ٱلنِّسَاء : ١٧٢

  • لَّن sekali-kali tidak
  • يَسۡتَنكِفَ enggan
  • ٱلۡمَسِيحُ Al Masih
  • أَن bahwa
  • يَكُونَ adalah ia/menjadi
  • عَبۡدٗا hamba
  • لِّلَّهِ bagi Allah
  • وَلَا dan tidak
  • ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ Malaikat
  • ٱلۡمُقَرَّبُونَۚ yang terdekat
  • وَمَن dan barang siapa
  • يَسۡتَنكِفۡ enggan
  • عَنۡ dari
  • عِبَادَتِهِۦ menyembahNya
  • وَيَسۡتَكۡبِرۡ dan ia menyombongkan diri
  • فَسَيَحۡشُرُهُمۡ maka Dia/Allah akan mengumpulkan mereka
  • إِلَيۡهِ kepadaNya
  • جَمِيعٗا semuanya
Al-Masīh sama sekali tidak enggan menjadi hamba Allah, dan begitu pula para malaikat yang terdekat (kepada Allah).1 Dan barang siapa enggan menyembah-Nya dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.
Catatan kaki
1 Malaikat yang berada di sekitar Arasy seperti Jibril, Mikail dan Israfil.
(Almasih tidak merasa malu) maksudnya Almasih yang kamu katakan sebagai Tuhan itu tidak merasa enggan dan takabur (menjadi hamba bagi Allah dan tidak pula enggan malaikat-malaikat yang terdekat) kepada Allah mereka juga tidak malu untuk menjadi hamba-Nya. Ini suatu kalimat selang yang terbaik yang dikemukakan untuk menolak anggapan sementara orang bahwa mereka adalah Tuhan atau putri-putri Allah sebagaimana kalimat yang sebelumnya digunakan untuk menolak anggapan kaum Nasrani bahwa Isa adalah putra-Nya. (Siapa yang enggan untuk menyembah-Nya dan menyombongkan diri maka kelak Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya) yakni di akhirat.