Ar-Rum: 40

Ayat

Terjemahan Per Kata
ٱللَّهُ
Allah
ٱلَّذِي
yang
خَلَقَكُمۡ
menciptakan kalian
ثُمَّ
kemudian
رَزَقَكُمۡ
Dia memberi rezeki kamu
ثُمَّ
kemudian
يُمِيتُكُمۡ
Dia mematikan kalian
ثُمَّ
kemudian
يُحۡيِيكُمۡۖ
Dia menghidupkan kalian
هَلۡ
adakah
مِن
dari
شُرَكَآئِكُم
sekutu-sekutu kamu
مَّن
orang (sekutu)
يَفۡعَلُ
membuat
مِن
dari
ذَٰلِكُم
yang demikian itu
مِّن
dari
شَيۡءٖۚ
sesuatu
سُبۡحَٰنَهُۥ
Maha Suci Dia
وَتَعَٰلَىٰ
dan Maha Tinggi
عَمَّا
dari apa
يُشۡرِكُونَ
mereka persekutukan

Terjemahan

Allahlah yang menciptakanmu, kemudian menganugerahkanmu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara mereka yang kamu persekutukan (dengan Allah) yang dapat berbuat sesuatu yang demikian itu? Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.

Tafsir

000 Tafsir Surat Ar-Rum: 38-40 Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridaan Allah; dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya). Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Mahasucilah Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan. (Ar-Rum: 38-40) Allah subhaanahu wa ta’aalaa berfirman, memerintahkan (kepada kaum muslim) agar memberikan kepada kerabat terdekat mereka akan haknya, yakni berbuat baik dan menghubungkan silaturahmi, juga orang miskin. Yang dimaksud orang miskin ialah orang yang tidak mempunyai sesuatu pun untuk ia belanjakan buat dirinya; atau memiliki sesuatu, tetapi masih belum mencukupinya. Juga kepada ibnu sabil, yaitu seorang musafir yang memerlukan biaya dan keperluan hidupnya dalam perjalanan, karena biayanya kehabisan di tengah jalan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridaan Allah. (Ar-Rum: 38) Yang dimaksud dengan wajhullah ialah Zat Allah, yakni melihat Allah kelak di hari kiamat. Hal ini merupakan tujuan utama yang paling tinggi. dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Ar-Rum: 38) Yakni beruntung di dunia dan akhirat. 000 Dalam firman selanjurnya disebutkan: Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. (Ar-Rum: 39) Artinya, barangsiapa yang memberi orang lain dengan tujuan agar orang itu balas memberinya dengan lebih banyak daripada apa yang ia berikan kepadanya, maka perbuatan seperti ini tidak ada pahalanya di sisi Allah bagi orang yang bersangkutan. Demikianlah menurut tafsir yang dikemukakan oleh Ibnu Abbas, Mujahid, Adh-Dhahhak, Qatadah, Ikrimah, Muhammad ibnu Ka'b, dan Asy-Sya'bi. Perbuatan seperti itu hukumnya boleh, sekalipun tidak ada pahalanya, hanya saja larangan ini hanya ditujukan kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam secara khusus. Demikianlah menurut pendapat Adh-Dhahhak, ia mengatakan demikian dengan berdalilkan firman Allah subhaanahu wa ta’aalaa: dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. (Al-Muddassir: 6) Yakni janganlah kamu menghadiahkan suatu pemberian dengan tujuan untuk mendapatkan yang lebih banyak daripada itu. Ibnu Abbas mengatakan bahwa riba itu ada dua macam: 1. Riba yang tidak dibenarkan, yaitu riba jual beli. 2. Riba yang tidak berdosa, yaitu seseorang yang menghadiahkan sesuatu dengan tujuan mendapat balasan hadiah yang lebih banyak. Kemudian Ibnu Abbas membacakan firman Allah subhaanahu wa ta’aalaa: Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. (Ar-Rum: 39) Sesungguhnya pahala di sisi Allah itu hanyalah pahala zakat. Karena itu, disebutkan dalam firman selanjutnya: Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya). (Ar-Rum: 39) Merekalah orang-orang yang dilipatgandakan pahalanya oleh Allah, sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab sahih melalui sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam: Tidaklah seseorang menyedekahkan sesuatu yang semisal dengan sebiji kurma dari hasil yang halal, melainkan Tuhan Yang Maha Pemurah menerimanya dengan tangan kanan-Nya, lalu mengembangkannya buat pemiliknya sebagaimana seseorang di antara kalian memelihara anak kudanya atau anak untanya, hingga sebiji kurma itu menjadi lebih besar daripada Bukit Uhud. 000 Firman Allah subhaanahu wa ta’aalaa: Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki. (Ar-Rum: 40) Yakni Dialah yang menciptakan dan yang memberi rezeki. Dia mengeluarkan bayi dari perut ibunya dalam keadaan telanjang, tidak berilmu, tidak mempunyai pendengaran, penglihatan, tidak pula kekuatan. Kemudian Dia memberinya rezeki kesemuanya itu, juga pakaian, perhiasan, harta benda, properti, dan usaha. Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ahmad: telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Salam ibnu Syurahbil, dari Habbah dan ﷺa (keduanya anak Khalid). Mereka berdua mengatakan, "Kami masuk ke dalam rumah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam yang saat itu sedang membetulkan sesuatu, lalu kami membantunya. Maka beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: 'Janganlah kamu berputus asa dari mendapat rezeki selama kepalamu masih bisa bergoyang, karena sesungguhnya manusia itu dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan berkulit merah tidak berlapiskan sesuatu apa pun, kemudian Allah subhaanahu wa ta’aalaa memberinya rezeki'." Firman Allah subhaanahu wa ta’aalaa: kemudian mematikanmu. (Ar-Rum: 40) Yaitu sesudah kehidupan ini. kemudian menghidupkanmu (kembali). (Ar-Rum: 40) Yakni kelak di hari kiamat. Firman Allah subhaanahu wa ta’aalaa: Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu. (Ar-Rum: 40) Maksudnya, sembahan-sembahan yang kalian sembah selain Allah itu. yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? (Ar-Rum: 40) Yakni pasti tidak ada seorang pun dari mereka yang dapat berbuat sesuatu dari itu, bahkan Allah-lah yang menciptakan, yang memberi rezeki, yang menghidupkan, dan yang mematikan, kemudian Dia membangkitkan semua makhluk menjadi hidup kembali di hari kiamat kelak. Karena itulah disebutkan dalam firman selanjutnya: Mahasucilah Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan. (Ar-Rum: 40) Mahatinggi, Mahasuci, lagi Mahabesar Allah subhaanahu wa ta’aalaa dari mempunyai sekutu, tandingan atau yang setara dengan-Nya, atau beranak atau diperanakkan. Bahkan Dia adalah Yang Maha Esa lagi bergantung kepada-Nya segala sesuatu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta tiada seorang pun yang setara dengan Dia. 000 000

Ayat 38

Ar-Rum: 40

×
Open With...
Learn Quran Tafsir App
Open
Browser
×
Bantu Learn Quran Tafsir
untuk
Terus Hidup Memberi Manfaat