Gabung menjadi bagian dari 4 juta+ pembelajar Al-Qur'an dari 180+ negara
Ayat
Terjemahan Per Kata
قُلۡ
katakanlah
إِن
jika
كُنتُمۡ
kalian adalah
تُحِبُّونَ
mencintai
ٱللَّهَ
Allah
فَٱتَّبِعُونِي
maka ikutilah aku
يُحۡبِبۡكُمُ
mencintai kamu
ٱللَّهُ
Allah
وَيَغۡفِرۡ
dan Dia mengampuni
لَكُمۡ
bagi kalian
ذُنُوبَكُمۡۚ
dosa-dosamu
وَٱللَّهُ
dan Allah
غَفُورٞ
Maha Pengampun
رَّحِيمٞ
Maha Penyayang
قُلۡ
katakanlah
إِن
jika
كُنتُمۡ
kalian adalah
تُحِبُّونَ
mencintai
ٱللَّهَ
Allah
فَٱتَّبِعُونِي
maka ikutilah aku
يُحۡبِبۡكُمُ
mencintai kamu
ٱللَّهُ
Allah
وَيَغۡفِرۡ
dan Dia mengampuni
لَكُمۡ
bagi kalian
ذُنُوبَكُمۡۚ
dosa-dosamu
وَٱللَّهُ
dan Allah
غَفُورٞ
Maha Pengampun
رَّحِيمٞ
Maha Penyayang
Terjemahan
Katakanlah (Muhammad), "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Tafsir
(Katakanlah) kepada mereka hai Muhammad! ("Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku niscaya Allah mencintaimu) dengan arti bahwa Dia memberimu pahala (dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun) terhadap orang yang mengikutiku, mengenai dosa-dosanya yang telah terjadi sebelum itu (lagi Maha Penyayang") kepadanya.
Tafsir Surat Ali-'Imran: 31-32
Katakanlah (Muhammad), "Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian," Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Katakanlah (Muhammad), "Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kalian berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir."
Ayat 31
Ayat yang mulia ini menilai setiap orang yang mengklaim dirinya cinta kepada Allah, sedangkan sepak terjangnya tidak pada jalan yang telah dirintis oleh Nabi Muhammad ﷺ; bahwa sesungguhnya dia adalah orang yang dusta dalam pengakuannya, sebelum ia mengikuti syariat Nabi ﷺ dan agama yang dibawanya dalam semua ucapan dan perbuatannya. Seperti yang disebutkan di dalam hadits shahih, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang melakukan suatu amal perbuatan yang bukan termasuk tuntunan kami, maka amalnya itu ditolak.” Karena itulah maka dalam ayat ini disebutkan melalui firman-Nya:
“Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi kalian.” (Ali Imran: 31)
Yakni kalian akan memperoleh balasan yang lebih daripada apa yang dianjurkan kepada kalian agar kalian mencintai-Nya, yaitu Dia mencintai kalian. Kecintaan Allah kepada kalian dinilai lebih besar daripada yang pertama, yaitu kecintaan kalian kepada-Nya. Seperti yang dikatakan oleh sebagian ulama yang bijak, bahwa duduk perkaranya bukanlah bertujuan agar kamu mencintai, melainkan yang sebenarnya adalah bagaimana supaya kamu dicintai.
Al-Hasan Al-Basri dan lain-lain dari kalangan ulama Salaf mengatakan bahwa ada segolongan kaum yang mengira bahwa dirinya mencintai Allah, maka Allah menguji mereka dengan ayat ini, yaitu firman-Nya: "Katakanlah, ‘Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian’." (Ali Imran: 31)
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Muhammad At-Tanafisi, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Musa ibnu Abdul A'la ibnu A'yun, dari Yahya ibnu Abu Kasir, dari Urwah, dari Aisyah yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Tiada lain (ajaran) agama itu melainkan cinta karena Allah dan benci karena Allah. Allah ﷻ berfirman: Katakanlah, ‘Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku’." (Ali Imran: 31)
Abu Zur'ah (yakni Abdul A'la) mengatakan bahwa hadits ini munkar (sangat lemah).
Kemudian Allah ﷻ berfirman: “Dan mengampuni dosa-dosa kalian, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ali Imran: 31)
Yakni karena kalian mengikuti Rasul ﷺ, maka kalian memperoleh karunia itu berkat perantaraannya.
Ayat 32
Kemudian Allah memerintahkan setiap orang, baik dari kalangan khusus ataupun dari kalangan awam melalui firman-Nya: "Katakanlah, ‘Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kalian berpaling’.” (Ali Imran: 32) Yaitu menentang perintah-Nya. “Maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.” (Ali Imran: 32)
Ayat ini memberikan pengertian bahwa menyimpang dari jalan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan perbuatan kufur; dan Allah tidak menyukai orang yang mempunyai sifat demikian, sekalipun ia mengakui bahwa dirinya cinta kepada Allah dan selalu mendekatkan diri kepada-Nya, sebelum ia mengikuti Rasul yang ummi penutup para rasul yang diutus untuk seluruh makhluk jin dan manusia.
Karena seandainya para nabi dan bahkan para rasul atau mereka yang dari kalangan ulul azmi berada di zaman Nabi Muhammad ﷺ, maka tiada jalan lain bagi mereka kecuali mengikuti Nabi Muhammad ﷺ, taat kepadanya, serta mengikuti syariatnya. Seperti yang akan diterangkan nanti dalam tafsir firman-Nya: “Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi.” (Ali Imran: 81), hingga akhir ayat.
Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada mereka yang merasa mencintai Allah, Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, dengan melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larang-an-Nya yang disyariatkan melalui aku, juga ditambah dengan melaksanakan sunahsunahku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang terhadap siapa pun yang mengikuti perintah Rasul-Nya dan meninggalkan larangannya. Sebagai bukti kecintaan kepada Allah, maka katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada mereka yang telah mencintai Allah, Taatilah Allah dan Rasul baik dalam perintah maupun larangan-Nya. Sebab, jika kalian berpaling dari menaati Allah dan Rasul-Nya sementara kalian mengaku telah mencintai-Nya, maka ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-orang kafir, baik dari segi akidah maupun mereka yang bergelimang dalam kedurhakaan.
.
Dalam ayat ini Allah memerintahkan Nabi untuk mengatakan kepada orang Yahudi, jika mereka benar menaati Allah maka hendaklah mereka mengakui kerasulan Nabi Muhammad, yaitu dengan melaksanakan segala yang terkandung dalam wahyu yang diturunkan Allah kepadanya. Jika mereka telah berbuat demikian niscaya Allah meridai mereka dan memaafkan segala kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan serta mengampuni dosa-dosa mereka. Mengikuti Rasul dengan sungguh-sungguh baik dalam itikad maupun amal saleh akan menghilangkan dampak maksiat dan kekejian jiwa mereka serta menghapuskan kezaliman yang mereka lakukan sebelumnya.
Ayat ini memberikan keterangan yang kuat untuk mematahkan pengakuan orang-orang yang mengaku mencintai Allah pada setiap saat, sedang amal perbuatannya berlawanan dengan ucapan-ucapan itu. Bagaimana mungkin dapat berkumpul pada diri seseorang cinta kepada Allah dan pada saat yang sama membelakangi perintah-Nya. Siapa yang mencintai Allah, tapi tidak mengikuti jalan dan petunjuk Rasulullah, maka pengakuan cinta itu adalah palsu dan dusta. Rasulullah bersabda:
"Siapa melakukan perbuatan tidak berdasarkan perintah kami maka perbuatan itu ditolak". (Riwayat al-Bukhari).
Barang siapa mencintai Allah dengan penuh ketaatan, serta mendekatkan diri kepada-Nya dengan mengikuti perintah Nabi-Nya, serta membersihkan dirinya dengan amal saleh, maka Allah mengampuni dosa-dosanya.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
“Katakanlah, ‘Jika memang kamu tidak kepada Allah maka tunaikanlah aku, niscaya tidak pula Allah kepada kamu dan akan diampuni-Nya dosa-dosa kamu. Dan, Allah adalah Maha Pengampun lagi Penyayang."
(ayat 31)
Sampaikanlah pesan-Ku itu kepada seluruh hamba-Ku yang rindu, asyik dan cinta kepada-Ku itu. Bentuklah sebuah rombongan itu, zumaran, berbondong-bondong Tiap-tiap rombongan di bawah pimpinan engkau, wahai utusan-Ku! Katakanlah kepada mereka, wahai Rasul-Ku, cinta mereka Aku balas, bertepuk tidak sebelah tangan. Tadi mereka menyebut bahwa mereka sebagai manusia pernah bersalah. Aku tahu itu, Aku lebih tahu sebab Aku yang mengetahui asal kejadian. Maka, apabila rombongan itu telah terbentuk dan mereka telah berkumpul di dalamnya, dan engkau sendiri yang memimpin, tandanya mereka telah benar-benar telah berjalan menuju Aku. Aku ampuni dosa mereka. Aku mempunyai pula suatu nama yang menunjukkan sifat-Ku yaitu Tawwab, artinya memberi tobat, menerima hamba-Ku yang kembali. Aku pun mempunyai suatu nama yang menunjukkan sifat-Ku, yaitu Ghafur, Pemberi ampun. Aku pun Rahim, Amat Penyayang. Bagaimana akan kamu ketahui kebesaran Asma-Ku itu kalau yang bersalah di antara kamu memohon ampun tidak Aku ampuni?
Akan tetapi, cinta dalam ucapan saja tidaklah cukup. Bahkan cinta hati tidak diikuti pengorbanan tidaklah cukup. Menyatakan cinta, padahal kehendak hati yang dicintai tidak diikuti, adalah cinta palsu. Allah tidak menyukai kepalsuan.
Kamu durhakai Allah, padahal kamu menyatakan cinta kepada-Nya.
Ini adalah mustahil dalam kejadian, dan ini adalah ganjil
Jika memang cintamu itu cinta sejati, niscaya kamu taat kepada-Nya.
Sebab orang yang bercinta, terhadap yang dicintai, selalu patuh.
Oleh sebab itu, datanglah sambungan ayat,
“Katakanlah, ‘Hendaklah kamu taat kepada Allah dan Rasul.'"
(pangkal ayat 32)
Taatlah kepada Allah dan ikuti jejak Rasul, niscaya kamu akan yakin bahwa bimbingannya tidak akan membawamu kepada kecelakaan. Apabila kamu telah cinta kepada sesuatu, tentu keinginan kamu adalah keinginan dia. Apatah lagi cinta kepada Allah. Kalau kamu telah cinta kepada Allah, niscaya fanalah kesukaan dirimu sendiri, lebur ke dalam kesukaan Allah. Niscaya bertobat kamu, hanya Satu Dia saja ingatanmu. Tidak berbelah-bagi. Kalau terbelah sedikit saja, niscaya terbelah pula ketaatanmu, palsulah cintamu. Taat kepada Rasul adalah akibat taat kepada Allah, sebab Rasul itu diutus buat menjemput kamu dan menunjukkan jalan serta memimpin perjalanan itu sekali.
“Akan tetapi, jika kamu berpaling maka sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang kafir."
(ujung ayat 32)
Maka, adalah orang-orang yang terpacul, tercampak ke luar dari rombongan. Ada yang mengaku cinta kepada Allah, tetapi bukan bimbingan Muhammad yang hendak diturutinya, dia pun tersingkir ke tepi. Dia maghdhub, dimurkai Allah.
Ada yang mencoba-coba membuat rencana sendiri, memandai-mandai maka dia pun terlempar keluar, dia dhallin, dia pun tersesat.
Ada yang tidak sabar, lantas tercecer di tengah jalan. Ada yang terpesona oleh beberapa hal yang disangka indah
"Allah's Love is Attained by Following the Messenger
Allah says;
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ
Say (O Muhammad to mankind):""If you (really) love Allah, then follow me (i.e. Muhammad), Allah will love you,
This honorable Ayah judges against those who claim to love Allah, yet do not follow the way of Muhammad. Such people are not true in their claim until they follow the Shariah (Law) of Muhammad and his religion in all his statements, actions and conditions.
It is recorded in the Sahih that the Messenger of Allah said,
مَنْ عَمِلَ عَمَلً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَد
Whoever commits an act that does not conform with our matter (religion), then it will be rejected of him.
This is why Allah said here,
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ
Say (O Muhammad to mankind):""If you (really) love Allah, then follow me, Allah will love you...,""
meaning, what you will earn is much more than what you sought in loving Him, for Allah will love you.
Al-Hasan Al-Basri and several scholars among the Salaf commented,
""Some people claimed that they love Allah. So Allah tested them with this Ayah;
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ
(Say (O Muhammad to mankind):""If you (really) love Allah, then follow me, Allah will love you..."").""
Allah then said,
وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
""And forgive you your sins. And Allah is Oft-Forgiving, Most Merciful.""
meaning, by your following the Messenger, you will earn all this with the blessing of his mission.
Allah next commands everyone
قُلْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ فإِن تَوَلَّوْاْ
Say:""Obey Allah and the Messenger."" But if they turn away,
by defying the Prophet,
فَإِنَّ اللّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ
then Allah does not like the disbelievers.
thus, testifying that defiance of the Messenger's way constitutes Kufr.
Indeed, Allah does not like whoever does this, even if he claims that he loves Allah and seeks a means of approach to Him, unless, and until, he follows the unlettered Prophet, the Final Messenger from Allah to the two creations:mankind and the Jinn.
This is the Prophet who, if the previous Prophets and mighty Messengers were to have been alive during his time, they would have no choice but to follow, obey him, and to abide by his Law. Allah willing, we will mention this fact when we explain the Ayah,
وَإِذْ أَخَذَ اللّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّيْنَ
(And (remember) when Allah took the Covenant of the Prophets). (3:81)"
When they said, 'We only worship idols out of our love for God, that they might bring us close to Him', the following was revealed: Say, O Muhammad may peace and salutation be upon him, 'If you love God, follow me, and God will love you, meaning that He will reward you, and forgive you your sins; God is Forgiving, as regards the sins, committed previously, by one who [now] follows me; Merciful, to him.
Sequence
In previous verses, there was affirmation of Allah's Oneness and the condemnation of disbelief in it. Affirmed now is the belief in prophethood as well as the necessity of following the Messenger so that we stand informed that the rejection of prophethood or refusal to obey the Prophet ﷺ is also an act of disbelief (kufr) like the rejection of the Oneness of Allah.
Commentary
Love is something secret. Whether or not a person loves another person, or loves less or more, are questions which cannot be answered precisely. There is no measure or yard-stick to determine the truth of the matter except that one makes an educated guess based on visible conditions and dealings, for love leaves traces and signs which could help in recognizing it as such. Now, in these verses, Allah Almighty tells those who claimed that they loved Allah and hoped to be loved by Him above the real criterion of His love. In other words, if a person living in the world of today claims that he loves his Creator and Master, then, he must test it on the touch-stone of his obedience to the Messenger, that is, match it against the frequency and quality of where and how he has been following him. Once this is done, the genuine and the fake of it will be exposed right there. How much true a person turns out to be in his claim will be visible from how much he makes it a point to follow the noble prophet (علیہ السلام) ، using the guidance brought by him as the guiding force in his life. The same test will show that the weaker a person is in his claim, so equally weak he shall be in his obedience to the Prophet ﷺ .
The Holy Prophet ﷺ has said:
He who obeyed Muhammad ﷺ obeyed Allah and he who disobeyed Muhammad ﷺ disobeyed Allah. (Tafsir Mazhari)








