Gabung menjadi bagian dari 4 juta+ pembelajar Al-Qur'an dari 180+ negara
Ayat
Terjemahan Per Kata
مَا
mengapa
لَكُمۡ
bagi kalian
كَيۡفَ
bagaimana
تَحۡكُمُونَ
kamu menghukumi/menetapkan
مَا
mengapa
لَكُمۡ
bagi kalian
كَيۡفَ
bagaimana
تَحۡكُمُونَ
kamu menghukumi/menetapkan
Terjemahan
Mengapa kamu ini? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan?
Tafsir
(Apakah yang terjadi pada kalian? Bagaimanakah caranya kalian menetapkan?) kesimpulan yang rusak ini.
Tafsir Surat As-Saffat: 149-160
Tanyakanlah (ya Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah), "Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki, atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan (nya)? Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan, Allah beranak.Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta. Apakah Tuhan memilih (mengutamakan) anak-anak perempuan daripada anak laki-laki? Apakah yang terjadi padamu? Bagaimanakah (caranya) kamu menetapkan? Maka apakah kamu tidak memikirkan? Atau apakah kamu mempunyaL bukti yang nyata? Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar.
Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara Jin. Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka), Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan. Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). Allah ﷻ berfirman, mengingkari sikap orang-orang musyrik karena mereka telah menjadikan bagi Allah anak-anak perempuan; Mahasuci Allah dari apa yang mereka tuduhkan. Sedangkan bagi mereka apa yang disukai oleh mereka, yakni anak laki-laki. Dengan kata lain, menginginkan yang terbaik untuk diri mereka. Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. (An-Nahl: 58) Yakni dia tidak senang dengan kelahiran anak perempuan itu, dan yang dipilih buat dirinya hanyalah anak laki-laki.
Allah ﷻ berfirman, bahwa mengapa mereka menisbatkan kepada Allah ﷻ bagian yang tidak mereka ingini buat diri mereka sendiri. Karena itulah disebutkan oleh firman Allah ﷻ: Tanyakanlah kepada mereka. (Ash-Shaffat: 149) Perintah ini mengandung nada ingkar terhadap perbuatan mereka. Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki. (Ash-Shaffat: 149) Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: Apakah patut untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil. (An-Najm: 21-22) Adapun firman Allah ﷻ: atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan (nya)? (Ash-Shaffat: 150) Yakni mengapa mereka memutuskan bahwa malaikat-malaikat itu perempuan, padahal mereka tidak menyaksikan penciptaannya. Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh ayat lain melalui firman-Nya: Dan mereka menganggap malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan.
Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban. (Az-Zukhruf 19) Yaitu mereka akan ditanyai mengenai hal tersebut kelak di hari kiamat. Firman Allah ﷻ: Ketahuilah bahwa sesunggunhya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan, "Allah beranak. (Ash-Shaffat: 151-152) Allah mempunyai anak, kata mereka. Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta. (Ash-Shaffat: 152) Allah ﷻ menyebutkan tiga pendapat mereka terhadap para malaikat yang merupakan sikap mereka yang sangat kafir lagi bohong. Pertama, mereka menganggap para malaikat adalah anak-anak Allah, Mahasuci Allah dari apa yang dikatakan mereka.
Kedua, mereka menganggap para malaikat adalah jenis perempuan: Ketiga, mereka menyembah para malaikat itu selain Allah ﷻ Mahasuci Allah dari segala perbuatan mereka; masing- masing dari ketiga perlakuan tersebut cukup untuk menjerumuskan pelakunya ke dalam neraka menjadi penghuni abadinya. Selanjutnya Allah berfirman, mengingkarinya perbuatan mereka: Apakah Tuhan memilih (mengutamakan) anak-anak perempuan daripada anak laki-laki (Ash-Shaffat: 153) Yakni apakah yang mendorong Dia untuk memilih anak-anak perempuan, bukan anak laki-laki. Seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya: Maka apakah patut Tuhan memilihkan bagimu anak-anak laki-laki, sedangkan Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan di antara para malaikat? Sesungguhnya kamu benar-benar mengucapkan kata-kata yang besar (dosanya). (Al-Isra: 40) Karena itulah disebutkan dalam surat ini oleh firman-Nya: Apakah yang terjadi padamu? Bagaimanakah (caranya) kamu menetapkan? (Ash-Shaffat: 154) Maksudnya, kalian ini memang tidak mempunyai akal yang dapat dijadikan sebagai kontrol berfikir sebelum kalian berucap.
Maka apakah kamu tidak memikirkan? Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata? (Ash-Shaffat: 155-156) Yakni alasan yang menguatkan apa yang kamu katakan itu. Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar. (Ash-Shaffat: 157) Yaitu kemukakanlah bukti yang menguatkan hal tersebut dengan bersandar pada suatu kitab yang diturunkan dari langit, dari Allah ﷻ yang menyebutkan bahwa Dia mengambil seperti apa yang kamu katakan itu. Sesungguhnya apa yang kamu katakan itu tidak dapat diterima oleh akal yang sehat, bahkan secara mutlak rasio menolaknya sama sekali.
Firman Allah ﷻ: Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara jin. (Ash-Shaffat: 158) Mujahid mengatakan bahwa orang-orang musyrik menganggap malaikat-malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah ﷻ Maka Abu Bakar r.a. bertanya kepada mereka, "Lalu siapakah ibunya?" Mereka (orang-orang musyrik) menjawab, "Anak-anak perempuan jin yang terkemuka." Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Qatadah dan Ibnu Zaid. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya: Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka). (Ash-Shaffat: 158) Yakni orang-orang yang menisbatkan hal tersebut kepada jin, kelak mereka benar-benar akan diseret ke dalam azab di hari penghisaban karena kebohongan mereka dalam hal tersebut yang telah dibuat-buat oleh mereka sendiri dan ucapan mereka yang batil tanpa pengetahuan.
Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara jin. (Ash-Shaffat: 158) Musuh-musuh Allah menduga bahwa Dia dan iblis adalah dua bersaudara, Mahasuci lagi Mahatinggi Allah dari hal tersebut dengan ketinggian yang setinggi-tingginya. Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. Firman Allah ﷻ: Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan. (Ash-Shaffat: 159) Yaitu Mahasuci lagi Mahatinggi Allah dari mempunyai anak dan dari apa yang digambarkan oleh orang-orang zalim lagi pengingkar itu dengan ketinggian yang setinggi-tingginya.
Firman Allah ﷻ: Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). (Ash-Shaffat: 160) Istisna atau pengecualian di sini bersifat munqati, dan ia berasal dari kalam yang musbat, terkecuali damir yang terdapat di dalam firman-Nya: Dari apa yang mereka sifatkan (Ash-Shaffat: 159) kembali kepada semua manusia. Kemudian Allah mengecualikan dari mereka hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari dosa-dosanya; mereka adalah orang-orang yang mengikuti kebenaran yang diturunkan kepada semua nabi yang diangkat menjadi rasul.
Ibnu Jarir menganggap istis'na ini dari firman Allah ﷻ: bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka). (Ash-Shaffat: 158) Selanjutnya dikecualikanlah dari mereka: Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). (Ash-Shaffat: 160) Akan tetapi, pendapat yang dikatakan oleh Ibnu Jarir ini masih diragukan kebenarannya; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.".
154-157. Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka, 'Me-ngapa kamu beranggapan buruk seperti ini kepada Allah' Bagaimana kamu bisa menetapkan bahwa Allah memilih anak perempuan, padahal kamu sendiri tidak menyukainya' Maka, mengapa kamu tidak memikirkan bagaimana jika Allah memiliki anak' Dia Mahakuasa dan Maha Esa dalam menciptakan dan mengaturnya alam semesta. Ataukah kamu mem'punyai bukti yang jelas atas kebenaran prasangka burukmu itu' Jika demikian adanya maka bawalah kitabmu ke hadapan kami dan tunjukkanlah bukti yang membenarkan pernyataanmu jika kamu memang orang yang benar. 154-157. Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka, 'Me-ngapa kamu beranggapan buruk seperti ini kepada Allah' Bagaimana kamu bisa menetapkan bahwa Allah memilih anak perempuan, padahal kamu sendiri tidak menyukainya' Maka, mengapa kamu tidak memikirkan bagaimana jika Allah memiliki anak' Dia Mahakuasa dan Maha Esa dalam menciptakan dan mengaturnya alam semesta. Ataukah kamu mem'punyai bukti yang jelas atas kebenaran prasangka burukmu itu' Jika demikian adanya maka bawalah kitabmu ke hadapan kami dan tunjukkanlah bukti yang membenarkan pernyataanmu jika kamu memang orang yang benar.
Kecaman dilanjutkan lagi dengan pertanyaan, "Bagaimana kalian ini? Bagaimana kalian berpendapat demikian?" Mereka dikecam karena tidak punya pikiran yang sehat, karena bagaimana mungkin Allah yang menciptakan segala sesuatu di alam ini butuh seorang anak dan anak itu perempuan. Mereka dikecam pula karena, seandainya mereka punya pikiran, mereka keliru dalam berpikir sehingga pikiran itu tidak logis dan tidak dapat diterima akal.
Selanjutnya mereka dikecam bahwa sebenarnya mereka tidak menggunakan pikirannya untuk menganalisa ayat-ayat Allah yang disampaikan, dan tidak mereka ambil menjadi pelajaran padahal hal itu berguna. Kaum kafir Mekah itu sudah mengetahui tentang umat-umat terdahulu, tetapi tidak mengambil hikmah dan pelajaran dari pengalaman umat-umat terdahulu sehingga mereka beriman.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
“Dan untuk, mereka anak-anak laki-laki."
(ujung ayat 149)
Mereka tidak senang kalau dapat anak perempuan. Mereka merasa malu dan marah kalau dapat anak perempuan. Bahkan ada yang menguburkan anak perempuannya hidup-hidup dari sangat bencinya kepada anak perempuan. Sekarang bagaimana perasaan mereka terhadap Allah, kalau mereka katakan bahwa malaikat-malaikat itu semua anak Allah dan semuanya perempuan. Bukankah dengan demikian mereka telah menghinakan Allah?
Apakah Allah itu mereka anggap hina, karena anak-Nya perempuan semua? Dan me-reka lebih mulia dari Allah, mana di antara mereka yang dapat anak laki-laki? Atau mereka sendiri mana yang laki-laki lebih mulia dari malaikat?
Orang-orang musyrikin itu mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu adalah anak perempuan Allah. Bahkan ada pula di antara mereka yang lancang mengatakan, bahwa berhala-berhala yang mereka sembah itu bangsanya atau jenisnya ialah perempuan. Sebab itu nama-namanya nama perempuan semua, tidak ada yang nama laki-laki. Misalnya al-Laata, al-Uzza, al-Manaata; semuanya nama perempuan.
Sekarang Nabi disuruh,
‘Tanyakanlah kepada mereka, “Apakah untuk tuhan engkau anak-anak perempuan."
(pangkal ayat 149)
Dikatakan malaikat-malaikat itu anak Allah, dan malaikat itu semuanya perempuan, jadi anak Allah perempuan semua.
“Ataukah Kami telah menciptakan malaikat benupa perempuan, dan mereka menyaksikan?"
(ayat 150)
Ini pun salah satu dongeng atau cerita bohong, cerita karangan dan khayal, yaitu tentang mengatakan bahwa malaikat itu sendiri adalah jenis perempuan. Dari mana mereka dapat berita itu? Dari mana sumber berita? Atau mereka turut menyaksikan ketika ada malaikat lahir ke dunia? Atau ada di antara mereka yang pernah melihat malaikat, sehingga jelas bagi mereka bahwa memang malaikat itu perempuan jenis kelaminnya?
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dari sebab kebohongan mereka itu, benar-benar mengatakan: “
(ayat 151)
“Allah beranak “
(pangkal ayat 152)
Kemudian pada lanjutan ayat ditegaskan,
“Dan sesungguhnya mereka adalah pembohong belaka."
(ujung ayat 152)
Mengatakan pembohong jika orang mengatakan Allah beranak?
Ialah karena yang demikian itu bukan timbul dari ilmunya, bukan timbul dari akal-nya, melainkan dikarang-karangkannya saja. Dari mana mereka dapat kalau sekiranya mengatakan Allah beranak itu semacam ilmu? Terutama kepercayaan yang demikian itu, dalam hal ini di kalangan musyrikin Quraisy atau Arab di zaman itu. Ayat yang selanjutnya menjelaskan lagi kebohongan pendirian itu.
“Apakah Dia mengutamakan anak-anak penempaan dari anak-anak laki-laki?"
(ayat 153)
Mereka pun percaya bahwa Allah mempunyai makhluk tertinggi bernama malaikat. Bahwa malaikat itu diserahi tanggung jawab yang besar-besar pada seluruh alam ini. Ada yang mengatur perjalanan matahari, bulan dan cakrawala seluruhnya dan ada yang di-perintahkan mengatur pembagian hujan dan panas. Bayangkan! Bagaimana! Bagaimana Allah mengistimewakan tugas-tugas demikian hanya kepada anak-anak Allah yang perem-puan? Apakah anak Allah tidak ada yang laki-laki?
Maka datanglah pertanyaan selanjutnya,
“Apa sebab kamu begitu? Bagaimana kamu menetapkan begitu?"
(ayat 154)
Bukankah itu semuanya pekerjaan atau kepercayaan yang sama sekali tidak ada dasarnya? Artinya bohong semua?
“Maka apakah tidak kamu sadar?"
(ayat 155)
Bahwa segala pemujaan kamu kepada berhala selama ini adalah pekerjaan yang tidak tentu ujung pangkal? Kamu mengakui juga kekuasaan Allah Mahakuasa, Maha Esa, tetapi ibadah kepada-Nya kamu kacau balaukan?
“Atau adakah pada kamu bukti yang nyata?"
(ayat 156)
Yang akan dapat menguatkan pendapat dan pendirian kamu itu?
“Maka datangkanlah kitabmu itu jikalau adalah kamu di pihak orang-orang yang benar."
(ayat 157)
Niscaya mereka tidak akan dapat mengemukakan bukti itu, karena memang tidak ada. Dan tidak pula mereka akan sanggup mengemukakan kitab pegangan mereka, karena mereka tidak mempunyai kitab. Agama yang mereka pegang adalah agama hasil khayalan manusia, bukan wahyu yang diterima dari Allah ﷻ
Dan dengan ayat-ayat ini dapatlah dipahamkan bahwa ajaran Islam tidaklah menyukai suatu yang biasa dinamai tahsisul-‘umyaan, hasil raba-raba orang buta.
“Dan mereka adakan hubungan nasab antara Allah dan antara jin."
(pangkal ayat 158)
Menurut suatu riwayat dari Mujahid, di antara kaum musyrikin itu mengatakan malaikat itu anak Allah. Lalu Abu Bakar bertanya, “Kalau begitu siapa ibunya?" Mereka menjawab, “Allah itu kawin dengan jin perempuan yang cantik-cantik."
“Dan sungguh jin sendiri telah tahu, bahwa sesungguhnya mereka akan dihadinkan."
(ujung ayat 158)
Artinya bahwa jin sendiri sudah lebih dahulu tahu, lebih dahulu mengerti bahwa mereka adalah sejenis makhluk Allah yang di hari Kiamat kelak mereka pun akan dihadirkan di hadapan Allah, akan dihisab dihitung juga amal baik dan amal jahatnya dan akan mendapat ganjaran yang setimpal. Tidak ada jin yang mengakui bahwa mereka bermenantu Allah, bercucu malaikat.
“Mahasuci Allah dari yang mereka sifatkan itu."
(ayat 159)
Tegasnya bahwa Allah itu Tunggal, Mahakuasa yang mutlak, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak beristri dan tidak pula beranak perempuan.
“Kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan."
(ayat 160)
Artinya bahwa orang-orang yang telah disucikan ruhnya oleh Allah karena imannya, tidaklah akan turut menganut paham yang bodoh dan bohong itu. Karena mereka telah menerima dan percaya keterangan-keterangan yang diberikan oleh Rasul tentang Allah dan sifat-sifat-Nya dan kebesaran-Nya dan kekuasaan-Nya.
Refutation of Those Who attribute Children to Allah and say that the Angels are His Daughters
Allah denounces those idolators who attribute daughters to Allah -- exalted be He above that -- and attributed to themselves what they desired, i.e., they wanted male offspring to themselves.
وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالاٍّنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ
And when the news of (the birth of) a female (child) is brought to any of them, his face becomes dark, and he is filled with inward grief! (16:58),
i.e., that upsets him, and he would only choose sons for himself.
Allah says:`Then how can they attribute to Allah the share that they would not choose for themselves'
Allah says:
فَاسْتَفْتِهِمْ
Now ask them,
means, quiz them by way of denunciation,
أَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُونَ
Are there (only) daughters for your Lord and sons for them,
This is like the Ayah:
أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الاٍّنثَى
تِلْكَ إِذاً قِسْمَةٌ ضِيزَى
Is it for you the males and for Him the females? That indeed is a division most unfair! (53:21-22)
أَمْ خَلَقْنَا الْمَلَيِكَةَ إِنَاثًا وَهُمْ شَاهِدُونَ
Or did We create the angels female while they were witnesses!
means, how did they decide that the angels are female when they did not witness their creation?
This is like the Ayah:
وَجَعَلُواْ الْمَلَـيِكَةَ الَّذِينَ هُمْ عِبَادُ الرَّحْمَـنِ إِنَـثاً أَشَهِدُواْ خَلْقَهُمْ سَتُكْتَبُ شَهَـدَتُهُمْ وَيُسْـَلُونَ
And they make the angels females who themselves are servants of the Most Gracious. Did they witness their creation Their testimony will be recorded, and they will be questioned! (43:19),
which means, they will be questioned about that on the Day of Resurrection
أَلَا إِنَّهُم مِّنْ إِفْكِهِمْ
Verily, it is of their falsehood,
means, it is a part of the lies they tell.
لَيَقُولُونَ
وَلَدَ اللَّهُ
that they say:Allah has begotten.
meaning, that offspring have been born to Him.
وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
And verily, they are liars!
Allah mentions three of the things;
they said about the angels, which formed the utmost disbelief and falsehood.
They said that they were the daughters of Allah and that Allah had offspring -- exalted and sanctified be He above that.
Then they made these offspring female, then they worshipped them instead of Allah, exalted and sanctified be He -- any of which on its own would be sufficient to condemn them to spend eternity in Hell.
Then Allah says, denouncing them:
أَصْطَفَى الْبَنَاتِ عَلَى الْبَنِينَ
Has He (then) chosen daughters rather than sons!
meaning, what would make Him choose daughters rather than sons?
This is like the Ayah,
أَفَأَصْفَـكُمْ رَبُّكُم بِالْبَنِينَ وَاتَّخَذَ مِنَ الْمَلَـيِكَةِ إِنَاثًا إِنَّكُمْ لَتَقُولُونَ قَوْلاً عَظِيمًا
Has then your Lord preferred for you sons, and taken for Himself from among the angels daughters Verily, you indeed utter an awful saying. (17:40)
Allah says:
مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ
What is the matter with you How do you decide!
meaning, `what kind of reasoning makes you say that!'
أَفَلَ تَذَكَّرُونَ
أَمْ لَكُمْ سُلْطَانٌ مُّبِينٌ
Will you not then remember Or is there for you a plain authority!
means, `evidence to prove what you say.'
فَأْتُوا بِكِتَابِكُمْ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
Then bring your Book if you are truthful!
means, `produce evidence for that derived from a Book revealed from heaven by Allah, to prove that He has taken what you say (i.e., offspring). What you say is totally irrational.
وَجَعَلُوا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا
And they have invented a kinship between Him and the Jinn,
Mujahid said,
The idolators said that the angels were the daughters of Allah.
Abu Bakr, may Allah be pleased with him, said, `Then who are their mothers?'
They said, `The daughters of the leaders of the Jinn.'
Qatadah and Ibn Zayd also said this. Allah -- may He be blessed and exalted -- says:
وَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ
but the jinn know,
meaning, those to whom this is attributed
إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ
know well that they have indeed to appear (before Him).
means, that those who say that will be brought forth for punishment on the Day of Reckoning, because of the lies and falsehood that they uttered without knowledge.
سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ
Glorified be Allah! (He is free) from what they attribute unto Him!
means, exalted, sanctified and glorified be He far above having any offspring and far above what the wrongdoers and heretics attribute to Him.
إِلاَّ عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ
Except the servants of Allah, whom He chooses.
The pronoun in the verb translated as they attribute refers to all of mankind, then He excludes those whom He chooses, who are the ones who follow the truth revealed to every Prophet who was sent
No One believes what the Idolators say except Those Who are even more misguided than They
Allah says, addressing the idolators:
فَإِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ
مَا أَنتُمْ عَلَيْهِ بِفَاتِنِينَ
إِلاَّ مَنْ هُوَ صَالِ الْجَحِيمِ
So, verily you and those whom you worship cannot lead astray, except those who are predestined to burn in Hell!
meaning, `the only ones who will believe what you say and follow your misguided ways of false worship are those who are more misguided than you and are created for Hell.'
لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ بِهَأ أُوْلَـيِكَ كَالَانْعَـمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَـيِكَ هُمُ الْغَـفِلُونَ
They have hearts wherewith they understand not, and they have eyes wherewith they see not, and they have ears wherewith they hear not (the truth). They are like cattle, nay even more astray; those! They are the heedless ones. (7:179)
This is the parable of the people who follow the belief and ideas of Shirk, disbelief and misguidance, as Allah says:
إِنَّكُمْ لَفِى قَوْلٍ مُّخْتَلِفٍ
يُوْفَكُ عَنْهُ مَنْ أُفِكَ
Certainly, you have different ideas. Turned aside therefrom is he who is turned aside (by the decree of Allah). (51:8-9)
meaning, the one who is misled by it is the one who is turned aside.
The Place of the Angels and Their Ranks glorify Allah
Then Allah says, declaring the angels to be above the position attributed to them by those who disbelieved in them and told lies about them -- that they are the daughters of Allah --
وَمَا مِنَّا إِلاَّ لَهُ مَقَامٌ مَّعْلُومٌ
And there is not one of us (angels) but has his known place;
meaning, each one has his own place in the heavens and in the places of worship, which he does not overstep.
Ad-Dahhak said in his Tafsir:
وَمَا مِنَّا إِلاَّ لَهُ مَقَامٌ مَّعْلُومٌ
And there is not one of us (angels) but has his known place;
Masruq used to narrate that A'ishah, may Allah be pleased with her, said,
The Messenger of Allah said:
مَا مِنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا مَوْضِعٌ إِلاَّ عَلَيْهِ مَلَكٌ سَاجِدٌ أَوْ قَايِم
There is no place in the lower heaven without an angel standing or prostrating in it.
This is what Allah says:
وَمَا مِنَّا إِلاَّ لَهُ مَقَامٌ مَّعْلُومٌ
And there is not one of us (angels) but has his known place (or position).
It was reported that Ibn Mas`ud said,
In the heavens there is one heaven in which there is no space a hand span wide but there is the forehead or the foot of an angel on it.
Then he recited:
وَمَا مِنَّا إِلاَّ لَهُ مَقَامٌ مَّعْلُومٌ
(And there is not one of us (angels) but has his known place;)
Sa`id bin Jubayr similarly said:
وَإِنَّا لَنَحْنُ الصَّافُّونَ
And we (angels), we stand in rows.
means, we stand in rows to worship, as we have already seen in the Ayah
وَالصَّـفَّـتِ صَفَّا
(By those ranged in ranks (or rows).
Abu Nadrah said,
When the Iqamah had been given, Umar, may Allah be pleased with him, would turn to face the people and say:
`Make your rows straight, for Allah wants you to follow the ways of the angels.'
Then he would say,
وَإِنَّا لَنَحْنُ الصَّافُّونَ
(And verily, we stand in rows;) `Move back, O so-and-so, move forward, O so-and-so.' Then he would go forward and say `Allahu Akbar'
This was recorded by Ibn Abi Hatim and Ibn Jarir.
In Sahih Muslim it is narrated that Hudhayfah, may Allah be pleased with him, said,
The Messenger of Allah said,
فُضِّلْنَا عَلَى النَّاسِ بِثَلَثٍ
جُعِلَتْ صُفُوفُنَا كَصُفُوفِ الْمَلَيِكَةِ
وَجُعِلَتْ لَنَا الاَْرْضُ مَسْجِدًا
وَتُرْبَتُهَا طَهُورًا
We have been favored above mankind in three things:
our rows have been made like the rows of the angels;
the whole earth has been made a place of prayer for us;
and its soil is a means of purification for us.
وَإِنَّا لَنَحْنُ الْمُسَبِّحُونَ
And verily, we indeed are those who glorify.
means, `we stand in rows and glorify the Lord, praising Him, sanctifying Him and declaring Him to be above any faults or shortcomings. We are servants of Him and in need of Him, humbling ourselves before Him.'
The Quraysh wished that They could have a Reminder as had the Men of old
Allah says,
وَإِنْ كَانُوا لَيَقُولُونَ
لَوْ أَنَّ عِندَنَا ذِكْرًا مِّنْ الاَْوَّلِينَ
لَكُنَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ
And indeed they used to say:If we had a reminder as had the men of old, we would have indeed been the chosen servants of Allah!
means, `they used to wish -- before you, O Muhammad, came to them -- that they would have someone to remind them about Allah and what happened in earlier times, and to bring them the Book of Allah.'
This is like the Ayat:
وَأَقْسَمُواْ بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَـنِهِمْ لَيِن جَأءَهُمْ نَذِيرٌ لَّيَكُونُنَّ أَهْدَى مِنْ إِحْدَى الاٍّمَمِ فَلَمَّا جَأءَهُمْ نَذِيرٌ مَّا زَادَهُمْ إِلاَّ نُفُوراً
And they swore by Allah their most binding oath that if a warner came to them, they would be more guided than any of the nations (before them); yet when a warner came to them, it increased in them naught but flight (from the truth). (35:42)
and,
أَن تَقُولُواْ إِنَّمَأ أُنزِلَ الْكِتَـبُ عَلَى طَأيِفَتَيْنِ مِن قَبْلِنَا وَإِن كُنَّا عَن دِرَاسَتِهِمْ لَغَـفِلِينَ
أَوْ تَقُولُواْ لَوْ أَنَّأ أُنزِلَ عَلَيْنَا الْكِتَـبُ لَكُنَّأ أَهْدَى مِنْهُمْ فَقَدْ جَأءَكُمْ بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن كَذَّبَ بِأيَـتِ اللَّهِ وَصَدَفَ عَنْهَا سَنَجْزِى الَّذِينَ يَصْدِفُونَ عَنْ ايَـتِنَا سُوءَ الْعَذَابِ بِمَا كَانُواْ يَصْدِفُونَ
Lest you should say:
The Book was sent down only to two sects before us, and for our part, we were in fact unaware of what they studied.
Or lest you should say:
If only the Book had been sent down to us, we would surely have been better guided than they.
So now has come unto you a clear proof from your Lord, and a form of guidance and a mercy. Who then does more wrong than one who rejects the Ayat of Allah and turns away therefrom We shall requite those who turn away from Our Ayat with an evil torment, because of their turning away. (6:156-157)
Allah says here:
فَكَفَرُوا بِهِ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
But they disbelieve therein, so they will come to know!
This is a definite and stern threat because of their disbelief in their Lord and their rejection of His Messenger.
What is wrong with you? How do you judge?, [how do you make] such a depraved judgement?
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.








