ٱلْجُمُعَة : ٥

  • مَثَلُ perumpamaan
  • ٱلَّذِينَ orang-orang yang
  • حُمِّلُواْ (mereka) dipikulkan
  • ٱلتَّوۡرَىٰةَ taurat
  • ثُمَّ kemudian
  • لَمۡ tidak
  • يَحۡمِلُوهَا mereka memikulnya
  • كَمَثَلِ seperti
  • ٱلۡحِمَارِ keledai
  • يَحۡمِلُ memikul/membawa
  • أَسۡفَارَۢاۚ kitab yang tebal
  • بِئۡسَ sangat buruk
  • مَثَلُ perumpamaan
  • ٱلۡقَوۡمِ kaum
  • ٱلَّذِينَ orang-orang yang
  • كَذَّبُواْ (mereka) mendustakan
  • بِـَٔايَٰتِ pada ayat-ayat
  • ٱللَّهِۚ Allah
  • وَٱللَّهُ dan Allah
  • لَا tidak
  • يَهۡدِي memberi petunjuk
  • ٱلۡقَوۡمَ kaum
  • ٱلظَّـٰلِمِينَ orang-orang yang zalim
Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
(Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya kitab Taurat) mereka yang dibebani untuk mengamalkannya (kemudian mereka tidak memikulnya) tidak mengamalkannya, antara lain, mereka tidak beriman kepada perkara yang menyangkut sifat-sifat Nabi ﷺ sebagai nabi yang akan datang padahal telah terkandung di dalamnya. Mereka itu (adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab) yang dimaksud dengan sifir-sifir adalah kitab-kitab, dalam arti kata keledai itu tidak dapat memanfaatkannya. (Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah) yang membenarkan Nabi ﷺ Sedangkan subjek yang dicelanya tidak disebutkan, lengkapnya, seburuk-buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah adalah perumpamaan ini. (Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang lalim) yaitu kaum yang kafir.