ٱلْأَنْعَام : ٧٤

  • وَإِذۡ dan tatkala
  • قَالَ berkata
  • إِبۡرَٰهِيمُ Ibrahim
  • لِأَبِيهِ kepada bapaknya
  • ءَازَرَ Azar
  • أَتَتَّخِذُ apakah kamu mengambil/jadikan
  • أَصۡنَامًا berhala-berhala
  • ءَالِهَةً Tuhan
  • إِنِّيٓ sesungguhnya aku
  • أَرَىٰكَ aku melihat kamu
  • وَقَوۡمَكَ dan kaummu
  • فِي dalam
  • ضَلَٰلٖ kesesatan
  • مُّبِينٖ yang nyata
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya Azar,1 "Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata."
Catatan kaki
1 *316) Di antara mufasir ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan Abīhi (ayahnya) ialah “pamannya”.
(Dan) ingatlah (di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Azar) julukan dan nama aslinya adalah Tarikh ("Pantaskah kamu menjadikan patung-patung sebagai tuhan-tuhan?) yang kamu sembah. Kata tanya di sini bermakna celaan. (Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu) karena menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan (dalam kesesatan) yakni tersesat dari jalan yang benar (yang nyata.") yang jelas.