ٱلنُّور : ٣

  • ٱلزَّانِي laki-laki yang berzina
  • لَا tidak akan
  • يَنكِحُ mengawini
  • إِلَّا melainkan
  • زَانِيَةً perempuan yang berzina
  • أَوۡ atau
  • مُشۡرِكَةٗ perempuan musyrik
  • وَٱلزَّانِيَةُ dan perempuan yang berzina
  • لَا tidak akan
  • يَنكِحُهَآ mengawininya
  • إِلَّا melainkan
  • زَانٍ laki-laki yang berzina
  • أَوۡ atau
  • مُشۡرِكٞۚ laki-laki yang musyrik
  • وَحُرِّمَ dan diharamkan
  • ذَٰلِكَ demikian itu
  • عَلَى atas
  • ٱلۡمُؤۡمِنِينَ orang-orang mu'min
Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan perempuan musyrik; dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik; dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang mukmin.1
Catatan kaki
1 *558) Tidak pantas orang yang beriman menikah dengan penzina, demikian pula sebaliknya.
(Laki-laki yang berzina tidak menikahi) (melainkan perempuan yang berzina atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki yang musyrik) pasangan yang cocok buat masing-masingnya sebagaimana yang telah disebutkan tadi (dan yang demikian itu diharamkan) menikahi perempuan-perempuan yang berzina (atas orang-orang Mukmin) yang terpilih. Ayat ini diturunkan tatkala orang-orang miskin dari kalangan sahabat Muhajirin berniat untuk mengawini para pelacur orang-orang musyrik, karena mereka orang kaya-kaya. Kaum Muhajirin yang miskin menyangka kekayaan yang dimilikinya itu akan dapat menanggung nafkah mereka. Karena itu dikatakan, bahwa pengharaman ini khusus bagi para sahabat Muhajirin yang miskin tadi. Tetapi menurut pendapat yang lain mengatakan pengharaman ini bersifat umum dan menyeluruh, kemudian ayat ini dinasakh oleh firman-Nya yang lain, yaitu, "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kalian..." (Q.S. An Nur, 32).