ٱلْبَقَرَة : ١٠٤

  • يَٰٓأَيُّهَا wahai
  • ٱلَّذِينَ orang-orang yang
  • ءَامَنُواْ beriman
  • لَا jangan
  • تَقُولُواْ kamu berkata
  • رَٰعِنَا peliharalah kami
  • وَقُولُواْ dan katakanlah
  • ٱنظُرۡنَا perhatikan kami
  • وَٱسۡمَعُواْۗ dan dengarkanlah
  • وَلِلۡكَٰفِرِينَ dan bagi orang-orang kafir
  • عَذَابٌ siksaan
  • أَلِيمٞ yang pedih
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan, "Rā'inā",1 tetapi katakanlah, "Unẓurnā", dan dengarkanlah. Dan orang-orang kafir akan mendapat azab yang pedih.
Catatan kaki
1 *43) Rā'inā artinya perhatikanlah kami. Tetapi orang Yahudi bersungut mengucapkannya, sehingga yang mereka maksud ialah Ru'ūnah yang artinya bodoh sekali, sebagai ejekan kepada Rasulullah. Itulah sebabnya Allah menyuruh sahabat-sahabat menukar Rā'inā dengan Unẓurnā yang sama artinya dengan Rā'inā.
(Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan) kepada Nabi (raa`inaa) artinya perhatikanlah kami; 'raa'inaa' diambil dari kata 'muraa`ah', tetapi orang-orang Yahudi biasa mengatakan 'raa`unah' yang dalam bahasa mereka berarti 'teramat bodoh' sebagai ejekan kepada Nabi, maka orang-orang mukmin dilarang mengucapkan kata-kata itu, (dan katakanlah) yakni sebagai gantinya, (unzhurnaa) artinya lihatlah kami; (dan dengarlah olehmu) apa-apa yang dititahkan dengan kesediaan untuk mematuhinya (dan bagi orang-orang kafir disediakan siksaan pedih) yang menyakitkan sekali, yaitu neraka.