ٱلْأَنْبِيَاء ٩٥
- وَحَرَٰمٌ dan haram
- عَلَىٰ atas
- قَرۡيَةٍ suatu negeri
- أَهۡلَكۡنَٰهَآ Kami telah binasakannya
- أَنَّهُمۡ karena sesungguhnya mereka
- لَا (mereka) tidak
- يَرۡجِعُونَ kembali
Dan tidak mungkin bagi (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami).
(Sungguh tidak mungkin atas suatu negeri yang telah Kami binasakan) yang dimaksud adalah penduduknya (bahwa mereka) huruf La di sini Zaidah yakni tidak ada maknanya (akan kembali) maksudnya mereka tidak mungkin akan dapat hidup kembali ke dunia.
Tafsir Surat Al-Anbiya': 95-97
Sesungguhnya tidak mungkin atas (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami). Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya-juj dan Ma-juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata), "Aduhai, celakalah kami. Sesungguhnya kami dalam keadaan lalai tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim."
Ayat 95
Firman Allah ﷻ: “Sesungguhnya tidak mungkin atas (penduduk) suatu negeri.” (Al-Anbiya: 95)
Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna haramun ialah sudah semestinya. Dengan kata lain, telah ditakdirkan bahwa sesungguhnya penduduk suatu kota yang telah dibinasakan tidak akan dihidupkan kembali sebelum hari kiamat. Demikianlah menurut penjelasan yang dikemukakan oleh Ibnu Abbas, Abu Ja'far Al-Baqir, Qatadah dan lain-lain yang bukan hanya seorang. Menurut riwayat lain yang bersumber dari Ibnu Abbas, yang dimaksud dengan mereka tidak dikembalikan ialah tidak bertobat. Akan tetapi, pendapat yang pertama lebih kuat, hanya Allah-lah yang mengetahui kebenarannya.
Ayat 96
Firman Allah ﷻ: “Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya-juj dan Ma-juj.” (Al-Anbiya: 96).
Dalam pembahasan yang terdahulu telah kami jelaskan bahwa Ya-juj dan Ma-juj adalah keturunan Adam a.s, juga termasuk keturunan Nabi Nuh (yaitu anak-anak Yafis, orang tua bangsa Turki; dan bangsa Turki adalah sebagian kecil dari mereka). Ya-juj dan Ma-juj ditinggalkan di balik tembok penghalang yang dibangun oleh Zul Qarnain.
Sesudah membangunnya Zul Qarnain berkata, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya: “Dinding ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar. Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain.” (Al-Kahfi: 98-99), hingga akhir ayat. Dan dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:
“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya-juj dan Ma-juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.” (Al-Anbiya: 96)
Yakni mereka berjalan dengan cepat untuk membuat kerusakan di muka bumi manusia. Al-hadab artinya dataran tinggi, menurut Ibnu Abbas, Ikrimah, Abu Saleh, As-Sauri dan lain-lain. Demikianlah gambaran tentang sikap mereka saat keluar dari tembok penjaranya, pendengar dibawa seakan-akan menyaksikan peristiwa tersebut. “Dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagaimana yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui.” (Fathir: 14). Berita ini dari Tuhan Yang mengetahui apa yang telah lalu dan apa yang akan datang, Yang mengetahui apa yang tersembunyi di langit dan di bumi, tidak ada Tuhan selain Dia.
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Musanna, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Jafar, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Abdullah ibnu Abu Yazid yang mengatakan bahwa Ibnu Abbas melihat anak-anak sedang berlari-lari; sebagian dari mereka mengejar sebagian yang lain bermain-main. Lalu Ibnu Abbas berkata, "Seperti itulah Ya-juj dan Ma-juj saat keluar dari temboknya." Di dalam banyak hadits yang bersumber dari Nabi ﷺ banyak disebutkan kisah keluarnya Ya-juj dan Ma-juj, seperti yang akan dikemukakan berikut ini:
Hadis pertama.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ya'qub, telah menceritakan kepada kami ayahku, dari Ibnu Ishaq, dari Asim ibnu Amr ibnu Qatadah, dari Mahmud ibnu Labid, dari Abu Sa'id Al-Khudri r.a. yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Bila tembok Ya-juj dan Ma-juj dibuka, maka mereka pergi memasuki dunia manusia, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya: 'dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.' (Al-Anbiya: 96). Maka mereka menutupi manusia, sedangkan kaum muslim memisahkan diri dari mereka, bersembunyi di balik benteng kota tempat mereka tinggal dengan membawa ternak mereka.
Ya-juj dan Ma-juj meminum habis air mereka, sehingga sebagian dari mereka melewati sebuah sungai yang penuh dengan air, lalu mereka meminum air sungai itu sampai habis hingga sungai kering. Disebutkan bahwa sebagian dari Ya-juj dan Ma-juj sebelum itu pernah melewati sungai tersebut, saat melaluinya di lain waktu mengatakan, "Tadi di tempat ini ada airnya." Dan manakala tiada seorang pun dari manusia yang hidup kecuali mereka yang tinggal di benteng-benteng kota mereka, maka berkatalah Ya-juj dan Ma-juj (yakni juru bicaranya), "Penduduk bumi itu telah kita binasakan semua, sekarang tinggal makhluk yang ada di langit." Kemudian seseorang dari Ya-juj dan Ma-juj mengayun-ayunkan tombaknya, lalu ia lemparkan ke arah langit, dan tombak itu kembali kepadanya (jatuh di hadapannya) dalam keadaan berlumuran darah, sebagai cobaan dan fitnah bagi mereka.
Ketika mereka dalam keadaan demikian, maka Allah mengirimkan wabah penyakit berupa ulat pada leher mereka seperti ulat yang menyerang hidung unta. Tidak lama kemudian mereka mati semuanya, tanpa bersuara lagi dan suasana menjadi hening. Kaum muslim berkata, "Adakah seseorang yang bersukarela keluar dari benteng untuk melihat apa yang telah terjadi dengan musuh kita?" Maka turunlah seseorang dari mereka dengan sukarela dan siap untuk mati.
Setelah ia turun dari bentengnya, ia menjumpai Ya-juj dan Ma-juj telah binasa semuanya, sebagian dari mereka bertumpang tindih di atas sebagian yang lain. Lalu ia berseru, "Hai kaum muslim, ingatlah, bergembiralah kalian, sesungguhnya Allah ﷻ telah membebaskan kalian dari musuh kalian." Maka kaum muslim keluar dari benteng dan kota-kota tempat perlindungan mereka, lalu mereka melepaskan ternaknya, yang ternyata tiada lagi tempat penggembalaan bagi ternak mereka kecuali hanya daging Ya-juj dan Ma-juj. Akan tetapi, ternak mereka merasa senang sekali dengan kesenangan yang jauh melebihi saat menjumpai tumbuh-tumbuhan makanan kebiasaannya.
Ibnu Majah meriwayatkan hadis ini melalui riwayat Yunus ibnu Bukair, dari Ibnu Ishaq dengan sanad yang sama.
Hadis kedua.
Imam Ahmad telah mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Muslim, Abul Abbas Ad-Dimasyqi, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Yazid ibnu Jabir, telah menceritakan kepadaku Yahya ibnu Jabir At-Ta-i (kadi Himsa), telah menceritakan kepadaku Abdur Rahman ibnu Jubair ibnu Nafir Al-Hadrami, dari ayahnya; ia mendengar An-Nawwas ibnu Sam'an Al-Kalabi mengatakan bahwa pada suatu siang hari Rasulullah ﷺ menceritakan tentang Dajjal dengan suara yang terdengar adakalanya rendah dan adakalanya keras, sehingga kami menduga beliau berada di dalam kebun kurma.
Nabi ﷺ bersabda, "Bukan Dajjal yang aku khawatirkan akan memudaratkan (membahayakan) kalian. Karena jika Dajjal muncul, sedangkan aku masih berada di antara kalian, maka akulah yang akan menghadapinya, bukan kalian. Jika dia muncul, sedangkan saya tidak lagi berada di antara kalian, maka setiap orang muslim wajib membela dirinya, dan Allah-lah yang menjaga setiap orang muslim sepeninggalku. Sesungguhnya Dajjal adalah seorang yang berusia muda, berambut keriting, dengan bola mata yang menonjol. Dan sesungguhnya pasukan berkudanya memenuhi kawasan antara negeri Syam dan Irak, lalu menyebar ke segala penjuru. Hai hamba-hamba Allah, berpendirian teguhlah kalian." Kami bertanya, "Wahai Rasulullah, berapa lamakah Dajjal tinggal di bumi?" Rasulullah ﷺ menjawab, "Empat puluh hari; sehari ada yang lamanya sama dengan satu tahun, sehari ada juga yang lamanya sama dengan satu bulan, sehari ada juga yang lamanya sama dengan satu minggu, sedangkan hari-hari lainnya sama dengan hari-hari kalian sekarang ini."
Kami bertanya, "Wahai Rasulullah, tentang sehari yang lamanya sama dengan satu tahun, apakah cukup bagi kita mengerjakan salat sehari semalam di dalamnya?" Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak boleh, tetapi tentukanlah perhitungan waktunya oleh kalian." Kami bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah kecepatan perjalanan Dajjal (dan pasukannya) di muka bumi ?" Rasulullah ﷺ bersabda, "Seperti hujan yang diiringi dengan angin besar. Lalu melewati suatu kampung, maka Dajjal dan bala tentaranya menyeru mereka. Dan bila mereka menerima seruannya, maka Dajjal memerintahkan kepada langit untuk hujan, lalu turunlah hujan; dan memerintahkan kepada bumi untuk menumbuhkan tetumbuhan, maka tumbuhlah tetumbuhan dengan suburnya, sehingga ternak mereka berkembang dengan pesat dan bertubuh gemuk-gemuk serta berlimpah air susunya.
Bila Dajjal melewati suatu kampung dan menyeru mereka, tetapi mereka menolaknya, maka harta benda mereka (yakni ternak mereka) mengikuti Dajjal, sehingga mereka tidak mempunyai harta lagi, tiada sesuatu pun yang tersisa dari milik mereka. Bila Dajjal melewati suatu daerah yang tandus, maka ia berkata, 'Keluarkanlah semua perbendaharaanmu,’ maka semua perbendaharaan tanah tandus itu muncul dan mengikutinya bagaikan lebah mengikuti ratunya."
Rasulullah ﷺ melanjutkan kisahnya, bahwa Dajjal memerintahkan untuk membunuh seorang lelaki, lalu lelaki itu dipukulnya dengan pedang hingga terpotong menjadi dua bagian dalam keadaan terpental jauh. Kemudian Dajjal memanggilnya, ternyata lelaki itu hidup kembali dan datang kepadanya. Ketika Dajjal dan pasukannya dalam keadaan demikian, Allah ﷻ menurunkan Al-Masih Isa putra Maryam a.s. Isa turun di menara putih yang ada di sebelah timur kota Dimasyq dengan memakai dua lapis baju berwarna kuning seraya meletakkan kedua tangannya di antara sayap dua malaikat. Lalu Isa putra Maryam mengejar Dajjal dan dapat menjumpainya di pintu gerbang sebelah timur kota Ladd, lalu Dajjal dibunuhnya.
Rasulullah ﷺ melanjutkan kisahnya, bahwa ketika mereka dalam keadaan demikian (bersama Isa), tiba-tiba Allah menurunkan wahyu-Nya kepada Isa putra Maryam a.s, "Aku telah mengeluarkan sebagian dari hamba-hamba-Ku yang tidak akan mampu bagimu memerangi mereka, maka selamatkanlah hamba-hamba-Ku yang beriman ke Bukit Tur." Lalu Allah mengeluarkan Ya-juj dan Ma-juj, sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya: “Dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.” (Al-Anbiya: 96). Maka Isa dan sahabat-sahabatnya berdoa kepada Allah ﷻ dengan penuh harap.
Kemudian Allah mengirimkan wabah ulat yang menjangkiti tengkuk Ya-juj dan Ma-juj, sehingga mereka mati semuanya bagaikan matinya seseorang karena wabah tersebut. Isa dan para sahabatnya turun, mereka tidak menjumpai suatu rumah pun melainkan dipenuhi dengan bangkai dan bau busuk Ya-juj dan Ma-juj. Lalu Isa dan para sahabatnya kembali memohon kepada Allah dengan penuh harap (agar dibebaskan dari bencana itu). Maka Allah mengirimkan burung-burung yang besar tiap ekornya sama dengan unta yang paling besar, lalu burung-burung itu membawa bangkai Ya-juj dan Ma-juj untuk membuangnya ke tempat yang dikehendaki oleh Allah.
Ibnu Jabir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ata ibnu Yazid As-Sasaki, dari Ka'b atau lainnya yang mengatakan bahwa burung-burung itu membuang bangkai Ya-juj dan Ma-juj ke Al-Mahyal. Ibnu Jabir bertanya, "Hai Abu Yazid, di manakah Al-Mahyal itu ?" Abu Yazid menjawab, "Tempat terbitnya matahari." Abu Yazid melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Allah menurunkan hujan lebat yang melanda semua bangunan perkotaan dan kampung-kampung selama empat puluh hari tanpa berhenti; hujan itu mencuci bumi sehingga menjadi bersih dan licin.
Lalu dikatakan kepada bumi, "Keluarkanlah tumbuh-tumbuhanmu dan keluarkanlah keberkatanmu." Maka pada masa itu satu buah delima dapat mencukupi beberapa orang, mereka dapat bernaung di bawah daunnya. Ternak diberkati pula sehingga perahan susu seekor unta betina dapat mencukupi untuk minum sejumlah besar orang, perahan susu dari seekor sapi betina dapat mencukupi banyak orang, dan perahan susu seekor kambing betina cukup untuk satu keluarga.
Ketika mereka dalam keadaan demikian, tiba-tiba Allah ﷻ mengirimkan angin yang berbau harum, lalu angin itu menerpa bagian bawah ketiak mereka dan mencabut roh setiap orang muslim, atau setiap orang mukmin. Sehingga yang tertinggal di bumi ini hanyalah orang-orang jahat saja, sikap mereka sama dengan sekumpulan keledai liar, maka hari kiamat terjadi di zaman mereka.
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim secara tunggal, tanpa Imam Bukhari. Imam Bukhari meriwayatkannya bersama pemilik kitab sunnah lainnya melalui berbagai jalur dari Abdur Rahman ibnu Yazid ibnu Jabir dengan sanad yang sama. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini berpredikat hasan sahih.
Hadis ketiga.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Bisyr, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Amr, dari Ibnu Harmalah, dari bibinya yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ berkhotbah yang saat itu membalut jari telunjuknya karena tersengat kalajengking. Beliau bersabda dalam khotbahnya: “Sesungguhnya kalian mengatakan bahwa kalian tidak mempunyai musuh lagi, padahal sesungguhnya kalian masih tetap berperang dengan musuh, hingga datang Ya-juj dan Ma-juj yang berwajah lebar, bermata sipit, berambut pirang. Mereka turun dari setiap tempat yang tinggi, wajah mereka seakan-akan mirip dengan perisai yang ditempa.”
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim melalui hadis Muhammad ibnu Amr, dari Khalid ibnu Abdullah ibnu Harmalah Al-Mudalji, dari seorang bibinya, dari Nabi ﷺ. Lalu disebutkan lafaz yang mirip dengan hadis di atas.
Hadis keempat.
Dalam tafsir akhir surat Al-A'raf telah disebutkan sebuah hadis melalui riwayat Imam Ahmad, dari Hasyim, dari Al-Awwam, dari Jabalah ibnu Suhaim, dari Marsad ibnu Imarah, dari Ibnu Mas'ud r.a, dari Rasulullah ﷺ yang bersabda bahwa di malam beliau menjalani isra-nya beliau berdua dengan Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa. Mereka berbincang-bincang tentang hari kiamat, lalu mereka menanyakannya kepada Ibrahim, tetapi Ibrahim menjawab, "Saya tidak mempunyai pengetahuan tentangnya." Mereka menanyakannya kepada Musa dan Musa menjawab, "Saya tidak mempunyai pengetahuan tentangnya." Akhirnya mereka menyerahkan masalahnya kepada Isa, dan Isa berkata, "Tentang waktunya, tiada seorang pun yang mengetahuinya selain hanya Allah. Tetapi menurut apa yang telah dijanjikan oleh Tuhanku kepadaku, Dajjal kelak akan muncul, sedangkan di tanganku terpegang dua bilah tombak. Apabila Dajjal melihatku, maka leburlah tubuhnya sebagaimana leburnya timah yang dipanaskan." Isa melanjutkan kisahnya, bahwa Allah membinasakan Dajjal. Manakala Dajjal melihatnya, sehingga sesungguhnya batu-batuan dan pepohonan dapat berbicara, "Hai orang muslim, sesungguhnya di bawahku bersembunyi orang kafir, maka kemarilah dan bunuhlah dia!" Allah membinasakan bala tentara Dajjal, kemudian manusia kembali ke negeri dan tanah airnya masing-masing.
Setelah itu muncullah Ya-juj dan Ma-juj, mereka berdatangan dari semua tempat yang tinggi dengan cepatnya, lalu menginjak-injak negeri manusia. Setiap kali mereka mendatangi suatu tempat, maka mereka binasakan tempat itu. Dan setiap kali mereka melewati sumber air, maka mereka meminumnya sampai kering. Isa a.s. melanjutkan kisahnya, "Setelah itu manusia kembali ke negerinya masing-masing (bersembunyi) untuk menghindari kejahatan Ya-juj dan Ma-juj.
Mereka mengadu kepadaku tentang kejahatan Ya-juj dan Ma-juj, maka aku berdoa kepada Allah untuk kebinasaan Ya-juj dan Ma-juj. Akhirnya Allah membinasakan mereka dan menumpas habis mereka sehingga bumi ini cemar berat karena bangkai mereka yang baunya sangat busuk. Kemudian Allah menurunkan hujan lebat yang menyapu bersih semua bangkai mereka, lalu menghanyutkannya ke laut.
Isa a.s. mengatakan bahwa menurut apa yang dijanjikan oleh Tuhannya kepadanya, bilamana masa itu telah berlalu, maka kejadian hari kiamat sama dengan seorang wanita yang telah mengandung tua, keluarganya tidak mengetahui bilakah si wanita itu memberikan kejutan kepada mereka dengan kelahiran seorang bayi, apakah di malam hari ataukah di siang hari?
Ibnu Majah meriwayatkan hadis ini dari Muhammad ibnu Basysyar, dari Yazid ibnu Harun, dari Al-Awwam ibnu Hausyab dengan sanad yang sama dan lafaz yang serupa; tetapi ada tambahannya, yaitu Al-Awwam mengatakan bahwa hal yang membenarkannya berada di dalam Kitabullah melalui firman-Nya: “Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya-juj dan Ma-juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.” (Al-Anbiya: 96).
Ibnu Jarir sehubungan dengan masalah ini telah meriwayatkan melalui hadis Jabalah dengan sanad yang sama. Hadis-hadis yang menceritakan tentang hal ini banyak sekali, begitu pula atsar-atsar yang bersumber dari ulama Salaf.
Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan melalui hadis Ma'mar, dari banyak orang, dari Humaid ibnu Hilal, dari Abus Saif yang mengatakan, Ka'b pernah mengatakan bahwa bilamana akan tiba saat keluarnya Ya-juj dan Ma-juj, mereka melubangi tembok itu dengan kapak (peralatan) yang mereka miliki, sehingga orang-orang yang tinggal di balik tembok itu dapat mendengar suara kapak mereka. Bilamana hari telah petang dan malam akan tiba, maka Allah menjadikan lisan seseorang dari mereka (Ya-juj dan Ma-juj) berbicara, "Kita datang lagi besok untuk meneruskannya."
Pada keesokan harinya mereka berangkat menuju ke tembok itu, dan mereka menjumpai tembok itu telah diutuhkan kembali oleh Allah seperti semula sebelum dilubangi. Maka mereka menggali (melubanginya) kembali sehingga manusia yang tinggal di balik tembok mereka dapat mendengar suara kapak mereka. Bilamana malam tiba, Allah menjadikan lisan seseorang dari mereka mengatakan, "Kita akan ulangi lagi galian ini besok, insya Allah."
Pada keesokan harinya mereka datang, dan ternyata mereka menjumpainya dalam keadaan seperti mereka tinggalkan kemarin (berkat perkataan insya Allah mereka, pent.) Mereka meneruskan pekerjaannya sehingga tembok itu dapat mereka jebol, dan mereka keluar dari tembok itu. Gelombang pertama dari mereka melewati sebuah danau, maka mereka meminum air danau itu sampai kering.
Kemudian gelombang kedua keluar, lalu mereka menjilati lumpur danau itu. Gelombang ketiga keluar dan melewati tempat danau itu, lalu mereka berkata, "Dahulu di sini pernah ada airnya." Manusia lari dari mereka, tiada sesuatu pun yang dapat menahan serbuan mereka. Kemudian mereka (Ya-juj dan Ma-juj) mengarahkan anak panahnya ke langit, lalu melepaskannya dan anak-anak panah mereka kembali ke bumi dalam keadaan berlumuran darah.
Mereka berkata, "Kita telah kalahkan penduduk bumi dan penduduk langit." Maka Nabi Isa a.s. mendoakan kebinasaan mereka seraya mengatakan dalam doanya, "Ya Allah, tiada kekuatan dan tiada upaya bagi kami untuk menghadapi mereka, maka lindungilah kami dari mereka dengan apa yang Engkau kehendaki." Lalu Allah menimpakan kepada mereka wabah penyakit ulat yang dikenal dengan nama 'ulat penyakit unta'. Wabah itu menggerogoti tengkuk mereka hingga mereka binasa semuanya. Lalu Allah mengirimkan burung-burung yang membawa bangkai mereka dengan paruh dan cakarnya, kemudian melemparkan mereka ke laut. Setelah itu Allah mengirimkan hujan yang diberi nama 'hujan kehidupan'. Dengan hujan itu Allah membersihkan bumi dan menjadikannya mengeluarkan tetumbuhannya kembali, sehingga satu buah delima dapat mengenyangkan seisi rumah.
Ketika ditanyakan kepada Ka'b apa yang dimaksud dengan seisi rumah, Ka'b menjawab satu keluarga. Ka'b melanjutkan kisahnya, bahwa ketika manusia dalam keadaan hidup makmur seperti itu, tiba-tiba terdengarlah suara yang meminta tolong, menyerukan bahwa Zus Suwaiqataini (bangsa yang berbetis panjang) sedang merusak Ka'bah. Ka'b melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Isa putra Maryam berangkat bersama sejumlah pasukan yang terdiri atas tujuh ratus orang atau antara tujuh ratus sampai delapan ratus orang personel (untuk memerangi Zus Suwaiqataini).
Tetapi ketika mereka sampai di tengah perjalanan, Allah mengirimkan angin Yamaniyah yang berbau harum; lalu angin itu mencabut semua roh orang mukmin, sehingga yang tinggal di bumi ini hanyalah orang-orang jahat saja, mereka hidup bagaikan hewan ternak. Bila zaman telah mencapai tahap tersebut maka saat datangnya hari kiamat sangat dekat, sama dengan saat seseorang sedang menunggu kudanya yang akan melahirkan, ia tidak mengetahui jam berapakah kudanya akan melahirkan.
Ka'b mengatakan, "Barang siapa yang mengatakan sesuatu yang lain sesudah ceritaku ini atau sesudah mendapat pengetahuan dariku, maka dia mempertanggungjawabkan perbuatannya." Kisah ini merupakan kisah yang paling baik dari Ka'b Al-Ahbar, mengingat ada bukti yang menguatkannya dari hadis-hadis yang sahih. Di dalam hadis telah disebutkan bahwa Isa putra Maryam melakukan ibadah haji di Baitullah Al-'Atiq.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Daud, telah menceritakan kepada kami Imran, dari Qatadah, dari Abdullah ibnu Abu Atabah, dari Abu Sa'id yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Sesungguhnya dia (Isa putra Maryam) benar-benar akan melakukan haji di Baitullah dan sesungguhnya dia benar-benar akan berumrah sesudah munculnya Ya-juj dan Ma-juj.” Imam Bukhari mengetengahkan hadis ini secara tunggal.
Ayat 97
Firman Allah ﷻ: “Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar.” (Al-Anbiya: 97). Yakni hari kiamat. Bilamana telah terjadi huru-hara, keguncangan dan kekacauan tersebut, maka hari kiamat telah dekat. Dan bilamana hari kiamat terjadi, maka orang-orang kafir yang hidup di masa itu berkata, "Ini adalah hari yang sangat sulit." Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:
“Maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir.” (Al-Anbiya: 97) karena kengerian mereka yang amat sangat saat menyaksikan peristiwa-peristiwa yang besar di hari kiamat itu.
“Aduhai, celakalah kami.” (Al-Anbiya: 97)
Yaitu mereka berkata, "Aduhai, celakalah kami. Sesungguhnya kami dalam keadaan lalai tentang ini.” (Al-Anbiya: 97)
Maksudnya, saat mereka di dunia melalaikan adanya hari kiamat.
“Bahkan kami adalah orang-orang yang zalim.” (Al-Anbiya: 97)
Mereka mengakui kezaliman mereka terhadap dirinya sendiri. Tetapi nasi sudah menjadi bubur, hal itu tidak dapat menolong mereka.
Di antara umat manusia ada yang dibinasakan sebagai hukuman atas kekufurannya, dan ada juga yang dibiarkan. Dan tidak mungkin bagi penduduk suatu negeri yang telah Kami binasakan, baik di masa silam, sekarang, maupun di masa depan, bahwa mereka tidak akan kembali kepada Kami guna mempertanggungjawabkan perbuatannya selama hidup di dunia. 96. Kebinasaan suatu negeri bisa jadi karena serangan bangsa biadab seperti Yakjuj dan Makjuj, Tartar dan Mongol, yang membuat keru-sakan di bumi. Lalu Zulkarnain, seorang raja yang kuat, membuat benteng kokoh dari besi dan tembaga guna melindungi bangsa yang lemah dari keganasan Yakjuj dan Makjuj. Hingga apabila benteng yang menghalangi Yakjuj dan Makjuj dibukakan seperti yang terjadi pada serangan Jengis Khan dan Hulagu Khan, keturunan bangsa Tartar dan Mongol, maka terjadilah kehancuran sejak Asia Tengah hingga Bagdad tahun 1258. Dan mereka, Yakjuj dan Makjuj, turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi melakukan kerusakan di bumi dengan membunuh, merampas, dan melakukan segala macam keganasan. (Lihat Surah al-Kahf/18: 94-99).
Pada ayat ini dijelaskan bahwa tidak mungkinlah bagi penduduk suatu negeri yang telah dibinasakan dengan azab-Nya, bahwa mereka tidak akan kembali kepada-Nya.
Maksudnya, kaum yang ingkar dan kafir itu, walaupun sudah dibinasakan dengan azab yang berat di dunia, namun mereka pasti akan kembali kepada Allah di akhirat kelak, lalu dihisab semua amalannya, dan diberi balasan yang setimpal.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Umat Yang Satu
“Sesungguhnya ini adalah umat kamu, umat yang satu."
(pangkal ayat 92).
Menurut talsiran dan (bnu Abbas, Mujahid, Said bin Jubair, Qatadah dan Abdurrahman bin Aslam, arti pangkal ayat ini ialah: “Agama kamu pada hakikatnya adalah agama yang satu.
Al-Hasan al-Biahri mengartikan: “Sunnah kamu, atau jalan yang kamu tempuh adalah hanya satu jalan." Hal ini dIsabdakan oleh Tuhan sesudah menyebutkan nama beberapa orang Nabi dengan berbagai ragam perjuangannya. Disebut Musa dan Harun. Diuraikan tentang Ibrahim dan Luth, Ismail dan Ya'kub, ldns dan Zulkifli, Daud dan Sulaiman, Yunus dan Zakariya, Maryam dan puteranya: semuanya telah diterangkan. Akhtnya dijelaskan bahwa semuanya ini adalah umat yang satu.
Hal ini lebih dijelaskan lagi oleh sabda Nabi Muhammad s.a.w. sendiri:
“Kami sekalian Nabi-nabi, anak-anak dan berbagai-bagai ibu. Namun agama kami satu."
Tegasnya sama membawa satu ajaran, yaitu menyembah kepada Tuhan yang Maha Esa, yang tidak ada syarikat bagiNya, meskipun syariat dapat berubah-ubah. Dan Inilah yang dicetuskan di ujung ayat: “Dan Aku adalah Tuhan kamu, maka sembahlah Aku."
(ujung ayat 92).
Oleh sebab ajaran yang dibawa hanya satu saja pada pokoknya, yaitu menyuruh manusia agar menyembah kepada Tuhan yang Satu, dengan sendirinya mereka pun jadi umat yang satu. Karena kalimat Tauhid itu dengan sendirinya menimbulkan Tauhidul Kalimah. Kata yang satu menimbulkan kesatuan kata.
Pecah-belah
“Tetapi telah mereka pecah-belahkan urusan mereka di antara mereka."
(pangkal ayat 93).
Kesatuan umat karena kesatuan ajaran akidah menjadi hilang. Mereka menjadi berpecah-belah, porak-poranda. Sebab tempat tujuan tidak yang satu itu lagi: yaitu Allah. Mereka mulai menyembah benda, menyembah berhala, menuhankan raja; musynk, mempersekutukan alam buatan Allah dengan Allah sendiri. Padahal, “Sekalian mereka itu kepada Kamilah akan kembali."
(ujung ayat 93).
Orang berpecah-belah adalah karena memperturutkan hawanafsu masing-masing, atau karena mau menang sendiri. Demikianlah tiap-tiap Rasul diutus Tuhan membawa satu seruan, satu da'wah. Manusia tidak semua mau menerima. Ada yang menerima dan banyak pula yang menolak. Dldustakannya Rasul-rasul itu. Namun semua baik yang menerima atau yang menolak, pasti kembali ke harihirat Tuhan, tegasnya hari kiamat. Semua akan mendapat ganjaran sesuai dengan amalnya.
“Maka, barangsigpa yang mengamalkan sebagian dari amal-amal yang sholih, sedang dia pun beriman, Maka tidaklah akan tersia-sia apa yang diusahakannya."
(pangkal ayat 94).
Di pangkal ayat ini Allah memberikan kepastian bahwa amal perbuatan yang timbul dari iman, tidaklah akan tersia-sia di sisi Allah, besar amal itu atau kecil. Banyak amal itu atau sedikit.
Dari keterangan Tuhan ini dapatlah kita mengambil pedoman. Karena banyak juga kejadian orang mengamalkan suatu, mengerjakan suatu pekerjaan yang nampaknya, sayangnya tidak timbul dari iman, Amalnya itu-akan sia-sia. Karena dia beramal bukan karena Allah. melainkan karena mengharap dipuji, dan disanjung oleh manusia. Apabila puji dan sanjung terlambat datang dia berkecil hati, lalu dia berhenti berbuat baik. Tetapi apabila telah banyak mendapat pujian, senang dan banggalah dia hidup dalam suasana puji-puji itu, dan dia akan marah jika ada sedikit saja orang yang mencela. Malahan dia akan mengomel, menyduh masyarakat tidak menghargai jasanya. Inilah penyakit yang kerapkali menimpa kebanyakan kepala-kepala negara, yang menyebabkan diadakan peraturan-peraturan dan undang-undang yang khas untuk memuji-muji saja, dan undang-undang pula untuk menjerat orang yang mencoba mencela, bahkan menyindir saja pun bIsa ditangkap. Atau disangka tidak bersikap hormat bisa bertahun-tahun ditahan dalam penjara.
Di, dalam ayat dikatakan oleh Tuhan bahwa amal-amal shalih yang timbul dart kesadaran iman tidaklah akan tersia-sia di siat Allah, walaupun mungkin tersia-sia di satu waktu di sisi setengah manusia. Sebagai tersebut dalam sebuah syair Arab:
Manusia tidaklah dapat diharapkan akan sepakat hatinya semua. Pasti ada yang memuji engkau dan yang mencela.
Selanjutnya Tuhan bersabda; “Dan sesungguhnya Kami terhadapnya adalah mencatat." (ujung ayat 94).
Dengan penutup ayat ini terobatlah hati orang beriman dan beramal shalih. Sebab banyak amal shalih tidak tercatat oleh sesama manusia. Ada yang memang lupa dan ada yang sengaja dibuat supaya ditupakan. Ada yang orang takut menyebutnya atau menyiarkannya meskipun yakin akan kebenarannya, sebab orang yang berjasa itu sedang diberici oleh pihak yang berkuasa. 4da pula yang hitam dikatakan putih, yang hijau dikatakan merah karena hendak mempertahankan kekuasaan. Cobalah misalnya perhatikan bagaimana bunyi sejarah hidup Muhammad Halta tokoh proklamasi Kemerdekaan Indonesia menurut susunan kaum komunis! Atau jasa Islam tidak ada dalam perjuangan, kemerdekaan dan pembangunan Indanesia menurut yang disusun oleh golongan-golongan yang sejak semula tidak senang kalau-kalau pengaruh Islam bertambah besar.
Dengan sabda Tuhan bahwa segala amal buruk dan baik, kecil dan besar, semuanya dicatat di sisi Tuhan teguh dan tetaplah hati orang yang Mu'min meneruskan perjuangan dan usahanya: “Di sini tempat beramal, di akhirat tempat berhitung."
Peringatan Tuhan
“Tetapi menjadi haramlah itu atas sesuatu negeri yang telah Kami binasakan."
(pangkal ayat 95).
Artinya bahwa bagi penduduk suatu negeri yang telah dibinasakan otell Tuhan, haramlah penghargaan. Arti haram di sini ialah untuk menguatkan ketidak-adaan penghargaan. Meskipun amalan buruk mereka tetap juga dalam catatan Allah. Namun catatan hanyalah untuk membuktikan menjatuhkan azhab belaka: “Karena mereka tidaklah akan kembali."
(ujung ayat 95).
Kesalahan itu timbul daripada mereka sendiri. Dan semula nasihat dan pesan-pesan dan seruan-seruan sudah dIsampaikan, namun mereka tidak juga mau kembah kepada jalan yang benar. Mereka jalan terus beramal dan bekerja yang tidak dipandu oleh iman kepada Allah. Celaka pun menimpa, negara hancur, nasi jadi bubur, tidak dapat diperbaiki lagi. Hanya orang di belakanglah yang mesti mengambil pengajaran dari kejadian itu.
Maka dapatlah diambil kesimpuian dari ayat ini bahwa bila satu negeri telah dibinasakan Allah, haramlah atau janganlah diharap bahwa mereka akan bangkit kembali. Yang telah binasa hanya dapat jadi perbandingan bagi keturunan yang datang di belakang atau negeri tetangga supaya jangan menempuh jalan salah yang telah ditempuh oleh penduduk negeri yang telah binasa itu. Ayat ini pun jadi perbandingan bagi peribadi kita sendiri. MIsalnya seorang pemuda yang telah rusak karena melanggar perintah Tuhan. Dia pergi berzina, lalu ditimpa penyakit sipilia hingga alat kelaminnya putus. Maka alat kelamin yang telah putus itu tidaklah dapat diperbaiki lagi, walaupun sesudah itu dia telah taubat. Cuma orang lain yang menyaksikan kejadian Inilah supaya ia menjauhi dosa yang telah diperbuat oleh orang yang melanggar larangan Tuhan yang membawa kebinasaan dirinya itu.
Ya'juj dan Ma'juj
“Sehingga apabila dibukakan Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka itu daripada tempat-tempat yang tinggi akan segera turun."
(ayat 96).
Ketika menafsirkan Ya'juj dan Ma'juj yang terdapat dalam Surat 18, al-Kahfi ayat 94, telah kita tafsirkan agak panjang tentang Ya'juj dan Ma'juj, (Iihal Tafsir Al-Azhar Juzu' 15). Dia telah menjadi sebutan juga oleh Nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w.
Menurut tafsir ibnu Abbas diridirig besar pembenciung kedatangan Ya'juj dan Ma'juj itu akan terbuka kelak, atau tidak akan ada kekuataannya boat membendung lagi. Maka kalau ini kejadian akan membanjirlah Ya'juj dan Ma'juj itu, tidak dapat lagi ditahan-tahan masuknya, menggelora bagai anai-anai bubus, atau bagai bendungan (dam) yang bocor karena sangat besanya banjir, dia menjadi bobol, atau tembus atau runtuh.
Sayid Quthub penafsir Islam zaman moden yang kuat sekali cintanya kepada Islam menyatakan pendapat bahwa Ya'juj dan Ma'juj mungkin telah lepas waktu datangnya, yaitu ketika penyerbuan bangsa Tartar dan Mongol ke negeri-negeri Islam pada abad ke-7 Islam (656 Hijriyah), ke-10 Masehi (1258 Masehi). Zaman sekarang adalah kelanjutannya. Sebab itu datanglah lanjutan ayat:
“Dan bertambah dekatlah janji yang benar itu."
(pangkal ayat 97).
Janji yang benar itu (Al-Wa'dul Haqq) talah hari kiamat. Artinya, apabiia telah dating “banjir Ya'juj dan Ma'juj", maka menerobos dari tiap penjuru, tandanya kiamat sudah dekat!
Berapakah ukuran dekatnya?
Kalau misainya jarak di antara zaman hidup Nabi Muhammad dengan masuknya tentara Mongol dan Tartar menghancur-leburkan dunia Islam 7 abad, atau 700 tahun, apakah dapat kita taksir hari kiamat yang telah dekat itu misalnya 10 abad lagi (1000 tahun)?
Ini tidak dapat kita taksir. Tuhan telah bersabda:
“Dan tidaklah mereka dapat menilai Allah dengan sebenar-benar penilaian." (al-An'am: 91)
Sebab ada juga hitungan 1,000 tahun pada kita sama dengan sehari di sisi Tuhan, (lihat Surat 22 al-Ha) ayat 47. Dan Surat 22 as-Sajdah ayat 5). Bahkan lebih dari itu pun, yaitu 50,000 tahun hitungan kita, baru sehari pada hitungan Tuhan dalam Mi'raj hitungan malaikat dan Roh. (Lihat Surat 70, al-Ma'arij. ayat 4).
Sebab itu tetaplah kita percaya bahwa hari kiamat telah dekat, namun kita tidak diberitahu bila akan masanya.
Maka kaiau masa itu datang: “Tiba-tiba tercengang-cenganglah penglihatan orang-orung yang kafir." Sebab mereka sejak semula tidak bersedia-sedia, tidak bersiap-siap, menunggu janji yang benar itu. Waktu itu baru keluar keluhan mereka: “Wahai, celakalah kiranya kami. Sesungguhnya adalah kami dalam kelengahan dalam hal ini. Bahkan adalah kami ini orang-orang yang aniaya."
(ujung ayat 97).
Dalam keluhan ini jelas sekali penyesalan, pada waktu menyesal tak ada faedahnya lagi. Padahal jika sebelum janji yang berit itu datang, asal ada iman dan kemauan, orang bIsa saja beramal shalih.
Those who have been destroyed, will never return to this World
Allah tells:
وَحَرَامٌ عَلَى قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا أَنَّهُمْ لَا يَرْجِعُونَ
And a ban is laid on every town which We have destroyed that they shall not return.
وَحَرَامٌ عَلَى قَرْيَةٍ
And a ban is laid on every town.
Ibn Abbas said,
it is enforced, i.e., it has been decreed that the people of each township that has been destroyed will never return to this world before the Day of Resurrection, as is reported clearly (through other narrations) from Ibn Abbas, Abu Ja`far Al-Baqir, Qatadah and others.
Ya'juj and Ma'juj
Then Allah tells
حَتَّى إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ
Until, when Ya`juj and Ma`juj are let loose,
We have already mentioned that they are from the progeny of Adam, upon him be peace;
they are also descents of Nuh through his son Yafith (Japheth), who was the father of the Turks, Turk referring to the group of them who were left behind the barrier which was built by Dhul-Qarnayn.
Allah says:
هَـذَا رَحْمَةٌ مِّن رَّبِّى فَإِذَا جَأءَ وَعْدُ رَبِّى جَعَلَهُ دَكَّأءَ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّى حَقّاً
وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَيِذٍ يَمُوجُ فِى بَعْضٍ
This is a mercy from my Lord, but when the promise of my Lord comes, He shall level it down to the ground. And the promise of my Lord is ever true. And on that Day, We shall leave them to surge like waves on one another...(18:98-99)
And in this Ayah, Allah says:
حَتَّى إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُم مِّن كُلِّ حَدَبٍ يَنسِلُونَ
Until, when Ya`juj and Ma`juj are let loose, and they swoop down from every Hadab.
meaning, they will come forth quickly to spread corruption.
A Hadab is a raised portion of land.
This was the view of Ibn Abbas, Ikrimah, Abu Salih, Ath-Thawri and others.
This is how their emergence is described, as if the listener can see it.
وَلَا يُنَبِّيُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ
And none can inform you like Him Who is the All-Knower. (35:14)
This is information given by the One Who knows what has happened and what is yet to come, the One Who knows the unseen in the heavens and on earth. There is no god except Him.
Ibn Jarir narrated that Ubaydullah bin Abi Yazid said,
Ibn Abbas ﷺ some young boys playing and pouncing on one another, and said, this is how Ya'juj and Ma'juj will emerge.
Their emergence has been described in numerous Hadiths of the Prophet. The First Hadith Imam Ahmad recorded that Abu Sa`id Al-Khudri said:
I heard the Messenger of Allah say:
تُفْتَحُ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ فَيَخْرُجُونَ عَلَى النَّاسِ كَمَا قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ
وَهُم مِّن كُلِّ حَدَبٍ يَنسِلُونَ
فَيَغْشَوْنَ النَّاسَ وَيَنْحَازُ الْمُسْلِمُونَ عَنْهُمْ إِلَى مَدَايِنِهِمْ وَحُصُونِهِمْ وَيَضُمُّونَ إِلَيْهِمْ مَوَاشِيَهُمْ وَيَشْرَبُونَ مِيَاهَ الاَْرْضِ حَتَّى إِنَّ بَعْضَهُمْ لَيَمُرُّ بِالنَّهَرِ فَيَشْرَبُونَ مَا فِيهِ حَتَّى يَتْرُكُوهُ يَابِسًا حَتَّى إِنَّ مَنْ بَعْدَهُمْ لَيَمُرُّ بِذَلِكَ النَّهَرِ فَيَقُولُ قَدْ كَانَ هَهُنَا مَاءٌ مَرَّةً حَتَّى إِذَا لَمْ يَبْقَ مِنَ النَّاسِ أَحَدٌ إِلاَّ أَحَدٌ فِي حِصْنٍ أَوْ مَدِينَةٍ قَالَ قَايِلُهُمْ هَوُلَاءِ أَهْلُ الاَْرْضِ قَدْ فَرَغْنَا مِنْهُمْ بَقِيَ أَهْلُ السَّمَاءِ قَالَ ثُمَّ يَهُزُّ أَحَدُهُمْ حَرْبَتَهُ ثُمَّ يَرْمِي بِهَا إِلَى السَّمَاءِ فَتَرْجِعُ إِلَيْهِ مُخضَّبَةً دَمًا لِلْبَلَءِ وَالْفِتْنَةِ فَبَيْنَمَا هُمْ عَلَى ذَلِكَ بَعَثَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ دُودًا فِي أَعْنَاقِهِمْ كَنَغَفِ الْجَرَادِ الَّذِي يَخْرُجُ فِي أَعْنَاقِهِ فَيُصْبِحُونَ مَوْتَى لَا يُسْمَعُ لَهُمْ حِسٌّ فَيَقُولُ الْمُسْلِمُونَ أَلَا رَجُلٌ يَشْرِي لَنَا نَفْسَهُ فَيَنْظُرَ مَا فَعَلَ هَذَا الْعَدُوُّ قَالَ فَيَتَجَرَّدُ رَجُلٌ مِنْهُمْ مُحْتَسِبًا نَفْسَهُ قَدْ أَوْطَنَهَا عَلَى أَنَّهُ مَقْتُولٌ فَيَنْزِلُ فَيَجِدُهُمْ مَوْتَى بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ فَيُنَادِي يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِينَ أَلَا أَبْشِرُوا إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ كَفَاكُمْ عَدُوَّكُمْ فَيَخْرُجُونَ مِنْ مَدَايِنِهِمْ وَحُصُونِهِمْ وَيُسَرِّحُونَ مَوَاشِيَهُمْ فَمَا يَكُونُ لَهُمْ رَعْيٌ إِلاَّ لُحُومُهُمْ فَتَشْكَرُ عَنْهُمْ كَأَحْسَنِ مَا شَكِرَتْ عَنْ شَيْءٍ مِنَ النَّبَاتِ أَصَاَبَتْهُ قَط
Ya'juj and Ma'juj will be let loose and will emerge upon mankind, as Allah says:
and they swoop down from every Hadab.
They will overwhelm the people, and the Muslims will retreat to their cities and strongholds, bringing their flocks with them. They (Ya'juj and Ma'juj) will drink all the water of the land until some of them will pass a river and drink it dry, then those who come after them will pass by that place and will say, There used to be water here once.
Then there will be no one left except those who are in their strongholds and cities. Then one of them will say, We have defeated the people of the earth; now the people of heaven are left.
One of them will shake his spear and hurl it into the sky, and it will come back stained with blood, as a test and a trial for them. While this is happening, Allah will send a worm in their necks, like the worm that is found in date-stones or in the nostrils of sheep, and they will die and their clamor will cease.
Then the Muslims will say, Who will volunteer to find out what the enemy is doing!
One of them will step forward and volunteer, knowing that he will likely be killed. He will go down and will find them dead, lying on top of one another. Then he will call out, O Muslims! Rejoice that Allah has sufficed you against your enemy!
Then they will come out of their cities and strongholds, and will let their flocks out to graze, but they will have nothing to graze upon except the flesh of these people (Ya'juj and Ma'juj), but it will fill them better than any vegetation they have ever eaten before.
It was also recorded by Ibn Majah.
The Second Hadith Imam Ahmad also recorded from An-Nawwas bin Sam`an Al-Kilabi that the Messenger of Allah mentioned the Dajjal one morning.
Sometimes he described him as insignificant and sometimes he described him as so significant that we felt as if he were in the cluster of palm trees. He said:
غَيْرُ الدَّجَّالِ أَخْوَفُنِي عَلَيْكُمْ فَإِنْ يَخْرُجْ وَأَنَا فِيكُمْ فَأَنَا حَجِيجُهُ دُونَكُمْ وَإِنْ يَخْرُجْ وَلَسْتُ فِيكُمْ فَكُلُّ امْرِىءٍ حَجيجُ نَفْسِهِ وَاللهُ خَلِيفَتِي عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَإِنَّهُ شَابٌّ جَعْدٌ قَطَطٌ عَيْنُهُ طَافِيَةٌ وَإِنَّهُ يَخْرُجُ خَلَّةً بَيْنَ الشَّامِ وَالْعِرَاقِ فَعَاثَ يَمِينًا وَشِمَالاً يَا عِبَادَ اللهِ اثْبُتُوا
There are other things that I fear for you more than the Dajjal. If he emerges while I am among you, I will deal with him for you. If he emerges when I am not among you, then each man will have to deal with him for himself, and Allah will take care of each Muslim on my behalf. He (the Dajjal) will be a young man with short, curly hair and a floating eye. He will emerge in a place between Syria and Iraq and will spread mischief right and left. O servants of Allah, be steadfast!
We said, `O Messenger of Allah, how long will he remain on earth?'
He said,
أَرْبَعُونَ يَوْمًا يَوْمٌ كَسَنَةٍ وَيَوْمٌ كَشَهْرٍ يَوْمٌ كَجُمُعَةٍ وَسَايِرُ أَيَّامِهِ كَأَيَّامِكُم
Forty days:one day like a year, one day like a month, one day like a week, and the rest of the days like your days.
We said, `O Messenger of Allah, on that day which will be like a year, will the prayers of one day and one night be sufficient.'
He said,
لَاا اقْدُرُوا لَهُ قَدْرَه
No, but you will have to compute it according to its due proportion (and pray accordingly).
We said, `O Messenger of Allah, how fast will he move across the land?'
He said,
كَالْغَيْثِ اسْتَدْبَرَتْهُ الرِّيح
Like a cloud driven by the wind.
He said,
فَيَمُرُّ بِالْحَيِّ فَيَدْعُوهُمْ فَيَسْتَجِيبُونَ لَهُ فَيَأْمُرُ السَّمَاءَ فَتُمْطِرُ وَالاَْرْضَ فَتُنْبِتُ وَتَرُوحُ عَلَيْهِمْ سَارِحَتُهُمْ وَهِيَ أَطْوَلُ مَا كَانَتْ ذُرًى وَأَمَدَّهُ خَوَاصِرَ وَأَسْبَغَهُ ضُرُوعًا وَيَمُرُّ بِالْحَيِّ فَيَدْعُوهُمْ فَيَرُدُّونَ عَلَيْهِ قَوْلَهُ فَتَتْبَعُهُ أَمْوَالُهُمْ فَيُصْبِحُونَ مُمْحِلِينَ لَيْسَ لَهُمْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ شَيْءٌ وَيَمُرُّ بِالْخَرِبَةِ فَيَقُولُ لَهَا أَخْرِجِي كُنُوزَكِ فَتَتْبَعُهُ كُنُوزُهَا كَيَعَاسِيبِ النَّحْلِ قَالَ وَيَأْمُرُ بِرَجُلٍ فَيُقْتَلُ فَيَضْرِبُهُ بِالسَّيْفِ فَيَقْطَعُهُ جَزْلَتَيْنِ رَمْيَةَ الْغَرَضِ ثُمَّ يَدْعُوهُ فَيُقْبِلُ إِلَيْهِ يَتَهَلَّلُ وَجْهُهُ فَبَيْنَمَا هُمْ عَلَى ذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِيَّ دِمَشْقَ بَيْنَ مَهْرُودَتَيْنِ وَاضِعًا يَدَيْهِ عَلَى أَجْنِحَةِ مَلَكَيْنِ فَيَتْبَعُهُ فَيُدْرِكُهُ فَيَقْتُلُهُ عِنْدَ بَابِ لُدَ الشَّرْقِيِّ قَالَ فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ إِذْ أَوْحَى اللهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَى عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلَمُ أَنِّي قَدْ أَخْرَجْتُ عِبَادًا مِنْ عِبَادِي لَا يَدَانِ لَكَ بِقِتَالِهِمْ فَحَرِّزْ عِبَادِي إِلَى الطُّورِ فَيَبْعَثُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ كَمَا قَالَ تَعَالَى
وَهُم مِّن كُلِّ حَدَبٍ يَنسِلُونَ
He will come to a people and call them (to his way) and they will respond to him. He will issue a command to the sky and it will rain, and to the earth and it will bring forth vegetation, then their livestock will come to them in the evening with their humps very high and their udders full of milk and their flanks wide and fat.
Then he will come to another people and call them (to his way) and they will refuse, and their wealth will leave with him, and they will be faced with drought, with none of their wealth left. Then he will walk through the wasteland and will say to it, Bring forth your treasure, and its treasure will come forth like a swarm of bees.
Then he will issue commands that a man be killed, and he will strike him with a sword and cut him into two pieces, and (put these pieces as far apart) as the distance between an archer and his target. Then he will call him, and the man will come to him with his face shining.
At that point Allah will send the Messiah `Isa bin Maryam, who will come down to the white minaret in the eastern side of Damascus, wearing two garments lightly dyed with saffron and with his hands resting on the wings of two angels.
He will search for him (the Dajjal) until he catches up with him at the eastern gate of Ludd, where he will kill him.
Then Allah will reveal to `Isa ibn Maryam the words:
I have brought forth from amongst My creatures people against whom none will be able to fight. Take My servants safely to the Mount (Tur).
Then Allah will send Ya'juj and Ma'juj, as Allah says:
وَهُم مِّن كُلِّ حَدَبٍ يَنسِلُونَ
(and they swoop down from every Hadab).
فَيَرْغَبُ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ فَيُرْسِلُ اللهُ عَلَيْهِمْ نَغَفًا فِي رِقَابِهِمْ فَيُصْبِحُونَ فَرْسَى كَمَوْتِ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ فَيَهْبِطُ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ فَلَ يَجِدُونَ فِي الاَْرْضِ بَيْتًا إِلاَّ قَدْ مَلََهُ زَهَمُهُمْ وَنَتَنُهُمْ فَيَرْغَبُ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ فَيُرْسِلُ اللهُ عَلَيْهِمْ طَيْرًا كَأَعْنَاقِ الْبُخْتِ فَتَحْمِلُهُمْ فَتَطْرَحُهُمْ حَيْثُ شَاءَ الله
`Isa and his companions will beseech Allah, and Allah will send against them insects which will attack their necks, and in the morning they will all perish as one.
Then `Isa and his companions will come down and they will not find a single spot on earth that is free from their putrefaction and stench. Then `Isa and his companions will again beseech Allah, and He will send birds with necks like those of Bactrian camels, and they will carry them and throw them wherever Allah wills.
Ibn Jabir said:
`Ata' bin Yazid As-Saksaki told me, from Ka`b or someone else:`They will throw them into Al-Mahbal.'
Ibn Jabir said:
I said, `O Abu Yazid, and where is Al-Mahbal
He said, In the east (where the sun rises).
He said:
وَيُرْسِلُ اللهُ مَطَرًا لَا يَكُنُّ مِنْهُ بَيْتُ مَدَرٍ وَلَا وَبَرٍ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فَيَغْسِلُ الاَْرْضَ حَتَّى يَتْرُكَهَا كَالزَّلَفَةِ وَيُقَالُ لِلَْرْضِ أَنْبِتِي ثَمَرَكِ وَرُدِّي بَرَكَتَكِ قَالَ فَيَوْمَيِذٍ يَأْكُلُ النَّفَرُ مِنَ الرُّمَّانَةِ فَيَسْتَظِلُّونَ بِقِحْفِهَا وَيُبَارَكُ فِي الرِّسْلِ حَتَّى إِنَّ اللِّقْحَةَ مِنَ الاِْبِلِ لَتَكْفِي الْفِيَامَ مِنَ النَّاسِ وَاللِّقْحَةَ مِنَ الْبَقَرِ تَكْفِي الْفَخِذَ وَالشَّاةَ مِنَ الْغَنَمِ تَكْفِي أَهْلَ الْبَيْتِ قَالَ فَبَيْنَمَا هُمْ عَلَى ذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ رِيحًا طَيِّبَةً فَتَأْخُذُهُمْ تَحْتَ ابَاطِهِمْ فَتَقْبِضُ رُوحَ كُلِّ مُسْلِمٍ أَوْ قَالَ كُلِّ مُوْمِنٍ وَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ يَتَهَارَجُونَ تَهَارُجَ الْحُمُرِ وَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَة
Then Allah will send rain which no house of clay or (tent of) camel's hair will be able to keep out, for forty days, and the earth will be washed until it looks like a mirror.
Then it will be said to the earth:bring forth your fruit and restore your blessing. On that day a group of people will be able to eat from one pomegranate and seek shade under its skin, and everything will be blessed.
A milch-camel will give so much milk that it will be sufficient for a whole group of people, and a milch-cow will give so much milk that it will be sufficient for a whole clan, and a sheep will be sufficient for an entire household.
At that time Allah will send a pleasant wind which will reach beneath their armpits and will take the soul of every Muslim -- or every believer -- and there will be left only the most evil of people who will commit fornication like mules, and then the Hour will come upon them.
This was also recorded by Muslim but not by Al-Bukhari.
It was also recorded by the Sunan compilers, with different chains of narrators.
At-Tirmidhi said, It is Hasan Sahih.
The Third Hadith Imam Ahmad recorded from Ibn Harmalah, from his maternal aunt who said:
The Messenger of Allah gave a Khutbah, and he had a bandage on his finger where he had been stung by a scorpion.
He said:
إِنَّكُمْ تَقُولُونَ لَا عَدُوَّ لَكُمْ وَإِنَّكُمْ لَا تَزَالُونَ تُقَاتِلُونَ عَدُوًّا حَتَّى يَأْتِيَ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ عِرَاضَ الْوُجُوهِ صِغَارَ الْعُيُونِ صُهْبَ الشِّعَافِ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَة
You say that you have no enemy, but you will keep fighting your enemies until Ya'juj and Ma'juj come, with their wide faces, small eyes and reddish hair, pouring down from every mound with their faces looking like burnished shields.
Ibn Abi Hatim recorded a Hadith of Muhammad bin `Amr from Khalid bin Abdullah bin Harmalah Al-Mudlaji, from his paternal aunt, from the Prophet, and he mentioned something similar.
It was confirmed by Hadiths that `Isa bin Maryam will perform Hajj to the Al-Bayt Al-`Atiq (i.e., the Ka`bah).
Imam Ahmad recorded that Abu Sa`id said:
The Messenger of Allah said:
لَيُحَجَّنَّ هَذَا الْبَيْتُ وَلَيُعْتَمَرَنَّ بَعْدَ خُرُوجِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوج
He will certainly come to this House and perform Hajj and `Umrah, after the emergence of Ya'juj and Ma'juj.
This was recorded by Al-Bukhari.
وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ
And the true promise (Day of Resurrection) shall draw near.
the Day of Resurrection, when these terrors and earthquakes and this chaos will come to pass. The Hour has drawn nigh and when it comes to pass, the disbelievers will say:This is a difficult Day.
Allah says:
فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا
Then, you shall see the eyes of the disbelievers fixedly staring in horror.
because of the horror of the tremendous events that they are witnessing.
يَا وَيْلَنَا
Woe to us!
means, they will say, `Woe to us!'
قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِّنْ هَذَا
We were indeed heedless of this,
means, in the world.
بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ
nay, but we were wrongdoers.
they will admit their wrong- doing at the time when that will not help them at all.
It is forbidden for any town, meaning [it is forbidden for] its people, which We have destroyed that they should (laa yarji'oona: the laa is extra) return, that is, their return to this world is prohibited.
وَحَرَامٌ عَلَىٰ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا أَنَّهُمْ لَا يَرْجِعُونَ (It is banned for (the people of) a town We destroyed that they come back - 21:95.) Commentators have given two different meanings to this verse. One, that the town and its people which Allah Ta` ala has destroyed cannot come back to life. The second explanation is that it is binding on the town which Allah has destroyed that it shall not return to this world. (Qurtubl) Thus the meaning of the verse is that the door of repentance is closed after death, and it is no more possible for someone to return to this world and atone for his sins by performing righteous deeds. The final court will take place on the Day of Judgment.