ٱلنُّور : ٣٩

  • وَٱلَّذِينَ dan orang-orang yang
  • كَفَرُوٓاْ kafir/ingkar
  • أَعۡمَٰلُهُمۡ amal-amal mereka
  • كَسَرَابِ seperti fatamorgana
  • بِقِيعَةٖ tanah datar/padang pasir
  • يَحۡسَبُهُ mengiranya
  • ٱلظَّمۡـَٔانُ orang-orang yang dahaga
  • مَآءً air
  • حَتَّىٰٓ sehingga
  • إِذَا apabila
  • جَآءَهُۥ ia mendatanginya
  • لَمۡ ia tidak
  • يَجِدۡهُ mendapatkannya
  • شَيۡـٔٗا sesuatu
  • وَوَجَدَ dan ia mendapatkan
  • ٱللَّهَ Allah
  • عِندَهُۥ disisinya
  • فَوَفَّىٰهُ lalu Dia mencukupkan
  • حِسَابَهُۥۗ perhitungannya
  • وَٱللَّهُ dan Allah
  • سَرِيعُ sangat cepat
  • ٱلۡحِسَابِ perhitungan
Dan orang-orang yang kafir, perbuatan mereka seperti fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi apabila didatangi tidak ada apa pun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah baginya. Lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan (amal-amal) dengan sempurna, dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya,1
Catatan kaki
1 *566) Orang-orang kafir, karena amal-amal mereka tidak didasarkan atas iman, tidaklah mendapat balasan dari Allah di akhirat, walaupun di dunia mereka mengira akan mendapat balasan atas amal mereka itu.
(Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar) lafal Qii'ah adalah bentuk jamak dari lafal Qaa'un, yakni padang sahara yang datar. Yang dimaksud dengan lafal Saraabun adalah pemandangan yang tampak di kala matahari sedang terik-teriknya yang rupanya mirip seperti air yang mengalir, atau lazim disebut fatamorgana (ia disangka) diduga (oleh orang yang kehausan) yaitu orang yang dahaga (air, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun) apa yang disangkanya itu, demikian pula halnya orang kafir, ia menduga bahwa amal kebaikannya seperti sedekah, yang ia sangka bermanfaat bagi dirinya, tetapi bila ia mati kemudian ia menghadap kepada Rabbnya, maka ia tidak mendapati amal kebaikannya itu. Atau dengan kata lain amalnya itu tidak memberi manfaat kepada dirinya. (Dan ia mendapatkan Allah di sisinya) yakni di sisi amalnya (lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup) Allah memberikan balasan amal perbuatannya itu hanya di dunia (dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya) di dalam memberikan balasan-Nya.