ٱلْبَقَرَة : ٢٥٦

  • لَآ tidak ada
  • إِكۡرَاهَ paksaan
  • فِي dalam/untuk
  • ٱلدِّينِۖ agama
  • قَد sungguh
  • تَّبَيَّنَ telah jelas
  • ٱلرُّشۡدُ yang benar
  • مِنَ dari
  • ٱلۡغَيِّۚ yang sesat
  • فَمَن maka barang siapa
  • يَكۡفُرۡ (ia) ingkar
  • بِٱلطَّـٰغُوتِ kepada Taghut (berhala)
  • وَيُؤۡمِنۢ dan ia beriman
  • بِٱللَّهِ kepada Allah
  • فَقَدِ maka sesungguhnya
  • ٱسۡتَمۡسَكَ ia telah berpegang
  • بِٱلۡعُرۡوَةِ dengan/kepada tali
  • ٱلۡوُثۡقَىٰ yang teguh
  • لَا tidak akan
  • ٱنفِصَامَ putus
  • لَهَاۗ baginya
  • وَٱللَّهُ dan Allah
  • سَمِيعٌ Maha Mendengar
  • عَلِيمٌ Maha Mengetahui
Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut1 dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
Catatan kaki
1 *97) Setan dan apa saja yang disembah selain Allah -Subḥānahu wata'ālā-.
(Tidak ada paksaan dalam agama), maksudnya untuk memasukinya. (Sesungguhnya telah nyata jalan yang benar dari jalan yang salah), artinya telah jelas dengan adanya bukti-bukti dan keterangan-keterangan yang kuat bahwa keimanan itu berarti kebenaran dan kekafiran itu adalah kesesatan. Ayat ini turun mengenai seorang Ansar yang mempunyai anak-anak yang hendak dipaksakan masuk Islam. (Maka barang siapa yang ingkar kepada tagut), maksudnya setan atau berhala, dipakai untuk tunggal dan jamak (dan dia beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpul tali yang teguh kuat) ikatan tali yang kokoh (yang tidak akan putus-putus dan Allah Maha Mendengar) akan segala ucapan (Maha Mengetahui) segala perbuatan.