ٱلنِّسَاء : ٥

  • وَلَا dan jangan
  • تُؤۡتُواْ kamu serahkan
  • ٱلسُّفَهَآءَ orang-orang bodoh/belum sempurna akalnya
  • أَمۡوَٰلَكُمُ harta kamu
  • ٱلَّتِي yang
  • جَعَلَ menjadikan
  • ٱللَّهُ Allah
  • لَكُمۡ bagi kalian
  • قِيَٰمٗا pemeliharaan
  • وَٱرۡزُقُوهُمۡ dan mereka belanja
  • فِيهَا darinya (hasil harta itu)
  • وَٱكۡسُوهُمۡ dan pakaian mereka
  • وَقُولُواْ dan katakanlah
  • لَهُمۡ kepada mereka
  • قَوۡلٗا perkataan
  • مَّعۡرُوفٗا yang baik
Dan janganlah kamu serahkan kepada orang yang belum sempurna akalnya,1 harta (mereka yang ada dalam kekuasaan) kamu yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.
Catatan kaki
1 Orang yang belum sempurna akalnya ialah anak yatim yang belum balig (dewasa) atau orang dewasa yang tidak dapat mengatur harta bendanya.
(Dan janganlah kamu serahkan) hai para wali (kepada orang-orang yang bebal) artinya orang-orang yang boros dari kalangan laki-laki, wanita dan anak-anak (harta kamu) maksudnya harta mereka yang berada dalam tanganmu (yang dijadikan Allah sebagai penunjang hidupmu) qiyaaman mashdar dari qaama; artinya penopang hidup dan pembela kepentinganmu karena akan mereka habiskan bukan pada tempatnya. Menurut suatu qiraat dibaca qayyima jamak dari qiimah; artinya alat untuk menilai harga benda-benda (hanya berilah mereka belanja daripadanya) maksudnya beri makanlah mereka daripadanya (dan pakaian dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik) misalnya janjikan jika mereka telah dewasa, maka harta mereka itu akan diberikan semuanya kepada mereka.