ٱلْأَنْبِيَاء ٣٨
- وَيَقُولُونَ dan mereka berkata
- مَتَىٰ kapankah
- هَٰذَا ini
- ٱلۡوَعۡدُ janji (ancaman)
- إِن jika
- كُنتُمۡ kalian adalah
- صَٰدِقِينَ orang-orang yang benar
Dan mereka berkata, "Kapankah janji itu (akan datang), jika kamu orang yang benar?"
(Mereka berkata, "Kapankah janji itu akan datang) yang dimaksud kiamat itu (jika kamu sekalian adalah orang-orang yang benar?") tentang adanya janji itu.
Tafsir Surat Al-Anbiya': 38-40
Mereka berkata, “Kapankah janji itu akan datang, jika memang kalian orang-orang yang benar?” Andaikata orang-orang kafir itu mengetahui waktu (di mana) mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari muka mereka dan (tidak pula) dari punggung mereka, sedangkan mereka (tidak pula) mendapat pertolongan, (tentulah mereka tiada meminta disegerakan). Sebenarnya (azab) itu akan datang kepada mereka dengan sekonyong-konyong, lalu membuat mereka menjadi panik, maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.
Ayat 38
Allah ﷻ menceritakan tentang kaum musyrik, bahwa mereka meminta agar azab didatangkan dengan segera kepada diri mereka, yang hal itu timbul dari ketidakpercayaan mereka dengan adanya azab tersebut. Mereka mengingkarinya, mendustakannya, dan menganggap bahwa mustahil azab itu akan datang. Karena itulah mereka mengatakan, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya: “Mereka berkata, ‘Kapankah janji itu akan datang, jika memang kalian orang-orang yang benar’?” (Al-Anbiya: 38).
Ayat 39
Adapun firman Allah ﷻ: “Andaikata orang-orang kafir itu mengetahui waktu (di mana) mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari muka mereka dan (tidak pula) dari punggung mereka.” (Al-Anbiya: 39).
Yaitu seandainya mereka meyakini bahwa azab itu pasti menimpa mereka, tentulah mereka tidak akan meminta agar azab itu disegerakan, yakni disaat mereka mengetahui bahwa azab itu meliputi mereka dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka.
“Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api).” (Az-Zumar: 16). “Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (dari api neraka).” (Al-A'raf: 41). Dan dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:
“Waktu (di mana) mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari muka mereka dan (tidak pula) dari punggung mereka.” (Al-Anbiya: 39). Dalam ayat lainnya disebutkan oleh firman-Nya: “Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutupi oleh api neraka.” (Ibrahim: 50). Kesimpulannya, azab meliputi diri mereka dari semua arah.
“Sedangkan mereka tidak (pula) mendapat pertolongan.” (Al-Anbiya: 39). Artinya, tiada seorang pun yang menolong mereka. Sama halnya dengan apa yang disebutkan oleh Allah ﷻ dalam ayat lain melalui firman-Nya: “Dan tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah.” (Ar-Ra'd: 34).
Ayat 40
Adapun firman Allah ﷻ: “Sebenarnya (azab) itu akan datang kepada mereka dengan sekonyong-konyong.” (Al-Anbiya: 40)
Maksudnya, azab itu pasti akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba.
“Lalu membuat mereka menjadi panik.” (Al-Anbiya: 40)
Yakni mereka menjadi terkejut oleh azab itu, akhirnya mereka menjadi panik, tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.
“Maka mereka tidak sanggup menolaknya.” (Al-Anbiya: 40).
Yaitu mereka tidak dapat berkelit mengelakkan diri dari azab itu.
“Dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.” (Al-Anbiya; 40).
Artinya, azab itu tidak ditangguhkan barang sedikit waktu pun dari mereka.
Karena orang-orang kafir itu tidak meyakini akhirat, maka dalam ayat ini terlihat betapa nekatnya mereka berkata kepada Rasulullah dengan sikap menantang. Dan mereka berkata, wahai Muhammad, Kapankah janji itu, azab neraka yang kamu sebut-sebut itu akan datang menimpa kami, jika kamu orang yang benar mengaku utusan Allah dan sanggup mendatangkan azab''39. Seandainya orang kafir itu mengetahui dengan pengetahuan yang meyakinkan bahwa azab neraka itu ada, ketika mereka melihatnya da-lam keadaan tidak mampu mengelakkan api neraka dari wajah dan punggung mereka, sedang mereka tidak mendapat pertolongan, tentulah mereka tidak akan menantang Rasulullah dengan meminta azab itu disegera-kan.
Dalam ayat ini Allah memperlihatkan betapa nekadnya kaum kafir itu, ketika mereka berkata kepada Nabi Muhammad dan kaum Muslimin dengan sikap menantang, "Kapankah azab akhirat yang dijanjikan itu akan datang? Jika ancaman itu benar, cobalah perlihatkan sekarang juga!"
Mereka meminta segera didatangkan azab Allah kepadanya, ucapan itu menunjukkan bahwa mereka sebenarnya tidak percaya sama sekali tentang adanya azab tersebut. Dengan sendirinya, mereka juga tidak percaya tentang hari akhirat, serta kekuasaan Allah untuk memperhitungkan dan membalas perbuatan manusia.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Sikap Tergesa-gesa Orang Kafir Itu Dicela
“Dan apabila orang-orang yang kafir itu melihat engkau, tidaklah mereka ambil akan dikau selain jadi ejekan."
(pangkal ayat 36).
Demikian Allah menggambarkan sikap kafir-kafir Quraisy itu kepada Nabi s.a.w. Kebencian mereka kepada Nabi yang telah amat mendalam, dendam dan kesumat yang terpendam di hati menyebabkan mereka tidak dapat menyembunyikan perasaan. Asal nampak saja Nabi, mereka pun mengejek. Begitulah perilaku Abu Jahat dan komplotannya yang lain. Kalau Nabi kelihatan mereka tanya bertanya sesama mereka: “Inikah dia yang menyebut-nyebut tuhan-tuhan kamu?" Yang mencela dan tidak mau mengaku kebesaran tuhan-tuhan kita? Sambil bertanya sesama mereka itu, mereka pun menunjukkan sikap benci, marah dan ejekan: “Padahal mereka dengan menyebut Tuhan Yang Maha Pemurah adalah kafir."
(ujung ayat 36).
Tegasnya Rasul mereka ejekan, Tuhan Yang Rahman Maha Pemurah yang seberianya Tuhan, mereka tidak mau percaya. Mereka masih mempertahankan dengan penuh hawanafsu berhala-berhala buatan tangan mereka sendiri yang mereka puja itu.
“Telah dijadikan manusia itu bersifat tergesa-gesa."
(pangkal ayat 37).
Apa saja yang mereka inginkan, maunya segera hendak tercapai. Sekarang juga. Maka orang-orang yang beriman kepada Muhammad s.a.w. selalu diberi peringatan bahwa orang-orang yang kafir menentang kebenaran itu pasti menerima azhabnya. Tetapi mereka ingin melihat azhab itu. Sekarang juga. Sebab itu Tuhan sekali lagi menjelaskan: “Akan Aku perlihatkan kepada kamu tandatandaKu."Yang bersaiah pasti Aku hukum, yang taat kepadaKu pasti Aku beta: Sebab itu janganlah kamu mints supaya dicepatkan."
(ujung ayat 37).
Tegasnya Tuhanlah yang menentukan waktunya, bukan kamu yang mempunyai perangai ingin Iekas, ingin cepat, ingin sekarang juga.
Ayat ini memberi peringatan kepada manusia supaya sadar akan ke-lemahannya itu, yaitu in n terburu-buru, sehingga kadang-kadang kudrat iradat Allah hendak diukurnya dengan sifat tergesa-gesanya itu. Sehingga dia lupa bahwa dia seorang hamba yang rmesti patuh dan sabar menunggu ketentuan Tuhan, bukan Tuhan yang mesti menurut apa yang dia inginkan, dan kalau keinginannya tidak terkabul dia pun berkecil hati.
Itulah sebabnya maka di ujung ayat diperingatkan kepada umat yang telah merasa terdesak supaya jangan mereka mengeluh meminta kepada Tuhan agar azhab kepada yang durhaka itu diaegerakan. Serahkanlah kepada Tuhan dan bersabarlah.
“Dan mereka berkata: “Bilakah janjian itu, jika memanglah kamu orang-orang yang benar?"
(ayat 38).
Ini pun perangai manusia yang lekas, ingin cepat. Kalau orang beriman ingin cepat Tuhan menurunkan azhab kepada orang yang durhaka, orang yang menentang seruan ajakan Rasul itu pun menantang: “Kalau benar ada janjian akan ada balasan Tuhan, bilakah janji itu akan terjadi? Mengapa belum juga? Mereka pun hendak cepat melihat bukti, sebab mereka tidak percaya. Sampai mereka berkata: “Jika memang kamu orang-orang yang benar!"
Maka datanglah peringatan Tuhan.
“Kalau kiranya tahulah orang-orang yang kafir itu."
(pangkal ayat 39).
Artinya kalau kiranya tahulah mereka betapa dahsyatnya hari itu, betapa besanya azhab itu, betapa ngerinya, tidaklah mereka akan berkata begitu. Mereka berkata seakan-akan menantang. Disangkanya kekuasaan Tuhan terbatas. Disangkanya dosa tidak akan ada batasan: “Akan tiba kelak waktunya mereka tidak akan dapat menghindarkan api neraka dari muka-muka mereka." Api neraka itu akan melambai muka mereka masing-masing. Tambah dikipaskan bertambah nyala dan bertambah panas, dan tidak ada sesuatu tempat untuk melarikan diri atau untuk menyembunyikan muka: “Dan tidak pula dort punggung-punggung mereka." Dengan menggambarkan bahwa muka tidak dapat dielakkan ‘dari lambaiari api neraka, lalu dikatakan pula la mbaian api pada punggung, dapatlah dirasakan betapa terdesaknya diri pada waktu itu. Apatah lagi setelah dijelaskan lagi oleh ujung ayat: “Sedang mereka tidak depot dltolong."
(ujung ayat 39).
Ujung ayat ini menimbulkan kesan pada kita betapa riuh-rendahnya orang yang kena azhab itu memohon pertolongan, memohon kalau ada orang yang betas kasihan, sudi melepaskan mereka dari penderitaan itu.
Siapa yang akan sanggup menolong pada waktu itu? Siapa makhluk yang akan dapat menolong, kalau yang menimpakan azhab itu Allah sendiri? Tadi mereka bertanya, "Bilakah janjian itu?" Maka Tuhan menegaskan:
“Bahkan dia akan datang kepada mereka dengan sekonyong-konyong, latu membingungkan mereka."
(pangkal ayat 40).
Azhab itu akan datang sekonyong-konyong, tiba-tiba, tidak disangka-sangka. Mereka jadi bingung, jadi panik. Sehingga mereka tidak dapat berbuat apa-apa. "Maka tidaklah mereka sanggup menolaknya." Karena tidaklah sanggup tenaga manusia yang lemah hendak menolak Kemaha Perkasaan Allah. "Langit hendak runtuh tidaklah dapat sanggup menolaknya." Karena tidaklah sanggup tenaga manusia yang lemah hendak menolak Kemaha Perkasaan Allah. "Langit hendak runtuh tidaklah dapat ditahan dengan telunjuk"."Dan tidaklah mereka akan dlberi kesempatan." (ujung ayat 40). Hingga musnahlah segenap pertahanan pada masa itu.
"Dan sesungguhnya telah diperolok-olokkan orang, Rasul-rasul yang sebelum engkau."
(pangkal ayat 41).
Rasulullah s.a.w. karena beliau setalu diper olok-olok oleh kaum kafir itu dan seruannya tidak disambut baik, bahwasanya bukan terhadap dia raja orang-orang yang durhaka itu bersikap mengolok-olok segala Nabi sejak dahulu sama nasibnya, menjadi olok-olokan Tetapi bagaimanakah akibatnya? “Maka menimpakah (balasan) ke alas orang-orang yang menghina di antara mereka itu," yaitu azhab dan siksa Tuhan karena kedurhakaan dan kerendahan budi itu."Dan sebab perolok-olokkan mereka itu."
(ujung ayat 41).
Maka jelaslah di dalam ayat ini bahwa penolak-penolak kebenaran, tukang ejek, tukang olok-olok dan tukang cemuh tidaklah ada yang berakhir dengan baik.
“Katakanlah: “Siapakah yang akan melindungi kamu di malam dan di siang hari, daripada (balasan) Tuhan Pemurah?"
(pangkal ayat 42).
Adakah selain Allah yang dapat melindungi pada kesiapan malam dan kesibukan siang? Siapa yang mengawalmu dan bahaya tengah engkau nyenyak tidur di malam hari? Siapa yang melindungi dari berbagai bahaya yang bila saja terjadi di mana-mana di siang hari? Bukankah segaia kemajuan.pengangkutan di dapat, di laut, di dasar laut dan di udara di zaman sekarang ini, namun keamanan-keamanannya selalu lebih banyak dart kecelakaan? Siapakah pengatur keamanan itu semua, kalau bukan Allah? Maka kalau Tuhan hendak menjatuhkan murkaNya adakah yang dapat menangkia?
“Namun mereka dari peringatan Tuhan masih berpaling jua."
(ujung ayat 42).
Di ayat disebut nama Tuhan “Ar-Rahman" yang Maha Pemurah. Maha Pengasih. Sebab malapetaka yang menimpa manusia hanya sedikit jika dibanding rahmat dan perlindungannya.
“Atau adakah bagi mereka tuhan-tuhan yang akan melindungi mereka, selain Kami?"
(pangkal ayat 43).
Pertanyaan ini adalah istifham inkari, yakni pertanyaan berarti sangkalan. Tegasnya tiada tuhan-tuhan yang lain yang akan menolong, selain Allah. Malah kalau rumah berhala terendam hari banjir maka tuhan-tuhan dewa itu akan hanyut kalau yang memujanya itu tidak menyelamatkannya: “Mereka tidaklah sanggup menolong diri mereka." Artinya tuhan-tuhan buatan tangan manusia itu tidak dapat menolong diri, bagaimana mereka akan menolong orang lain. "Dan tidak pula mereka dapat dilindungi dari azhab Kami."
(ujung ayat 43).
Artinya, baik orang yang diberhalakan itu atau yang memberhalakan tidaklah seorang juga yang dapat dilindungi dari azhab Tuhan.
The Idolators seek to hasten on the Punishment
Allah also tells us how the idolators seek to hasten punishment upon themselves, out of denial, rejection, disbelief, stubbornness and a belief that it will never happen.
He says:
وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
And they say:When will this promise (come to pass), if you are truthful.
And Allah says
لَوْ يَعْلَمُ الَّذِينَ كَفَرُوا حِينَ لَا يَكُفُّونَ عَن وُجُوهِهِمُ النَّارَ وَلَا عَن ظُهُورِهِمْ
If only those who disbelieved knew (the time) when they will not be able to ward off the Fire from their faces, nor from their backs,
meaning, if only they knew for certain that it will inevitably come to pass, they would not seek to hasten it. If only they knew how the torment will overwhelm them from above them and from beneath their feet.
لَهُمْ مِّن فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِّنَ النَّارِ وَمِن تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ
They shall have coverings of Fire, above them and coverings (of Fire) beneath them. (39:16)
لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادٌ وَمِن فَوْقِهِمْ غَوَاشٍ
Theirs will be a bed of Hell (Fire), and over them coverings (of Hellfire). (7:41)
And in this Ayah Allah says:
حِينَ لَا يَكُفُّونَ عَن وُجُوهِهِمُ النَّارَ وَلَا عَن ظُهُورِهِمْ
when they will not be able to ward off the Fire from their faces, nor from their backs,
And Allah says:
سَرَابِيلُهُم مِّن قَطِرَانٍ وَتَغْشَى وُجُوهَهُمْ النَّارُ
Their garments will be of tar, and fire will cover their faces. (14:50)
The torment will surround them on all sides,
وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ
and they will not be helped.
means, and they will have no helper.
This is like the Ayah:
وَمَا لَهُم مِّنَ اللَّهِ مِن وَاقٍ
And they have no guardian against Allah. (13:34)
بَلْ تَأْتِيهِم بَغْتَةً
Nay, it will come upon them all of a sudden,
means, the Fire will come upon them suddenly, i.e., it will take them by surprise.
فَتَبْهَتُهُمْ
and will perplex them,
means, it will scare them, and they will succumb to it in confusion, not knowing what they are doing.
فَلَ يَسْتَطِيعُونَ رَدَّهَا
and they will have no power to avert it,
means, they will have no means of doing so.
وَلَا هُمْ يُنظَرُونَ
nor will they get respite.
means, it will not be delayed for them even for an instant.
The Lessons to be learned from Those Who mocked the Messengers in the Past
Allah says consoling His Messenger for the pain and insult caused by the mockery and disbelief of the idolators,
وَلَقَدِ اسْتُهْزِيَ بِرُسُلٍ مِّن قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُم مَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِوُون
Indeed (many) Messengers were mocked before you, but the scoffers were surrounded by what they used to mock.
meaning, the punishment which they thought would never come to pass.
This is like the Ayah:
وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّن قَبْلِكَ فَصَبَرُواْ عَلَى مَا كُذِّبُواْ وَأُوذُواْ حَتَّى أَتَـهُمْ نَصْرُنَا وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَـتِ اللَّهِ وَلَقدْ جَأءَكَ مِن نَّبَإِ الْمُرْسَلِينَ
Verily, Messengers were denied before you, but with patience they bore the denial, and they were hurt; till Our help reached them, and none can alter the Words of Allah. Surely, there has reached you the information (news) about the Messengers (before you). (6:34)
Then Allah mentions His favor for His creatures; He protects them by night and by day, taking care of them and watching over them with His Eye that never sleeps.
قُلْ مَن يَكْلَوُكُم بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مِنَ الرَّحْمَنِ
Say:Who can guard and protect you in the night or in the day from the Most Gracious!
means, other than the Most Gracious Himself.
بَلْ هُمْ عَن ذِكْرِ رَبِّهِم مُّعْرِضُونَ
Nay, but they turn away from the remembrance of their Lord.
means, they do not recognize the blessings and favor of Allah towards them; they turn away from His signs and blessings.
أَمْ لَهُمْ الِهَةٌ تَمْنَعُهُم مِّن دُونِنَا
Or have they gods who can guard them from Us!
This is a rhetorical question aimed at denouncing and rebuking.
The meaning is, do they have any gods who can protect them and take care of them other than Us. It is not as they imagine or as they claim.
Allah says:
لَاا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَ أَنفُسِهِمْ
They have no power to help themselves,
these gods on whom they rely instead of Allah cannot even help themselves.
وَلَا هُم مِّنَّا يُصْحَبُونَ
nor can they be protected from Us.
Al-`Awfi reported from Ibn Abbas,
Nor can they be guarded from Us.
How the Idolators are deceived by their long and luxurious Lives in this World, and the Explanation of the Truth
Allah tells:
بَلْ مَتَّعْنَا هَوُلَاء وَابَاءهُمْ حَتَّى طَالَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُ
Nay, We gave the luxuries of this life to these men and their fathers until the period grew long for them.
Allah explains that they have been deceived and misled by the luxuries that they enjoy in this world and the long life that they have been given, so they believe that they are following something good.
Then Allah warns them:
أَفَلَ يَرَوْنَ أَنَّا نَأْتِي الاَْرْضَ نَنقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا
See they not that We gradually reduce the land (in their control) from its outlying borders!
This is like the Ayah:
وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا مَا حَوْلَكُمْ مِّنَ الْقُرَى وَصَرَّفْنَا الاٌّيَـتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
And indeed We have destroyed towns round about you, and We have shown the Ayat in various ways that they might return. (46:27)
Al-Hasan Al-Basri said:
This means the victory of Islam over disbelief.
The meaning is:Do they not learn a lesson from the fact that Allah supported those (believers) against their enemies, He destroyed the disbelieving nations and the evil-doing townships, and He saved His believing servants.
So Allah says:
أَفَهُمُ الْغَالِبُونَ
Is it then they who will overcome!
meaning, on the contrary, they are the ones who will be overcome, who will be defeated, humiliated and brought low.
قُلْ إِنَّمَا أُنذِرُكُم بِالْوَحْيِ
Say:I warn you only by the revelation.
meaning, `I only convey to you the warning of Allah's punishment and vengeance, and this is no more than that which Allah reveals to me.' But this is of no benefit to the one whom Allah has made blind and has put a seal over his hearing and his heart.
He says:
وَلَا يَسْمَعُ الصُّمُّ الدُّعَاء إِذَا مَا يُنذَرُونَ
But the deaf will not hear the call, (even) when they are warned.
Allah says:
وَلَيِن مَّسَّتْهُمْ نَفْحَةٌ مِّنْ عَذَابِ رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ
And if a breath of the torment of your Lord touches them, they will surely, cry:Woe unto us! Indeed we have been wrongdoers!
If these disbelievers were affected by the slightest touch of Allah's punishment, they would confess their sins and admit that they had wronged themselves in this world
وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَ تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْيًا
And We shall set up Balances of justice on the Day of Resurrection, then none will be dealt with unjustly in anything.
meaning, We shall set up the Balances of justice on the Day of Resurrection.
The majority of scholars state that it is one Balance, and the plural form is used here to reflect the large number of deeds which will be weighed therein.
فَلَ تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْيًا
وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ
then none will be dealt with unjustly in anything. And if there be the weight of a mustard seed, We will bring it. And sufficient are We to take account.
This is like the Ayat:
وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
and your Lord treats no one with injustice. (18:49)
إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِن تَكُ حَسَنَةً يُضَـعِفْهَا وَيُوْتِ مِن لَّدُنْهُ أَجْراً عَظِيماً
Surely, Allah wrongs not even of the weight of speck of dust, but if there is any good, He doubles it, and gives from Him a great reward. (4:40)
يبُنَىَّ إِنَّهَأ إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِى صَخْرَةٍ أَوْ فِى السَّمَـوَتِ أَوْ فِى الاٌّرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ
O my son! If it be equal to the weight of a grain of mustard seed, and though it be in a rock, or in the heavens or in the earth, Allah will bring it forth. Verily, Allah is Subtle, Well-Aware. (31:16)
In the Two Sahihs it was recorded that Abu Hurayrah said that the Messenger of Allah said:
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيم
Two words which are light on the tongue, heavy in the Balance and beloved to Ar-Rahman:
Subhan Allahi wa bi hamdihi, Subhan Allahil `Azim (Glory and praise be to Allah, Glory be to Allah the Almighty).
Imam Ahmad also recorded that A'ishah said that;
one of the Companions of the Messenger of Allah sat down before him and said, O Messenger of Allah, I have two slaves who lie to me, betray me and disobey me, and I hit them and insult them. How do I stand with regard to them?
The Messenger of Allah said:
يُحْسَبُ مَا خَانُوكَ وَعَصَوْكَ وَكَذَّبُوكَ وَعِقَابُكَ إِيَّاهُمْ فَإِنْ كَانَ عِقَابُكَ إِيَّاهُمْ بِقَدْرِ ذُنُوبِهِمْ كَانَ كَفَافًا لَا لَكَ وَلَا عَلَيْكَ وَإِنْ كَانَ عِقَابُكَ إِيَّاهُمْ دُونَ ذُنُوبِهِمْ كَانَ فَضْلً لَكَ وَإِنْ كَانَ عِقَابُكَ إِيَّاهُمْ فَوْقَ ذُنُوبِهِمْ اقْتُصَّ لَهُمْ مِنْكَ الْفَضْلُ الَّذِي بَقِيَ قَبْلَك
The extent to which they betrayed you, disobeyed you and lied to you will be measured against the punishment you meted out to them. If your punishment was commensurate with their misconduct, then you will be equal and you will not have anything counted for you or against you.
If your punishment of them was less than that what they deserved for their misconduct, then this will count in your favor. If your punishment of them was more than what they deserved for their misconduct, then Allah will take what is due to them from you.
Then the man started to weep before the Messenger of Allah, and the Messenger of Allah asked,
مَالَهُ لَاا يَقْرَأُ كِتَابَ الله
وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَ تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْيًا وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ
What is the matter with him Has he not read the words of Allah,
And We shall set up Balances of justice on the Day of Resurrection, then none will be dealt with unjustly in anything. And if there be the weight of a mustard seed, We will bring it. And sufficient are We to take account.
The man said, O Messenger of Allah, I think there is nothing better than keeping away from these people -- meaning his slaves -- I call upon you to bear witness that they are all free.
The Revelation of the Tawrah and the Qur'an
We have already noted that Allah often mentions Musa and Muhammad together -- may the peace and blessings of Allah be upon them both -- and He often mentions their Books together as well.
He says:
وَلَقَدْ اتَيْنَا مُوسَى وَهَارُونَ الْفُرْقَانَ
And indeed We granted to Musa and Harun the criterion.
Mujahid said,
This means the Scripture.
Abu Salih said:
The Tawrah.
Qatadah said:
The Tawrah, what it permits and it forbids, and how Allah differentiated between truth and falsehood.
In conclusion, we may say that the heavenly Books included the distinction between truth and falsehood, guidance and misguidance, transgression and the right way, lawful and unlawful, and that which will fill the heart with light, guidance, fear of Allah and repentance.
So Allah says:
الْفُرْقَانَ
وَضِيَاء وَذِكْرًا لِّلْمُتَّقِينَ
the criterion, and a shining light and a Reminder for those who have Taqwa.
meaning, a reminder and exhortation for them.
Then He describes them as
الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِالْغَيْبِ
Those who fear their Lord in the unseen.
This is like the Ayah:
مَّنْ خَشِىَ الرَّحْمَـنَ بِالْغَيْبِ وَجَأءَ بِقَلْبٍ مُّنِيبٍ
Who feared the Most Gracious in the unseen and came with a repenting heart. (50:33)
إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِالْغَيْبِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ
Verily, those who fear their Lord unseen, theirs will be forgiveness and a great reward. (67:12)
وَهُم مِّنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُونَ
and they are afraid of the Hour.
means, they fear it.
Then Allah says
وَهَذَا ذِكْرٌ مُّبَارَكٌ أَنزَلْنَاهُ
And this is a blessed Reminder which We have sent down;
means, the Magnificent Qur'an, which falsehood cannot approach, from before it or behind it, revealed by the All-Wise, Worthy of all praise.
أَفَأَنتُمْ لَهُ مُنكِرُونَ
will you then deny it!
means, will you deny it when it is the utmost in clarity and truth.
And they say, 'When will this promise, of resurrection, be [fulfilled], if you are truthful?', about it.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.