Gabung menjadi bagian dari 4 juta+ pembelajar Al-Qur'an dari 180+ negara
Ayat
Terjemahan Per Kata
وَتَرَكۡنَا
dan Kami tinggalkan
عَلَيۡهِمَا
atas keduanya
فِي
pada
ٱلۡأٓخِرِينَ
orang-orang kemudian
وَتَرَكۡنَا
dan Kami tinggalkan
عَلَيۡهِمَا
atas keduanya
فِي
pada
ٱلۡأٓخِرِينَ
orang-orang kemudian
Terjemahan
Dan Kami abadikan untuk keduanya (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
Tafsir
(Dan Kami abadikan) Kami lestarikan (untuk keduanya di kalangan orang-orang yang datang kemudian) pujian yang baik.
Tafsir Surat As-Saffat: 114-122
Dan sesungguhnya Kami telah melimpahkan nikmat atas Musa dan Harun. Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana besar. Dan Kami tolong mereka, maka jadilah mereka orang-orang yang menang. Dan Kami berikan kepada keduanya kitab yang sangat jelas. Dan Kami tunjuki keduanya ke jalan yang lurus. Dan Kami abadikan untuk keduanya (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu): "Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Harun.
Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman. Allah ﷻ menyebutkan nikmat yang telah diberikan-Nya kepada Musa "dan Harun, yaitu kenabian dan keselamatan bersama dengan orang-orang yang beriman kepada keduanyadari kekejaman Fir'aun dan kaumnya, yang sebelumnya Fir'aun dan kaumnya menindas mereka dengan kejam, anak-anak lelaki mereka dibunuh, sedangkan anak-anak perempuan mereka dibiarkan hidup, dan mereka (Bani Israil) dipaksa untuk melakukan kerja-kerja berat lagi hina. Setelah itu Allah menolong mereka atas Fir'aun dan kaumnya, dan membuat mereka senang, yaitu menjadikan mereka menang atas Fir'aun dan kaumnya.
Pada akhirnya mereka dapat merebut tanah dan harta benda Fir'aun dan kaumnya, serta dapat merebut semua yang telah dikumpulkan oleh Fir'aun dan kaumnya selama hidupnya. Setelah itu Allah ﷻ menurunkan kepada Musa Kitab yang besar lagi jelas, gamblang, dan terang. Kitab yang dimaksud adalah Taurat, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya: Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa dan Harun Kitab Taurat dan penerangan. (Al-Anbiya: 48) Dan dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya: Dan Kami berikan kepada keduanya kitab yang sangat jelas.
Dan Kami tunjuki keduanya ke jalan yang lurus. (Ash-Shaffat: 117-118) Yakni dalam semua ucapan dan perbuatan. Dan Kami abadikan untuk keduanya (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian. (Ash-Shaffat: 119) Artinya, Kami lestarikan bagi keduanya sesudah keduanya tiada sebutan yang baik dan pujian yang baik. Kemudian dijelaskan oleh firman berikutnya: (yaitu)- "Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Harun. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman. (Ash-Shaffat: 120-122)".
115-120. Selain itu, Kami beri mereka enam kenikmatan lain. Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari Fir'aun yang menindas, memperbudak, dan membunuh bayi laki-laki mereka agar keturunan me-reka punah. Dan Kami tolong mereka dari kejaran Fir'aun dan tentaranya sehingga jadilah mereka orang-orang yang menang, selamat, dan kembali ke negeri asal mereka dengan merdeka. 115-120. Selain itu, Kami beri mereka enam kenikmatan lain. Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari Fir'aun yang menindas, memperbudak, dan membunuh bayi laki-laki mereka agar keturunan me-reka punah. Dan Kami tolong mereka dari kejaran Fir'aun dan tentaranya sehingga jadilah mereka orang-orang yang menang, selamat, dan kembali ke negeri asal mereka dengan merdeka.
Kemudian Allah menerangkan kenikmatan lain yang merupakan kemuliaan yang diberikan-Nya kepada Musa dan Harun, sebagaimana yang diberikan Allah kepada Nuh dan Ibrahim. Kemuliaan itu ialah:
Allah mengabadikan sebutan keharuman nama keduanya yang mengharumkan di kalangan para nabi dan umat manusia sepanjang masa. Begitu juga dengan pujian dan doa terus diberikan kepadanya.
Allah menyebutkan salam sejahtera bagi Musa dan Harun agar para malaikat, jin, dan manusia menyebutkan salam juga bagi keduanya. Dengan ucapan salam sejahtera itu maka nama mereka akan tetap harum selama-lamanya.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
CERITA NABI MUSA DAN HARUN
"Dan sesungguhnya telah Kami limpahkan nikmat Kami kepada Musa dan Hanun."
(ayat 114)
Di antara ayat ini dengan ayat 112 sebelumnya, yaitu karunia nubuwwat yang di-berikan kepada Ishaq, ada pertaliannya. Demikian juga dengan ayat 113. Di dalam ayat 113 itu diterangkan bahwa dari keturunan keduanya, yaitu Isma'il dan Ishaq ada yang suka berbuat kebajikan dan ada juga yang zalim. Ayat 114 ini disambungkan dengan yang sebelumnya dengan huruf waw yang berarti dan. Lalu disebut Musa dan Harun, sedang Musa dan Harun ialah keturunan Ishaq. Ishaq beranak Ya'qub, Ya'qub beranak Yusuf. Di zaman Yusuf berkuasa di Mesir, dipanggilnya ayahnya, Ya'qub, dan kesebelas saudaranya agar pindah ke Mesir. Inilah yang dinamai Bani Israil. Dari kalangan Bani Israil yang berada di Mesir inilah lahir Musa dan Harun, dan Musa dibantu oleh Harun inilah yang ditugaskan Allah ﷻ, dilimpahkan Allah nikmat kepada keduanya, menjadi nabi dan rasul akan memimpin kaumnya, sehingga mereka terlepas dari kezaliman Fir'aun.
“Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya berdua."
(pangkal ayat 115)
Yaitu kedua belas suku Bani Israil
“Dari bencana yang besar."
(ujung ayat 115)
Adalah bencana yang besar yang menimpa Bani Israil beratus tahun lamanya tinggal menumpang di negeri Mesir itu. Sejak Yusuf meninggal dunia kekuasaan Bani Israil tidak ada lagi di Mesir. Kian lama mereka kian dipandang hina dan ditindas. Terutama setelah Fir'aun bermimpi bahwa kekuasaannya akan dihancurleburkan oleh seorang anak yang akan lahir dari kalangan Bani Israil. Lalu dia memerintahkan membunuhi segala anak laki-laki dan membiarkan tinggal hidup orang-orang perempuan. Dan perempuan-perempuan itu karena laki-laki sudah berkurang dan perempuan sudah lebih banyak, hendak dileburkan diambil gundik oleh golongan Fir'aun, sehingga jika beranak kelak, anak dari orang Qubthi golongan Fir'aun yang akan bertambah banyak, Maka dengan diutus Allah ﷻ, Musa dibantu oleh saudaranya Harun, nasib Bani Israil di Mesir itu telah dapat diperbaiki dan bencana besar itu telah dapat dielakkan
di tengah lautan, bertautlah kembali lautan itu sebagaimana sediakala dan tenggelamlah Fir'aun dan bala tentaranya.
“Dan Kami tolong mereka."
(pangkal ayat 116)
Diselamatkan dengan dibawanya Bani Israil itu oleh Musa keluar dari Mesir, menye-berangi Lautan Qulzum, dan seketika mereka telah dikejar oleh Fir'aun dengan bala ten-taranya dengan menghambat mereka itu, maka Allah menyuruh Musa membelah lautan dengan tongkatnya, maka belahlah laut itu dan menyeberanglah Bani Israil di tengah lautan yang sedang kering itu di bawah pimpinan Musa dan Harun sehingga selamat sampai di seberang.
“Maka jadilah mereka orang-orang yang menang."
(ujung ayat 116)
Karena setelah mereka sampai di seberang, lalu disusul dan dikejar oleh Fir'aun bersama bala tentaranya. Sesampai mereka
“Dan Kami berikan kepada keduanya sebuah kitab “
(pangkal ayat 117)
Itulah kitab yang bernama Taurat, yang diberikan kepada Musa seketika Musa dipanggil menghadap Allah di atas Bukit Thursina, atau Thursinina, ketika empat puluh hari beliau bertekun di sana menunggu perintah Allah ﷻ Kitab itu ialah
“Yang memberikan kejelasan."
(ujung ayat 117)
Kejelasan itu ialah tentang tuntunan hidup, baik dalam perhubungan dan ibadah kepada Allah dan menghentikan ibadah kepada yang selain Allah, ataupun tentang peraturan hidup bermasyarakat, hormat kepada ibu dan bapak, hidup rukun dengan sesama manusia, sehingga kaum Bani Israil dapat berdiri sendiri, mempunyai kepribadian, sesudah beratus tahun menjadi bangsa yang tertindas.
“Dan Kami beni petunjuk keduanya kepada jalan yang lurus."
(ayat 118)
Mereka diberi petunjuk jalan yang lurus, karena kitab bukan semata-mata mereka baca, melainkan dituruti dengan pimpinan dan bimbingan. Kitab ibarat teori, cara menjalankannya ialah praktik. Praktik itulah yang membawa kepada jalan yang lurus, karena selalu di dalam menghadapi segala persoalan dihadapi dengan mengharapkan pertolongan dari Allah. Sebab Nabi Musa memimpin kaumnya sama juga dengan Nabi Muhammad, yaitu membentuk suatu masyarakat yang berdisiplin, patuh mengikuti perintah. Cuma kaumnya Bani
Israil jualah yang kerap kali keras kepala dan mungkir akan janjinya.
“Dan Kami tinggalkan untuk keduanya (kenangan) untuk yang datang kemudian."
(ayat 119)
Maka sebagaimana juga nabi-nabi yang telah terdahulu tadi, sejak Nabi Nuh, dan Ibrahim sebagai nabi-nabi terbesar, Musa dan Harun pun telah meninggalkan kesan dan kenangan yang baik pada manusia yang datang belakang. Memang ajaran-ajaran agamalah yang besar pengaruhnya membentuk budi pekerti manusia di dalam alam ini zaman demi zaman.
“Selamat sejahteratah atas Musa dan Harun."
(ayat 120)
Itulah ucapan penghormatan tertinggi yang telah diberikan Allah dan dipujinya ke-pada Nabi kita Muhammad ﷺ di dalam wahyu kepadanya atas kedua Nabi yang berjasa itu. Lalu disebutkan Allah ﷻ pula penghargaan-Nya terhadap tiap-tiap orang yang berjasa.
“Sesungguhnya demikianlah Kami memberi ganjaran orang-orang yang berbuat kebajikan."
(ayat 121)
Karena mereka telah berjuang mengatasi segala macam kesulitan, menghadapi seorang raja penguasa yang merasa dirinya sangat tinggi, sehingga berani mengatakan bahwa dia adalah tuhan dan tidak mau menerima seketika Musa mengatakan bahwa ada satu Tuhan yang menguasai seluruh alam ini, yang kekuasaan Fir'aun tidak ada arti apa-apa dibandingkan dengan kemahakuasaan Allah itu.
Iman mereka yang sangat teguh, keyakinan yang tidak dapat digoyangkan sedikit jua pun akan kebenaran dan kesucian perjuangan mereka, itulah pokok utama yang menyebabkan berhasilnya mereka dan kemenangan yang gilang-gemilang.
***
“Sesungguhnya mereka berdua adalah termasuk hamba-hamba Kami yang beriman."
(ayat 122)
NABI ILYAS
“Dan sesungguhnya Ilyas adalah termasuk orang-orang yang diutus jua."
(ayat 123)
Dua kali kita bertemu nama Ilyas di dalam Al-Qur'an. Pertama dalam surah al-An'aam yang diturunkan di Mekah juga, di ayat 85. Serentetan dengan nama Nabi Zakaria, Yahya dan Isa. Di belakang Isa disebut Ilyas dan dikatakan bahwa semua beliau itu adalah orang-orang yang saleh belaka.
Yang kedua ialah dalam ayat 123 surah ash-Shaaffaat yang tengah kita tafsirkan ini.
“Seketika dia berkata kepada kaumnya, “Apakah kamu tidak takut?"
(ayat 124)
Kalimat takwa sebagaimana selalu kita jelaskan, bukan berarti takut semata-mata. Artinya yang lebih ialah memelihara hubungan dengan Allah, karena harap akan ridha-Nya dan takut akan murka-Nya. Tetapi dalam ayat ini kita pakai arti takut karena kaumnya telah melanggar ketentuan Allah ﷻ, melanggar ketentuan yang telah disampaikan oleh sekalian rasul Allah, karena mereka telah memuja dan menyembah kepada yang selain Allah.
“Apakah Ba'al yang kamu seru dan kamu abaikan yang sebaik-baik pencipta?"
(ayat 125)
Ba'al adalah nama berhala yang disembah oleh bangsa Poenicie dahulu kala yang hidup di bagian pantai Arabia Utara. Mereka adalah bangsa pelayar. Sampai sekarang masih didapati sebuah bangunan yang dikenal dengan nama Heliopolis, terletak di negeri yang bernama Ba'albek atau Ba'albaka dalam wilayah negara Libanon sekarang ini, yang menurut cerita orang pada asalnya ialah tempat menyembah Ba'al.
Ba'al itu sendiri adalah bahasa Arab yang mempunyai arti dua tiga. Satu di antara artinya ialah suami. Artinya yang lain ialah tanah ketinggian, dan berarti juga Tuhan. Arti yang terakhir inilah yang mereka pakai untuk barang yang mereka puja itu, mereka rupakan dan gambarkan sebagai suatu patung. Ketiga makna tersebut tadi, yang diuraikan oleh Raghib al-Ashfahani dalam kamusnya dihadapkanlah kepada berhala tersebut. Sebab dia dianggap yang tertinggi disebutlah dia Ba'al. Sebab dia dianggap sebagai suami yang melindungi anak istrinya dianggappya dia Ba'al. Sebab dia dianggap Tuhan, disebutlah dia Ba'al.
“(Yaitu) Allah Tuhan kamu."
(pangkal ayat 126)
Allah itulah yang telah kamu ganti dengan Ba'al yang kamu buatkan patungnya itu. Tuhan kamu,
“Dan Tuhan dari nenek moyang kamu yang dulu-dulu."
(ujung ayat 126)
Disebutkan juga bahwa Allah pun Tuhan dari nenek moyang kamu yang dulu-dulu, ialah untuk menyumbat mulut mereka yang selalu mengemukakan alasan bahwa mereka menyembah sesuatu selain Allah karena mereka dapati nenek moyang mereka telah berbuat demikian. Selalu alasan yang dikemuka-kan oleh orang-orang yang mempersekutukan Allah itu untuk mempertahankan pendiriannya, bahwa begitu mereka dapati nenek moyang. Mereka tidak mau mempergunakan pikiran sendiri.
“Maka mereka dustakan Dia."
(pangkal ayat 127)
Yaitu mereka anggap dusta saja seruan yang disampaikan oleh Nabi Ilyas itu dan mereka masih terus mempertahankan berhala Ba'al itu.
“Maka sesungguhnya mereka akan dihadirkan."
(ujung ayat 127)
Mereka akan dihadirkan kelak di hari akhirat untuk menerima ganjaran adzab yang setimpal atas dosa mempersekutukan Allah ﷻ atau mendustakan Allah dan mengganti-nya dengan patung dan berhala.
“Kecuali hamba-hamba Allah yang sudah disucikan."
(ayat 128)
Yaitu bahwa yang akan dihadirkan di hadapan Mahkamah Rabbi di hari akhirat esok ialah segala orang yang telah mempersekutukan Allah dengan yang lain, atau telah meng-abaikan Allah, sebab mereka tukar dengan berhala. Adapun orang yang telah disucikan, yang imannya teguh kepada Allah, yang tidak terpesona atau terseret ke dalam kesesatan dan mendustakan rasul, tak usah cemas. Karena mereka tidaklah akan dihadirkan dalam majelis itu. Mereka akan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah bersama nabi-nabi dan rasul-rasul. Mereka orang suci.
“Dan Kami tinggalkan atasnya (sebutan) pada yang datang kemudian."
(ayat 129)
Artinya sebagaimana yang tersebut pada nabi-nabi yang terdahulu tadi begitu pulalah yang terjadi pada Ilyas, bahwa dia telah meninggalkan jejak sebutan yang baik atas perjuangannya memberi ingat kaumnya yang menyembah berhala Ba'al itu.
“Selamat sejahtera atas Yaasin."
(ayat 130)
Ucapan selamat sejahtera dari Allah sendiri terhadap seorang di antara rasul-Nya itu, yang di tempat lain disebutkan satu di antara namanya yaitu Ilyas, dan di sini disebut namanya yang satu lagi, yaitu II-Yaasin. Sebagaimana Rasui-Nya yang terakhir bernama Muhammad, dan pernah juga disebut namanya yang lain Ahmad. Negeri Mekah pernah juga disebut namanya yang lain Thurisinina, Nabi Isa anak Maryam juga disebut namanya yang lain al-Masih.
“Sesungguhnya Kami, demikianlah Kami memberikan ganjaran atas orang-orang yang berbuat kebajikan, “
(ayat 131)
Demikianlah pujian terpuji lagi dari Allah ﷻ kepada rasul-Nya, Ilyas. Dia diakui sebagai seorang yang sangat besar jasanya. Oleh sebab itu, patutlah dia mendapat ganjaran dan penghargaan dari Allah. Karena Allah memang tidak mau melupakan jasa orang yang berjasa.
Akhirnya diberikan pujian yang lebih tinggi lagi.
“Sesungguhnya dia adalah termasuk hamba-hamba Kami yang beriman."
(ayat 132)
Musa and Harun
Allah tells,
وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ
وَنَجَّيْنَاهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ
وَنَصَرْنَاهُمْ فَكَانُوا هُمُ الْغَالِبِينَ
And, indeed We gave Our grace to Musa and Harun. And We saved them and their people from the great distress, And helped them, so that they became the victors;
Allah tells us how He blessed Musa and Harun with Prophethood and how He saved them, along with those who believed, from the oppression of Fir`awn and his people, who had persecuted them by killing their sons and sparing their women, and by forcing them to do the most menial tasks, then ultimately He caused them to prevail over them and to seize their lands and their wealth and all that they had spent their entire lives amassing. Then Allah revealed to Musa the Clear and Mighty Book, which is the Tawrah, as Allah says:
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى وَهَـرُونَ الْفُرْقَانَ وَضِيَأءً
And indeed We granted to Musa and Harun the criterion (of right and wrong), and a shining light (21:48)
And Allah says here:
وَاتَيْنَاهُمَا الْكِتَابَ الْمُسْتَبِينَ
وَهَدَيْنَاهُمَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
And We gave them the clear Scripture; and guided them to the right path.
meaning, with regard to words and deeds.
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا فِي الاْخِرِينَ
And We left for them among the later generations.
means, that after they died they would be mentioned in good terms and spoken of highly.
Then Allah explain this further:
سَلَمٌ عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ
إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ
إِنَّهُمَا مِنْ عِبَادِنَا الْمُوْمِنِينَ
Salam (peace!) be upon Musa and Harun!
Verily, thus do We reward the doers of good. Verily, they were two of Our believing servants.
and We left, We preserved, for them among posterity, fair praise [namely]:
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.








