38)
Maksudnya, bila semuanya telah berkumpul di dalam neraka.
“Berkatalah orang yang (masuk) belakangan (kepada) orang yang (masuk) terlebih dahulu.” (Al-A'raf: 38)
Maksudnya, orang-orang yang masuk belakangan, yaitu mereka yang menjadi pengikut. Mereka berkata kepada orang-orang yang masuk terdahulu, yaitu orang-orang yang diikuti oleh mereka yang masuk kemudian ke dalam neraka. Mereka masuk ke dalam neraka lebih dahulu karena kejahatan mereka lebih parah daripada para pengikutnya yang masuk kemudian. Maka orang-orang yang menjadi pengikut mengadukan perihalnya kepada Allah pada hari kiamat nanti, karena mereka yang masuk lebih dahulu itu adalah orang-orang yang menyesatkan orang-orang yang masuk kemudian dari jalan yang lurus.
Untuk itu mereka berkata:
"Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami. Datangkanlah azab api neraka yang berlipat ganda kepada mereka." (Al-A'raf: 38)
Yaitu lipat gandakanlah siksaan dan hukuman mereka.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:
“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, ‘Alangkah baiknya andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.’ Dan mereka berkata, ‘Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan yang benar. Ya Tuhan kami, berilah kepada mereka azab dua kali lipat’.” (Al-Ahzab: 66-68)
Firman Allah ﷻ: “Allah berfirman, ‘Masing-masing mendapatkan azab yang berlipat ganda’.” (Al-A'raf: 38)
Yakni Kami telah melakukan hal tersebut dan Kami berikan pembalasan kepada masing-masing sesuai dengan amal perbuatannya.
Perihalnya sama dengan makna yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
“Orang-orang yang kafir dan yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan.” (An-Nahl: 88), hingga akhir ayat.
“Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka dan beban-beban (dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri.” (Al-'Ankabut: 13)
“Dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan).” (An-Nahl: 25), hingga akhir ayat.
Ayat 39
Adapun firman Allah ﷻ: “Dan berkatalah orang-orang yang (masuk) terlebih dahulu berkata kepada yang (masuk) belakangan. (Al-A'raf: 39)
Yakni orang-orang yang diikuti menjawab perkataan orang-orang yang mengikutinya.
“Kalian tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami.” (Al-A'raf: 39)
Menurut As-Suddi, makna ayat ialah sesungguhnya kalian pun telah sesat sama dengan kami.
“Maka rasakanlah azab itu karena perbuatan yang telah kalian lakukan.” (Al-Araf: 39)
Keadaan ini disebutkan oleh Allah ﷻ ketika mereka dikumpulkan, melalui firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu: “Dan (alangkah hebatnya) jika kamu lihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebagian dari mereka mengembalikan perkataan kepada sebagian yang lain. Orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, ‘Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang mukmin’. Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, ‘Kamikah yang telah menghalangimu untuk memperoleh petunjuk setelah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak!) Sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berbuat dosa’. Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, ‘(Tidak!) Sebenarnya tipu daya(mu) pada waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami agar kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya’. Mereka menyatakan penyesalan ketika mereka melihat azab. Dan Kami pasangkan belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (Saba': 31-33)
Kepada orang-orang yang mengingkari-Nya, Allah berfirman, Masuklah kamu ke dalam api neraka bersama golongan jin dan manusia yang telah sesat dan berlaku kafir lebih dahulu dari kamu. Setiap kali suatu umat masuk neraka, dia melaknat saudaranya yang dahulu sama-sama melakukan kekafiran, sehingga apabila mereka telah masuk neraka semuanya, yakni para pemimpin dan para pengikut, berkatalah orang yang masuk belakangan, yakni para pengikut, kepada para pemimpin mereka yang telah masuk terlebih dahulu, Ya Tuhan kami, mereka-lah yang telah menyesatkan kami dari kebenaran. Maka datangkanlah siksaan api neraka yang berlipat ganda kepada mereka. Allah berfirman, Masing-masing, yakni kamu dan mereka, akan mendapatkan siksaan yang berlipat ganda, tapi kamu tidak mengetahui. Dan orang yang masuk terlebih dahulu berkata kepada yang masuk be-lakangan, Wahai para pengikutku, kita sama-sama telah sesat dan ketika di dunia kita sama-sama telah melakukan perbuatan yang mengundang murka Allah, karenanya kalian tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami. Maka Allah berfirman kepada mereka semuanya, Rasakanlah azab itu karena perbuatan kufur dan maksiat yang telah kalian lakukan ketika hidup di dunia.
.
Pada hari Kiamat, Allah memerintahkan kepada orang-orang kafir agar masuk ke dalam neraka, bersama-sama umat-umat yang terdahulu, dari jin dan manusia. Mereka sudah lebih dahulu masuk ke dalam neraka, karena kekafiran dan kedurhakaan mereka. Setan dari jin dan manusia selalu menggoda kaumnya dan menggoda manusia agar tersesat dari jalan yang benar. Mereka sudah lebih dahulu berada dalam neraka. Allah berfirman: Tinggalah kamu bersama-sama mereka dalam neraka dan jadikanlah mereka sebagai penolong-penolongmu, sebagaimana kamu hidup di dunia menjadikan mereka tempat minta tolong. Dari ayat ini jelaslah bahwa orang-orang kafir itu tidak sekaligus serempak masuk neraka semuanya, tetapi bergelombang. Gelombang pertama masuk, kemudian menyusul gelombang berikutnya, maka terjadilah kutuk-mengutuk sesama orang kafir itu dalam neraka. Setiap kali suatu umat masuk ke neraka, dan mereka melihat bagaimana hebatnya azab neraka itu, mereka mengutuk kawan-kawan yang telah menyesatkan mereka, dimana mereka mengikuti dengan penuh setia kawan-kawan yang telah menyesatkannya selama hidup di dunia, yang sekarang telah sama-sama terjerumus ke dalam neraka. Firman Allah:
Kemudian pada hari Kiamat sebagian kamu akan saling mengingkari dan saling mengutuk (al-'Ankabut/29: 25)
Orang-orang musyrik mengutuk pemimpin-pemimpin yang telah menyesatkannya, begitu juga orang-orang Yahudi dan Nasrani mengutuk pemimpin-pemimpin yang telah menyesatkannya. Begitulah tiap-tiap umat atau golongan mengutuk kawan-kawannya yang jadi pemimpin yang telah menyesatkan selama hidup di dunia. Akhirnya kalau semuanya sudah masuk ke dalam neraka dan mereka sudah berkumpul di dalamnya, sudah sama-sama merasakan pedih azab neraka, maka berkatalah para pengikut kepada Allah, tentang pemimpin-pemimpin yang telah menyesatkan mereka, "Ya Tuhan, pemimpin inilah yang menyesatkan kami, dan kami bertaklid buta mengikuti perintah mereka. Ya Allah, berikanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dalam neraka ini, lebih berat dari siksaan kami ini, karena mereka sesat dan menyesatkan kami." Allah memberi jawaban terhadap permintaan pengikut-pengikut itu, firman-Nya, "Bagi masing-masing mereka sudah diberi azab yang berlipat ganda, tetapi kamu tidak tahu." Mereka di dalam neraka sama-sama menderita, tidak ada perbedaan antara pengikut dengan pemimpin yang menyesatkan, karena mereka telah sesat dan menyesatkan orang lain. Demikian pula yang dipimpin karena mereka telah sesat dan bertaklid buta menerima kesesatan. Masing-masing golongan tidak mengetahui macam siksaan yang ditimpakan kepada yang lain.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Setelah beberapa ayat yang telah lalu itu selalu dimulai seruan kepada anak-anak Adam supaya ingatlah manusia akan tugasnya yang mulia, yaitu khalifah Allah di bumi. Maka, setelah memulai membayangkan kesengsaraan akhirat dan kekal di neraka pada ayat 37, bagaimana lanjutan siksaan di akhirat itu bagi yang mendustakan tadi.
“Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat kedustaan atas nama Allah."
(pangkal ayat 37)
Artinya, bermacam-macam sikap dan perbuatan aniaya diperbuat manusia di dalam bumi ini, tetapi puncak yang di atas sekali dari keaniayaan itu ialah membuat-buat atau mengarang-ngarangkan kedustaan atas nama Allah. Ini bertali dengan ujung ayat 33, yaitu berbicara di atas nama Allah barang yang tidak ada pengetahuan mereka padanya. Mereka mengakui juga percaya kepada Allah, tetapi mereka bikin-bikin saja, mereka karang-karangkan beberapa perkara dusta atas nama Allah."Atau mendustakan ayat-ayat-Nya." Keduanya ini adalah puncak-puncak kezaliman yang tidak dapat dimaafkan. Orang-orang yang menyembah berhala dan benda selain Allah itu mengaku juga bahwa Allah Esa adanya, tidak berserikat dengan yang lain, tetapi kemudiannya mereka tambahilah peraturan Allah itu dengan peraturan-peraturan yang mereka karangkan sendiri, dan mereka perbuat dusta di hadapan pengikut mereka yang bodoh bahwa upacara tambahan itu, seumpama kaum Quraisy menyembah berhala, mereka tambahkan kepada menyembah Allah menurut agama Ha-nif Nabi Ibrahim, atau pada zaman kemudian ini orang pergi dengan memuja-muja kubur keramat, sebagai tambahan dari agama yang dibawa Muhammad ﷺ, lalu dengan dusta pula mereka bahkan mengatakan bahwa yang mereka buat itu adalah peraturan dari Allah juga.
Kalau ditegur dengan dasar pokok perintah Allah, yaitu tauhid, dikemukakan berbagai ayat-ayat Allah, mereka pun dustakan ayat-ayat yang diterangkan itu. Tidak ada lagi kezaliman yang lebih dari ini karena menambah agama Allah dengan peraturan bikinan sendiri, “Mereka itu akan dicapai oleh nasib mereka dari dalam AL-Kitab." Artinya, segala kezaliman mereka itu telah dicapai Allah di dalam Al-Ki-tab perhitungan, yang telah dicatat malaikat Raqib, Atid, Hafazhah, dan Kiraman Katibin selama hidup ini dan kelak di akhirat akan dibawa mereka berhadap-hadapan dengan kitab catatan itu supaya mereka menerima nasib mereka yang setimpal, “Sehingga apabila datang kepada mereka utusan-utusan Kami yang akan mewafatkan mereka, sambil bertanya, ‘Di manakah apa yang telah kamu seru selain dari Allah itu?'" Artinya, walaupun selama hidupmu dengan secara dusta kamu menyembah kepada berhala, kepada kuburan, kepada guru kamu atau orang-orang yang kamu pandang keramat, yang akan dapat me-nyampaikan segala seruanmu kepada Allah, dan semua telah dicatat Allah di dalam Kitab catatan yang tertentu, akhirnya datanglah ajal kamu yang telah ditentukan itu, yang tidak dapat ditangguhkan satu saat dan tidak pula dapat dimajukan. Maka, datanglah malaikat-malaikat yang ditugaskan mencabut nyawa, mewafatkan kamu, padahal kamu masih ingin saja hendak hidup. Waktu itu bertanyalah ma-laikat-malaikat tadi, engkau masih ingin hidup, sekarang nyawa kamu telah hendak aku cabut, sebab saatnya telah datang. Engkau takut mati. Maka, manakah dia sekarang segala tempat kamu meminta, memohon, menyembah dan memuja itu? Mengapa kamu tidak mereka tolong?
‘Mereka menjawab, Mereka telah hilang daripada kami.'" Artinya, pada saat ajal hendak sampai ini, satu berhala pun yang kami puja itu tidak ada yang muncul, satu orang pun daripada guru-guru atau kuburan keramat yang kami' puja itu tidak ada yang datang melawat dan menghibur kami dan menjamin kami akan selamat berhadapan dengan Allah. Jika saat yang sangat genting itu telah datang, segala berhala pun hilang, segala pujaan tidak kelihatan lagi mata hidungnya.
Jalan hanya satu, yaitu kembali kepada Allah. Tidak ada satu kekuatan pun yang dapat menghalangi datangnya maut itu.
“Dan mereka pun menyaksikan atas dirii mereka sendiri-sendiri bahwasanya mereka dahulunya memang telah kafir."
(ujung ayat 37)
Artinya, pada saat itu mengakulah mereka bahwa memang salahlah perbuatan mereka selama ini. Dan, memang kafirlah mereka selama ini. Namun, apalah hendak dikata, setelah tiba di pintu gerbang maut baru mengerti, padahal hidup tidak dapat diulang lagi. Mengakui memang kepada Allah-lah tempat pulang satu-satunya dan tidak dapat dielakkan bila dipanggil-Nya datang, padahal jalan kepada Allah itu tidak pernah dituruti selama hidup, bahkan diperbuat dusta atas nama-Nya dan ditolak keterangannya dari ayat-ayat-Nya.
“Berfirman Dia, ‘Masuklah kamu bersama umat-umat yang telah dahulu dari sebelum kamu daripada jin dan manusia ke dalam neraka.'"
(pangkal ayat 38)
Artinya, sudahlah tertentu dalam firman Ilahi bahwa setelah nyawa mereka dicabut, nerakalah tempat mereka. Mereka akan disuruh menuruti umat-umat yang telah lalu, baik manusia maupun jin, yang telah berdoa demikian pula, mengarang-ngarang dusta atas nama Allah dan menyombong, tidak mau menerima kebenaran ayat Allah."Tiap-tiap telah masuk suatu umat melaknatlah dia akan saudaranya." Artinya, timbullah salah menyalahkan, ‘Engkaulah yang menjadi biang keladi sehingga aku dimasukkan ke tempat yang penuh derita ini. Dan, yang telah ada di dalam pun mengutuk melaknat pula kepada yang baru datang, mengatakan kalianlah yang bodoh, mengapa kami dituruti."Sehingga apabila telah berkumpul di dalamnya semuanya, berkatalah yang kemudian tentang mereka yang terdahulu itu, ‘Ya Tuhan kami, mereka inilah yang telah menyesatkan kami. Maka, berikanlah kepada mereka adzabyang berlipat ganda dari neraka.'" Artinya, setelah habis kutuk-mengutuk di antara satu dengan yang lain, baik kelompok lama dengan kelompok baru, maupun pribadi baru dengan pribadi lama, kutuk-mengutuk yang tidak putus-putus, akhirnya golongan yang baru datang itu mengadukan nasib mereka kepada Allah bahwasanya mereka menjadi tersesat berbuat puncak kezaliman ini, tidak lain ialah karena disesatkan oleh golongan yang telah terdahulu ini. Mereka yang mengajarkan atau mewariskan pelajaran yang sesat kepada kami, mereka pemuka-pemuka kami, ialu kami turuti langkah mereka yang sesat karena bujuk rayu mereka. Ada yang dari manusia, yaitu ketua-ketua dan guru-guru yang menyesatkan dan ada yang dari jin, yaitu bujuk rayu setan dan iblis. Oleh karena itu, kami mohonkan kepada Allah supaya kepada mereka itu diberikan adzab siksa lipat ganda. Sebab, kalau tidak mereka yang membawa ke jalan sesat, tidaklah kami yang datang kemudian akan jadi tersesat."Dia benfnman, ‘Bagi tiap-tiapnya benlipat ganda, tetapi kamu tidak tahu."‘
(ujung ayat 38) Artinya, permohonan mereka itu dijawab Allah bahwa yang mereka mohonkan itu telah berjalan, memang pelopor-pelopor kejahatan dan pembawa-pembawa orang lain pada kesesatan itu telah menerima siksaan yang berlipat ganda dari Allah, cuma orang lain yang sama-sama ada di situ tiada mengetahuinya. Sebab, adzab siksa itu ada yang merumuk da-lam hati lebih dari yang kelihatan.
Kita misalkan berpuluh-puluh orang ditangkap polisi dan dimasukkan ke dalam tahanan karena dituduh berkhianat pada negara.
Di antara yang ditahan itu ada yang memang bersalah dan ada yang hanya tertuduh saja, tidak merasa bersalah. Di antara yang bersalah itu ada yang jadi pemimpin-pemimpin yang merencanakan perbuatan khianat itu. Sebelum selesai pemeriksaan, terdapat tiga macam perasaan batin yang mereka rasakan. Yang tidak bersalah tenang-tenang saja, sebab yakin bahwa mereka tidak akan dihukum karena memang tidak salah. Dan, kalau dihukum juga hanya merasa teraniaya. Namun, yang lebih payah perasaan di antara itu ialah yang terbukti bersalah dan merasa sendiri dalam batin bahwa mereka bersalah karena mereka yang merencanakan. Adapun si pengikut, yang bukan merencanakan, tidaklah seberat perasaan yang memimpin itu yang menimpa hati mereka. Malahan, mereka lebih mengutuk lagi kepada si pemimpin tadi karena kalau bukan karena si pemimpin, tidaklah dia akan menderita begini. Si pemimpin tadi bertimpa-timpalah atau berlipatgandalah siksaan batinnya karena tanggung jawab lebih banyak tertumpuk kepada dirinya. Jika dilihat dari luar saja, ketika mereka masih dikumpulkan di dalam tempat tahanan itu tidaklah kelihatan perbedaan mereka. Tempat tahanan sama, minuman sama, tempat mandi pun sama. Namun, pada saat itu juga terdapatlah perbedaan siksaan batin dalam hati masing-masing dan ada yang merasa tidak tersiksa karena tidak salah.
Ini hanya perumpamaan buat menjelaskan tafsir ayat. Sedang perumpamaan ini tidaklah tepat seluruhnya. Sebab, adzab mereka itu sekali-kali tidaklah akan menimpa orang yang tidak bersalah dan tidaklah ada di sana “penahanan sementara" yang sama tertahan orang yang bersalah dengan orang yang tidak bersalah. Dan, kesalahan di neraka itu tidak pula semata-mata ditumpahkan kepada orang yang terdahulu. Sebab, yang kemudian pun ada akal buat menimbang dan sama-sama langsung mendengar berita dari ayat-ayat Allah. Oleh sebab itu, pada ayat selanjutnya diterangkan Allah pula tangkisan mereka yang terdahulu itu kepada yang terkemudian tadi.
“Dan berkata mereka yang terdahulu kepada yang kemudian, ‘Maka, tidaklah ada bagi kamu kelebihan atas kami.'"
(pangkal ayat 39)
Artinya, walaupun kamu mengatakan bahwa kamu yang datang kemudian menjadi sesat karena kami yang terdahulu yang menyesatkan, tidaklah berarti bahwa kamu lebih ringan adzabnya daripada kami. Kalau memang kami yang kamu katakan menyesatkan, ke mana otakmu dan ke mana akalmu? Mengapa kami yang harus menanggung kesesatanmu karena akalmu tidak kamu pergunakan? Kepadamu pun sampai seruan rasul-rasul sehingga kalau kamu mau mempergunakan akal dan membandirig-bandirigkan seruan dan rayuan kami yang menyesatkan itu dengan tuntunan Rasulullah yang datang dari wahyu Allah Allah, tentu akan kamu ketahui kebenaran Allah dan kesesatan kami.
“Sebab itu, rasakanlah adzab karena apa yang telah kamu usahakan."
(ujung ayat 39)
Artinya, adzab siksaan yang kamu terima bersama kami di dalam neraka ini, janganlah semata-mata kamu timpakan kepada kami. Sebab, dosa kamu itu tidak akan terjadi kalau bukan dari hasil usaha kamu sendiri. Karena, Allah tidak akan memasukkan makhiuk-Nya ke tempat adzab yang pedih itu, kalau bukan dari sebab usahanya sendiri yang salah.
Setelah kita ketahui betapa hebat siksaan, ditambah lagi dengan siksaan laknat-melaknati, salah-menyalahkan di antara yang dahulu dengan yang terkemudian, yang menyesatkan dengan yang disesatkan maka Allah memberikan peringatan.
“Sesungguhnya, orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombong terhadapnya, tidaklah akan dibukakan mereka pintu-pintu langit dan tidaklah mereka akan masuk ke dalam surga sehingga menyelusuplah seekor unta ke dalam lubang jarum."
(pangkal ayat 40)
Tadi sudah diterangkan berbuat dusta atas nama Allah, menambah agama dengan ke-hendak sendiri, lalu menyombong tidak mau menerima kebenaran ayat Allah, adalah zalim aniaya yang paling besar, puncak yang tidak ada puncak di atas itu lagi. Neraka tempatnya. Sampai di sana boleh salah menyalahkan, tetapi yang terang ialah masuk neraka. Maka, di ayat ini diterangkan lagi bahwa kesalahan yang demikianlah menyebabkan pintu langit akan tertutup bagi mereka dan tidak akan bisa masuk surga, sebagaimana tidak bisa masuknya seekor unta ke dalam lubang jarum.
Di sini terdapat dua keputusan. Pertama, pintu langit tidak terbuka bagi mereka. Menurut Tafsir Ibnu Abbas, tidak ada amalan mereka yang diterima Allah. Dan, dalam penafsiran yang lain Ibnu Abbas berkata, “Tidak terbuka pintu langit buat menerima amal mereka dan doa mereka." Dan dalam riwayat yang lain ditafsirkan lagi oleh Ibnu Abbas bahwa pintu langit tidak dibuka buat menerima ruh mereka setelah mereka mati. Suatu riwayat dari Ibnu Juraij mengumpulkan keduanya, “Amal tidak diterima dan ruh pun ditolak naik ke langit."
Maka, kembalilah ruh itu ke dunia, tidak masuk ke dalam arwah yang lebih tinggi buat istirahat menunggu panggilan Kiamat. Masih di dunia, tetapi tidak dapat hidup ke dalam dunia, menyesal terus-menerus.
Entah, barangkali mereka yang jadi hantu. Dan, yang kedua tidak mungkin mereka masuk surga sebab jalan untuk ke surga tidak mereka tempuh, bahkan mereka dustakan dan mereka terima dengan kesombongan, segala ayat-ayat Allah yang menunjukkan jalan selamat bagi mereka. Cobalah khayatkan dalam pikiran, mungkinkah dapat seekor unta yang sedemikian besar masuk ke dalam lubang jarum yang begitu sempit, yang hanya dapat dimasuki selembar benang yang halus? “Dan, sebagai demikianlah Kami membalas orang-orang yang berdosa besar."
(ujung ayat 40)
Di sini, Allah mengemukakan unta masuk dalam lubang jarum dan di ujungnya Allah firmankan kadzaalika, seperti demikian atau seumpama itulah sukarnya akan masuk surga bagi orang yang berdosa besar. Untuk menjadi peringatan bagi manusia agar jangan mereka sangka mudah-mudah saja masuk surga, setelah pokok kepercayaan kepada Allah itu yang telah dirusakkan dan puncak kezaliman yang telah ditempuh.
siksa itu, niscaya lebih dari itu. Sedangkan, diterangkan begitu saja pun, apabila kita perhatikan Al-Qur'an dengan penuh iman, sudahlah menjalar rasa kengerian ke dalam seluruh tubuh kita.
(42) Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, tidak Kami memberati suatu diri melainkan sekadar kesanggupannya. Adalah mereka itu penghuni surga. Mereka akan kekal di dalamnya.
“Untuk mereka dari Jahannam adalah satu tempat yang sangat rendah."
(pangkal ayat 41)
Disebut di sisi tempat yang rendahlah bagi mereka atau lubang yang dalam untuk meng-ingatkan kita bahwa mereka sendirilah yang memilih tempat itu sejak hidup mereka dengan akhlak mereka yang rendah pula. Kala di dunia, tiap mencoba hendak naik ke langit, tiap kena tempeleng sehingga tersungkur jatuh, baik amalan maupun ruh, sebagai tafsir tadi. Di akhirat tempat mereka pun adalah lubang terendah pula, tak bisa naik, “Dan, di atas mereka ada beberapa penutup." Bukan satu penutup, tetapi banyak penutup, berlapis-lapis, dikunci pengap, dan tak dapat naik lagi, sebagai lanjutan dari dosa besar ketika hidup di dunia. Akibat yang di belakang adalah lanjutan dari yang dahulu.
“Dan, sebagai demikianlah Kami membalas orang-orang yang zalim."
(ujung ayat 41)
Artinya, sebagai yang diterangkan Allah itulah dan balasan yang akan diterima orang zalim. Allah menyebut demikian, untuk menggambarkan betapa ngerinya siksaan itu, padahal hakikat yang sebenarnya, betapa ngerinya
Allah commands taking Adornment when going to the Masjid
This honorable Ayah refutes the idolators' practice of performing Tawaf around the Sacred House while naked.
Muslim, An-Nasa'i and Ibn Jarir, (the following wording is that of Ibn Jarir) recorded that Shu`bah said that Salamah bin Kuhayl said that Muslim Al-Batin said that Sa`id bin Jubayr said that Ibn Abbas said,
The idolators used to go around the House while naked, both men and women, men in the day and women by night. The woman would say, Today, a part or all of it will be unveiled, but whatever is exposed of it, I do not allow.
Allah said in reply,
يَا بَنِي ادَمَ
O Children of Adam!
خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ
Take your adornment to every Masjid,
Al-Awfi said that Ibn Abbas commented:
There were people who used to perform Tawaf around the House while naked, and Allah ordered them to take adornment, meaning, wear clean, proper clothes that cover the private parts. people were commanded to wear their best clothes when performing every prayer.
Mujahid, Ata', Ibrahim An-Nakha`i, Sa`id bin Jubayr, Qatadah, As-Suddi, Ad-Dahhak and Malik narrated a similar saying from Az-Zuhri, and from several of the Salaf. They said that;
this Ayah was revealed about the idolators who used to perform Tawaf around the House while naked.
This Ayah, as well as the Sunnah, encourage wearing the best clothes when praying, especially for Friday and `Id prayers.
It is also recommended (for men) to wear perfume for prayer, because it is adornment, and to use Siwak for it is part of what completes adornment.
The best color for clothes is white, for Imam Ahmad narrated that Ibn Abbas said that the Messenger of Allah said,
الْبَسُوا مِنْ ثِيَابِكُمُ الْبَيَاضَ فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ وَإِنَّ خَيْرَ أَكْحَالِكُمُ الاْثْمَدُ فَإِنَّهُ يَجْلُو الْبَصَرَ وَيُنْبِتُ الشَّعَر
Wear white clothes, for it is among your best clothes, and also wrap your dead with it. And Ithmid (antimony) is among the best of your Kuhl, for it clears the sight and helps the hair grow.
This Hadith has a sound chain of narration, consisting of narrators who conform to the conditions and guidelines of Imam Muslim.
Abu Dawud, At-Tirmidhi and Ibn Majah also recorded it, and At-Tirmidhi said, Hasan Sahih.
Prohibiting Extravagance
Allah said,
وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلَا تُسْرِفُواْ
And eat and drink but waste not by extravagance,
Al-Bukhari said that Ibn Abbas said,
Eat what you wish and wear what you wish, as long as you avoid two things:extravagance and arrogance.
Ibn Jarir said that Muhammad bin Abdul-A`la narrated to us that Muhammad bin Thawr narrated to us from Ma`mar from Ibn Tawus from his father who said that Ibn Abbas said,
Allah has allowed eating and drinking, as long as it does not contain extravagance or arrogance.
This chain is Sahih.
Imam Ahmad recorded that Al-Miqdam bin Ma`dikarib Al-Kindi said that he heard the Messenger of Allah saying,
مَا مَلَاَ ابْنُ ادَمَ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ بِحَسْبِ ابْنِ ادَمَ أَكَلَاتٍ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ فَاعِلًا لَاا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ طَعَامٌ وَثُلُثٌ شَرَابٌ وَثُلُثٌ لِنَفَسِه
The Son of Adam will not fill a pot worse for himself than his stomach. It is enough for the Son of Adam to eat a few bites that strengthens his spine. If he likes to have more, then let him fill a third with food, a third with drink and leave a third for his breathing.
An-Nasa'i and At-Tirmidhi collected this Hadith, At-Tirmidhi said, Hasan or Hasan Sahih according to another manuscript.
Ata Al-Khurasani said that Ibn Abbas commented on the Ayah,
وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلَا تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
And eat and drink but waste not by extravagance, certainly He (Allah) likes not the wasteful.
With food and drink.
إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Certainly He (Allah) likes not the wasteful.
Ibn Jarir commented on Allah's statement,
Allah the Exalted says that He does not like those who trespass the limits on an allowed matter or a prohibited matter, those who go to the extreme over what He has allowed, allow what He has prohibited, or prohibit what He has allowed. But, He likes that what He has allowed be considered as such (without extravagance) and what He has prohibited be considered as such. This is the justice that He has commanded.
Allah refutes those who prohibit any type of food, drink or clothes according to their own understanding, without relying on what Allah has legislated,
قُلْ
Say,
O Muhammad, to the idolators who prohibit some things out of false opinion and fabrication,
مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللّهِ الَّتِيَ أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالْطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ
Who has forbidden the adornment with clothes given by Allah, which He has produced for His servants and At-Tayyibat (good things) of sustenance!
قُلْ هِي لِلَّذِينَ امَنُواْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Say:They are, in the life of this world, for those who believe, (and) exclusively for them (believers) on the Day of Resurrection.
meaning, these things were created for those who believe in Allah and worship Him in this life, even though the disbelievers share in these bounties in this life. In the Hereafter, the believers will have all this to themselves and none of the disbelievers will have a share in it, for Paradise is prohibited for the disbelievers.
كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الايَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
Thus We explain the Ayat in detail for people who have knowledge.
Fahishah, Sin, Transgression, Shirk and Lying about Allah are prohibited
Allah says to His prophet (peace be upon him);
قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
Say:(But) the things that my Lord has indeed forbidden are the Fawahish (immoral deeds) whether committed openly or secretly,
Imam Ahmad recorded that Abdullah said that the Messenger of Allah (peace be upon him) said,
لَاا أَحَدَ أَغْيَرُ مِنَ اللهِ فَلِذَلِكَ حَرَّمَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلَاا أَحَدَ أَحَبُّ إِلَيْهِ الْمَدْحُ مِنَ الله
None is more jealous than Allah, and this is why He prohibited Fawahish, committed openly or in secret. And none likes praise more than Allah.
This was also recorded in the Two Sahihs.
In the explanation of Surah Al-An`am, we explained the Fahishah that is committed openly and in secret.
Allah said next,
وَالاِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ
and Ithm, and transgression without right,
As-Suddi commented,
Al-Ithm means, `disobedience'. As for unrighteous oppression, it occurs when you transgress against people without justification.
Mujahid said,
Ithm includes all types of disobedience. Allah said that the oppressor commits oppression against himself.
Therefore, the meaning of, Ithm is the sin that one commits against himself, while `oppression' pertains to transgression against other people, and Allah prohibited both.
Allah's statement,
وَأَن تُشْرِكُواْ بِاللّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا
and joining partners with Allah for which He has given no authority,
prohibits calling partners with Allah in worship.
وَأَن تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
and saying things about Allah of which you have no knowledge.
such as lies and inventions, like claiming that Allah has a son, and other evil creeds that you -- O idolators -- have no knowledge of.
This is similar to His saying:
فَاجْتَنِبُواْ الرِّجْسَ مِنَ الاٌّوْثَـنِ
So shun the abomination (worshipping) of the idols. (22:30)
Allah said,
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ
And every Ummah has,
meaning, each generation and nation,
أَجَلٌ فَإِذَا جَاء أَجَلُهُمْ
its appointed term; when their term comes,
which they were destined for,
لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
neither can they delay it nor can they advance it an hour (or a moment)
يَا بَنِي ادَمَ إِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ ايَاتِي
O Children of Adam! If there come to you Messengers from among you, reciting to you My Ayat,
Allah then warned the Children of Adam that He sent to them Messengers who conveyed to them His Ayat.
Allah also conveyed good news, as well as warning,
فَمَنِ اتَّقَى وَأَصْلَحَ
then whosoever has Taqwa and becomes righteous,
by abandoning the prohibitions and performing acts of obedience,
فَلَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
وَالَّذِينَ كَذَّبُواْ بِأيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُواْ عَنْهَا
on them shall be no fear nor shall they grieve. But those who reject Our Ayat and treat them with arrogance,
meaning, their hearts denied the Ayat and they were too arrogant to abide by them,
أُوْلَـَيِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
they are the dwellers of the Fire, they will abide therein forever.
without end to their dwelling in it.
Idolators enjoy Their destined Share in This Life, but will lose Their Supporters upon Death
Allah said,
فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِأيَاتِهِ
Who is more unjust than one who invents a lie against Allah or rejects His Ayat,
meaning, none is more unjust than whoever invents a lie about Allah or rejects the Ayat that He has revealed.
أُوْلَـيِكَ يَنَالُهُمْ نَصِيبُهُم مِّنَ الْكِتَابِ
For such their appointed portion will reach them from the Book,
Muhammad bin Ka`b Al-Qurazi said that,
it refers to each person's deeds, allotted provisions and age.
Similar was said by Ar-Rabi bin Anas and Abdur-Rahman bin Zayd bin Aslam.
Allah said in similar statements,
قُلْ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ
مَتَـعٌ فِى الدُّنْيَا ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ نُذِيقُهُمُ الْعَذَابَ الشَّدِيدَ بِمَا كَانُواْ يَكْفُرُونَ
Verily, those who invent a lie against Allah, will never be successful. (A brief) enjoyment in this world! And then unto Us will be their return, then We shall make them taste the severest torment because they used to disbelieve. (10:69-70)
and,
وَمَن كَفَرَ فَلَ يَحْزُنكَ كُفْرُهُ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ فَنُنَبِّيُهُم بِمَا عَمِلُواْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
نُمَتِّعُهُمْ قَلِيلً
And whoever disbelieves, let not his disbelief grieve you. To Us is their return, and We shall inform them what they have done. Verily, Allah is the All-Knower of what is in the breasts (of men). We let them enjoy for a little while. (31:23-24)
Allah said next,
حَتَّى إِذَا جَاءتْهُمْ رُسُلُنَا يَتَوَفَّوْنَهُمْ
until when Our messengers come to them to take their souls.
Allah states that when death comes to the idolators and the angels come to capture their souls to take them to Hellfire, the angels horrify them, saying,
قَالُواْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ تَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ
they (the angels) will say:Where are those whom you used to invoke and worship besides Allah,
Where are the so-called partners (of Allah) whom you used to call in the life of this world, invoking and worshipping them instead of Allah Call them so that they save you from what you are suffering.
However, the idolators will reply,
قَالُواْ ضَلُّواْ عَنَّا
they will reply, They have vanished and deserted us.
meaning, we have lost them and thus, we do not hope in their benefit or aid,
وَشَهِدُواْ عَلَى أَنفُسِهِمْ
And they will bear witness against themselves,
they will admit and proclaim against themselves,
أَنَّهُمْ كَانُواْ كَافِرِينَ
that they were disbelievers.
People of the Fire will dispute and curse Each Other
Allah mentioned what He will say to those who associate others with Him, invent lies about Him, and reject His Ayat,
قَالَ ادْخُلُواْ فِي أُمَمٍ
(Allah) will say:Enter you in the company of nations,
who are your likes and similar to you in conduct,
قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِكُم
Who passed away before you,
from the earlier disbelieving nations,
مِّن الْجِنِّ وَالاِنسِ فِي النَّارِ
Of men and Jinn, into the Fire.
Allah said next,
كُلَّمَا دَخَلَتْ أُمَّةٌ لَّعَنَتْ أُخْتَهَا
Every time a new nation enters, it curses its sister nation (that went before),
Al-Khalil (Prophet Ibrahim), peace be upon him, said,
ثُمَّ يَوْمَ الْقِيَـمَةِ يَكْفُرُ بَعْضُكُمْ بِبَعْضٍ
But on the Day of Resurrection, you shall deny each other. (29:25)
Also, Allah said,
إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُواْ مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُواْ وَرَأَوُاْ الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الاٌّسْبَابُ
وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُواْ لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُواْ مِنَّا كَذَلِكَ يُرِيهِمُ اللَّهُ أَعْمَـلَهُمْ حَسَرَتٍ عَلَيْهِمْ وَمَا هُم بِخَـرِجِينَ مِنَ النَّارِ
When those who were followed declare themselves innocent of those who followed (them), and they see the torment, then all their relations will be cut off from them. And those who followed will say:If only we had one more chance to return (to the worldly life), we would declare ourselves as innocent from them as they have declared themselves as innocent from us.
Thus Allah will show them their deeds as regrets for them. And they will never get out of the Fire. (2:166-167)
Allah's statement,
حَتَّى إِذَا ادَّارَكُواْ فِيهَا جَمِيعًا
until they are all together in the Fire,
means, they are all gathered in the Fire,
قَالَتْ أُخْرَاهُمْ لاُولَاهُمْ
The last of them will say to the first of them,
that is, the nation of followers that enter last will say this to the first nations to enter.
This is because the earlier nations were worse criminals than those who followed them, and this is why they entered the Fire first. For this reason, their followers will complain against them to Allah, because they were the ones who misguided them from the correct path, saying,
رَبَّنَا هَـوُلاء أَضَلُّونَا فَأتِهِمْ عَذَابًا ضِعْفًا مِّنَ النَّارِ
Our Lord! These misled us, so give them a double torment of the Fire.
multiply their share of the torment.
Allah said in another instance,
يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِى النَّارِ يَقُولُونَ يلَيْتَنَأ أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا
وَقَالُواْ رَبَّنَأ إِنَّأ أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلْ
رَبَّنَأ ءَاتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ
On the Day when their faces will be turned over in the Fire, they will say:Oh! Would that we had obeyed Allah and obeyed the Messenger. And they will say:Our Lord! Verily, we obeyed our chiefs and our great ones, and they misled us from the (right) way. Our Lord! Give them a double torment. (33:66-68)
Allah said in reply,
قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلَـكِن لاَّ تَعْلَمُونَ
He will say:For each one there is double (torment) but you know not.
We did what you asked, and recompensed each according to their deeds.'
Allah said in another Ayah,
الَّذِينَ كَفَرُواْ وَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ اللَّهِ زِدْنَـهُمْ عَذَابًا
Those who disbelieved and hinder (men) from the path of Allah, for them We will add torment. (16:88)
Furthermore, Allah said,
وَلَيَحْمِلُنَّ أَثْقَالَهُمْ وَأَثْقَالاً مَّعَ أَثْقَالِهِمْ
And verily, they shall bear their own loads, and other loads besides their own. (29:13)
and,
وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ
And also (some thing) of the burdens of those whom they misled without knowledge. (16:25)
وَقَالَتْ أُولَاهُمْ لاُخْرَاهُمْ
The first of them will say to the last of them,
meaning, the followed will say to the followers,
فَمَا كَانَ لَكُمْ عَلَيْنَا مِن فَضْلٍ
You were not better than us. ..
meaning, you were led astray as we were led astray, according to As-Suddi.
فَذُوقُواْ الْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْسِبُونَ
So taste the torment for what you used to earn.
Allah again described the condition of the idolators during the gathering (of Resurrection), when He said;
قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُواْ لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُواْ أَنَحْنُ صَدَدنَـكُمْ عَنِ الْهُدَى بَعْدَ إِذْ جَأءَكُمْ بَلْ كُنتُمْ مُّجْرِمِينَ
وَقَالَ الَّذِينَ اسْتُضْعِفُواْ لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُواْ بَلْ مَكْرُ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ إِذْ تَأْمُرُونَنَأ أَن نَّكْفُرَ بِاللَّهِ وَنَجْعَلَ لَهُ أَندَاداً وَأَسَرُّواْ النَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُاْ اْلَعَذَابَ وَجَعَلْنَا الاٌّغْلَـلَ فِى أَعْنَاقِ الَّذِينَ كَفَرُواْ هَلْ يُجْزَوْنَ إِلاَّ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
And those who were arrogant will say to those who were deemed weak:Did we keep you back from guidance after it come to you! Nay, but you were criminals.
Those who were deemed weak will say to those who were arrogant:Nay, but it was your plotting by night and day, when you ordered us to disbelieve in Allah and set up rivals to Him!
And each of them (parties) will conceal their own regrets, when they behold the torment. And We shall put iron collars round the necks of those who disbelieved. Are they requited aught except what they used to do! (34:32-33)
He, exalted be He, will say, to them, on the Day of Resurrection: 'Enter into the Hellfire among, the number of, communities of jinn and mankind who passed away before you' (fee'l-naar, 'into the Hellfire', is semantically connected to udkhuloo, 'enter'). Every time a community enters, the Hellfire, it curses its sister-community, [the one] that came before it, because of its having gone astray on account of it, until, when they have all followed, caught up with, one another there, the last of them, those who were the followers, shall say to the first of them, those whom they revered and followed: 'Our Lord, these led us astray; so give them a double chastisement of the Hellfire.' He, exalted be He, will say, 'For each, of you and them, will be a double, chastisement, but you do not know' (read ta'lamoon, or ya'lamoon, 'they [do not] know'), what will be for each party.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.