ٱلْحَجّ ٣
- وَمِنَ dan diantara
- ٱلنَّاسِ manusia
- مَن orang
- يُجَٰدِلُ ia membantah
- فِي dalam/tentang
- ٱللَّهِ Allah
- بِغَيۡرِ dengan tidak/tanpa
- عِلۡمٖ ilmu pengetahuan
- وَيَتَّبِعُ dan ia mengikuti
- كُلَّ setiap/semua
- شَيۡطَٰنٖ syaitan
- مَّرِيدٖ sangat jahat
Dan di antara manusia ada yang berbantahan tentang Allah tanpa ilmu dan hanya mengikuti para setan yang sangat jahat,
Ayat berikut ini diturunkan berkenaan dengan Nadhr bin Harits dan para pengikutnya. (Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan) mereka mengatakan, bahwa para Malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. Al-Qur'an adalah dongengan orang-orang dahulu dan mereka mengingkari adanya hari berbangkit serta dihidupkan-Nya kembali manusia yang telah menjadi tanah (dan mengikuti) di dalam bantahannya itu (setiap setan yang sangat jahat) yaitu sangat membangkang.
Tafsir Surat Al-Hajj: 3-4
Dan di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap setan yang sangat jahat, yang telah ditetapkan terhadap setan itu, bahwa barang siapa yang berkawan dengan dia, tentu dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka.
Ayat 3
Allah ﷻ berfirman, mencela orang-orang yang mendustakan adanya hari berbangkit, ingkar terhadap kekuasaan Allah yang mampu menghidupkan orang-orang yang telah mati, dan berpaling dari apa yang diturunkan Allah kepada nabi-nabi-Nya serta segala ucapannya; sikap ingkar dan kekafirannya itu mengikuti langkah setan-setan yang jahat, baik setan dari kalangan manusia maupun jin.
Itulah ciri khas ahli bid'ah dan kesesatan yang berpaling dari kebenaran dan mengikuti jalan kebatilan. Mereka berpaling dari kebenaran yang jelas, yang telah diturunkan oleh Allah ﷻ kepada Rasul-Nya. Mereka juga mengikuti ucapan para pemimpin kesesatan yang menyeru kepada perbuatan bid'ah, menuruti kemauan hawa nafsu dan pendapat mereka sendiri. Karena itulah maka Allah ﷻ berfirman sehubungan dengan mereka dan orang-orang yang serupa dengan mereka:
“Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan.” (Al-Hajj: 3)
Yakni ilmu pengetahuan yang benar.
Ayat 3-4
“Dan mengikuti setiap setan yang sangat jahat, yang telah ditetapkan terhadap setan itu.” (Al-Hajj: 3-4). Mujahid mengatakan bahwa “telah ditetapkan melalui ketetapan takdir, bahwa barang siapa yang berkawan dengan dia.” (Al-Hajj: 4) Yaitu mengikuti dan menuruti langkah-langkahnya.
“Tentu dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka.” (Al-Hajj: 4)
Artinya, setan akan menyesatkannya di dunia; dan kelak di akhirat akan menjerumuskannya ke dalam azab neraka yang menyala-nyala apinya, sangat panas dan sangat menyakitkan, sangat pedih dan menggelisahkan.
As-Saddi telah meriwayatkan dari Abu Malik, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan An-Nadr ibnul Haris. Hal yang sama telah dikatakan oleh Ibnu Juraij.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Muslim Al-Basri, telah menceritakan kepada kami Amr ibnul Bukhturi Abu Qatadah, telah menceritakan kepada kami Al-Mu'tamir, telah menceritakan kepada kami Abu Ka'b Al-Makki yang mengatakan, bahwa pernah ada seorang yang jahat dari kalangan kaum Quraisy berkata kepada Nabi ﷺ, "Ceritakanlah kepada kami tentang Tuhanmu, apakah Dia dari emas ataukah dari perak ataukah dari tembaga?" Maka langit mengeluarkan suara guntur yang menggelegar, dan tiba-tiba kepala orang itu menggelinding jatuh ke depan.
Lais ibnu Abu Sulaim telah meriwayatkan dari Mujahid, bahwa pernah ada seorang Yahudi datang kepada Nabi ﷺ, lalu bertanya, "Hai Muhammad, ceritakanlah kepadaku tentang Tuhanmu, terbuat dari apakah Dia, dari mutiara ataukah dari yaqut?" Maka ada halilintar yang menyambar si Yahudi itu (hingga matilah ia seketika itu juga).
Meskipun Allah telah menjelaskan azab yang sangat keras pada hari Kiamat bagi orang kafir dan mengajak manusia untuk bertakwa kepada-Nya, tetapi di antara manusia, yang kafir dan keras kepala, ada yang saling membantah tentang Allah, mengingkari agama Allah, tidak meyakini kehidupan sesudah mati, dan tidak meyakini adanya surga dan neraka, tanpa ilmu yang benar; dan mereka mengingkari Allah itu hanya mengikuti bisikan para setan yang sangat jahat membujuk dan menipu manusia. 4. Allah mengingatkan manusia tentang setan, Telah ditetapkan di Lauh Mahfuz, bahwa siapa yang berkawan dengan dia, dengan meng-ikuti bisikannya, maka dia akan menyesatkannya, dari jalan Allah yang lurus, dan membawanya dengan tidak sadar ke dalam azab neraka yang apinya senantiasa menyala.
Ayat ini menerangkan bahwa sekalipun Allah telah menerangkan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada hari Kiamat, namun banyak manusia yang mengingkarinya, bahkan mereka bertindak lebih dari itu. Mereka tidak saja mengatakan bahwa Allah tidak kuasa membangkitkan dan menghidupkan manusia kembali setelah hancur dan berserakan menjadi tanah, Allah mempunyai anak dan mempunyai syarikat, Al-Qur'an isinya tidak lain hanyalah dongeng-dongeng orang-orang purbakala, tetapi mereka berbuat lebih dari itu yaitu menantang Allah. Mereka berkata, "Seandainya Allah itu benar-benar Mahakuasa cobalah turunkan azab yang pedih yang pernah dijanjikan itu," dan tantangan-tantangan yang lain.
Menurut Ibnu Abi Hatim, ayat ini diturunkan berhubungan dengan Nadhar bin Harish, ia membantah keesaan dan kekuasaan Allah dengan mengatakan, "Malaikat itu adalah putri-putri Allah, Al-Qur'an itu tidak lain adalah dongengan orang-orang purbakala saja. Allah tidak kuasa menghidupkan orang-orang yang telah mati yang tubuhnya telah hancur luluh menjadi tanah."
Menurut Zamakhsyari, "Sekalipun ayat ini ditujukan kepada Nadhar bin Haris pada waktu turunnya, tetapi ayat ini berlaku umum dan ditujukan kepada semua orang yang membantah Allah, tanpa pengetahuan dan menetapkan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya."
Allah mencela orang yang berdebat tentang Allah, mengingkari keesaan dan kekuasaan-Nya, tanpa dasar pengetahuan yang benar dan bukti yang kuat. Jika mereka hendak mengemukakan sesuatu tentang Allah, hendaklah mereka menggunakan dalil-dalil dan bukti-bukti yang kuat. Dalam pada itu Allah memperingatkan bahwa akal dan pikiran manusia tidak akan sanggup untuk mengenal dan memikirkan zat Allah, karena zat Allah merupakan sesuatu yang gaib. Tetapi jika ingin mengetahui adanya Tuhan, keesaan dan kekuasaan-Nya pikirkanlah makhluk-makhluk yang telah diciptakan-Nya seperti jagat raya dan segala isinya, hukum-hukum yang mengaturnya, bumi dengan segala isinya, gunung-gunung dengan lembah-lembahnya, lautan yang luas dengan segala kandungannya dan diri mereka sendiri serta semua makhluk yang telah diciptakan Allah.
Allah berfirman:
Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar mengingkari pertemuan dengan Tuhannya. (ar-Rum/30: 8)
Dan firman Allah:
Dan Dia menancapkan gunung di bumi agar bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk, dan (Dia menciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang mereka mendapat petunjuk. Maka apakah (Allah) yang menciptakan sama dengan yang tidak dapat menciptakan (sesuatu)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (an-Nahl/16: 15-17)
Allah mencela orang yang buruk budi pekertinya, yaitu orang yang mengikuti setan. Setan itu mempunyai budi pekerti yang buruk karena ia mengikuti dan memperturutkan hawa nafsunya, karena keangkuhannya ia enggan sujud kepada Adam sebagaimana yang diperintahkan Allah. Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah, menginginkan orang lain mengikuti perbuatan-perbuatannya yang tercela itu, berusaha dengan segala tipu dayanya agar manusia memandang baik segala perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah, seperti mempersekutukan Tuhan, meminum khamar, berjudi, berzina, menumpuk harta untuk kepentingan diri sendiri, menindas orang lain dan sebagainya. Setan itu ada yang berupa setan jin dan ada pula yang berupa setan manusia.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Perdebatan Tentang Allah
“Dan setengah dari manusia ada yang berdebat tentang Allah tidak dengan ilmu." (pangkal ayat 3). Dalam pangkal ayat ini terdapat kalimat: Yujadilu pangkal kata (mashdar) ialah mujadalatan.
Artinya ialah berdebat, atau bertengkar. Perdebatan tidak terjadi kalau tidak ada lawan berdebat.
Di dalam ayat ini diterangkan bahwa ada setengah manusia yang suka menimbulkan perdebatan tentang Allah, tetapi sayangnya tidak dengan ilmu pengetahuan. Padahal ilmu tentang Allah itu tidaklah diriapat dengan sematamata dipelajan. Melainkan hendaklah diaertai juga dengan pengalaman. Dan ilmu tentang Allah tidak pula akan diriapat kalau tidak ada kepercayaan kepada Nabi-nabi dan Rasul-rasul yang diutusNya. Beliau-beliau itulah yang diberi Allah wahyu, yang dengan wahyu itu, Allah menjetaskan siapa diriNya. Ilmu di luar itu belumlah ilmu jika bersangkut dengan Allah. Maka akan celakalah, tidak sampai kepada hakikat yang seberianya jika orang berdebat tentang Allah.
Tuhan telah bersabda:
“Tidaklah Dia yang akan ditanya tentang apa yang Dia kerjakan, melainkan merekalah yang akan ditanya."
Maka salah besarlah kita mIsalnya jika kita perdebatkan mengapa si fulan dikaya-rayakan, sedang si anu dibuat miakin? Dan lain-lain pertanyaan yang mengakibatkan debat. Agak di ujung Surat al-Haj ini kelak (ayat 74) akan bertemu ayat Allah begini bunyinya:
“Dan tidaklah mereka sanggup menentukan Allah sebenar-benar ketentuan, sesungguhnya Allah itu adalah Maha Kuat, Maha Perkasa."
Sebab itu hendak berdebat tentang Allah tidak dengan ilmu yang seberianya tidaklah ada faedahnya. Dengan demikian bukaniah berarti bahwa Allah tidak sudi memberi ilmu kepada hambanya tentang Dia. Tetapi sekali-kali di dalam al-Qur'an, Tuhan menjanjikan akan menunjukkan ilmu tentang DiaNya kepada barangsiapa yang berjuang bersungguh-sungguh menempuh jalanNya:
“Dan orang-orang yang berjuang keras pada (barisan) Kami, pastilah akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah adalah bersama orang-orang yang senantiasa berbuat baik." (al-Ankabut: 69)
Oleh sebab itu maka barangsiapa yang hendak yakin tentang adanya Allah, turutilah tuntunan yang dibawakan oleh utusan-utusan Allah. Adapun berdebat-debat tentang Allah tidak dengan ilmu adalah sesuatu jalan yang bertambah lama bertambah jauh dan bertambah sesat: “Dan mereka ikuti tiap-tiap syaitan yang selalu jahat." (ujung ayat 3).
Ujung ayat ini adalah akibat yang wajar dari orang yang berdebat-debat tentang Allah tidak dengan ilmu. Segala keterangan yang benar, yang ilmiah tentang Tuhan mereka debat. Padahal jalan yang lain daripada jalan Allah adalah jalan jahil. bukan jalan ilmu. Jalan sesat, bukan jalan lurus. Sedang jalan Allah hanya satu dan jalan lain itu beribu-ribu sebanyak syaitan-syaitan yang menganjurkannya. Mengikuti segala jalan syaitan karena mengelak dari jalan Allah itu menyebabkan mereka pindah daripada satu syaitan kepada syaitan yang lain, sampai pun ketika nyawa akan berceral dengan badan pegangan belum juga ada. Nasib yang malang, hidup yang kosong, hari depan yang gelap.
Dilanjutkan oleh ayat yang keempat:
“Telah ditentukan atasnya." (pangkal ayat 4). Artinya telah tertulis sebagai peraturan yang tidak berubah-ubah dan Tuhan; “Bahwa barangsiapa yang menjadikan syaitan itu sebagai pemimpinnya, maka sesungguhnya dia akan menyesatkannya," karena permusuhan dengan syaitan sebagai keluarga Iblis telah menjadi pusaka turun-temurun sejak manusia keluar ke dunia ini buat menjadi Khatifah Allah. Dan bila telah sesat di permulaan jalan, sengsaralah hidup, walaupun pada kulit luar kelihatan seakan-akan senang, namun di dalam batin sengsara terus: “Dan memimpinnyo kepada azhab neraka." (ujung ayat 4). Artinya kesesatan itu tidaklah hanya di atas dunia ini saja, malahan akan terus ke dalam neraka yang karena keadilan Tuhan memang disediakan untuk orang-orang yang beriman kepada syaitan dan Iblis.
Tafsir of Surah Al-Hajj
The Hour
Allah commands:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ
O mankind! Have Taqwa of your Lord! Verily, the earthquake of the Hour is a terrible thing.
Allah commands His servants to have Taqwa of Him, He informs them of the terrors of the Day of Resurrection which will come to them with its earthquakes and other horrors, as He says:
إِذَا زُلْزِلَتِ الاٌّرْضُ زِلْزَالَهَا
وَأَخْرَجَتِ الَارْضُ أَثْقَالَهَا
When the earth is shaken with its (final) earthquake. And when the earth throws out its burdens. (99:1-2)
وَحُمِلَتِ الاٌّرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَحِدَةً
فَيَوْمَيِذٍ وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ
And the earth and the mountains shall be removed from their places, and crushed with a single crushing. Then on that Day shall the (Great) Event befall. (69:14-15)
إِذَا رُجَّتِ الاٌّرْضُ رَجّاً
وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسّاً
When the earth will be shaken with a terrible shake. And the mountains will be powdered to dust. (56:4-5)
It was said that this earthquake will come at the end of the life span of this world, at the outset of the Hour.
Ibn Jarir recorded that Alqamah commented on Allah's saying,
إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ
(Verily, the earthquake of the Hour (of Judgement) is a terrible thing).
Before the Hour.
Others said that this refers to the terror, fear, earthquakes and chaos that will happen on the Day of Resurrection, in the arena (of Judgement), after the resurrection from the graves.
This was the view favored by Ibn Jarir, who took the following Hadiths as evidence:
Imam Ahmad recorded that Imran bin Husayn said that when the Messenger of Allah was on one of his journeys and some of his Companions had fallen behind, he raised his voice and recited these two Ayat:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ
يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى
وَمَا هُم بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ
O mankind! Have Taqwa of your Lord! Verily, the earthquake of the Hour is a terrible thing. The Day you shall see it, every nursing mother will forget her nursling, and every pregnant one will drop her load, and you shall see mankind as in a drunken state, yet they will not be drunken, but Allah's torment is severe.
When his Companions heard that, they hastened to catch up with him, because they knew that he wanted to say something. When they reached him, he said:
أَتَدْرُونَ أَيُّ يَوْمٍ ذَاكَ ذَاكَ يَوْمُ يُنَادَى ادَمُ عَلَيْهِ السَّلَمُ فَيُنَادِيهِ رَبُّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَيَقُولُ يَا ادَمُ ابْعَثْ بَعْثَكَ إِلَى النَّارِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَمَا بَعْثُ النَّارِ فَيَقُولُ مِنْ كُلِّ أَلْفٍ تِسْعُمِايَةٍ وَتِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ فِي النَّارِ وَوَاحِدٌ فِي الْجَنَّة
Do you know what Day that is! That is the Day when Adam will be called. His Lord will call him and will say:O Adam, send forth (those of your progeny) who are to be sent to the Fire.
He will say, O Lord, how many are to be sent to the Fire!
He will say, From every thousand, nine hundred and ninety-nine will be in the Fire and one will be in Paradise.
His Companions were filled with despair and stopped smiling. When he ﷺ that, he said:
أَبْشِرُوا وَاعْمَلُوا فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ إِنَّكُمْ لَمَعَ خَلِيقَتَيْنِ مَا كَانَتَا مَعَ شَيْءٍ قَطُّ إِلاَّ كَثَّرَتَاهُ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَمَنْ هَلَكَ مِنْ بَنِي ادَمَ وَبَنِي إِبْلِيس
Be of good cheer and strive hard, for by the One in Whose Hand is the soul of Muhammad, you will be counted with two creations who are of immense numbers, Ya'juj and Ma'juj, and those who have already died of the progeny of Adam and the progeny of Iblis.
Then they felt happier, and he said:
اعْمَلُوا وَأَبْشِرُوا فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ مَا أَنْتُمْ فِي النَّاسِ إِلاَّ كَالشَّامَةِ فِي جَنْبِ الْبَعِيرِ أَوِ الرَّقْمَةِ فِي ذِرَاعِ الدَّابَّة
Strive hard and be of good cheer, for by the One in Whose Hand is the soul of Muhammad, in comparison to mankind you are like a mole on the flank of a camel or a mark on the foreleg of a beast.
This was also recorded by At-Tirmidhi and by An-Nasa'i in the Book of Tafsir in their Sunans.
At-Tirmidhi said, It is Hasan Sahih.
Another Version of this Hadith
At-Tirmidhi recorded from Imran bin Husayn that when the words,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ
(O mankind! Have Taqwa of your Lord.) Until His saying,
وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ
(but Allah's torment is severe), were revealed, the Prophet was on a journey, and he said:
أَتَدْرُونَ أَيُّ يَوْمٍ ذَلِكَ
قَالُوا اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ
قَالَ ذَلِكَ يَوْمٌ يَقُولُ اللهُ لاِادَمَ ابْعَثْ بَعْثَ النَّارِ
قَالَ يَا رَبِّ وَمَا بَعْثُ النَّارِ
قالَ تِسْعُمِايَةٍ وَتِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ إِلَى النَّارِ وَوَاحِدٌ إِلَى الْجَنَّة
Do you know what Day that is?
They said, Allah and His Messenger know best.
He said:That is the Day on which Allah will say to Adam, Send forth (those of your progeny) who are to be sent to the Fire.
He will say, O Lord, how many are to be sent to the Fire!
He will say, From every thousand, nine hundred and ninety-nine will be in the Fire and one will be in Paradise.
The Muslims started to weep, then the Messenger of Allah said:
قَارِبُوا وَسَدِّدُوا فَإِنَّهَا لَمْ تَكُنْ نُبُوَّةٌ قَطُّ إِلاَّ كَانَ بَيْنَ يَدَيْهَا جَاهِلِيَّةٌ قَالَ فَيُوْخَذُ الْعَدَدُ مِنَ الْجَاهِلِيَّةِ فَإِنْ تَمَّتْ وَإِلاَّ كُمِّلَتْ مِنَ الْمُنَافِقِينَ وَمَا مَثَلُكُمْ وَمَثَلُ الاْاُمَمِ إِلاَّ كَمَثَلِ الرَّقْمَةِ فِي ذِرَاعِ الدَّابَّةِ أَوْ كَالشَّامَةِ فِي جَنْبِ الْبَعِير
Be close in your rank and be straight forward, for there was never any Prophet but there was a time of ignorance just before his advent, so the number will be taken from that time of ignorance, and if that is not enough, it will be made up from the hypocrites. A parable of yours in comparison to the other nations is that, you are like a mark on the foreleg of an animal, or a mole on the flank of a camel.
Then he said,
إِنِّي لَاَرْجُو أَنْ تَكُونُوا رُبُعَ أَهْلِ الْجَنَّة
I hope that you will be a quarter of the people of Paradise.
They said, Allahu Akbar!
Then he said,
إِنِّييَلَرْجُو أَنْ تَكُونُوا ثُلُثَ أَهْلِ الْجَنَّة
I hope that you will be a third of the people of Paradise.
They said, Allahu Akbar!
Then he said,
إِنِّييَلَرْجُو أَنْ تَكُونُوا نِصْفَ أَهْلِ الْجَنَّة
I hope that you will be half of the people of Paradise.
They said, Allahu Akbar!
Then he (the narrator) said,
I do not know if he said two-thirds or not.
This was also recorded by Imam Ahmad.
Then At-Tirmidhi also said, This is a Hasan Sahih Hadith.
In his Tafsir, under this Ayah, Al-Bukhari recorded that Abu Sa`id said,
The Prophet said:
يَقُولُ اللهُ تَعَالَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَا ادَمُ
فَيَقُولُ لَبَّيْكَ رَبَّنَا وَسَعْدَيْكَ فَيُنَادَى بِصَوْتٍ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكَ أَنْ تُخْرِجَ مِنْ ذُرِّيَّتِكَ بَعْثًا إِلَى النَّارِ
قَالَ يَا رَبِّ وَمَا بَعْثُ النَّارِ
قَالَ مِنْ كُلِّ أَلْفٍ أُرَاهُ قَالَ تِسْعُمِايَةٍ وَتِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ
فَحِينَيِذٍ تَضَعُ الْحَامِلُ حَمْلَهَا وَيَشِيبُ الْوَلِيدُ
On the Day of Resurrection, Allah will say:O Adam.
He will say, At Your service, O Lord.
Then a voice will call out:Allah commands you to send forth from your progeny those who are destined for the Fire.
He will say, O Lord, who is destined for the Fire?
He will say, From every thousand -- I think he said -- nine hundred and ninety-nine.
At that time every pregnant female will drop her load and children will turn grey.
وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُم بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ
and you shall see mankind as in a drunken state, yet they will not be drunken, but Allah's torment is severe.
That will be so difficult for mankind to bear that their faces will change.
The Prophet said:
مِنْ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ تِسْعُمِايَةٍ وَتِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ
وَمِنْكُمْ وَاحِدٌ أَنْتُمْ فِي النَّاسِ كَالشَّعْرَةِ السَّوْدَاءِ فِي جَنْبِ الثَّوْرِ الاَْبْيَضِ أَوْ كَالشَّعْرَةِ الْبَيْضَاءِ فِي جَنْبِ الثَّوْرِ الاَْسْوَدِ وَإِنِّي لَاَرْجُو أَنْ تَكُونُوا رُبُعَ أَهْلِ الْجَنَّةِ
فَكَبَّرْنَا
ثُمَّ قَالَ ثُلُثَ أَهْلِ الْجَنَّةِ
فَكَبَّرْنَا
ثُمَّ قَالَ شَطْرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ
فَكَبَّرْنا
Nine hundred and ninety-nine from Ya'juj and Ma'juj, and one from you.
Among mankind you are like a black hair on the side of a white bull, or a white hair on the side of a black bull. I hope that you will be one quarter of the people of Paradise.
We said Allahu Akbar!
Then he said, A third of the people of Paradise.
We said, Allahu Akbar!
Then he said, One half of the people of Paradise.
We said, Allahu Akbar!
Al-Bukhari also recorded this elsewhere.
It was also recorded by Muslim, and An-Nasa'i in his Tafsir.
The Hadiths and reports about the terrors of the Day of Resurrection are very many, and this is not the place to quote them all.
And Allah says:
إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ
Verily, the earthquake of the Hour is a terrible thing.
means, a serious matter, a terrifying crisis, a horrendous event.
This earthquake is what will happen to people when they are filled with terror, as Allah says:
هُنَالِكَ ابْتُلِىَ الْمُوْمِنُونَ وَزُلْزِلُواْ زِلْزَالاً شَدِيداً
There, the believers were tried and shaken with a mighty shaking. (33:11)
Then Allah says
يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ
The Day you shall see it, every nursing mother will forget her nursling,
means, she will be distracted by the horror of what she is seeing, which will make her forget the one who is the dearest of all to her and to whom she shows the most compassion. Her shock will make her neglect her infant at the very moment of breastfeeding,
Allah says,
كُلُّ مُرْضِعَةٍ
(every nursing mother), and He did not say a mother who has an infant of breastfeeding age.
عَمَّا أَرْضَعَتْ
(her nursling) means, her nursing infant that has not yet been weaned.
وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا
and every pregnant one will drop her load,
means, before the pregnancy has reached full term, because of the intensity of the horror.
وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى
and you shall see mankind as in a drunken state,
means, because of the severity of their situation, when they will lose their minds, so that whoever sees them, will think, that they are drunk,
وَمَا هُم بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ
yet they will not be drunken, but Allah's torment is severe.
Condemnation of the Followers of the Shaytan
Allah condemns those who deny the Resurrection and who deny that Allah is able to restore life to the dead, those who turn away from that which Allah has revealed to His Prophets and, in their views -- denial and disbelief -- follow every rebellious Shaytan among men and Jinn. This is the state of the followers of innovation and misguidance, who turn away from the truth and follow falsehood, following the words of the leaders of misguidance who call people to follow innovation and their own desires and opinions.
Allah says concerning them and their like,
وَمِنَ النَّاسِ مَن يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ
And among mankind is he who disputes about Allah, without knowledge,
meaning, without sound knowledge.
وَيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَانٍ مَّرِيدٍ
كُتِبَ عَلَيْهِ
and follows every rebellious Shaytan. For him it is decreed,
Mujahid said,
This refers to that Shaytan.
meaning that is a matter written in the decree.
أَنَّهُ مَن تَوَلاَّهُ
that whosoever follows him, (and imitates him),
فَأَنَّهُ يُضِلُّهُ وَيَهْدِيهِ إِلَى عَذَابِ
السَّعِيرِ
he will mislead him, and will drive him to the torment of the Fire.
means, he will mislead him in this world, and in the Hereafter he will drive him to the torment of the Fire, which is unbearably hot, painful and agonizing.
As-Suddi reported that Abu Malik said,
This Ayah was revealed about An-Nadr bin Al-Harith.
This was also the view of Ibn Jurayj.
The following was revealed regarding al-Nadr ibn al-Haarith and his companions: And among mankind are those who dispute about God without any knowledge - they would say, 'The angels are God's daughters, and Al-Qur'an [a collection of] the fables of the ancients'. In addition, they would deny resurrection and the bringing back to life of those who had become dust - and [those who] follow, in their manner of disputing, every rebellious devil,
Commentary
وَمِنَ النَّاسِ مَن يُجَادِلُ فِي اللَّـهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ (And among men there is one who debates about Allah with no knowledge - 22:8.) This verse was revealed with particular reference to Nadr Ibn al-Harith, who was a very quarrelsome person. He claimed that the angels were Allah's daughters, and that the Qur'an was a storybook, which contained fables about people of bygone ages. He denied the Day of Judgment and the Resurrection of the dead. Although this verse relates to a particular person, its message applies to all who are in a similar situation, and practice such wickedness