ٱلْقَلَم : ٤٢

  • يَوۡمَ pada hari
  • يُكۡشَفُ di buka/di singkap
  • عَن dari
  • سَاقٖ betis
  • وَيُدۡعَوۡنَ dan mereka di seru/di panggil
  • إِلَى kepada/untuk
  • ٱلسُّجُودِ bersujud
  • فَلَا maka tidak
  • يَسۡتَطِيعُونَ mereka mampu/kuasa
(Ingatlah) pada hari ketika betis disingkapkan1 dan mereka diseru untuk bersujud; maka mereka tidak mampu,2
Catatan kaki
1 Menggambarkan keadaan orang yang sedang ketakutan yang hendak lari karena hebatnya huru-hara hari Kiamat. 852) Mereka diminta sujud itu adalah untuk menguji keimanan mereka padahal mereka tidak sanggup lagi karena persendian tulang-tulang mereka telah lemah dan azab sudah mengepung mereka.
Ingatlah (pada hari betis disingkapkan) ungkapan ini menggambarkan tentang dahsyatnya keadaan pada hari kiamat, yaitu sewaktu hisab dan pembalasan dilaksanakan. Dikatakan "kasyafatil harbu 'an saaqin", artinya perang itu berkobar dengan sengitnya (dan mereka dipanggil untuk bersujud) sebagai ujian buat keimanan mereka (maka mereka tidak kuasa) karena punggung mereka lekat bertumpuk menjadi satu, sehingga mereka tidak dapat bersujud.