ٱلْمَائِدَة : ١

  • يَٰٓأَيُّهَا wahai
  • ٱلَّذِينَ orang-orang yang
  • ءَامَنُوٓاْ beriman
  • أَوۡفُواْ penuhilah olehmu
  • بِٱلۡعُقُودِۚ dengan/akan janji-janji
  • أُحِلَّتۡ dihalalkan
  • لَكُم bagi kalian
  • بَهِيمَةُ binatang
  • ٱلۡأَنۡعَٰمِ ternak
  • إِلَّا kecuali
  • مَا apa
  • يُتۡلَىٰ dibacakan
  • عَلَيۡكُمۡ atas kalian
  • غَيۡرَ bukan/tidak
  • مُحِلِّي menghalalkan
  • ٱلصَّيۡدِ berburu
  • وَأَنتُمۡ dan kalian
  • حُرُمٌۗ ihram/mengerjakan haji
  • إِنَّ sesungguhnya
  • ٱللَّهَ Allah
  • يَحۡكُمُ Dia menetapkan hukum
  • مَا apa
  • يُرِيدُ Dia kehendaki
Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji! 1 Hewan ternak dihalalkan bagimu, kecuali yang akan disebutkan kepadamu, dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang berihram (haji atau umrah). Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan yang Dia kehendaki.
Catatan kaki
1 *252) Janji di sini adalah janji setia hamba kepada Allah dan perjanjian yang dibuat oleh manusia dalam pergaulan sesamanya.
Al-Maidah (Hidangan) (Hai orang-orang yang beriman, penuhilah olehmu perjanjian itu) baik perjanjian yang terpatri di antara kamu dengan Allah maupun dengan sesama manusia. (Dihalalkan bagi kamu binatang ternak) artinya halal memakan unta, sapi dan kambing setelah hewan itu disembelih (kecuali apa yang dibacakan padamu) tentang pengharamannya dalam ayat, "Hurrimat `alaikumul maitatu..." Istitsna` atau pengecualian di sini munqathi` atau terputus tetapi dapat pula muttashil, misalnya yang diharamkan karena mati dan sebagainya (tanpa menghalalkan berburu ketika kamu mengerjakan haji) atau berihram; ghaira dijadikan manshub karena menjadi hal bagi dhamir yang terdapat pada lakum. (Sesungguhnya Allah menetapkan hukum menurut yang dikehendaki-Nya) baik menghalalkan maupun mengharamkannya tanpa seorang pun yang dapat menghalangi-Nya.