Gabung menjadi bagian dari 4 juta+ pembelajar Al-Qur'an dari 180+ negara
Ayat
Terjemahan Per Kata
وَيُعَلِّمُهُ
dan Dia mengajarkan kepadamu
ٱلۡكِتَٰبَ
Al Kitab
وَٱلۡحِكۡمَةَ
dan Hikmah
وَٱلتَّوۡرَىٰةَ
dan Taurat
وَٱلۡإِنجِيلَ
dan Injil
وَيُعَلِّمُهُ
dan Dia mengajarkan kepadamu
ٱلۡكِتَٰبَ
Al Kitab
وَٱلۡحِكۡمَةَ
dan Hikmah
وَٱلتَّوۡرَىٰةَ
dan Taurat
وَٱلۡإِنجِيلَ
dan Injil
Terjemahan
Dan Dia (Allah) mengajarkan kepadanya (Isa) Kitab,1 Hikmah, Taurat, dan Injil.
Catatan kaki
1 Al-Kitab di sini ada yang menafsirkan dengan pelajaran menulis, dan ada pula yang menafsirkannya dengan kitab-kitab yang diturunkan Allah sebelumnya selain Taurat dan Injil.
Tafsir
(Dia akan mengajarkan kepadanya) ada yang membaca dengan nun dan ada pula dengan ya (Alkitab) menulis (hikmah, Taurat dan Injil).
Tafsir Surat Ali-'Imran: 48-51
Dan Allah mengajarkan kepadanya Al-Kitab, hikmah, Taurat, dan Injil.
Dan sebagai rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka), "Sesungguhnya aku datang kepada kalian dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhan kalian, yaitu aku membuat untuk kalian sesuatu dari tanah berbentuk seperti seekor burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung benaran dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit kusta; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku bisa memberitahu kalian tentang apa yang kalian makan dan apa yang kalian simpan di rumah kalian. Sesungguhnya itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagi kalian, jika kalian sungguh-sungguh beriman.
Dan (aku datang kepada kalian) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagi kalian sebagian yang telah diharamkan untuk kalian, dan aku datang kepada kalian dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhan kalian. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kalian. Karena itu, sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus."
Ayat 48
Allah ﷻ berfirman menceritakan berita gembira yang disampaikan oleh para malaikat kepada Maryam mengenai putranya, yaitu Isa a.s. Bahwa sesungguhnya Allah mengajarkan Al-Kitab dan hikmah kepada Isa. Menurut makna lahiriah yang dimaksud dengan Al-Kitab adalah tulis-menulis sedangkan mengenai hikmah tafsirnya telah diterangkan di dalam surat Al-Baqarah.
“Dan Taurat serta Injil.” (Ali Imran: 48)
Taurat adalah kitab yang diturunkan kepada Musa ibnu Imran, sedangkan kitab Injil adalah kitab yang diturunkan kepada Isa ibnu Maryam a.s. Dikatakan bahwa Nabi Isa a.s. hafal kitab Taurat dan kitab Injil yang diturunkan kepadanya.
Ayat 49
Firman Allah ﷻ: “Dan sebagai seorang rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): ‘Sesungguhnya aku datang kepada kalian dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhan kalian, yaitu aku membuat untuk kalian sesuatu dari tanah seperti bentuk seekor burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung sungguhan dengan seizin Allah’." (Ali Imran: 49)
Memang demikianlah yang dilakukan oleh Nabi Isa a.s. Ia membuat sebuah patung berupa seekor burung, kemudian ia meniup patung burung itu, maka dengan serta-merta patung itu menjadi burung sungguhan dan dapat terbang dengan seizin Allah ﷻ. Hal ini dijadikan untuknya sebagai mukjizat yang menunjukkan bahwa dia benar-benar diutus oleh Allah ﷻ kepada mereka.
“Dan aku menyembuhkan orang yang buta.” (Ali Imran: 49)
Menurut suatu pendapat, yang dimaksud dengan al-akmah ialah orang yang dapat melihat di siang hari, tetapi di malam hari ia tidak dapat melihat. Menurut pendapat lain adalah sebaliknya. Menurut pendapat yang lain, orang yang buta di kala malam hari. Sedangkan menurut pendapat yang lain lagi yaitu orang yang rabun. Menurut pendapat yang lain, yang dimaksud dengan al-akmah ialah orang yang buta sejak lahirnya. Pendapat ini lebih dekat kepada kebenaran, mengingat hal ini lebih jelas menunjukkan kemukjizatannya dan lebih kuat tantangannya.
“Dan orang yang berpenyakit kusta.” (Ali Imran: 49)
Yang dimaksud dengan al-abras ialah penyakit kusta, yaitu penyakit yang sudah dikenal.
“Dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah.” (Ali Imran: 49)
Mayoritas ulama mengatakan bahwa Allah mengutus setiap nabi dengan membekalinya dengan mukjizat yang sesuai dengan keahlian di zamannya. Di zaman Nabi Musa a.s., hal yang paling terkenal di kalangan umatnya ialah permainan sihir dan mengagungkan orang-orang yang pandai sihir. Maka Allah mengutus Nabi Musa a.s. dengan membawa mukjizat yang menyilaukan mata dan membingungkan para ahli sihir. Ketika para ahli sihir merasa yakin bahwa hal yang dipamerkan oleh Musa a.s. adalah berasal dari sisi Tuhan Yang Mahabesar lagi Maha Perkasa, maka barulah mereka taat memeluk agama Nabi Musa a.s. dan jadilah mereka hamba-hamba Allah yang bertakwa.
Adapun Nabi Isa a.s., di masanya terkenal ilmu ketabiban dan ilmu biologi. Maka Nabi Isa a.s. datang kepada mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat yang tidak ada jalan bagi seorang manusia pun untuk dapat menirunya, kecuali jika diizinkan oleh Tuhan yang membuat syariat. Karena bagaimana mungkin seorang tabib dapat mampu menghidupkan orang yang telah mati, atau menyembuhkan orang yang buta dan yang berpenyakit kusta, serta membangkitkan orang yang telah dikubur, yang seharusnya baru dapat bangkit dari kuburnya di hari kiamat nanti, yaitu hari pembalasan.
Demikian pula Nabi Muhammad ﷺ. Beliau diutus di zaman orang-orang yang ahli dalam hal kefasihan berbahasa, ahli dalam hal berparamasastra, dan ahli dalam bersyair secara alami. Maka beliau ﷺ datang kepada mereka dengan membawa Al-Qur'an dari sisi Allah ﷻ; yang seandainya berkumpul manusia dan jin untuk mendatangkan hal yang serupa atau sepuluh surat yang serupa atau sebuah surat yang serupa dengannya, niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya untuk selama-lamanya, sekalipun sebagian dari mereka membantu sebagian yang lainnya. Hal tersebut tiada lain karena Kalam Tuhan tidaklah sama dengan perkataan makhluk-Nya sama sekali.
Firman Allah ﷻ: “Dan aku bisa memberitahu kalian tentang apa yang kalian makan dan apa yang kalian simpan di rumah kalian.” (Ali Imran: 49)
Artinya, aku bisa menceritakan kepada kalian semua yang dimakan oleh seseorang di antara kalian sekarang dan apa yang disimpannya di dalam rumahnya untuk keesokan harinya.
“Sesungguhnya itu.” (Ali Imran: 49)
Yakni dalam kesemuanya itu, dari awal sampai akhir.
“Adalah suatu tanda bagi kalian.” (Ali Imran: 49) yang menunjukkan kebenaran dari apa yang aku datangkan kepada kalian.
“Jika kalian sungguh-sungguh beriman, dan (aku datang kepada kalian) membenarkan Taurat yang datang sebelumku.” (Ali Imran: 49-50)
Yaitu mengakui dan mengukuhkannya.
Ayat 50
“Dan untuk menghalalkan bagi kalian sebagian yang telah diharamkan untuk kalian.” (Ali Imran: 50)
Di dalam ayat ini terkandung pengertian yang menunjukkan bahwa Nabi Isa a.s. me-nasakh (merevisi) sebagian dari syariat Taurat. Hal ini merupakan pendapat yang shahih (benar) di antara kedua pendapat tentang dia. Di antara ulama ada yang mengatakan bahwa Nabi Isa a.s. sama sekali tidak me-nasakh sesuatu hukum pun yang ada di dalam kitab Taurat, melainkan hanya menghalalkan bagi mereka sebagian hal yang diperselisihkan di antara mereka karena kesalahpahaman mereka, lalu Isa a.s. datang menjelaskan duduk masalah yang sebenarnya. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain, yaitu: “Dan untuk menjelaskan kepada kalian sebagian dari apa yang kalian berselisih tentangnya.” (Az-Zukhruf: 63)
Kemudian Allah ﷻ berfirman: “Dan aku datang kepada kalian dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhan kalian.” (Ali Imran: 50)
Yakni berupa hujah (argumen) dan dalil yang membuktikan kebenaran dari apa yang aku katakan kepada kalian.
Ayat 51
“Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kalian. Karena itu, sembahlah Dia.” (Ali Imran: 50-51)
Maksudnya, aku dan kalian sama saja, diharuskan menyembah Allah, tunduk dan patuh kepada-Nya. “Inilah jalan yang lurus.” (Ali Imran: 51)
Untuk menguatkan posisi Isa sebagai rasul, Dia senantiasa mengajarkan kepadanya, Isa, al-Kitab, yaitu berupa pelajaran baca-tulis atau kitab-kitab yang diturunkan Allah sebelumnya, selain Taurat dan Injil, juga hikmah, yaitu kemampuan untuk memperoleh ilmu-ilmu yang bermanfaat dan melaksanakan ilmunya secara benar, Taurat, kitab Nabi Musa, dan kitab Injil yang diwahyukan secara lang-sung kepada Isa.
Ayat berikut ini menjelaskan posisi Nabi Isa sebagai rasul Allah, sekaligus menampik adanya dugaan bahwa Isa adalah anak Tuhan bahkan Tuhan itu sendiri. Dan keberadaan Isa hanyalah sebagai Rasul Allah yang secara khusus diutus kepada Bani Israil. Kemudian terjadilah dialog antara Nabi Isa dan Bani Israil, ia berkata, Aku telah datang kepada kalian sebagai rasul Allah dengan membawa sebuah tanda, mukjizat atau bukti kerasulanku, dari Tuhan kalian, yang juga Tuhanku, yaitu aku akan membuatkan bagi kalian sesuatu dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia yang berbentuk seperti burung itu, benar-benar menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku juga mampu menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta, semacam bercak-bercak putih di kulit. Dan bahkan aku bisa menghidupkan orang mati, yang semuanya itu bisa terjadi dengan izin Allah. Begitu juga, aku bisa memberitahukan kepada kalian apa yang kalian makan, dan bahkan aku bisa menceritakan kepada kalian apa yang kalian simpan di rumah kalian. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda kebenaran kerasulanku bagi kalian, jika kalian orang beriman dengan sebenar iman dan tidak ragu sedikit pun.
Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah yang mengajar Isa pengetahuan menulis dan ilmu yang benar menggerakkan kemauan seseorang untuk mengerjakan amal-amal yang bermanfaat, serta Allah memberi kepadanya kemampuan untuk memahami Taurat dan segala rahasia hukum-hukumnya. Almasih mengetahui segala rahasia hukum, kemudian menjelaskan kepada kaumnya. Juga Allah mengajarkan kepada Isa a.s., Injil yang Dia wahyukan kepadanya.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
MARYAM MELAHIRKAN AL-MASIH
“(Ingatlah) tatkala berkata Malaikat, Wahai, Maryam! Sesungguhnya, Allah memberitakan kepada engkau bahwa engkau akan dapat satu kalimah dari-Nya, namanya al-Masih Isa anak Maryam.'“
(pangkal ayat 45)
Di sini terdapat satu kata, yaitu kalimah. Arti kalimah ialah ‘kata', ujungnya memakai ta-marbuthah, yaitu kalau dibaca terus dengan rangkaian kata lain menjadi hidup seumpama kalimatut-tauhid. Dan, kalau berhenti di ujung kata menjadi kalimah. Sebagaimana ummat yang boleh dibaca ummah, berkat yang boleh dibaca berkah, hikmat dibaca juga hikmah. Dalam hukum ilmu nahwu Arab, kata-kata itu semuanya menjadi mu-annats, diperempuankan (vrouwelijk). Maka, kalimat Allah artinya ialah perkataan Allah. Banyaklah terdapat perkataan kalimah atau kalimat itu di dalam Al-Qur'an yang simpulan artinya selain dari ‘perkataan Allah', juga berarti ‘kehendak Allah' Tentang pokok kepercayaan yang baik kepada Tuhan disebut kalimatin thayyibatin (surah Ibraahiim ayat 34) dan kepercayaan yang buruk disebut kalimatin khabitsatin (surah Ibraahiim ayat 26), dan takwa berbakti kepada Allah disebut kalimatut-taqwa. Apabila Ahlu) Kitab diajak oleh orang Islam kembali kepada pokok kepercayaan yang sama kepada Tuhan, disebut kalimatin ﷺa-in bainana (surah Aali ‘Imraan ayat 64). Kalau Allah memutuskan adzab atas orang yang berdosa disebut kalimatul-'adzab. Kehendak Yang Mahatinggi dari Allah disebut kalimatul-'ulyaa (surah at-Taubah ayat 41), dan banyak lagi yang lain. Akan tetapi, yang paling terkemuka di dalam pemakaian kalimat atau kalimah itu ialah kalimat-takwin, yaitu kata Allah dalam menjadikan alam, yang tersimpul dalam kun artinya ‘jadilah' fa yakun ‘maka dia pun terjadi'!
Seluruh alam ini diciptakan oleh Allah, baik langit maupun bumi, atau apa saja pun dengan kalimat kun itulah. Diperintahnya jadi, dia pun terjadi.
Maka, Malaikat Jibril pun datanglah kepada Maryam menyampaikan bahwa kalimat Allah itu pun akan berlaku atas diri Maryam. Allah akan mengatakan “kun" pula sehingga akan mengandunglah dia seorang anak, tidak dengan perantaraan disetubuhi laki-laki."Namanya al-Masih Isa anak Maryam!' Di sini, Malaikat menyampaikan siapa nama anak yang akan dikandung itu. Di dalam asli bunyi ayat disebut ismuhu ‘namanya' Wuyangberarti"nya" itu adalah buat laki-laki, bukan ha yang berarti buat perempuan, sedangkan kata kalimat tadi diperempuankan menurut hukum bahasanya. Maka, tegaslah arti kata ayat ini, wahyu yang disampaikan Malaikat kepada Maryam, bahwa kalimat Allah akan berlaku atas dirinya yaitu kehendak dan ketentuan-Nya, menjadikan sesuatu menurut qudrat iradat-Nya, dia akan mengandung seorang anak laki-laki bernama al-Masih Isa anak Maryam.
“Yang termukia di dunia dan di akhirat, dan seorang dari meneka yang dihampirkan."
(ujung ayat 45)
yaitu akan sama kedudukan beliau dengan nabi-nabi dan rasul yang lain, sama-sama mulia kedudukannya di sisi Allah, baik di dunia maupun di akhirat, dan termasuk orang-orang muqarrabin, yaitu mereka-mereka yang dianggap dekat kepada Tuhan.
Kita jelaskan terlebih dahulu doa yang dimaksud dengan kata kalimat tadi terhadap diri Isa al-Masih oleh Al-Qur'an karena setengah penyebar Kristen di dalam menawarkan kepercayaan mereka kepada orang Islam yang tidak mengetahui agamanya sendiri dengan dalam, dengan mudah telah mengatakan bahwa Al-Qur'an sendiri telah mengaku bahwa Isa al-Masih itu adalah kalam, dan kalam itu adalah Allah, dan kalam itu telah ada bersama Allah ini terjadi dan kalam itu ialah Isa al-Masih. Demikianlah kepercayaan Kristen yang dibentuk oleh Yahya atau Yohannes yang mengarang kitab Injil Yohannes, yaitu keempat dari kitab-kitab Injil yang mereka percayai itu.
Maka, dengan keterangan apa maksud kalimat yang dituju oleh Al-Qur'an dan bagaimana jauh bedanya dengan Kristen ajaran Yahya atau Yohannes itu, tampaklah bahwa membawa-bawa ayat Al-Qur'an yang dalam seluruh kisah mengenai Nabi Isa selalu membantah kepercayaan Kristen yang mengatakan Isa itu anak Allah atau ia sendiri Allah, adalah satu hal yang mempersulit diri mereka yang mempropagandakan itu sendiri. Dia hanya laku kepada orang yang memakai nama Islam, tetapi tidak mengerti ajaran agamanya.
Dengan mengetahui arti kalimat tersebut tadi, yaitu bahwa maksudnya ialah kalimat-takwin, yaitu kehendak Allah bila menjadikan sesuatu dengan kalimat “kun", sama sajalah kejadian Isa al-Masih dengan makhluk yang lain, sama-sama terjadi karena kehendak kalimat Allah “jadilah!" Kata Allah, dia pun jadi. Cuma diistimewakan menyebutkannya karena dia akan terjadi dengan tidak perantaraan bapak. Bagi Allah, hal itu mudah saja. Cuma bagi manusia, yang tidak seluruhnya mengetahui rahasia Allah, hal itu menjadi keheranan. Sama saja ganjilnya dengan seorang tua usia 90 tahun atau 120 tahun, dengan istri mandul usia lebih 80 tahun, Zakaria dengan istrinya, beroleh seorang putra bernama Yahya. Menurut kebiasaan, tidaklah bisa terjadi hal itu, tetapi Allah bisa berbuat sekehendak-Nya.
Adapun kata-kata al-Masih, sebagai gelar dari Isa anak Maryam itu, adalah kalimat Ibrani yang diarahkan pula. Asal katanya ialah Masyikha, yang asal artinya ialah yang diurapi dengan minyak, tetapi kemudian diberikan menjadi gelar kemuliaan bagi raja yang sudah dinobatkan. Sebab, tiap-tiap raja dinobatkan, terlebih dahulu diurapi (dipercik) badannya dengan minyak suci oleh kahin (pendeta).
Menurut kepercayaan Bani Israil, setelah raja-raja mereka yang besar-besar, sebagaimana Dawud dan Sulaiman, mangkat, satu kali akan datang lagi al-Masih Raja Besar mereka, yang akan mendirikan Kerajaan Israel kembali. Setelah beberapa lama kemudian, diutus Tuhanlah Nabi Isa anak Maryam ‘alaihis salam, beliau memakai gelar al-Masih, yang berarti raja itu. Maksudnya ialah raja untuk memperbaiki jiwa yang telah rusak. Sedikit golongan percayatah akan seruannya. Akan tetapi, imam-imam Yahudi sendiri tidak mau percaya sebab mengganggu kedudukan mereka yang telah kukuh dalam masyarakat. Sampai Nabi Isa mereka fitnahkan kepada penguasa Kerajaan Romawi yang menguasai Jerusalem waktu itu, supaya Nabi Isa dibunuh saja. Oleh sebab itu, sampai saat ini pun orang Yahudi masih menunggu kedatangan Masyikha lain, sebab menurut mereka, dia belum juga datang. Sedang menurut Nasrani, Isa itulah dia raja itu, putra Dawud yang menjanjikan Kerajaan Allah yang di surga.
Nama beliau Isa pun bahasa Ibrani yang diarahkan. Asal Ibraninya ialah Yasyu' Bahasa Ibrani dan Arab adalah serumpun dari bahasa Semit. Dalam bahasa Yunani disebut Yezuz.
Kemudian Malaikat meneruskan lagi wahyu kepada Maryam tentang anak yang akan dilahirkannya itu,
“Dan akan bercakap dengan manusia di dalam buaian"
(pangkal ayat 46)
Kelak di dalam surah Maryam akan bertemulah penjelasan lagi tentang Nabi Isa yang bercakap membela kesucian ibunya ketika dia masih dalam buaian atau ayunan. Satu keterangan yang hanya ada dalam Al-Qur'an, tidak ada di dalam semua kitab yang dipercayai oleh orang Kristen. Prof. Phillips Hitti, sarjana warga negara Amerika, keturunan Arab Kristen dari Lebanon, mengatakan dalam bukunya Sejarah Arab bahwa di dalam kitab Injil yang lain dari yang empat itu memang ada tersebut demikian. Akan tetapi, apa daya? Sedang Injil yang lain itu tidak diakui oleh orang Kristen sendiri."Dan di masa tua!'-nya pun beliau akan bercakap lagi menyampaikan wahyu-wahyu Ilahi kepada manusia,
“dan dari orang-orang yang saleh."
(ujung ayat 46)
Kesalehan Nabi Isa, tawadhu'-nya dan tunduknya kepada Allah, adalah terkenal dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul. Sehingga, ahli-ahli taﷺuf Islam, terutama Imam Ghazali di dalam kitab Ihya' Ulumiddin pun banyak mengambil perumpamaan tentang zuhud kepada diri Nabi Isa al-Masih.
“Dia berkata (yaitu Maryam menjawab perkataan Malaikat itu), ‘Ya, Tuhanku! Bagaimana jalannya aku akan beranak, padahal aku belum pernah disentuh manusia?'"
(pangkal ayat 47)
Artinya, bagai mana aku akan bisa beranak, padahal aku belum pernah kawin? Atau belum pernah berhubungan dengan seorang laki-laki jua pun? Mungkin juga mengandung arti, apakah aku akan dikawinkan? Dan bisa jadi juga berarti ketakjuban Maryam atas kekuasaan Allah sebagaimana takjubnya Zakaria ketika diberi tahu bahwa dia akan diberi putra."Dia (malaikat) berkata, ‘Demikianlah Allah menjadikan apa yang Dia kehendaki.'" Sedangkan langit yang tinggi, lautan yang dalam, bumi yang terbentang, bintang di langit, yang berjuta kali lebih sukar, lagi mudah oleh Allah menjadikan, kononlah hanya soal menciptakan seorang manusia.
“Apabila Dia telah menentukan sesuatu. Dia berkata kepadanya, ‘Jadilah!' maka dia pun jadi."
(ujung ayat 47)
Tentu saja berita mengandungnya Maryam yang suci itu dan lahirnya Isa al-Masih dengan keajaiban yang demikian hanya dapat ditolak oleh orang yang caranya berpikir tidak beres. Yang menyerupakan saja di antara yang jarang kejadian dengan yang tidak masuk akal akan kejadian. Misalnya kalau ada berita bahwa seekor lembu telah masuk ke lubang jarum, sedangkan lubang jarum sekecil itu juga dan lembu sebesar itu juga, itulah yang tidak masuk di akal. Akan tetapi, perempuan mengandung tidak karena persetubuhan, bukanlah perkara yang tidak masuk akal meskipun diakui bahwa itu adalah hal yang jarang sekali kejadian. Oleh sebab itu, orang yang beragama, baik Islam maupun dia Nasrani, kalau dia percaya akan kejadian itu, bukan sajalah karena kitab suci telah mengatakan demikian lalu diterima sebagai dogma, melainkan karena memang hal yang demikian itu masuk akal. Terutama Al-Qur'an, terlebih dahulu memberi pengantar kata bahwa Maryam itu adalah gadis suci; kita pun percaya. Sedangkan berita anak usia tiga bulan mengandung yang disiarkan surat-surat kabar, kita percaya, apalah lagi kalau Al-Qur'an yang mengatakan.
Lebih-lebih di zaman kita sekarang ini, di waktu ilmu pengetahuan alam dan ilmu kimia sudah sangat maju, sehingga hal-hal yang dahulu kala dipandang amat mustahil, di zaman sekarang sudah menjadi hal yang biasa.
Ada perkara yang kita belum tahu, janganlah lekas kita mengatakan mustahil karena belum kita ketahui. Menurut pengetahuan kita, bibit asal kejadian manusia ialah dari protoplasma yang terkumpul karena pertemuan mani laki laki dengan mani perempuan. Akan tetapi, jangan kita lupa bahwa yang membuat bibit-bibit itu ialah Yang Mahakuasa atas alam. Masuk dalam akal orang yang berpikir teratur bahwasanya ada lagi cara lain yang diketahui Yang Mahakuasa itu tentang penciptaan manusia, yang kita belum tahu ataupun tidak akan tahu selamanya.
Yang kedua: Siti Maryam ditemui oleh Malaikat dan diterangkan kepadanya bahwa dia akan beranak. Karena, dia seorang anak perempuan yang saleh, dia sangat percaya bahwa itu akan kejadian pada dirinya, kalau Allah menghendaki. Kalau dia bertanya, itu bukanlah karena dia tidak percaya, melainkan hanyalah untuk meyakinkan saja, sebagaimana pertanyaan Zakaria tua yang istrinya mandul dijanjikan akan diberi anak dahulu dari Maryam.
Kemudian dilanjutkan perkataan Malaikat itu kepada Maryam tentang keadaan isa yang akan lahir itu,
“Dan Dia akan mengajaknya kitab dan hikmah dan Taurat dan Injil."
(ayat 48)
Di ayat ini dijelaskanlah empat keutamaan anugerah Allah kepada beliau. Pertama dia akan diajari kitab, yaitu akan diberi pengetahuan menulis dan membaca. Firman Allah yang begini menambah kepercayaan umat Muhamamd ﷺ bahwasanya niscaya Nabi Isa itu ada mencatatkan Injil, sebagai wahyu yang diterimanya dari Allah. Dan, diajarkan pula kepada beliau hikmah, yaitu kebijaksanaan dan akal budi yang luas dan jauh pandangan. Diajar Allah pula kepada beliau kitab Taurat dan diberi pula dia wahyu sendiri, yaitu Injil. Injil itulah syari'at yang khas bagi beliau.
Kemudian Malaikat itu meneruskan katanya pula,
“Dan rasul kepada Bani Israil."
(pangkal ayat 49)
Kepada Bani Israillah tujuan beliau yang pertama dan utama sekali, sebagaimana pernah beliau sebutkan bahwa beliau datang adalah hendak mengumpulkan domba-domba Israel yang hilang. Kemudian itu, di dalam ayat itu juga, diterangkan apa seruan Nabi Isa al-Masih kepada Bani Israil itu. Di antara kata beliau, “Sesungguhnya, aku telah datang kepada kamu dengan ayat dari Tuhan kamu." Arti ayat di sini ialah mukjizat, yaitu tanda-tanda yang ganjil, jarang terjadi, sebagaimana tanda dari kekuasaan ayat Allah. Maka, diuraikan pulalah oleh Nabi Isa di antara ayat itu,"Sesungguhnya, aku dapat membuat untuk kamu dari tanah seperti bentuk burung, lalu aku embuskan padanya maka jadilah dia burung dengan izin Allah." Beliau katakan bahwa beliau sanggup menggamak-gamak tanah, membuat tanah itu berbentuk sebagaimana burung maka setelah diembusnya tanah itu dengan izin Allah, jadilah dia burung benar-benar. Kemudian beliau sebut pula mukjizat yang lain, yang dia sanggup mengerjakan, “Dan aku dapat menyembuhkan orang buta dan orang disupak (balak) dan menghidupkan orang yang telah mati dengan izin Allah." Dan ketiganya itu telah pernah beliau lakukan maka orang buta, orang disupak itu pun sembuhlah kembali, yang buta menjadi nyalang matanya dan yang dapat penyakit supak licin baik kembali mulutnya dan orang yang baru meninggal pun hidup kembali; semuanya itu dengan izin Allah."Dan aku dapat menceritakan kepada kamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan dalam rumah-rumah kamu." Serupa ini pulalah mukjizat yang pernah diberikan kepada Nabi Yusuf, yang dapat menerka makanan apa yang akan diberikan penjaga penjara kepada teman-temannya di dalam penjara sebelum makanan sampai, sebagaimana tersebut di dalam surah Yusuf, Sama sekali itu, dialas kata oleh al-Masih, adalah dengan izin Allah, sebagaimana sekali rasul pun mengeluarkan berbagai mukjizat; Musa dengan tongkatnya, Shalih dengan untanya, Ibrahim tidak terbakar dalam nyala api, semuanya itu berlaku dengan izin Allah. Lalu berkatalah Isa selanjutnya,
“Sesungguhnya, pada yang demikian itu adalah satu tanda bagimu, jika memang kamu beriman."
(ujung ayat 49)
Yaitu satu tanda yang tidak akan dapat kamu mungkiri lagi bahwa aku ini memang utusan dari Allah untuk kamu. Karena, semua yang terjadi pada mukjizat itu hanya semata-mata keizinan dari Allah, bukan daya upayaku sendiri. Sebab itu, berimanlah kamu dan percayatah kamu kepada Allah.
Nabi Isa kemudian berkata lagi tentang tugasnya,
“Dan membenamkan apa yang di hadapanku dari Taurat."
(pangkal ayat 50)
Artinya, beliau datang bukanlah akan mengubah-ubah hukum Taurat, bahwa satu noktah pun tidak ada yang akan diubah, “Dan untuk menghalalkan bagi kamu apa yang pernah diharamkan atas kamu." Karena banyak perkara, terutama makanan yang diharamkan kepada Bani Israil karena dan kesalahan mereka sendiri, karena banyak pertanyaan mereka; maka kedatangan Isa adalah mencabut kembali beberapa larangan itu sehingga tidak menyempit. Sebab itu, pokok-pokok hukum Taurat sekali-kali tidak berubah. Yang berubah ialah beberapa syari'at menurut zamannya."Dan akan datang kepada kamu dengan ayat dari Tuhan kamu!' Beliau ulangkan sekali lagi menyebutkan ayat atau mukjizat untuk pemisahkan mukjizat yang terlebih dahulu dengan yang akan datang kemudian, yang semuanya bukan tanda bahwa Isa Tuhan, melainkan sebagai tanda bahwa dia adalah utusan Allah, “Maka takwalah kepada Allah," ikutlah perintah-Nya dan hentikanlah larangan-Nya serta sembahlah Dia,
“Dan taatilah aku."
(ujung ayat 50)
Sebab, yang tahu bagaimana mendekati Allah dan menghambakan diri kepada-Nya ialah aku sebab aku adalah utusan-Nya. Untuk keselamatanmu semuanya, taatilah aku dan turutilah jalan yang aku tempuh.
“Sesungguhnya, Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kamu, sebab itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus."
(ayat 51)
Di hadapan Allah itu, samalah di antara aku dan kamu, sama-sama hamba-Nya. Sebab itu, kepada-Nya sajalah hendaknya kamu menyembah. Inilah jalan yang lurus, jalan yang lain tidak ada. Tidak ada Tuhan melainkan Dia.
Demikianlah diceritakan tentang Maryam mengandung dan Isa al-Masih lahir, yang kemudian diangkat Allah menjadi utusan-Nya. Tidak ada Isa al-Masih menyeru manusia untuk menempuh jalan lain ataupun untuk menuhankan dirinya sendiri.
"Delivering the Good News to Maryam of `Isa's Birth
This Ayah contains the glad tidings the angels brought to Maryam that she would give birth to a mighty son who will have a great future.
Allah said,
إِذْ قَالَتِ الْمَليِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِّنْهُ
(Remember) when the angels said:""O Maryam! Verily, Allah gives you the glad tidings of a Word from Him,
a son who will come into existence with a word from Allah, `Be', and he was.
According to the majority of the scholars, this is the meaning of Allah's statement (about Yahya)
مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللّهِ
(Believing in the Word from Allah) (3:39).
اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ
His name will be Al-Masih, `Isa, the son of Maryam,
and he will be known by this name in this life, especially by the believers.
`Isa was called ""Al-Masih"" (the Messiah) because when he touched (Mash) those afflicted with an illness, they would be healed by Allah's leave.
Allah's statement,
عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ
(`Isa, the son of Maryam),
relates `Isa to his mother, because he did not have a father.
وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالاخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ
Held in honor in this world and in the Hereafter, and will be one of those who are near to Allah.
meaning, he will be a leader and honored by Allah in this life, because of the Law that Allah will reveal to him, sending down the Scripture to him, along with the other bounties that Allah will grant him with.
`Isa will be honored in the Hereafter and will intercede with Allah, by His leave, on behalf of some people, just as is the case with his brethren the mighty Messengers of Allah, peace be upon them all.
`Isa Spoke When He was Still in the Cradle
Allah said
وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلً
He will speak to the people, in the cradle and in manhood,
calling to the worship of Allah Alone without partners, while still in the cradle, as a miracle from Allah, and when he is a man, by Allah's revelation to him.
Muhammad bin Ishaq recorded that Abu Hurayrah said that the Messenger of Allah said,
مَا تَكَلَّمَ مَوْلُودٌ فِي صِغَرِهِ إِلاَّ عِيسَى وَصَاحِبُ جُرَيْج
No infant spoke in the cradle except `Isa and the companion of Jurayj.
Ibn Abi Hatim recorded that Abu Hurayrah said that the Prophet said,
لَمْ يَتَكَلَّمْ فِي الْمَهْدِ إِلاَّ ثَلَثَةٌ عِيسَى وَصَبِيٌّ كَانَ فِي زَمَنِ جُرَيْجٍ وَصَبِيٌّ اخَر
No infant spoke in the cradle except three, `Isa, the boy during the time of Jurayj, and another boy.
وَمِنَ الصَّالِحِينَ
And he will be one of the righteous.
in his statements and actions, for he will possess, pure knowledge and righteous works.
`Isa was Created Without a Father
When Maryam heard the good news that the angels conveyed from Allah, she said
قَالَتْ رَبِّ أَنَّى يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ
""O my Lord! How shall I have a son when no man has touched me.""
Mary said, ""How can I have a son while I did not marry, nor intend to marry, nor am I an indecent woman, may Allah forbid""
The angel conveyed to Maryam, Allah's answer,
قَالَ كَذَلِكِ اللّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاء
He said:""So (it will be) for Allah creates what He wills.
He is Mighty in power and nothing escapes His ability.
Allah used the word `create' here instead of the word `does' as in the tale about Zakariyya (3:40), to eradicate any evil thought concerning `Isa.
Allah next emphasized this fact when He said,
إِذَا قَضَى أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ
When He has decreed something, He says to it only:""Be! ـ and it is.
meaning, what Allah wills, comes into existence instantly and without delay.
In another Ayah, Allah said,
وَمَأ أَمْرُنَأ إِلاَّ وَحِدَةٌ كَلَمْحٍ بِالْبَصَرِ
And Our commandment is but one as the twinkling of an eye. (54:50),
meaning, ""We only issue the command once, and it comes into existence instantly, as fast as, and faster than, a blink of the eye.
The Description of `Isa and the Miracles He Performed
Allah tells;
وَيُعَلِّمُهُ
And He will teach him,
Allah states that the good news brought to Maryam about `Isa was even better because Allah would teach him,
الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ
the Book and Al-Hikmah.
It appears that the `Book' the Ayah mentioned here refers to writing. We explained the meaning of Al-Hikmah in the Tafsir of Surah Al-Baqarah.
وَالتَّوْرَاةَ وَالاِنجِيلَ
the Tawrah and the Injil.
The Tawrah is the Book that Allah sent down to Musa, son of Imran, while the Injil is what Allah sent down to `Isa, son of Maryam, peace be upon them, and `Isa memorized both Books.
Allah's statement
وَرَسُولاً إِلَى بَنِي إِسْرَايِيلَ
And will make him a Messenger to the Children of Israel,
means, that Allah will send `Isa as a Messenger to the Children of Israel, proclaiming to them,
أَنِّي قَدْ جِيْتُكُم بِأيَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُم مِّنَ الطِّينِ كَهَيْيَةِ الطَّيْرِ فَأَنفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللّهِ
I have come to you with a sign from your Lord, that I design for you out of clay, a figure like that of a bird, and breathe into it, and it becomes a bird by Allah's leave.
These are the miracles that `Isa performed; he used to make the shape of a bird from clay and blow into it, and it became a bird by Allah's leave. Allah made this a miracle for `Isa to testify that He had sent him.
وَأُبْرِىءُ الاكْمَهَ
And I heal him who is Akmah,
meaning, `a person who was born blind,' which perfects this miracle and makes the challenge more daring.
والَابْرَصَ
And the leper,
which is a known disease.
وَأُحْيِـي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللّهِ
And I bring the dead to life by Allah's leave.
Many scholars stated that Allah sent every Prophet with a miracle suitable to his time.
For instance, in the time of Musa, magic was the trade of the time, and magicians held a high position. So Allah sent Musa with a miracle that captured the eyes and bewildered every magician. When the magicians realized that Musa's miracle came from the Almighty, Most Great, they embraced Islam and became pious believers.
As for `Isa, he was sent during a time when medicine and knowledge in physics were advancing. `Isa brought them the types of miracles that could not be performed, except by one sent by Allah. How can any physician bring life to clay, cure blindness and leprosy and bring back to life those entrapped in the grave!
Muhammad was sent during the time of eloquent people and proficient poets. He brought them a Book from Allah; if mankind and the Jinn tried to imitate ten chapters, or even one chapter of it, they will utterly fail in this task, even if they tried to do it by collective cooperation. This is because the Qur'an is the Word of Allah and is nothing like that of the creatures.
`Isa's statement,
وَأُنَبِّيُكُم بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ
And I inform you of what you eat, and what you store in your houses,
means, I tell you about what one of you has just eaten and what he is keeping in his house for tomorrow.
إِنَّ فِي ذَلِكَ
Surely, therein,
all these miracles.
لاايَةً لَّكُمْ
is a sign for you,
testifying to the truth of what I was sent to you with.
إِن كُنتُم مُّوْمِنِينَ
وَمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ
If you believe. And I have come confirming that which was before me of the Tawrah,
affirming the Tawrah and upholding it,
وَلاُِحِلَّ لَكُم بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ
and to make lawful to you part of what was forbidden to you.
This part of the Ayah indicates that `Isa abrogated some of the Laws of the Tawrah and informed the Jews of the truth regarding some issues that they used to dispute about.
In another Ayah;
وَلاُبَيِّنَ لَكُم بَعْضَ الَّذِى تَخْتَلِفُونَ فِيهِ
And in order to make clear to you some of the (points) in which you differ. (43;63)
`Isa said next,
وَجِيْتُكُم بِأيَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ
And I have come to you with a proof from your Lord.
""Containing affirmation and evidence to the truth of what I am conveying to you.""
فَاتَّقُواْ اللّهَ وَأَطِيعُونِ
إِنَّ اللّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ
So have Taqwa of Allah and obey me. Truly, Allah is my Lord and your Lord, so worship Him (Alone).
for I and you are equal in our servitude, submission and humbleness to Him.
هَـذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ
This is the straight path."
And We will teach him (read nu'allimuhu, or, yu'allimuhu, 'He will teach him') the Book, that is, script, wisdom, and the Torah, and the Bible.
1. Verse 48 recounts the august virtues of Sayyidna ` Isa (علیہ السلام) who would be born blessed with the honour of learning from Allah: Scriptures, Wisdom and specially the توراۃ Torah and the اِنجیل Injil; and that he will be sent as a Messenger of Allah to all of the Children of Isra` il.
2. The message he will carry to them will be his argument in favour of his prophethood. In order that they believe, enumerated in verse 49, there are four signs or miracles that he would perform, being enough for willing believers.
3. Verse 50 says that Sayyidna ` Isa (علیہ السلام) will declare that he has come to confirm Torah which was revealed before his coming and to make lawful what remained unlawful for them in the law of Moses. This means that the unlawfulness of some things in the earlier code would stand abrogated by the new one, (that of Sayyidna ` Isa علیہ السلام) whose station of prophethood was the conclusive argument for that claim of abrogation. The proof of his truth were the signs from their Lord.
4. Once his prophethood is established, verse 51 states that Sayyidna ` Isa (علیہ السلام) will ask them to beware of any contravention of Divine commandments, fear Allah, and follow his teachings in matters of religion which, in a nutshell, are that 'Allah is my Lord and your Lord' (the ultimate in belief) and 'Worship Him' (the ultimate in deeds). This, then, is the straight path which helps perfect the ideal combination of beliefs and deeds, leads to the way of salvation and is the source of communion with Allah.
Ruling:
Making the shape of a bird was the making of a picture, something permitted in that Shari` ah. In our Shari'ah, its permissibility was abrogated.








