ٱلْأَنْبِيَاء : ٣

  • لَاهِيَةٗ dalam keadaan lalai
  • قُلُوبُهُمۡۗ hati mereka
  • وَأَسَرُّواْ dan mereka merahasiakan
  • ٱلنَّجۡوَى pembicaraan
  • ٱلَّذِينَ orang-orang yang
  • ظَلَمُواْ (mereka) zalim
  • هَلۡ apakah/bukankah
  • هَٰذَآ ini
  • إِلَّا melainkan/hanyalah
  • بَشَرٞ seorang manusia
  • مِّثۡلُكُمۡۖ seperti kamu
  • أَفَتَأۡتُونَ apakah kamu datang/menerima
  • ٱلسِّحۡرَ sihir
  • وَأَنتُمۡ dan kalian
  • تُبۡصِرُونَ kamu melihat
hati mereka dalam keadaan lalai. Dan orang-orang yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka, "(Orang) ini (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang manusia (juga) seperti kamu. Apakah kamu menerimanya (sihir itu),1 padahal kamu menyaksikannya?"
Catatan kaki
1 *529) Maksud sihir di sini ialah ayat-ayat Al-Qur`an.
(Lagi dalam keadaan lalai) yakni kosong (hati mereka) untuk merenungkan makna-maknanya. (Dan mereka berbisik-bisik) mereka merahasiakan pembicaraan mereka (yakni orang-orang yang zalim itu) lafal ayat ini merupakan Badal daripada Dhamir Wawu yang terdapat di dalam lafal Wa Asarrun Najwa ("Orang ini tidak lain) yakni Nabi Muhammad (hanyalah seorang manusia seperti kalian) dan yang disampaikannya itu adalah sihir belaka (maka apakah kalian menerima sihir itu) yakni apakah kalian mau mengikutinya (padahal kalian menyaksikannya?") sedangkan kalian telah mengetahui, bahwa yang disampaikan itu adalah sihir.