Gabung menjadi bagian dari 4 juta+ pembelajar Al-Qur'an dari 180+ negara
Ayat
Terjemahan Per Kata
هَٰذَا
ini
كِتَٰبُنَا
kitab/catatan kami
يَنطِقُ
ia menuturkan
عَلَيۡكُم
atas kalian
بِٱلۡحَقِّۚ
dengan benar
إِنَّا
sesungguhnya Kami
كُنَّا
adalah Kami
نَسۡتَنسِخُ
Kami menyuruh mencatat
مَا
apa yang
كُنتُمۡ
kalian adalah
تَعۡمَلُونَ
kamu kerjakan
هَٰذَا
ini
كِتَٰبُنَا
kitab/catatan kami
يَنطِقُ
ia menuturkan
عَلَيۡكُم
atas kalian
بِٱلۡحَقِّۚ
dengan benar
إِنَّا
sesungguhnya Kami
كُنَّا
adalah Kami
نَسۡتَنسِخُ
Kami menyuruh mencatat
مَا
apa yang
كُنتُمۡ
kalian adalah
تَعۡمَلُونَ
kamu kerjakan
Terjemahan
(Allah berfirman), "Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan kepadamu dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan."
Tafsir
(Inilah kitab catatan Kami) yakni kitab catatan malaikat pencatat amal perbuatan manusia (yang menuturkan terhadap kalian dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat) menulis dan mengarsipkan (apa yang telah kalian kerjakan.).
Tafsir Surat Al-Jathiyah: 27-29
Dan hanya kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi. Dan pada hari terjadinya kebangkitan, akan rugilah pada hari itu orang-orangyang mengerjakan kebatilan. Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan. (Allah berfirman), "Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan. Allah ﷻ menceritakan bahwa Dialah Yang memiliki bumi dan langit dan Yang menguasai keduanya di dunia dan akhirat. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya: Dan pada hari terjadinya kebangkitan. (Al-Jatsiyah: 27) Yakni hari kiamat.
akan rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebatilan. (Al-Jatsiyah: 27) Mereka adalah orang-orang yang kafir kepada Allah, dan ingkar kepada Al-Kitab yang diturunkan kepada rasul-rasuI-Nya, yang mengandung ayat-ayat yang menerangkan dan bukti-bukti yang jelas. Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa Sufyan As-Sauri datang ke Madinah, lalu ia mendengar Al-Mu'afiri berbicara yang mengundang tertawa banyak orang. Maka Sufyan As-Sauri berkata kepadanya, "Hai orang tua, tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah ﷻ mempunyai suatu hari yang di hari itu akan rugilah orang-orang yang mengerjakan kebatilan?" Akan tetapi, Al-Mu'afiri tetap mengerjakan hal itu hingga meninggal dunia.
Demikianlah menurut apa yang diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim. Kemudian Allah ﷻ befirman: Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. (Al-Jatsiyah: 26) Mereka terduduk di atas lututnya karena sangat takut dan ngeri. Menurut suatu pendapat, sesungguhnya hal ini terjadi manakala neraka Jahanam didatangkan, lalu Jahanam mengeluarkan suara gelegarnya yang hebat, maka tiada seorang pun melainkan terduduk berlutut, sehingga Nabi Ibrahim kekasih Allah ﷻ sendiri mengatakan, "Ya Allah, selamatkanlah diriku, selamatkanlah diriku, selamatkanlah diriku; aku tidak meminta kepada Engkau pada hari ini kecuali keselamatan diriku." Sehingga Isa putra Maryam a.s. sendiri mengatakan, "Aku tidak meminta kepada Engkau hari ini kecuali selamatkanlah diriku.
Dan aku tidak meminta kepada Engkau selamatkanlah Maryam yang telah melahirkan diriku." Mujahid dan Ka'bul Ahbar serta Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: tiap-tiap umat berlutut. (Al-Jatsiyah: 28) Yakni terduduk di atas lututnya. Ikrimah mengatakan bahwa yang dimaksud dengan jatsiyah ialah terpisah-pisah di tempatnya sendiri-sendiri, bukan berlutut. Tetapi pendapat pertamalah yang lebih diutamakan. Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnu Yazid Al-Muqri, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Uyaynah, dari Amr, dari Abdullah ibnu Babah, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Seakan-akan aku melihat kalian (dalam mimpiku) dalam keadaan terpisah di atas sebuah bukit jauh dari neraka Jahanam.
Ismail ibnu Abu Rafi' Al-Madani telah meriwayatkan dari Muhammad ibnu Ka'b, dari Abu Hurairah r.a. secara marfu' dalam hadis mengenai sangkakala, bahwa lalu manusia terpisah-pisah, dan-umat-umat berlutut. Hal inilah yang disebutkan oleh firman-Nya: Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat belutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. (Al-Jatsiyah: 28) Pendapat ini menghimpunkan di antara kedua pendapat yang telah disebutkan di atas, dan hal ini tidaklah bertentangan dengan pendapat yang sebelumnya; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui. Firman Allah ﷻ: Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. (Al-Jatsiyah: 28) Yang dimaksud dengan kitab ialah buku catatan amal perbuatan, semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya: dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi. (Az-Zumar: 69) Karena itulah maka disebutkan dalam surat ini pada firman berikutnya: Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan. (Al-Jatsiyah: 28) Yakni kalian akan mendapat balasan amal perbuatan kalian, yang baiknya dan yang buruknya.
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya: Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya. (Al-Qiyamah: 13-15) Karena itulah disebutkan dalam surat ini oleh firman-Nya: (Allah berfirman), "Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. (Al-Jatsiyah: 29) Yaitu mencatat semua amal perbuatan kalian tanpa ditambahi dan tanpa dikurangi. Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya: Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, "Aduhai, celaka kami.
Kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun. (Al-Kahfi: 49) Firman Allah ﷻ: Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan. (Al-Jatsiyah: 29) Yakni sesungguhnya kami telah memerintahkan kepada para malaikat pencatat amal perbuatan untuk mencatat semua amal perbuatan kalian. Ibnu Abbas dan lain-lainnya mengatakan bahwa para malaikat mencatat amal perbuatan hamba-hamba Allah, kemudian para malaikat itu membawa naik ke langit catatan-catatan tersebut.
Maka mereka bertemu dengan para malaikat lainnya yang berada di Diwanul A'mal, lalu mereka mencocokkan dengan apa yang telah di tampakkan bagi para malaikat Diwanul A'mal dari lauh Mahfuz di setiap malam Lailatul Qadar, yang mana hal tersebut termasuk di antara yang telah di tetapkan oleh Allah ﷻ di zaman azali terhadap hamba-hamba-Nya sebelum Dia menciptakan mereka. Maka tidak ada penambahan dan pengurangan padanya barang satu huruf pun. Kemudian Ibnu Abbas r.a. membaca firman-Nya: Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan. (Al-Jatsiyah: 29)".
Ketika kitab amal itu di serahkan kepada setiap umat, Allah berfirman, 'Inilah kitab catatan Kami yang menuturkan kepadamu segala sesuatu yang telah kamu kerjakan di dunia dahulu dengan sebenar-benar-nya tanpa di kurangi dan di tambah sedikit pun. Sesungguhnya Kami telah menyuruh para malaikat pencatat amal untuk mencatat apa yang dahulu telah kamu kerjakan. '30. Maka adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya serta mengerjakan kebajikan-kebajikan yang telah di perintahkan Allah dan rasul-Nya, maka Tuhan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya, yakni surga. Demikian itulah kemenangan yang nyata yang di peroleh oleh orang-orang beriman.
Allah menyatakan firman-Nya kepada seluruh umat manusia bahwa kitab-kitab yang memuat catatan amal perbuatan itu adalah kitab yang benar, tidak ada suatu pun kesalahan terdapat di dalamnya, dibuat atas dasar perintah Allah Yang Mahakuasa, yang menjadi dasar pertimbangan untuk menentukan keputusan bagi umat manusia.
Allah juga menyatakan bahwa pada saat orang itu hidup di dunia, telah dikerahkan para pencatat amal perbuatan, baik perbuatan yang baik maupun perbuatan yang buruk. Catatan itu tidak mungkin salah karena dibuat dengan ketelitian yang tinggi sebagai alat bukti yang tidak dapat diragukan kebenarannya.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
“Dan bagi Allah-lah semua kepunyaan langit dan bumi. Dan pada hari berdirinya Kiamat, pada hari itu, rugilah orang-orang yang mendustakan."
(ayat 27)
Dengan ayat ini Allah mengingatkan kembali bahwa sebagai penguasa kerajaan langit dan bumi yang didirikan di atas kebenaran dan keadilan. Dia pasti akan mengadakan hari pembalasan. Kalau Kiamat tidak diadakan-Nya, tiada artinya Dia memilih manusia di antara sekalian makhluk untuk menjadi kha-lifah-Nya di bumi. Percuma perhitungan buruk dan baik, salah dan benar dari akal manusia. Nyatalah pada hari itu akan rugi orang yang mendustakannya. Bukan rugi akan perbuatannya yang jahat selama di dunia akan menerima hukuman saja. Tetapi lebih rugi lagi karena perbuatannya yang baik pun tidak akan mendapat penghargaan.
“Dan akan engkau lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat akan dipanggil kepada kitabnya. Pada hari ini kamu akan dibalas menwiut apa yang pennah kamu kenjakan."
(ayat 28)
Semua orang berlutut dengan hormat, takut dan cemas, sebab akan berhadapan dengan mahkamah Ilahi. Dengan dada berdebar-debar mengingat zaman lampau di dalam menempuh perjuangan hidup melalui baik dan buruk. Segala kesalahan besar ataupun kecil, terkenanglah semua. Di sebelah kanan terberitanglah jalan ke surga dan di sebelah kiri jalan ke neraka. Dada berdebar sambil berlutut, memikirkan ke jurusan manakah aku akan dibawa kelak. Masing-masing pun dipanggil untuk dipertemukan dengan kitab catatan tentang dirinya. Semua catatan itu sangat lengkap, berita sejak lahir ke dunia sampai menutup mata, lebih lengkap daripada yang diingat sendiri. Lalu dikatakan bahwa engkau akan diberi balasan menurut apa yang telah engkau kerjakan tatkala engkau hidup di dunia dahulu itu. Dan dikatakan lagi,
“Inilah kitab Kami yang menuturkan kepada kamu dengan beriman. Sesungguhnya Kami adalah mencatat apa-apa yang pernah kamu kerjakan."
(ayat 29)
Lengkap catatan itu pada Allah, sedang catatan yang ada pada kita sendiri hanya ingatan saja. Sebab sementara kita hidup ini, pencatat yang ditugaskan Allah senantiasa ada dekat kita, menurutkan kita ke mana pun kita pergi. Walaupun kita sedang menyendiri, janganlah disangka bahwa kita sendiri. Di sekeliling kita, ramai dengan orang yang tidak kelihatan oleh mata ini. Dia selalu mencatat apa yang kita bicarakan bahwa gerak-gerik kita, bahkan yang masih terakhir dalam hati belum menjadi kenyataan.
Itulah sebabnya maka kita disuruh selalu membersihkan batin, mengatasi pengaruh hawa nafsu. Karena, apabila jiwa sudah mulai bersih, dari sedikit ke sedikit akan terasa adanya malaikat-malaikat itu di sekeliling kita.
Setelah penulis Tafsir al-Azhar ini mula-mula mengenal dan memakai pita rekaman (tape recorder) beberapa tahun yang lalu, kesan yang pertama timbul ialah keyakinan akan adanya pita rekaman gaib yang terpasang di sekeliling kita setiap hari, yaitu pita rekaman yang tidak dapat dipalsukan karena malaikat-malaikat yang menjaga itu tidak berkepentingan kepada memalsukannya. Bagaimana teknik buatannya, tidaklah kita mengetahuinya, namun yang pasti adalah segala teknik yang didapat oleh manusia sampai ke zaman kita ini dan seterusnya, hanyalah semata-mata ilham yang diberikan Allah. Adapun yang belum diberikan-Nya dan tidak akan diberikan-Nya, tidaklah kita ketahui berapa banyaknya. Maka catatan-catatan itulah nanti yang akan disesuaikan satu demi satu dengan pengalaman dan pengakuan kita sendiri, yang tidak ada upaya buat memungkirinya, sebab kita berhadapan dengan kebenaran,
“Maka adapun orang-orang yang beriiman dan beriamatyang baik-baik maka akan dimasukkan mereka oleh Tuhan mereka ke dalam rahmat-Nya. Demikian itulah kejayaan yang nyata."
(ayat 30)
Surgalah tempat rahmat itu.
“Dan adapun orang-orang yang tidak mau percaya."
(pangkal ayat 31)
Maka datanglah firman Allah kepada mereka di waktu itu,
“Bukankah firman-firman-Ku telah dibacakan kepada kamu, namun kamu menyombong karena kamu adalah kaum yang durhaka."
(ujung ayat 31)
“Dan apabila dikatakan, ‘Sesungguhnya janji Allah itu adalah berian dan Kiamat tidak ragu lagi padanya.' Kamu katakan, ‘Kami tidak tahu apa itu Kiamat. Tidaklah kami pencaya kepadanya melainkan dengan sangka-sangka dan tidaklah kami yakin."
(ayat 32)
Diterkalah sekarang, semasa masih hidup ini apa yang terasa dalam hati setiap orang yang tidak mau percaya. Mereka ada yang berani mengatakan aku tidak kenal apa itu Kiamat, tetapi buat mengatakan pasti Kiamat itu tidak akan ada, mereka ragu pula. Yang bermain hanyalah sangka-sangka dan agak. Mereka me-ngaku tidak yakin.
Bukan soal Kiamat saja manusia banyak begitu. Bahkan dalam soal yang pokok sekali, yaitu dalam kepercayaan tentang adanya Allah pun banyak yang demikian sebagaimana di atas telah kita terangkan. Yaitu ragu-ragu. Akan menolak sama sekali, mereka pun tidak kuat. Kalau mereka memastikan Allah tidak ada, atau Kiamat tidak akan ada, sebenarnya hanyalah keputusan yang tidak dapat menghabiskan begitu saja keragu-raguan yang ada dalam hati. Mereka hendak mengelak dan iman tentang ada, lalu mereka lari kepada iman tentang tidak ada. Dengan demikian mereka bertambah ditimpa oleh kekusutan batin. Maka setelah Kiamat itu datang,
“Dan niscaya akan nyatalah bagi mereka kejahatan dari apa-apa yang mereka kenjakan dan akan mengepung merekatah apa-apa yang pennah mereka penolok-olokkan itu."
(ayat 33)
Maka bila Kiamat itu telah datang, orang-orang tidak mau memercayainya itu berha-dapanlah dengan kenyataan. Kejahatan-kejahatan yang dikerjakan tatkala hidup di dunia, yang merugikan diri sendiri dan merugikan orang lain, yang ditangka sudah habis begitu saja, tidak ada orang yang menuntut, tiba-tiba ternyata Allah sendiri yang menuntutnya. Doa dan ratap tangis orang yang teraniaya terobatilah pada masa itu. Segala kepalsuan terbuka, penganiayaan diadili dan segaia yang dahulu diperolok-olokkan itu semuanya telah menjadi kenyataan; mengepung dari kiri kanan, muka belakang.
“Dan akan dikatakan."(Oleh Tuhan pada masa itu):"Pada hari ini Kami lengahkan kamu." (Tidak Kami acuhkan)"Sebagaimana kamu" (di kata hidup)"telah melengahkan hari pentemuan kamu ini."
(pangkal ayat 34)
Tidak kamu pedulikan dan tidak kamu acuhkan. Sebab kamu menyangka bahwa hidup sudah selesai hingga itu saja.
“Dan tempat kembali kamu ialah neraka dan tidak ada untuk kamu orang-orang yang akan menolong."
(ujung ayat 34) Siapa pun orang yang akan menolong membela kesalahan? Padahal manusia pembela perkara, hanya dapat membela manusia yang dituduh melakukan satu kejahatan melanggar undang-undang pidana buatan manusia, tetapi pembela perkara yang berani menolong orang yang bersalah melanggar undang-undang Allah, di hadapan Allah?
“Yang demikian itu ialah karena kamu ambil ayat-ayat Allah menjadi tentawaan."
(pangkal ayat 35)
Karena olok-olokkan, kamu permain-mainkan, kamu pandang remeh saja."Dan ditipu kamu oleh hidup dunia." Sedang hidup akhirat kamu mungkiri sama sekali. Padahal sehingga manalah batas kepuasanmu dengan hidup dunia yang rendah itu. Yang laksana meminum air laut, bertambah diminum, bertambah haus.
“Maka pada hari ini tidaklah akan dikeluarkan kamu daripadanya dan tidak akan diminta kembali supaya taat."
(ujung ayat 35)
Menyesal pada waktu itu tidak ada perlu lagi. Kalau hendak menyesal di kala hidup inilah tempatnya. Hendak bertobat di dalam neraka lalu hendak beriman dan taat tidak lagi akan diterima. Tempat bertobat dan taat ialah di dunia; adapun di akhirat ialah tempat menerima balasan.
Segala yang akan berlaku itu ialah kebenaran dan keadilan. Kesempurnaan peraturan Allah, yaitu yang taat mendapat rahmat dan bahagia, dan yang durhaka mendapat siksa sengsara, adalah benar dan adil. Hukum yang tidak adil adalah mustahil atas Allah. Sebab itu maka manusia yang berakal dan berbudi akan tetaplah memuji Allah, atas kebenaran dan keadilan-Nya sebagai tersebut pada dua ayat penutup surah ini.
“Maka kepunyaan Allah-lah sekalian puji-pujian. Tuhan dari semua langit dan Tuhan dari bumi. Tuhan sanwa sekalian atom."
(ayat 36)
Pada semua langit itu berlaku peraturan-Nya, pada bumi pun demikian. Dan berlaku pula peraturan-Nya pada semua makhluk isi alam, terutama manusia. Daripada tidak ada, diadakan-Nya, dihidupkan-Nya dan diberi— Nya akal lalu dimatikan-Nya dan diminta-Nya pertanggungjawaban hidupnya.
“Dan bagi-Nyalah segenap kebesaran, di semua langit dan bumi. Dan Dia adalah Mahagagah, Mahabijaksana."
(ayat 37)
Maka di hadapan kebesaran-Nya itulah kelak di hari Kiamat, umat manusia akan berlutut (Jaatsiyah), menunggu pemeriksaan surat-suratnya. Dan di dunia ini pun kita telah mulai berlutut menyerahkan diri, bertobat karena tidak ada tempat berlindung daripada kejaran murka-Nya, melainkan kepada-Nya jua kita berserah diri.
Karena al-Jatsiyah, yang tersebut di ayat 28 amat mengesankan untuk orang yang beriman, dan dijadikanlah dia nama dari surah ini menurut sunnah yang digariskan Rasulullah ﷺ dengan petunjuk Jibril, karena demikian kehendak Allah adanya.
Selesai tafsir surah al-Jaatsiyah.
Some of the Conditions of the Day of Resurrection and its Horrors
Allah says,
وَلَلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالاَْرضِ
And to Allah belongs the kingdom of the heavens and the earth.
Allah mentions that He is the King and Owner of the heavens and earth, and the Only Ruler over them in this life and the Hereafter.
Allah's statement,
وَيَومَ تَقُومُ السَّاعَةُ
And on the Day that the Hour will be established,
on the Day of Resurrection,
يَوْمَيِذٍ يَخْسَرُ الْمُبْطِلُونَ
on that day the followers of falsehood shall lose.
those who disbelieve in Allah and reject the clear proofs and unequivocal evidences that He has sent down to His Messengers.
Allah said
وَتَرَى كُلَّ أُمَّةٍ جَاثِيَةً
And you will see each nation humbled to their knees (Jathiyah),
kneeling, fearful of the tremendous calamity and events.
It was said that this will occur when Hellfire will be brought forth, for she will exhale once, and everyone will fall to their knees, including Ibrahim, the Khalil. He will proclaim, Myself, myself, myself! Today, I will not ask You (O Allah) but about myself.
And even `Isa, will proclaim, Today, I will only argue before You on my own behalf, I will not ask You about Maryam, who gave birth to me.
Allah said next,
كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعَى إِلَى كِتَابِهَا
each nation will be called to its Record.
meaning, Record of deeds.
Allah said in a similar Ayah,
وَوُضِعَ الْكِتَـبُ وَجِـىءَ بِالنَّبِيِّيْنَ وَالشُّهَدَاءِ
And the Book will be presented; and the Prophets and the witnesses will be brought forward, (39:69)
This is why Allah said here,
الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
This Day you shall be recompensed for what you used to do.
`you will be judged according to your deeds, good and evil.'
Allah said in similar Ayat;
يُنَبَّأُ الاِنسَـنُ يَوْمَيِذِ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ
بَلِ الاِنسَـنُ عَلَى نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ
وَلَوْ أَلْقَى مَعَاذِيرَهُ
On that Day man will be informed of what he sent forward, and what he left behind. Nay! Man will be a witness against himself, though he may put forth his excuses. (75:13-15)
Allah said
هَذَا كِتَابُنَا يَنطِقُ عَلَيْكُم بِالْحَقِّ
This, Our Record speaks about you with truth.
It contains the record of all your actions, without addition or deletion.
Allah also said:
وَوُضِعَ الْكِتَـبُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يوَيْلَتَنَا مَا لِهَـذَا الْكِتَـبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلاَّ أَحْصَاهَا وَوَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرًا وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
And the Book will be presented, and you will see the criminals, fearful of that which is therein. They will say:
Woe to us! What sort of Book is this that leaves neither a small thing nor a big thing, but has recorded it with numbers!
And they will find all that they did, placed before them, and your Lord treats no one with injustice. (18:49)
Allah's statement,
إِنَّا كُنَّا نَسْتَنسِخُ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Verily, We were recording what you used to do.
means, `We ordered Our scribe angels to record your deeds.'
Ibn Abbas and others commented,
The angels record the deeds of the servants and then ascend to heaven with them. There, they meet the angels entrusted with the Records of deeds sent down from Al-Lawh Al-Mahfuz on each Night of Al-Qadr, containing what Allah has written will occur from the servants, long before He created them. They will compare their records and find out that not a single letter was added or deleted.
He then recited this Ayah,
إِنَّا كُنَّا نَسْتَنسِخُ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
(Verily, We were recording what you used to do.
Allah states to us His judgement in His creation on the Day of Resurrection,
Allah says,
فَأَمَّا الَّذِينَ امَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
Then, as for those who believed and did good deeds,
Those whose hearts believed and their limbs performed good deeds, in sincerity to Allah and conforming with Islamic legislation;
فَيُدْخِلُهُمْ رَبُّهُمْ فِي رَحْمَتِهِ
their Lord will admit them to His mercy.
and that is Paradise.
In the Sahih, Allah said to Paradise;
أَنْتِ رَحْمَتِي أَرْحَمُ بِكِ مَنْ أَشَاء
You are My mercy, with which I grant mercy to whom I will,
Allah said;
ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْمُبِينُ
That will be the evident success.
clear and apparent.
Allah said
وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا أَفَلَمْ تَكُنْ ايَاتِي تُتْلَى عَلَيْكُمْ فَاسْتَكْبَرْتُمْ
But as for those who disbelieved (it will be said to them):
Were not Our Ayat recited to you? But you were proud...
They will be admonished and criticized with this statement, that means, `have not the Ayat of Ar-Rahman been recited to you? But you did not follow them out of pride and turned away upon hearing them,'
وَكُنتُمْ قَوْمًا مُّجْرِمِينَ
and you were a people who were criminals.
`by your actions, as well as, the denial that your hearts contained.
وَإِذَا قِيلَ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ لَاإ رَيْبَ فِيهَا
And when it was said:
Verily, Allah's promise is the truth, and there is no doubt about the coming of the Hour,
`when the believers said these words to you;'
قُلْتُم مَّا نَدْرِي مَا السَّاعَةُ
you said:We know not what is the Hour...
`we do not recognize what you are talking about,'
إِن نَّظُنُّ إِلاَّ ظَنًّا
we do not think it but conjecture,
`we only remotely think that it might come,'
وَمَا نَحْنُ بِمُسْتَيْقِنِينَ
and we have no firm convincing belief (therein).
`we are not sure of it.'
Allah said
وَبَدَا لَهُمْ سَيِّيَاتُ مَا عَمِلُوا
And the evil of what they did will appear to them,
the repercussion of their evil deeds will become apparent to them,
وَحَاقَ بِهِم
and will completely encircle them. (from all directions),
مَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِوُون
that which they used to mock at,
i.e. of the coming torment and punishment
وَقِيلَ الْيَوْمَ نَنسَاكُمْ
And it will be said:This Day We will forget you...
`We will treat you as if We have forgotten you, casting you in the fire of Jahannam,'
كَمَا نَسِيتُمْ لِقَاء يَوْمِكُمْ هَذَا
as you forgot the meeting of this Day of yours.
`and did not work for it because you did not believe in its coming,'
وَمَأْوَاكُمْ النَّارُ
وَمَا لَكُم مِّن نَّاصِرِينَ
And your abode is the Fire, and there is none to help you.
In the Sahih, it is reported that Allah the Exalted will ask some of His servants on the Day of Resurrection,
أَلَمْ أُزَوِّجْكَ أَلَمْ أُكْرِمْكَ أَلَمْ أُسَخِّرْ لَكَ الْخَيْلَ وَالاِْبِلَ وَأَذَرْكَ تَرْأَسُ وَتَرْبَعُ
فَيَقُولُ بَلَى يَارَبِّ
فَيَقُولُ أَفَظَنَنْتَ أَنَّكَ مُلَقِيَّ
فَيَقُولُ لَا
فَيَقُولُ اللهُ تَعَالَى فَالْيَوْمَ أَنْسَاكَ كَمَا نَسِيتَنِي
Have I not given you a spouse, honored you and subjected the camels and horses to you?
Have I not allowed you to be a chief and a master?
The servant will say in answer, Yes, O Lord!
Allah will say, Did you think that you would ever meet Me?
He will say, No.
Allah the Exalted will say, then this Day, I will forget you as you forgot Me.
Allah the Exalted said
ذَلِكُم بِأَنَّكُمُ اتَّخَذْتُمْ ايَاتِ اللَّهِ هُزُوًا
This, because you took the revelations of Allah in mockery.
`We gave you this punishment as retribution because you mocked Allah's proofs that He sent to you, and made them the subject of jokes and jest,'
وَغَرَّتْكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا
and the life of the world deceived you.
`this life fooled you and you were seduced by to it, thus becoming among the ultimate losers,'
فَالْيَوْمَ لَاا يُخْرَجُونَ مِنْهَا
So this Day, they shall not be taken out from there, (i.e. from Hellfire),
وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ
nor shall they be returned to the worldly life.
no apologies shall be sought from them, but they will be punished without limit or delay, just as a group of the believers will enter Paradise without limit or delay.
After Allah mentioned His judgement for the believers and the disbelievers, He said
فَلِلَّهِ الْحَمْدُ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَرَبِّ الاَْرْضِ
So all praise is due to Allah, the Lord of the heavens and the Lord of the earth,
He is their Owner and the Owner of all that is in and on them, and surely,
رَبِّ الْعَالَمِينَ
and the Lord of all that exists.
Allah said next,
وَلَهُ الْكِبْرِيَاء فِي السَّمَاوَاتِ وَالاَْرْضِ
And His is the majesty in the heavens and the earth,
meaning, the kingship, according to Mujahid.
This Ayah means, Allah is the Almighty, Worthy of all praise; everything and everyone is subservient and in complete need of and dependent upon Him.
In an authentic Hadith, the Prophet said,
يَقُولُ اللهُ تَعَالَى الْعَظَمَةُ إِزَارِي وَالْكِبْرِيَاءُ رِدَايِي فَمَنْ نَازَعَنِي وَاحِدًا مِنْهُمَا أَسْكَنْتُهُ نَارِي
Allah the Exalted said,
Glory is My robe and pride is My garment; whoever rivals Me for either of them, I will make him reside in My Fire!
Muslim collected a similar Hadith.
Allah said,
وَهُوَ الْعَزِيزُ
and He is the Al-`Aziz, (Who is never resisted or rivaled),
الْحَكِيمُ
Al-Hakim
(all wise in His statements, actions, legislation and the decree that He appoints);
all glory and praise are due to Him, none has the right to be worshipped but He, Alone.
This is the end of the Tafsir of Surah Al-Jathiyah. All praise and thanks are due to Allah alone.
This is Our book, the register of [deeds recorded by] the guardian angels, which pronounces against you with truth. Indeed We used to write down, record and preserve, what you used to do'.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.








