ٱلرُّوم : ٣٣

  • وَإِذَا dan apabila
  • مَسَّ menimpa
  • ٱلنَّاسَ manusia
  • ضُرّٞ bahaya
  • دَعَوۡاْ mereka menyeru/berdoa
  • رَبَّهُم Tuhan mereka
  • مُّنِيبِينَ kembali bertaubat
  • إِلَيۡهِ kepada-Nya
  • ثُمَّ kemudian
  • إِذَآ apabila
  • أَذَاقَهُم Dia merasakan kepada mereka
  • مِّنۡهُ dari pada-Nya
  • رَحۡمَةً rahmat
  • إِذَا apabila
  • فَرِيقٞ segolongan/sebagian
  • مِّنۡهُم dari mereka
  • بِرَبِّهِمۡ dengan/kepada Tuhan mereka
  • يُشۡرِكُونَ mereka mempersekutukan
Dan apabila manusia ditimpa oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali (bertobat) kepada-Nya, kemudian apabila Dia memberikan sedikit rahmat-Nya1 kepada mereka, tiba-tiba sebagian mereka mempersekutukan Allah,
Catatan kaki
1 *641) Yang dimaksud dengan “rahmat’ di sini ialah lepas dari bahaya.
(Dan apabila manusia disentuh) orang-orang kafir Mekah (oleh suatu bahaya) oleh suatu marabahaya (mereka menyeru Tuhannya dengan kembali) yakni bertobat (kepada-Nya) bukan kepada selain-Nya (kemudian apabila Tuhan merasakan kepada mereka hanya sedikit saja rahmat) umpamanya dengan diturunkan hujan kepada mereka (tiba-tiba sebagian daripada mereka mempersekutukan Tuhannya).