ٱلْأَنْبِيَاء ٣٧
- خُلِقَ telah diciptakan
- ٱلۡإِنسَٰنُ manusia
- مِنۡ dari
- عَجَلٖۚ tergesa-gesa
- سَأُوْرِيكُمۡ akan Ku perlihatkan kepadamu
- ءَايَٰتِي tanda-tanda-Ku
- فَلَا maka janganlah
- تَسۡتَعۡجِلُونِ kamu minta disegerakan
Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Ku. Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya.
Ayat ini diturunkan sewaktu mereka meminta disegerakan turunnya azab atas mereka. (Manusia telah dijadikan dari tergesa-gesa) disebabkan manusia itu bertabiat tergesa-gesa di dalam semua tindakannya, maka seolah-olah ia diciptakan daripadanya. (Kelak Aku akan perlihatkan kepada kalian tanda-tanda azab-Ku) yakni ketentuan waktu bagi azab-Ku (maka janganlah kalian minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera) kemudian Allah memperlihatkan kepada mereka turunnya azab itu, yaitu dengan dibunuhnya mereka dalam perang Badar.
Tafsir Surat Al-Anbiya': 36-37
Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok. (Mereka mengatakan), "Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhan kalian?” Padahal mereka adalah orang-orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah. Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepada kalian tanda-tanda (azab)-Ku. Maka janganlah kalian minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.
Ayat 36
Allah ﷻ berfirman kepada Nabi-Nya: “Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu.” (Al-Anbiya: 36)
Yakni orang-orang kafir Quraisy, seperti Abu Jahal dan lain-lainnya.
“Mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok.” (Al-Anbiya: 36).
Maksudnya, mereka menjadikan dirimu bahan olok-olok mereka, dan mendiskreditkan kamu seraya berkata:
“Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhan kalian?” (Al-Anbiya: 36).
Mereka bermaksud bahwa apakah ini orang yang mencaci maki tuhan-tuhan kalian dan yang membodoh-bodohkan orang-orang terkemuka kalian?
Firman Allah ﷻ: “Padahal mereka adalah orang-orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah.” (Al-Anbiya: 36).
Yakni mereka kafir kepada Allah, selain itu mereka mengolok-olok Rasul-Nya. Seperti pengertian yang terdapat di dalam ayat lain melalui firman-Nya: “Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan), ‘Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul? Sesungguhnya dia hampir menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita, seandainya kita tidak sabar (menyembah)nya.’ Dan mereka kelak akan mengetahui di saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya.” (Al-Al-Furqan: 41-42)
Ayat 37
Adapun firman Allah ﷻ: “Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa.” (Al-Anbiya: 37). Sama halnya dengan apa yang disebutkan dalam ayat lainnya, yaitu: “Dan adalah manusia itu bersifat tergesa-gesa.” (Al-Isra: 11). Yaitu dalam segala urusannya.
Mujahid mengatakan bahwa Allah menciptakan Adam setelah Dia menciptakan segala sesuatu, yaitu di penghujung siang hari. Dia menciptakan semua makhluk lainnya. Setelah roh menghidupkan kedua matanya, lisannya, dan kepalanya, tetapi roh masih belum sampai ke anggota bagian bawahnya, Adam berkata, "Ya Tuhanku, segerakanlah penciptaanku sebelum matahari tenggelam."
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Sinan, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Alqamah ibnu Waqqas Al-Laisi, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat; pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari yang sama Adam dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari itu juga Adam diturunkan dari surga (ke bumi), dan pada hari itu pula kiamat akan terjadi. Di dalam hari Jumat terdapat suatu saat yang apabila seorang hamba yang beriman menjumpainya dalam keadaan salat (Rasulullah ﷺ mengatakan demikian seraya menggenggamkan jari jemarinya mengisyaratkan bahwa waktu itu cuma sebentar) lalu ia meminta suatu kebaikan kepada Allah, maka Allah akan memberi apa yang dimintanya itu.”
Abu Salamah mengatakan, Abdullah ibnu Salam pernah berkata bahwa ia telah mengetahui waktu ijabah (pengabulan doa) itu, yaitu di penghujung siang hari Jumat. Pada waktu itulah Allah menciptakan Adam.
Firman Allah ﷻ: “Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepada kalian tanda-tanda (azab)-Ku. Maka janganlah kalian minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.” (Al-Anbiya: 37).
Hikmah dalam penyebutan bahwa manusia itu berwatak tergesa-gesa ialah bahwa setelah Allah menyebutkan tentang orang-orang yang mengolok-olok Rasulullah ﷺ, maka timbullah dalam hati kita adanya suatu hipotesis yang mengatakan bahwa dengan perbuatannya itu seakan-akan mereka meminta segera didatangkan azab menimpa mereka. Karena itulah Allah ﷻ menyebutkan dalam firman-Nya: “Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa.” (Al-Anbiya: 37). Karena sesungguhnya Allah telah memberikan masa tangguh kepada orang yang berbuat zalima; hingga apabila Allah mengazab-Nya, maka ia tidak dapat selamat dari azab-Nya.
Allah memberikan masa tangguh, kemudian bila telah tiba saatnya, maka didatangkan-Nyalah azab itu dengan segera tanpa terlambat barang sedikit waktu pun. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya: “Kelak akan Aku perlihatkan kepada kalian tanda-tanda-Ku.” (Al-Anbiya: 37). Yakni pembalasan-Ku, hukum-Ku, dan kekuasaan-Ku terhadap orang-orang yang durhaka terhadap-Ku. “Maka janganlah kalian minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.” (Al-Anbiya: 37).
Allah menerangkan bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk yang bertabiat tergesa-gesa dan terburu-buru. Allah memperingatkan kaum kafir agar mereka jangan meminta disegerakan azab yang diancamkan kepada mereka sebelum Allah memperlihatkan tanda-tanda dari azab-Nya itu. "Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda kekuasaan-Ku. Kami memberikan kesempatan kepada kamu untuk mempertimbangkan dengan matang ajakan Rasulullah untuk beriman kepada Allah dan meyakini akhirat. Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya di dunia, sebab ini menunjukkan ketidakpercayaan kamu terhadap adanya azab di akhirat," demikian Allah mengingatkan. 38. Karena orang-orang kafir itu tidak meyakini akhirat, maka dalam ayat ini terlihat betapa nekatnya mereka berkata kepada Rasulullah dengan sikap menantang. Dan mereka berkata, wahai Muhammad, Kapankah janji itu, azab neraka yang kamu sebut-sebut itu akan datang menimpa kami, jika kamu orang yang benar mengaku utusan Allah dan sanggup mendatangkan azab''.
Pada ayat ini, mula-mula Allah menerangkan bahwa manusia dijadikan sebagai mahluk yang bertabiat suka tergesa-gesa dan terburu nafsu. Kemudian Allah memperingatkan kaum kafir agar mereka jangan meminta disegerakannya azab yang diancamkan kepada mereka, karena Allah pasti akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda dari azab-Nya itu.
Di sini dapat kita ketahui bahwa Allah melarang manusia untuk bersifat tergesa-gesa, meminta segera didatangkannya sesuatu yang belum tiba saatnya, dan pasti datangnya. Di samping itu Allah menerangkan bahwa walaupun sifat tergesa-gesa itu sudah dijadikan-Nya sebagai salah satu sifat pada manusia, namun manusia telah diberi kemampuan untuk menahan diri dan mengatasi sifat tersebut, dengan cara membiasakan diri bersikap tenang, sabar, dan mawas diri.
Sifat tergesa-gesa dan terburu nafsu selalu menimbulkan akibat yang tidak baik serta merugikan baik diri sendiri atau orang lain, yang akhirnya akan menimbulkan rasa penyesalan yang tidak berkesudahan. Sebaliknya, sikap tenang, sabar, berhati-hati dan mawas diri dapat menyampaikan seseorang kepada apa yang ditujunya, dan mencapai sukses yang gemilang dalam hidupnya. Itulah sebabnya Al-Qur'an selalu memuji orang-orang yang bersifat sabar, dan menjanjikan kepada mereka bahwa Allah senantiasa akan memberikan perlindungan, petunjuk dan pertolongan kepada mereka. Sedang orang-orang yang suka terburu-buru, lekas marah, mudah teperdaya oleh godaan iblis yang akan menjerumuskannya ke jurang kebinasaan, dan menyeleweng dari kebenaran akan mendapat kerugian.
Permintaan orang-orang kafir agar azab Allah segera didatangkan kepada mereka, dengan jelas menunjukkan ketidakpercayaan mereka terhadap adanya azab tersebut, serta keingkaran mereka bahwa Allah kuasa menimpakan azab kepada orang-orang yang zalim.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Sikap Tergesa-gesa Orang Kafir Itu Dicela
“Dan apabila orang-orang yang kafir itu melihat engkau, tidaklah mereka ambil akan dikau selain jadi ejekan."
(pangkal ayat 36).
Demikian Allah menggambarkan sikap kafir-kafir Quraisy itu kepada Nabi s.a.w. Kebencian mereka kepada Nabi yang telah amat mendalam, dendam dan kesumat yang terpendam di hati menyebabkan mereka tidak dapat menyembunyikan perasaan. Asal nampak saja Nabi, mereka pun mengejek. Begitulah perilaku Abu Jahat dan komplotannya yang lain. Kalau Nabi kelihatan mereka tanya bertanya sesama mereka: “Inikah dia yang menyebut-nyebut tuhan-tuhan kamu?" Yang mencela dan tidak mau mengaku kebesaran tuhan-tuhan kita? Sambil bertanya sesama mereka itu, mereka pun menunjukkan sikap benci, marah dan ejekan: “Padahal mereka dengan menyebut Tuhan Yang Maha Pemurah adalah kafir."
(ujung ayat 36).
Tegasnya Rasul mereka ejekan, Tuhan Yang Rahman Maha Pemurah yang seberianya Tuhan, mereka tidak mau percaya. Mereka masih mempertahankan dengan penuh hawanafsu berhala-berhala buatan tangan mereka sendiri yang mereka puja itu.
“Telah dijadikan manusia itu bersifat tergesa-gesa."
(pangkal ayat 37).
Apa saja yang mereka inginkan, maunya segera hendak tercapai. Sekarang juga. Maka orang-orang yang beriman kepada Muhammad s.a.w. selalu diberi peringatan bahwa orang-orang yang kafir menentang kebenaran itu pasti menerima azhabnya. Tetapi mereka ingin melihat azhab itu. Sekarang juga. Sebab itu Tuhan sekali lagi menjelaskan: “Akan Aku perlihatkan kepada kamu tandatandaKu."Yang bersaiah pasti Aku hukum, yang taat kepadaKu pasti Aku beta: Sebab itu janganlah kamu mints supaya dicepatkan."
(ujung ayat 37).
Tegasnya Tuhanlah yang menentukan waktunya, bukan kamu yang mempunyai perangai ingin Iekas, ingin cepat, ingin sekarang juga.
Ayat ini memberi peringatan kepada manusia supaya sadar akan ke-lemahannya itu, yaitu in n terburu-buru, sehingga kadang-kadang kudrat iradat Allah hendak diukurnya dengan sifat tergesa-gesanya itu. Sehingga dia lupa bahwa dia seorang hamba yang rmesti patuh dan sabar menunggu ketentuan Tuhan, bukan Tuhan yang mesti menurut apa yang dia inginkan, dan kalau keinginannya tidak terkabul dia pun berkecil hati.
Itulah sebabnya maka di ujung ayat diperingatkan kepada umat yang telah merasa terdesak supaya jangan mereka mengeluh meminta kepada Tuhan agar azhab kepada yang durhaka itu diaegerakan. Serahkanlah kepada Tuhan dan bersabarlah.
“Dan mereka berkata: “Bilakah janjian itu, jika memanglah kamu orang-orang yang benar?"
(ayat 38).
Ini pun perangai manusia yang lekas, ingin cepat. Kalau orang beriman ingin cepat Tuhan menurunkan azhab kepada orang yang durhaka, orang yang menentang seruan ajakan Rasul itu pun menantang: “Kalau benar ada janjian akan ada balasan Tuhan, bilakah janji itu akan terjadi? Mengapa belum juga? Mereka pun hendak cepat melihat bukti, sebab mereka tidak percaya. Sampai mereka berkata: “Jika memang kamu orang-orang yang benar!"
Maka datanglah peringatan Tuhan.
“Kalau kiranya tahulah orang-orang yang kafir itu."
(pangkal ayat 39).
Artinya kalau kiranya tahulah mereka betapa dahsyatnya hari itu, betapa besanya azhab itu, betapa ngerinya, tidaklah mereka akan berkata begitu. Mereka berkata seakan-akan menantang. Disangkanya kekuasaan Tuhan terbatas. Disangkanya dosa tidak akan ada batasan: “Akan tiba kelak waktunya mereka tidak akan dapat menghindarkan api neraka dari muka-muka mereka." Api neraka itu akan melambai muka mereka masing-masing. Tambah dikipaskan bertambah nyala dan bertambah panas, dan tidak ada sesuatu tempat untuk melarikan diri atau untuk menyembunyikan muka: “Dan tidak pula dort punggung-punggung mereka." Dengan menggambarkan bahwa muka tidak dapat dielakkan ‘dari lambaiari api neraka, lalu dikatakan pula la mbaian api pada punggung, dapatlah dirasakan betapa terdesaknya diri pada waktu itu. Apatah lagi setelah dijelaskan lagi oleh ujung ayat: “Sedang mereka tidak depot dltolong."
(ujung ayat 39).
Ujung ayat ini menimbulkan kesan pada kita betapa riuh-rendahnya orang yang kena azhab itu memohon pertolongan, memohon kalau ada orang yang betas kasihan, sudi melepaskan mereka dari penderitaan itu.
Siapa yang akan sanggup menolong pada waktu itu? Siapa makhluk yang akan dapat menolong, kalau yang menimpakan azhab itu Allah sendiri? Tadi mereka bertanya, "Bilakah janjian itu?" Maka Tuhan menegaskan:
“Bahkan dia akan datang kepada mereka dengan sekonyong-konyong, latu membingungkan mereka."
(pangkal ayat 40).
Azhab itu akan datang sekonyong-konyong, tiba-tiba, tidak disangka-sangka. Mereka jadi bingung, jadi panik. Sehingga mereka tidak dapat berbuat apa-apa. "Maka tidaklah mereka sanggup menolaknya." Karena tidaklah sanggup tenaga manusia yang lemah hendak menolak Kemaha Perkasaan Allah. "Langit hendak runtuh tidaklah dapat sanggup menolaknya." Karena tidaklah sanggup tenaga manusia yang lemah hendak menolak Kemaha Perkasaan Allah. "Langit hendak runtuh tidaklah dapat ditahan dengan telunjuk"."Dan tidaklah mereka akan dlberi kesempatan." (ujung ayat 40). Hingga musnahlah segenap pertahanan pada masa itu.
"Dan sesungguhnya telah diperolok-olokkan orang, Rasul-rasul yang sebelum engkau."
(pangkal ayat 41).
Rasulullah s.a.w. karena beliau setalu diper olok-olok oleh kaum kafir itu dan seruannya tidak disambut baik, bahwasanya bukan terhadap dia raja orang-orang yang durhaka itu bersikap mengolok-olok segala Nabi sejak dahulu sama nasibnya, menjadi olok-olokan Tetapi bagaimanakah akibatnya? “Maka menimpakah (balasan) ke alas orang-orang yang menghina di antara mereka itu," yaitu azhab dan siksa Tuhan karena kedurhakaan dan kerendahan budi itu."Dan sebab perolok-olokkan mereka itu."
(ujung ayat 41).
Maka jelaslah di dalam ayat ini bahwa penolak-penolak kebenaran, tukang ejek, tukang olok-olok dan tukang cemuh tidaklah ada yang berakhir dengan baik.
“Katakanlah: “Siapakah yang akan melindungi kamu di malam dan di siang hari, daripada (balasan) Tuhan Pemurah?"
(pangkal ayat 42).
Adakah selain Allah yang dapat melindungi pada kesiapan malam dan kesibukan siang? Siapa yang mengawalmu dan bahaya tengah engkau nyenyak tidur di malam hari? Siapa yang melindungi dari berbagai bahaya yang bila saja terjadi di mana-mana di siang hari? Bukankah segaia kemajuan.pengangkutan di dapat, di laut, di dasar laut dan di udara di zaman sekarang ini, namun keamanan-keamanannya selalu lebih banyak dart kecelakaan? Siapakah pengatur keamanan itu semua, kalau bukan Allah? Maka kalau Tuhan hendak menjatuhkan murkaNya adakah yang dapat menangkia?
“Namun mereka dari peringatan Tuhan masih berpaling jua."
(ujung ayat 42).
Di ayat disebut nama Tuhan “Ar-Rahman" yang Maha Pemurah. Maha Pengasih. Sebab malapetaka yang menimpa manusia hanya sedikit jika dibanding rahmat dan perlindungannya.
“Atau adakah bagi mereka tuhan-tuhan yang akan melindungi mereka, selain Kami?"
(pangkal ayat 43).
Pertanyaan ini adalah istifham inkari, yakni pertanyaan berarti sangkalan. Tegasnya tiada tuhan-tuhan yang lain yang akan menolong, selain Allah. Malah kalau rumah berhala terendam hari banjir maka tuhan-tuhan dewa itu akan hanyut kalau yang memujanya itu tidak menyelamatkannya: “Mereka tidaklah sanggup menolong diri mereka." Artinya tuhan-tuhan buatan tangan manusia itu tidak dapat menolong diri, bagaimana mereka akan menolong orang lain. "Dan tidak pula mereka dapat dilindungi dari azhab Kami."
(ujung ayat 43).
Artinya, baik orang yang diberhalakan itu atau yang memberhalakan tidaklah seorang juga yang dapat dilindungi dari azhab Tuhan.
No One has been granted Immortality in this World
Allah tells:
وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّن قَبْلِكَ
And We granted not to any human being immortality before you;
means, O Muhammad.
الْخُلْدَ
immortality,
means, in this world.
On the contrary,
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ
وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلْـلِ وَالاِكْرَامِ
Whatsoever is on it (the earth) will perish. And the Face of your Lord full of majesty and honor will remain forever. (55:26-27)
أَفَإِن مِّتَّ
then if you die,
means, O Muhammad,
فَهُمُ الْخَالِدُونَ
would they live forever!
means, they hope that they will live forever after you, but that will not happen; everything will pass away.
So Allah says:
كُلُّ نَفْسٍ ذَايِقَةُ الْمَوْتِ
Everyone is going to taste death,
...
وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً
and We shall test you with evil and with good by way of trial.
Meaning, We shall test you, sometimes with difficulties and sometimes with ease, to see who will give thanks and who will be ungrateful, who will have patience and who will despair.
Ali bin Abi Talhah reported from Ibn Abbas:
وَنَبْلُوكُم
(and We shall test you) means,
We will test you,
بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً
(with evil and with good by way of trial) means,
with difficulties and with times of prosperity, with health and sickness, with richness and poverty, with lawful and unlawful, obedience and sin, with guidance and misguidance.
...
وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
And to Us you will be returned.
means, and We will requite you according to your deeds
How the Idolators mocked the Prophet, Allah tells His Prophet
Allah says:
وَإِذَا رَاكَ الَّذِينَ كَفَرُوا
And when those who disbelieved see you,
meaning, the disbelievers of the Quraysh, such as Abu Jahl and his like.
إِن يَتَّخِذُونَكَ إِلاَّ هُزُوًا
they take you not except for mockery,
means, they make fun of you and insult you, saying,
أَهَذَا الَّذِي يَذْكُرُ الِهَتَكُمْ
Is this the one who talks about your gods!
meaning, is this the one who insults your gods and ridicules your intelligence!
Allah says:
وَهُم بِذِكْرِ الرَّحْمَنِ هُمْ كَافِرُونَ
While they disbelieve at the mention of the Most Gracious.
meaning, they disbelieve in Allah and yet they mock the Messenger of Allah.
As Allah says:
وَإِذَا رَأَوْكَ إِن يَتَّخِذُونَكَ إِلاَّ هُزُواً أَهَـذَا الَّذِى بَعَثَ اللَّهُ رَسُولاً
إِن كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنْ ءَالِهَتِنَا لَوْلَا أَن صَبْرَنَا عَلَيْهَا وَسَوْفَ يَعْلَمُونَ حِينَ يَرَوْنَ الْعَذَابَ مَنْ أَضَلُّ سَبِيلً
And when they see you, they treat you only in mockery (saying):Is this the one whom Allah has sent as a Messenger He would have nearly misled us from our gods, had it not been that we were patient and constant in their worship!
And they will know, when they see the torment, who it is that is most astray from the path! (25:41-42)
خُلِقَ الاِْنسَانُ مِنْ عَجَلٍ سَأُرِيكُمْ ايَاتِي فَلَ تَسْتَعْجِلُونِ
Man is created of haste. I will show you My Ayat. So ask Me not to hasten (them).
The following was revealed regarding their demand that chastisement be hastened: Man was created of haste, that is to say, because he is so hasty in his affairs, it is as if he had been created out of it. Assuredly I shall show you My signs, My promises of chastisement, so do not demand that I hasten, in [sending] it. And so He [God] made them suffer death at [the battle of] Badr.
Haste is undesirable
خُلِقَ الْإِنسَانُ مِنْ عَجَلٍ (Man is made of haste. - 21:37). عَجَل ('ajal) means haste or hurry. The word is used in situations when one desires things to happen before their time, and this trait is bad by its very nature. In another place also the word is used to denote human weakness. For instance وَكَانَ الْإِنسَانُ عَجُولًا i.e. Man is prone to haste - 17:11, meaning that he is very impatient. When Sayyidna Musa (علیہ السلام) went to the mount Tur in a hurry leaving his people behind, he was censured by Allah Ta` ala.
Prophets (علیہم السلام) and the devout people who try to excel each other in the performance of righteous deeds have been commended and their zeal to do good deeds does not constitute haste and hurry because they do not try to do these deeds before their time. In fact they do the deeds on time, but try to excel each other in quantity and quality.
Here خُلِقَ الْإِنسَانُ مِنْ عَجَلٍ (Man is made of haste - 21:37) means that haste and hurry is one of the many weaknesses which are inherent in human nature. When a man is identified by some intrinsic trait of his character, me Arabs used to say that he is 'made of that trait. For instance a short tempered man would be called a 'man made of anger'.
سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ (I shall show you my signs -.21:37) Here the word آیات (signs) refers to those miracles and events which bear evidence to the honesty of the Holy Prophet ﷺ and the truth of his message. (Qurtubi)
These miracles also occurred during the battle of Badr (غزوہ بدر) when the Muslims who were considered weak and worthy of contempt gained a great victory over their enemies.