ٱلْأَحْزَاب : ٥

  • ٱدۡعُوهُمۡ panggillah mereka
  • لِأٓبَآئِهِمۡ dengan bapak-bapak mereka
  • هُوَ hal itu
  • أَقۡسَطُ lebih adil
  • عِندَ di sisi
  • ٱللَّهِۚ Allah
  • فَإِن maka jika
  • لَّمۡ tidak
  • تَعۡلَمُوٓاْ kamu mengetahui
  • ءَابَآءَهُمۡ bapak-bapak mereka
  • فَإِخۡوَٰنُكُمۡ maka saudaramu
  • فِي dalam
  • ٱلدِّينِ agama
  • وَمَوَٰلِيكُمۡۚ dan maulana-maulanamu
  • وَلَيۡسَ dan tidak
  • عَلَيۡكُمۡ atas kalian
  • جُنَاحٞ berdosa
  • فِيمَآ dalam hal
  • أَخۡطَأۡتُم kamu membuat kesalahan
  • بِهِۦ dengannya
  • وَلَٰكِن tetapi
  • مَّا apa yang
  • تَعَمَّدَتۡ sengaja
  • قُلُوبُكُمۡۚ hati-hati kamu
  • وَكَانَ dan adalah
  • ٱللَّهُ Allah
  • غَفُورٗا Maha Pengampun
  • رَّحِيمًا Maha Penyayang
Panggillah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang adil di sisi Allah. Dan jika kamu tidak mengetahui bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu.1 Dan tidak ada dosa atasmu jika kamu khilaf tentang itu, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Catatan kaki
1 *665) Maula-maula ialah hamba sahaya yang sudah dimerdekakan atau seseorang yang telah dijadikan anak angkat, seperti Salim anak angkat Hużaifah, dipanggil Maula Hużaifah.
Tetapi (panggillah mereka dengan memakai nama bapak-bapak mereka, itulah yang lebih pertengahan) lebih adil (pada sisi Allah, dan jika kalian tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka saudara-saudara kalian seagama dan maula-maula kalian) yaitu anak-anak paman kalian. (Dan tidak ada dosa atas kalian terhadap apa yang kalian khilaf padanya) dalam hal tersebut (tetapi) yang berdosa itu ialah (apa yang disengaja oleh hati kalian) sesudah adanya larangan. (Dan adalah Allah Maha Pengampun) atas apa yang terlanjur kalian katakan sebelum adanya larangan (lagi Maha Penyayang) kepada kalian.