Gabung menjadi bagian dari 4 juta+ pembelajar Al-Qur'an dari 180+ negara
Ayat
Terjemahan Per Kata
إِنَّ
sesungguhnya
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
كَفَرُواْ
kafir/ingkar
لَن
tidak
تُغۡنِيَ
mencukupi/menolak
عَنۡهُمۡ
dari mereka
أَمۡوَٰلُهُمۡ
harta benda mereka
وَلَآ
dan tidak
أَوۡلَٰدُهُم
anak-anak mereka
مِّنَ
dari
ٱللَّهِ
Allah
شَيۡـٔٗاۖ
sedikitpun
وَأُوْلَٰٓئِكَ
dan itulah
هُمۡ
mereka
وَقُودُ
bahan bakar
ٱلنَّارِ
api neraka
إِنَّ
sesungguhnya
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
كَفَرُواْ
kafir/ingkar
لَن
tidak
تُغۡنِيَ
mencukupi/menolak
عَنۡهُمۡ
dari mereka
أَمۡوَٰلُهُمۡ
harta benda mereka
وَلَآ
dan tidak
أَوۡلَٰدُهُم
anak-anak mereka
مِّنَ
dari
ٱللَّهِ
Allah
شَيۡـٔٗاۖ
sedikitpun
وَأُوْلَٰٓئِكَ
dan itulah
هُمۡ
mereka
وَقُودُ
bahan bakar
ٱلنَّارِ
api neraka
Terjemahan
Sesungguhnya orang-orang kafir, bagi mereka tidak akan berguna sedikit pun harta benda dan anak-anak mereka terhadap (azab) Allah. Dan mereka itu (menjadi) bahan bakar api neraka.
Tafsir
(Sesungguhnya orang-orang kafir, harta benda dan anak-anak mereka tidak dapat menolak Allah) yakni siksa-Nya (sedikit pun dan merekalah bahan bakar api neraka) dibaca 'waquud', bahan untuk pembakaran.
Tafsir Surat Ali-'Imran: 10-11
Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka sedikit pun tidak dapat menolak azab Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka.
Keadaan mereka adalah seperti keadaan kaum Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Dan Allah sangat keras azab-Nya.
Ayat 10
Allah ﷻ memberitakan perihal orang-orang kafir, bahwa kelak mereka akan menjadi bahan bakar api neraka. Hal ini disebutkan melalui firman-Nya dalam ayat yang lain: “(Yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi mereka laknat dan tempat tinggal yang buruk.” (Al-Mumin: 52) Semua yang diberikan kepada mereka ketika di dunia yaitu berupa harta benda dan anak-anak tidak ada manfaatnya bagi mereka di sisi Allah, juga tidak dapat menyelamatkan mereka dari azab Allah yang amat pedih. Seperti yang diungkapkan oleh ayat lainnya, yaitu firman-Nya:
“Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedangkan mereka dalam keadaan kafir.” (At-Taubah: 55)
Firman Allah ﷻ yang mengatakan; “Janganlah sekali-kali kamu terpesona oleh keleluasaan mobilitas orang-orang kafir di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahanam; dan Jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.” (Ali Imran 196-197)
Sedangkan dalam ayat ini Allah ﷻ berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir.” (Ali Imran: 10)
Yakni orang-orang yang ingkar kepada ayat-ayat Allah, mendustakan rasul-rasul-Nya, menentang Kitab-Nya, dan tidak mengambil manfaat dari wahyu-Nya yang diturunkan kepada nabi-nabi-Nya.
“Harta benda dan anak-anak mereka sedikit pun tidak dapat menolak azab Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka.” (Ali Imran: 10)
Yaitu bahan bakarnya yang digunakan untuk memperbesar api neraka; keadaannya sama dengan makna yang disebutkan dalam ayat yang lain, yaitu firman-Nya: “Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah bahan bakar Jahanam.” (Al-Anbiya: 98), hingga akhir ayat.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Maryam, telah menceritakan kepada kami ibnu Luhai'ah, telah menceritakan kepadaku Ibnul Had, dari Hindun bintil Haris, dari Ummul Fadl (yaitu Ummu Abdullah ibnu Abbas) yang menceritakan: Ketika kami berada di Mekah, maka di suatu malam Rasulullah ﷺ bangkit, lalu berseru, "Apakah aku telah menyampaikan, ya Allah, apakah aku telah menyampaikan," sebanyak tiga kali. Maka Umar ibnul Khattab bangkit, lalu menjawab, "Ya." Kemudian pada pagi harinya Rasulullah ﷺ bersabda, "Islam benar-benar akan menang hingga kekufuran dikembalikan ke tempat asalnya, dan sesungguhnya banyak lelaki yang menempuh laut berkat Islam. Dan benar-benar akan datang suatu masa atas manusia, mereka mempelajari Al-Qur'an dan membacanya, kemudian mereka mengatakan, 'Kita telah membaca dan mengetahuinya. Maka siapakah orang-orang yang lebih baik daripada kita ini?’ Apakah di antara mereka terdapat kebaikan?" Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah mereka itu?" Rasulullah ﷺ menjawab," Mereka dari kalangan kalian, tetapi mereka adalah bahan bakar neraka."
Ibnu Mardawaih meriwayatkan hadits ini melalui Yazid ibnu Abdullah ibnul Had, dari Hindun bintil Haris (istri Abdullah ibnu Syaddad), dari Ummul Fadl yang menceritakan: Bahwa Rasulullah ﷺ bangkit di suatu malam di Mekah, lalu bersabda, "Apakah aku telah menyampaikan," beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali. Maka bangkitlah Umar ibnul Khattab, dia orangnya sangat perasa, lalu ia menjawab, "Ya Allah, benar, engkau telah berusaha dan telah berupaya dengan sekuat tenaga serta telah memberi nasihat, maka bersabarlah." Maka Nabi ﷺ bersabda, "Iman benar-benar akan menang hingga kekufuran dikembalikan ke tempat asalnya, dan banyak kaum lelaki yang menempuh laut berkat Islam. Dan sungguh akan datang atas manusia suatu zaman, yang di zaman itu mereka mempelajari Al-Qur'an, maka mereka membacanya dan mengajarkannya. Mereka mengatakan, 'Kita telah mahir membaca Al-Qur'an dan kita telah berpengetahuan. Siapakah orang yang lebih baik dari kita ini?' Tetapi di kalangan mereka tidak ada suatu kebaikan pun." Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah mereka itu?" Nabi ﷺ menjawab, "Mereka dari kalangan kalian, mereka adalah bahan bakar neraka."
Ibnu Mardawaih meriwayatkannya pula melalui jalur Musa ibnu Ubaidah, dari Muhammad ibnu Ibrahim, dari Bintil Had, dari Al-Abbas ibnu Abdul Muttalib dengan lafal yang serupa.
Firman Allah ﷻ: “Seperti keadaan kaum Fir'aun.” (Ali Imran: 11)
Adh-Dhahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud adalah seperti perbuatan kaum Fir'aun.
Hal yang sama telah diriwayatkan pula dari Ikrimah, Mujahid, Abu Malik, dan Adh-Dhahhak serta lain-lainnya yang tidak hanya seorang. Di antara mereka ada yang mengatakan seperti sepak terjang kaum Fir'aun, seperti perbuatan kaum Fir'aun, serupa dengan kaum Fir'aun, tetapi pada garis besarnya ungkapan mereka berdekatan.
Ad-da-bu atau ad-da-abu sama wazan-nya dengan lafal nahrun dan naharun, artinya perbuatan, keadaan, perkara, dan kebiasaan. Seperti dikatakan dalam bahasa Arab: “Hal ini masih tetap menjadi kebiasaanku dan kebiasaanmu.” Umru-ul Qais, salah seorang penyair mereka, mengatakan: “Yang mengajak teman-temanku berhenti di atas kendaraan mereka masing-masing karena dia.” Mereka mengatakan, "Janganlah engkau merusak dirimu dengan rasa putus asa, tetapi kuatkanlah hatimu. Seperti kebiasaanmu dengan Ummul Huwairis sebelum dia dan tetangga wanitanya, yaitu Ummur Rabbab di Masal.” Makna da-bika dalam syair di atas ialah seperti kebiasaanmu dengan Ummul Huwairis, ketika engkau merusak dirimu sendiri karena mencintainya, lalu kamu menangisi rumah dan bekas-bekas yang ditinggalkannya.
Makna ayat, orang-orang kafir itu tidak bermanfaat buat diri mereka harta benda dan anak-anak mereka, bahkan mereka binasa dan diazab seperti yang pernah terjadi pada kaum Fir'aun dan orang-orang sebelumnya dari kalangan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan hujah-hujah-Nya yang dibawa oleh para rasul.
Ayat 11
“Dan Allah sangat keras azab-Nya.” (Ali Imran: 11)
Yakni pembalasan Allah sangat keras dan azab-Nya sangat pedih, tidak ada seorang pun yang dapat menolaknya dan tiada sesuatu pun yang luput dari-Nya. Bahkan Dia Maha Melakukan apa yang Dia kehendaki, Dia Maha Menang atas segala sesuatu. Tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Dia, dan tidak ada Tuhan yang berkuasa selain Dia.
Sesungguhnya orang-orang yang kafir, yang menutupi tanda-tanda keesaan dan kebesaran Allah serta mengingkari petunjuk-petunjukNya, bagi mereka tidak akan berguna sedikit pun harta benda yang Allah berikan kepada mereka walau sebanyak apa pun, dan demikian pula anak-anak mereka walau sebanyak dan sehebat apa pun, terhadap azab Allah di dunia. Mereka juga tidak dapat menolak siksa-Nya di akhirat kelak, dan bahkan mereka itu menjadi bahan bakar api nerakaKeadaan mereka yang selalu mendustakan agama Allah dan azab yang diturunkan kepada mereka seperti keadaan pengikut Firaun dan orang-orang kafir yang hidup sebelum mereka. Mereka semua mendustakan ayat-ayat Kami yang tertulis dalam kitab suci dan/atau yang terbentang di alam raya. Mereka mendustakan ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Allah sangat berat hukuman-Nya.
Orang yang kafir dan mengingkari kenabian Muhammad, padahal mereka mengetahui kebenarannya baik dari golongan Ahli Kitab maupun dari golongan orang-orang musyrik Arab, mereka tidak akan dapat menghindari azab Allah. Selanjutnya Allah menerangkan bahwa harta benda dan anak cucu mereka tidak akan memberi syafaat sedikit pun kepada mereka. Harta yang bisa dipergunakan untuk mendapat manfaat dan menolak kemudaratan di dunia dan anak-anak yang bisa membantu dalam segala urusan penting dan dalam peperangan, semuanya itu tidak akan menyelamatkan mereka dari api neraka, sebagaimana Allah berfirman:
(Yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna. (asy-Syu'ara'/26:88)
Walaupun mereka mengucapkan seperti firman Allah:
Dan mereka berkata, "Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami tidak akan diazab." (Saba'/34: 35)
Peryataan mereka ini dibantah Allah dengan firman-Nya:
Dan bukanlah harta atau anak-anakmu yang mendekatkan kamu kepada Kami; melainkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, ?. (Saba'/34: 37).
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
“Sesungguhnya, orang-orang yang kafir itu tidaklah akan dapat melepaskan mereka harta benda mereka dan tidak pula anak-anak mereka dari Allah sesuatu jua pun."
(pangkal ayat 10)
Apa yang akan dibawa ke sana? Hanyalah amal! Demikian Allah selalu menerangkan. Maka, kalau orang mati, satu sen pun harta yang dibanggakan di dunia itu tidak akan menolong apa-apa.
“Dan mereka itu semuanya adalah bakalan neraka"
(ujung ayat 10)
Dengan ini, diperingatkanlah bahwa harta dan anak, kalau tidak hati-hati, adalah pintu kepada kufur. Harta benda dan anak-anak adalah barang yang tampak oleh mata. Inilah yang disebut “hidup kebenaran", sedangkan kepercayaan kepada Allah adalah hidup “keruhanian". Sedang hidup kebendaan ini tidaklah lama. Yang akan lama kita rasai ialah hidup keruhanian.
“Sebagaimana halnya dengan keluarga Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka."
(pangkal ayat 11)
Fir'aun dengan segala keluarga pengiring dan pembantu kekuasaannya, demikian juga umat-umatyangsebelum Fir'aun,sebagaimana umat Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Shalih, Nabi Luth. Umat-umat itu sama saja dengan Fir'aun dan keluarganya atau rezimnya. Tujuan hidup mereka hanya berkisar di sekitar harta benda dan anak. Benda, sekali lagi benda. Yang bernama hidup bagi mereka hanya itu. Bangga dengan harta benda dan bangga dengan anak. Dengan harta benda, segala maksud akan tercapai, apatah lagi dengan adanya kekuasaan."Mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami" Seruan keruhanian tidak mereka pedulikan. Seruan yang disampaikan oleh rasul-rasul tidak mereka pedulikan, bahkan rasul-rasul itu mereka musuhi sebab mengganggu perhatian terhadap harta benda dan kemegahan keluarga."Maka Allah akan menyiksa mereka dengan sebab dosa mereka." Sebab orang-orang yang diperbudak oleh harta itu selalu akan berusaha menghasilkan harta agar terkumpul, biarpun dengan berbuat dosa, kezaliman, dan penganiayaan.
“Dan Allah sangat pedih siksaan-Nya."
(ujung ayat 11)
Ayat-ayat seperti ini menginsafkan manusia dari ketakaburannya. Mentang-mentang kaya raya atau banyak anak keturunan yang akan dibanggakan, janganlah sampai lupa daratan. Sedangkan di dunia, hanyalah manusia yang berutang budi dan yang lemah hati yang dapat dipengaruhi. Kayatah engkau, tetapi aku tidaklah akan meminta kepada engkau. Banyak pun anak engkau, orang-orang yang terpandang dalam masyarakat, berjabatan, bertitel segala macam, tetapi aku bukan budak engkau. Sedangkan di dunia lagi begitu, apatah lagi di hadapan Allah di akhirat. Kecil dan hina orang yang kafir itu di hadapan Allah. Anak-anak pun tidak akan dapat dibanggakan di akhirat. Bahkan anak itu pun dapat membuat malu di hadapan Allah karena hidupnya yang maksiat. Tatkala ayahnya masih hidup, sebab ayahnya kaya, tujuannya hanya kesenangan diri dan kosong jiwanya dari iman. Di akhirat sama-sama menjadi alas neraka dengan ayah yang membanggakannya itu. Sebab itu, lanjutan ayat lebih tegas lagi,
“Katakanlah kepada owng-orang yang kafir itu,'Kamu akan dikalahkan dan akan dikumpulkan kepada Jahannam, (yaitu) seburuk-buruk tempat persediaan."
(ayat 12)
“Kamu akan dikalahkan!' Akan datang masanya harta bendamu itu tidak dapat mempertahankan kamu. Kalah di dunia dan kalah di akhirat. Setinggi-tinggi melambung, kamu akan terhenyak ke tanah. Baik harta itu meninggalkan kamu maupun kamu meninggalkan harta. Anak-anak yang kamu manjakan dan kamu banggakan akan berserak-serak membawa lagaknya masing-masing untuk menghancurkan hatimu. Dan, kelak kamu akan dikumpulkan dan dihalau ke dalam neraka. Hanya dirumuskannya saja dengan satu kalimat, yaitu “seburuk-buruk tempat persediaan". Tukaran dari apa yang kamu rasa seindah-indah tempat kediaman di kala hidupmu.
“Sesungguhnya, telah ada bagi kamu suatu tanda pada dua golongan yang bertemu,"
(pangkal ayat 13)
Dikatakan “suatu tanda" untuk menjadi perhatian dan perbandingan."Yang satu golongan berperang di jalan Allah dan yang lain adalah kafir!1 Nabi ﷺ Dan, umatnya disuruh memperhatikan perbandingan di antara kedua golongan itu apabila mereka berhadapan."Mereka (yang berperang karena Allah) melihat kepada mereka (yang kafir) dengan penglihatan mata dua kali sebanyak mereka." Jumlah yang kafir itu dua kali ganda banyaknya, lengkap dengan harta dan benda, ramai dengan anak dan keturunan, sedang bilangan yang beriman dan berjuang pada jalan Allah itu hanya sedikit, kurang harta, tidak ada yang akan dibanggakan selain dari iman kepada Allah."Padahal Allah menyokong dengan per-tolongan-Nya siapayang Dia kehendaki!' Hal ini telah kejadian ketika Peperangan Badar. Umat yang berjuang pada jalan Allah menghadapi umat yang kafir tiga kali lipat lebih banyak dari mereka. Allah menyokong dan memberikan kemenangan kepada yang berjuang pada jalan Allah sebab yang mereka perjuangkan bukan harta dan bukan anak, melainkan keyakinan kepada Allah. Lantaran ada sesuatu yang diperjuangkan, semangat pun bertambah dan tidak takut menghadapi maut. Padahal orang yang terikat oleh kebanggaan harta dan anak takut menghadapinya.
“Sesungguhnya, pada yang demikian itu adalah suatu ibarat bagi orang yang mempunyai pikiran."
(ujung ayat 13)
"On the Day of Resurrection, No Wealth or Offspring Shall Avail
Allah says;
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ لَن تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُم مِّنَ اللّهِ شَيْيًا وَأُولَـيِكَ هُمْ وَقُودُ النَّارِ
Verily, those who disbelieve, neither their properties nor their offspring will avail them whatsoever against Allah; and it is they who will be fuel of the Fire.
Allah states that the disbelievers shall be fuel for the Fire,
يَوْمَ لَا يَنفَعُ الظَّـلِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْ وَلَهُمُ الْلَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ
The Day when their excuses will be of no profit to wrongdoers. Theirs will be the curse, and theirs will be the evil abode (i.e. painful torment in Hell-fire). (40:52)
Further, what they were granted in this life of wealth and offspring shall not avail them with Allah, or save them from His punishment and severe torment.
Similarly, Allah said,
فَلَ تُعْجِبْكَ أَمْوَلُهُمْ وَلَا أَوْلَـدُهُمْ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الْحَيَوةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنفُسُهُمْ وَهُمْ كَـفِرُونَ
So let not their wealth nor their children amaze you; in reality Allah's plan is to punish them with these things in the life of this world, and that their souls shall depart (die) while they are disbelievers. (9:55)
and,
لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُواْ فِى الْبِلَـدِ
مَتَـعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِيْسَ الْمِهَادُ
Let not the free disposal (and affluence) of the disbelievers throughout the land deceive you. A brief enjoyment; then, their ultimate abode is Hell; and worst indeed is that place for rest. (3:196-197)
Allah said in this Ayah,,
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ
Verily, those who disbelieve,
meaning, disbelieved in Allah's Ayat, denied His Messengers, defied His Books and did not benefit from His revelation to His Prophets.
لَن تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُم مِّنَ اللّهِ شَيْيًا وَأُولَـيِكَ هُمْ وَقُودُ النَّارِ
Neither their properties nor their offspring will avail them whatsoever against Allah; and it is they who will be fuel of the Fire.
meaning, they will be the wood with which the Fire is kindled and fed.
Similarly, Allah said,
إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ
Certainly you (disbelievers) and that which you are worshipping now besides Allah, are (but) fuel for Hell! (21:98)
Allah said next
كَدَأْبِ الِ فِرْعَوْنَ
Like the Da'b of the people of Fir`awn.
Ad-Dahhak said that Ibn Abbas said that the Ayah means,
""Like the behavior of the people of Fir`awn.""
This is the same Tafsir of Ikrimah, Mujahid, Abu Malik, Ad-Dahhak, and others.
Other scholars said that the Ayah means,
""Like the practice, conduct, likeness of the people of Fir`awn.""
These meanings are all plausible,
for the Da'b means practice, behavior, tradition and habit.
The Ayah indicates that the disbelievers will not benefit from their wealth or offspring. Rather, they will perish and be punished.
وَالَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ كَذَّبُواْ بِأيَاتِنَا فَأَخَذَهُمُ اللّهُ بِذُنُوبِهِمْ
and those before them; they belied Our Ayat. So Allah punished them for their sins.
This is the same end the people of Fir`awn and the previous nations met, those who rejected the Messengers, the Ayat, and proofs of Allah that they were sent with.
وَاللّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ
And Allah is severe in punishment.
meaning, His punishment is severe and His torment is painful. None can escape Allah's grasp, nor does anything escape His knowledge. Allah does what He wills and prevails over all things, it is He to Whom everything is humbled and there is no deity worthy of worship, nor any Lord except Him.
Threatening the Jews With Defeat and Encouraging Them to Learn a Lesson From the Battle of Badr
Allah commands the Prophet Muhammad to;
قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ
Say to those who disbelieve:
Allah commanded the Prophet Muhammad to proclaim to the disbelievers.
سَتُغْلَبُونَ
You will be defeated, (in this life),
وَتُحْشَرُونَ
And gathered together, (on the Day of Resurrection),
إِلَى جَهَنَّمَ وَبِيْسَ الْمِهَادُ
to Hell, and worst indeed is that place of rest.
Muhammad bin Ishaq bin Yasar recorded that Asim bin Umar bin Qatadah said that;
when the Messenger of Allah gained victory in the battle of Badr and went back to Al-Madinah, he gathered the Jews in the marketplace of Bani Qaynuqa.
Therefore, Allah said
قَدْ كَانَ لَكُمْ ايَةٌ
There has already been a sign for you,
meaning, O Jews, who said what you said! You have an Ayah, meaning proof, that Allah will make His religion prevail, award victory to His Messenger, make His Word apparent and His religion the highest.
فِي فِيَتَيْنِ
In the two armies,
meaning, two camps,
الْتَقَتَا
that met,
in combat (in Badr).
فِيَةٌ تُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللّهِ
One was fighting in the Cause of Allah, (the Muslims),
وَأُخْرَى كَافِرَةٌ
And as for the other, in disbelief.
meaning, the idolators of Quraysh at Badr.
Allah's statement,
يَرَوْنَهُم مِّثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ
They ﷺ them with their own eyes twice their number,
means, the idolators thought that the Muslims were twice as many as they were, for Allah made this illusion a factor in the victory that Islam had over them.
It was said that the meaning of Allah's statement,
يَرَوْنَهُم مِّثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ
(They ﷺ them with their own eyes twice their number),
is that the Muslims ﷺ twice as many idolators as they were, yet Allah gave them victory over the disbelievers.
Abdullah bin Mas`ud said,
""When we looked at the disbelievers' forces, we found that they were twice as many as we were. When we looked at them again, we thought they did not have one man more than we had. So Allah's statement,
وَإِذْ يُرِيكُمُوهُمْ إِذِ الْتَقَيْتُمْ فِى أَعْيُنِكُمْ قَلِيلً وَيُقَلِّلُكُمْ فِى أَعْيُنِهِمْ
And (remember) when you met, He showed them to you as few in your eyes and He made you appear as few in their eyes."" (8:44)
When the two camps ﷺ each other, the Muslims thought that the idolators were twice as many as they were, so that they would trust in Allah and seek His help. The idolators thought that the believers were twice as many as they were, so that they would feel fear, horror, fright and despair. When the two camps stood in lines and met in battle, Allah made each camp look smaller in the eyes of the other camp, so that they would be encouraged to fight each other,
لِّيَقْضِيَ اللَّهُ أَمْراً كَانَ مَفْعُولاً
so that Allah might accomplish a matter already ordained. (8:42),
meaning, so that the truth and falsehood are distinguishable, and thus the word of faith prevails over disbelief and deviation, so that the believers prevail and the disbelievers are humiliated.
In a similar statement, Allah said;
وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنتُمْ أَذِلَّةٌ
And Allah has already made you victorious at Badr, when you were a weak little force. (3:123)
In this Ayah Allah said,
وَاللّهُ يُوَيِّدُ بِنَصْرِهِ مَن يَشَاء إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لاَُّوْلِي الَابْصَارِ
And Allah supports with His victory whom He wills. Verily, in this is a lesson for those who understand.
meaning, this should be an example for those who have intelligence and sound comprehension. They should contemplate about Allah's wisdom, decisions and decree, that He gives victory to His believing servants in this life and on the Day the witnesses stand up to testify."
As for the disbelievers, neither their riches nor their children will avail, will protect, them against God, that is, [against] His chastisement; those - they shall be fuel for the Hellfire, [they shall constitute] what the Hellfire will be fuelled by (read waqood [as opposed to wuqood], 'fuel').
Sequence
The text now shifts from the verbal confrontation with disbelievers on the warnings about the coming physical encounter as pointed out in verse 12 - 'You shall soon be overcome (by Muslims) ' while the verses earlier (10 and 11) serve as the introduction.








