ٱلزُّمَر : ٥٦

  • أَن bahwa
  • تَقُولَ mengatakan
  • نَفۡسٞ seseorang
  • يَٰحَسۡرَتَىٰ penyesalanku
  • عَلَىٰ atas
  • مَا apa
  • فَرَّطتُ aku telah lalaikan
  • فِي di/pada
  • جَنۢبِ sisi
  • ٱللَّهِ Allah
  • وَإِن dan sesungguhnya
  • كُنتُ aku
  • لَمِنَ sungguh dari/termasuk
  • ٱلسَّـٰخِرِينَ orang-orang yang memperolokkan
agar jangan ada orang yang mengatakan, "Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah)",
Maka bersegeralah kalian sebelum tiba waktunya (seseorang mengatakan, "Alangkah menyesalnya aku) lafal Yaa Hasrataa pada asalnya adalah Yaa Hasratii, artinya amat menyesallah aku (atas kelalaianku terhadap Allah) yaitu karena tidak taat kepada-Nya (dan sesungguhnya) lafal In adalah bentuk Takhfif dari Inna, asalnya Innii yakni sesungguhnya aku (aku adalah termasuk orang-orang yang benar-benar memperolok-olokan") agama-Nya dan Kitab-Nya.