Gabung menjadi bagian dari 4 juta+ pembelajar Al-Qur'an dari 180+ negara
Ayat
Terjemahan Per Kata
يَوۡمَ
pada hari
تَجِدُ
mendapati
كُلُّ
tiap-tiap
نَفۡسٖ
diri
مَّا
apa
عَمِلَتۡ
ia perbuat
مِنۡ
dari
خَيۡرٖ
kebaikan
مُّحۡضَرٗا
yang dihadapkan
وَمَا
dan apa
عَمِلَتۡ
ia perbuat
مِن
dari
سُوٓءٖ
seburuk-buruk
تَوَدُّ
mereka ingin
لَوۡ
sekiranya
أَنَّ
bahwa
بَيۡنَهَا
antara ia
وَبَيۡنَهُۥٓ
dan antara hari itu
أَمَدَۢا
ada masa
بَعِيدٗاۗ
yang jauh
وَيُحَذِّرُكُمُ
dan memperingatkan kamu
ٱللَّهُ
Allah
نَفۡسَهُۥۗ
diriNya
وَٱللَّهُ
dan Allah
رَءُوفُۢ
Maha Penyayang
بِٱلۡعِبَادِ
pada hamba-hambaNya
يَوۡمَ
pada hari
تَجِدُ
mendapati
كُلُّ
tiap-tiap
نَفۡسٖ
diri
مَّا
apa
عَمِلَتۡ
ia perbuat
مِنۡ
dari
خَيۡرٖ
kebaikan
مُّحۡضَرٗا
yang dihadapkan
وَمَا
dan apa
عَمِلَتۡ
ia perbuat
مِن
dari
سُوٓءٖ
seburuk-buruk
تَوَدُّ
mereka ingin
لَوۡ
sekiranya
أَنَّ
bahwa
بَيۡنَهَا
antara ia
وَبَيۡنَهُۥٓ
dan antara hari itu
أَمَدَۢا
ada masa
بَعِيدٗاۗ
yang jauh
وَيُحَذِّرُكُمُ
dan memperingatkan kamu
ٱللَّهُ
Allah
نَفۡسَهُۥۗ
diriNya
وَٱللَّهُ
dan Allah
رَءُوفُۢ
Maha Penyayang
بِٱلۡعِبَادِ
pada hamba-hambaNya
Terjemahan
(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan ada dihadapannya, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. Dia berharap sekiranya ada jarak yang jauh antara dia dengan (hari) itu. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya. Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya.
Tafsir
(Pada hari itu setiap diri akan mengetahui segala yang dilakukan)nya (berupa kebaikan akan dihadapkan ke hadapannya begitu juga segala yang dilakukan)nya (berupa kejahatan) menjadi mubtada sedangkan yang menjadi khabarnya: (ia ingin sekiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh) teramat jauh hingga ia takkan pernah sampai padanya. (Dan Allah memperingatkan kamu kepada diri-Nya) diulangi untuk memperkuat (Dan Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya.) Ayat berikut turun tatkala mereka mengatakan, "Kami tidaklah menyembah berhala itu hanyalah karena kecintaan kami kepada Allah, Kami bermaksud agar berhala-berhala itu mendekatkan kami kepada-Nya.".
Tafsir Surat Ali-'Imran: 29-30
Katakanlah, "Jika kalian menyembunyikan apa yang ada dalam hati kalian atau kalian menyatakannya, pasti Allah mengetahuinya. Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap diri mendapati balasan atas kebajikan yang dilakukan(nya) dihadapkan kepadanya, begitu juga kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau sekiranya antara ia dengan hari itu ada jarak (masa) yang jauh; dan Allah memperingatkan kalian terhadap diri (azab)-Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.
Ayat 29
Allah ﷻ memberitahukan kepada hamba-hamba-Nya bahwa Dia mengetahui semua yang tersembunyi dan semua yang tampak, dan bahwa tiada yang samar bagi Allah suatu hal pun dari mereka, melainkan Dia mengetahuinya dan meliputi mereka dalam semua keadaan, zaman, hari-hari, jam dan detik-detik mereka, serta mengetahui semua yang ada di bumi dan di langit. Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya walau seberat zarrah (zat terkecil), dan bahkan yang lebih kecil lagi dari itu di semua kawasan bumi, laut dan bukit-bukit.
“Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Ali Imran: 29)
Yakni kekuasaan-Nya langsung dan benar-benar nyata lagi jelas atas semuanya. Di balik kalimat ini terkandung makna yang memperingatkan kepada hamba-hamba-Nya agar takut kepada-Nya dan selalu khawatir akan azab-Nya, supaya mereka tidak berani mengerjakan apa-apa yang dilarang dan tidak disukai oleh-Nya. Karena sesungguhnya Allah mengetahui semua perkara mereka, dan Dia Maha Kuasa untuk menyegerakan azab-Nya terhadap mereka.
Jika Dia memberikan masa tangguh kepada seseorang di antara mereka, maka sesungguhnya Dia sengaja menangguhkan azab-Nya, kemudian pada saatnya Dia akan menimpakan azab kepadanya dengan azab dari Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa. Karena itulah maka disebutkan dalam firman selanjutnya:
“(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap diri mendapati balasan atas kebajikan yang dilakukan(nya) dihadapkan kepadanya.” (Ali Imran: 30)
Yakni pada hari kiamat nanti dihadapkan kepada setiap hamba semua amal perbuatannya, yang baik dan yang buruk. Seperti yang disebutkan di dalam ayat yang lain, yaitu firman-Nya:
“Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.” (Al-Qiyamah: 13)
Maka apa yang ia lihat dari amal perbuatannya yang baik, hal itu sangat menggembirakannya; dan apa yang ia lihat dari amal perbuatannya yang buruk, hal itu membuatnya sedih dan kecewa; dan berharap sekiranya dia dapat berlepas diri dari dosa-dosanya itu, sekiranya antara dia dan dosa-dosanya itu jauh sekali jaraknya. Seperti yang ia katakan kepada setan yang selalu menemaninya ketika di dunia, karena setanlah yang membuatnya berani melakukan perbuatan yang berdosa: “Aduhai, sekiranya (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara timur dan barat. Maka setan itu adalah sejahat-jahatnya teman (yang menyertai manusia).” (Az-Zukhruf: 38)
Ayat 30
Kemudian Allah ﷻ mengukuhkan hal tersebut dengan nada peringatan dan ancaman melalui firman selanjutnya, yaitu:
“Dan Allah memperingatkan kalian terhadap diri (azab)-Nya.” (Ali Imran: 30)
Artinya, Allah memperingatkan kalian terhadap azab-Nya.
Selanjutnya Allah ﷻ menganjurkan kepada hamba-hamba-Nya untuk tidak berputus asa terhadap rahmat-Nya dan tidak berputus harapan dari belas kasihan-Nya.
“Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.” (Ali Imran: 30) Al-Hasan Al-Basri mengatakan, termasuk belas kasihan Allah kepada hamba-hamba-Nya adalah Dia memperingatkan mereka terhadap azab-Nya.
Menurut pendapat lain, makna yang dimaksud ialah Allah Maha Penyayang kepada makhluk-Nya, dan menyukai mereka bila mereka beristiqamah pada jalan-Nya yang lurus dan agama-Nya yang benar serta mengikuti Rasul-Nya yang mulia.
Pada hari kiamat, setiap jiwa yang sudah dewasa dan layak diberi beban agama akan mendapatkan balasan atau ganjaran atas kebajikan yang telah dikerjakan dan akan dihadapkan atau dihadirkan kepadanya, begitu juga balasan atas kejahatan yang telah dia kerjakan juga akan dihadirkan di hadapannya. Maka, pada saat itulah dia yang perbuatannya buruk berharap sekiranya ada jarak yang jauh antara dia dengan segala keburukannya dengan hari itu. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri yakni siksa-Nya. Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya dengan memberinya perlindungan pada hari ketika tidak ada perlindungan kecuali dari-Nya. Ini menunjukkan betapa takut orangorang yang mati dengan membawa dosa serta betapa sulitnya hari itu kecuali bagi mereka yang memperoleh rahmat-N Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada mereka yang merasa mencintai Allah, Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, dengan melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larang-an-Nya yang disyariatkan melalui aku, juga ditambah dengan melaksanakan sunahsunahku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang terhadap siapa pun yang mengikuti perintah Rasul-Nya dan meninggalkan larangannya.
Selanjutnya pada ayat ini Allah memperingatkan hari yang pasti datangnya, tiap manusia akan menyaksikan sendiri segala perbuatannya selama masa hidupnya. Orang yang mendapatkan pahala amal kebajikannya, merasa senang dan gembira atas pahala yang diterimanya. Orang akan menyaksikan pula kejahatan-kejahatannya, dan menginginkan kejahatan itu dijauhkan daripadanya. Kemudian Allah mengulangi lagi ancaman-Nya dengan memperingatkan manusia terhadap siksa-Nya, yakni hendaklah manusia takut akan kemurkaan Allah, dengan cara mengerjakan kebajikan, menolak tipu muslihat setan dan bertobat kepada-Nya. Kemudian ayat ini ditutup dengan pernyataan bahwa Allah Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.
Al-hasan al-Basri berkata, "Di antara kasih sayang Allah ialah Dia memperingatkan manusia akan kekuasaan Diri-Nya, memperkenalkan kepada mereka kesempurnaan ilmu dan kodrat-Nya, sebab barang siapa telah mengetahui hal itu dengan sempurna, maka ia pasti merasa terpanggil untuk mencari keridaan-Nya dan menjauhi kemurkaan-Nya. Di antara belas kasihan Allah ialah: Allah menjadikan fitrah manusia cenderung kepada kebajikan serta senantiasa membenci hal-hal yang mengarah kepada kejahatan, sehingga pengaruh kejahatan dalam jiwa dapat dilenyapkan dengan tobat dan amal saleh.
.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
“Janganlah mengambil orang-orang yang Mukminin akan orang-orang kafir jadi pemimpin, lebih daripada orang-orang yang beriman."
(pangkal ayat 28)
Di sini terdapat perkataan aulia. Dahulu pun pernah kita uraikan arti kata wali. Dan, berarti pemimpin atau pengurus atau teman karib, ataupun sahabat ataupun pelindung.
Di surah al-Baqarah ayat 256 kita telah diberikan pegangan bahwasanya wali yang sejati, artinya pemimpin, pelindung, dan pengurus orang yang beriman hanya Allah. Di ayat itu Allah memberikan jaminannya sebagai wali bahwa orang yang beriman akan dikeluarkan dari gelap kepada terang. Dan, di dalam ayat itu juga diterangkan bahwa wali orang yang kafir adalah thaghut dan thaghut itu akan mengeluarkan mereka dari terang kepada gelap. Kemudian di dalam ayat yang lain kita telah bertemu pula dengan keterangan bahwasanya orang beriman sesama beriman yang sebagian menjadi wali dari yang lain, sokong-menyokong, bantu-membantu, sehingga arti wali di sini ialah persahabatan. Maka, di dalam ayat yang tengah kita bicarakan ini, diberikanlah peringatan kepada orang yang beriman agar mereka jangan mengambil orang kafir menjadi wali. Jangan orang yang tidak percaya kepada Allah dijadikan wali sebagai pemimpin atau wali sebagai sahabat. Karena, akibatnya kelak akan terasa, karena akan dibawanya ke dalam suasana thaghut. Kalau dia pemimpin atau pengurus, sebab dia kufur, kamu akan dibawanya menyembah thaghut. Kalau mereka kamu jadikan sahabat, kamu akan diajaknya kepada jalan sesat, menyuruh berbuat jahat, mencegah berbuat baik.
Menurut riwayat yang dikeluarkan oleh Ibnu Ishaq, Ibnu Jarir, dan Ibnu Abi Hatim bahwa Ibnu Abbas berkata, “Al-Hajjaj bin Amr mengikat janji setia kawan dengan Ka'ab bin al-Asyraf (pemuka Yahudi yang terkenal penafsir), Ibnu Abi Haqiq, dan Qais bin Zaid. Ketiga orang ini telah bermaksud jahat hendak mengganggu kaum Anshar itu lalu ditegur oleh Rifa'ah bin al-Mundzir, Abdullah bin jubair, dan Sa'ad bin Khatamah supaya mereka menjauhi orang-orang Yahudi yang tersebut itu. Hendaklah mereka berawas diri dalam perhubungan dengan mereka, supaya agama mereka jangan difitnah oleh orang-orang Yahudi itu. Akan tetapi, orang-orang yang diberi peringatan itu tidak memedulikannya." Inilah kata Ibnu Abbas yang menjadi sebab turunnya ayat ini.
Ada lagi suatu riwayat lain yang dikeluarkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Mundzir, dan Ibnu Abi Hatim dari beberapa jalan riwayat bahwasanya tafsir ayat ini ialah bahwa Allah melarang orang-orang yang beriman bersikap lemah lembut terhadap orang kafir dan mengambil mereka jadi teman akrab melebihi sesama orang beriman kecuali kalau orang-orang kafir itu lebih kuat daripada mereka. Kalau demikian, tidaklah mengapa memperlihatkan sikap lunak, tetapi hendaklah tetap diperlihatkan perbedaan di antara agama orang yang beriman dan agama mereka.
“Dan barangsiapa yang berbuat demikian itu maka tidaklah ada dari Aiiah sesuatu jua pun." Tegasnya, dengan sebab mengambil wali kepada kafir, baik pimpinan atau persahabatan, niscaya lepaslah dari perwalian Allah, putus dari pimpinan Allah maka celakalah yang akan mengancam."Kecuali bahwa kamu berawas diri dari mereka itu sebenar awas,"
Beratus-ratus tahun lamanya negeri-negeri Islam banyak yang dijajah oleh pemerintahan yang bukan Islam karena terpaksa, karena tergagah, karena senjata untuk melawan dan kekuatan untuk bertahan tidak ada lagi. Maka, tetaplah larangan pertama, yaitu tidak menukar wali dari Allah kepada mereka. Kalau ini tidak dapat dinyatakan keluar, hendaklah disimpan terus di dalam hati dan hendaklah selalu awas sebenar-benar awas, supaya dengan segala daya upaya bahaya mereka itu untuk membelokkan dari Allah kepada thaghut dapat ditangkis. Pendeknya, sampai kepada saat terakhir wajib melawan walaupun dalam hati.
“Dan Allah memperingatkan kamu benar-benar akan diri-Nya" Di sambungan ayat ini Allah Ta'aala memberi peringatan dengan keras bahwa di dalam urusan ini, khusus dalam taqiyah, janganlah dipandang enteng. Jangan sampai sikap taqiyah itu dijadikan tempat lari untuk melepaskan diri dari tanggung jawab menghadapi lawan. Hendaklah awas dan jangan sekali-kali lupa bahwa diri Allah Ta'aala senantiasa ada, senantiasa mengawasi, dan menilik sepak terjang yang kamu lakukan. Karena, kalau taqiyah itu akan membawa agama Allah jadi lemah, bukanlah dia taqiyah lagi, melainkan beralih menjadi sikap pengecut. Itu sebabnya, ujung ayat lebih menjelaskan pula bahwa baik di waktu kamu sedang kuat lalu menolak kerja sama dengan musuh yang akan melemahkan agamamu atau sedang lemah sehingga terpaksa kamu mengambil sikap taqiyah, tetapi ingatlah,
“Dan kepada Allah-lah tujuan kamu."
(ujung ayat 28)
Akhir ayat ini mengingatkan kita akan perumpamaan hidup kita yang tengah berlayar di tengah lautan besar, menaiki sebuah bahtera. Tujuan bahtera hidup beragama ialah Allah.
“Katakanlah, ‘Jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam dada kamu ataupun kamu tampakkannya, tetapi Allah mengetahuinya juga. Dan Dia pun mengetahui apa yang ada di semua langit dan apa yang di bumi."
(pangkal ayat 29)
Ayat ini adalah pengikat jiwa yang halus sekali bagi orang-orang yang beriman. Dia adalah sebagai sambungan dari Allah yang memperingatkan tentang diri-Nya tadi. Mereka pada pokoknya dilarang keras lebih mementingkan pimpinan orang kafir dan mengangkat mereka jadi wali sehingga melebihkan pandangan kepada mereka daripada memandang sesama Mukmin. Cuma di saat yang terpaksa dan menilai keadaan, baru boleh me-lakukan taqiyah.
“Dan Allah atas tiap-tiap sesuatu Mahakuasa."
(ujung ayat 29)
Hanya orang Mukmin yang dapat merasai hal yang seperti ini. Betapa kekuasaan Allah atas isi dada manusia serta betapa kekuasaan Allah atas seluruh langit dan bumi. Kadang-kadang kita bertemu dengan kemenangan, padahal menurut perhitungan kita belum tampak pintunya. Kadang-kadang kita merasa bahwa rencana kita akan berjalan menurut yang kita gariskan. Tiba-tiba datang saja kejadian lain yang tidak pula kita sangka-sangka sehingga rencana Allah jualah yang berjalan. Oleh sebab itu, baik di waktu susah maupun di waktu senang, sekali-kali janganlah lupa memperhitungkan Mahakuasanya Allah.
“(ingatlah) akan mati yang tiap-tiap orang akan menerima ganjaran amal baik yang telah tersedia."
(pangkal ayat 30)
Di sini diberikan ketegasan dan jaminan bagi setiap orang yang beramal baik bahwa ganjarannya akan diterimanya kontan, telah tersedia di hadapan matanya. Akan mengobati hatinya yang sudah gundah dan akan menghilangkan segala kepenatan serta akan menghabiskan segala kecewa."Dan amalan-amalan yang buruk pun!' Artinya, amalan yang buruk pun akan menerima ganjaran yang telah tersedia pula, sebagai akibat dari perbuatannya sendiri, sehingga, “Inginlah dia (kiranya) di antara balasan amal buruknya itu dengan dirinya di antarai oleh masa yang jauh!'
Tegasnya, baik dan buruk (amalan) akan menerima ganjaran Allah dengan kontan serta tersedia nyata di hadapan mata (muh-dharan). Orang yang berbuat baik tentu akan merasai gembira yang sangat tinggi dan rasa bahagia yang tiada taranya ketika berhadapan langsung dengan balasan amalnya. Akan tetapi, bagaimana orang yang beramal buruk? Dia pun akan menerima ganjaran kontan pula, hadir pula di hadapan matanya. Niscaya perasaan di waktu itu akan lain. Niscaya kalau hal itu dapat dielakkan, akan dia elakkan atau dia minta supaya diperlambat, diundur-undur. Dia takut menghadapi kenyataan sehingga dia mengharap supaya di antara dia dan ganjaran amalnya itu diadakan jarak yang jauh. Dia pasti kalah dan dia tahu itu. Akan tetapi, dia minta supaya kekalahan itu diundurkan. Akan tetapi, benarlah apa yang dikatakan oleh seorang pujangga, “Hidup ialah menunda kekalahan."
Sebab itu, Allah memperingatkan lagi sebagaimana telah diperingatkan-Nya di ayat yang di atas tadi, “Dan Allah memperingatkan kamu benar-benar akan diri-Nya!' Sebab itu, janganlah kamu abaikan tugas hidupmu. Pilih-lah sendiri jalan yang benar dan jauhilah yang salah, jujurlah terhadap Allah sebab Dia ada dan Dia mengawasi kamu. Ingatlah itu benar-benar dan awaslah.
“Dan Allah amatlah sayang kepada hamba-hamba-Nya."
(ujung ayat 30)
Dengan peringatan hati-hati dan awas yang agak keras di atas semuanya tadi, terasalah bahwa masing-masing kita yang mengakui dirinya hamba Allah, tidak pernah lepas dari tilikan Allah. Maka, kita pun berhati-hatilah, baik dalam isi dada yang dirahasiakan maupun dalam sikap hidup yang ditampakkan. Akan tetapi, di dalam kehati-hatian itu kita pun insaf bahwa kita ini manusia, ada saja kelemahan kita masing-masing. Lautan ini amat luas, di mana akan berlabuh belum tahu. Sedang berjalan menuju tujuan yang dituju itu, entah putus nyawa di tengah jalan, entah mati jauh karena kehausan. Kadang-kadang terasa betapa banyak halangan yang wajib dilalui, banyak duri dan onak.
Semuanya itu diketahui oleh Allah. Oleh sebab itu, di samping kerasnya peringatan yang Dia berikan, Dia pun tetap sayang dan belas kasihan akan semua hamba-Nya yang memang membina tujuan hidupnya mencapai ridha Allah. Oleh sebab itu, jika dalam perjalanan sulit itu, sekali-sekali bertemu dengan luluk dan lumpur yang mengotori baju, lekaslah bersihkan. Dan, membersihkan batin dari daki-daki kedosaan ialah dengan bertobat dan beristighfar.
"Encouraging Gratitude
Allah said,
قُلِ
Say,
O Muhammad, while praising your Lord, thanking Him, relying in all matters upon Him and trusting in Him.
اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ
O Allah! Possessor of the power,
meaning, all sovereignty is Yours.
تُوْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاء وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاء وَتُعِزُّ مَن تَشَاء وَتُذِلُّ مَن تَشَاء
You give power to whom You will, and You take power from whom You will, and You endue with honor whom You will, and You humiliate whom You will.
meaning, You are the Giver, You are the Taker, it is Your will that occurs and whatever You do not will, does not occur.
This Ayah encourages thanking Allah for the favors He granted His Messenger and his Ummah. Allah transferred the Prophethood from the Children of Israel to the Arab, Qurashi, Makkan, unlettered Prophet, the Final and Last of all Prophets and the Messenger of Allah to all mankind and Jinn.
Allah endowed the Prophet with the best of qualities from the prophets before him. Allah also granted him extra qualities that no other Prophet or Messenger before him was endowed with, such as granting him (more) knowledge of Allah and His Law, knowledge of more of the matters of the past and the future, such as what will occur in the Hereafter.
Allah allowed Muhammad's Ummah to reach the eastern and western parts of the world and gave dominance to his religion and Law over all other religions and laws. May Allah's peace and blessings be on the Prophet until the Day of Judgment, and as long as the day and night succeed each other.
This is why Allah said,
قُلِ
اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ
(Say:""O Allah! Possessor of the power""),
meaning, You decide what You will concerning Your creation and You do what you will.
Allah refutes those who thought that they could decide for Allah,
وَقَالُواْ لَوْلَا نُزِّلَ هَـذَا الْقُرْءَانُ عَلَى رَجُلٍ مِّنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ
And they say:""Why is not this Qur'an sent down to some great man of the two towns (Makkah and Ta'if)!"" (43:31)
Allah refuted them by saying,
أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ
Is it they who would portion out the Mercy of your Lord! (43:32),
meaning, ""We decide for Our creation what We will, without resistance or hindrance by anyone. We have the perfect wisdom and the unequivocal proof in all of this, and We give the Prophethood to whom We will.""
Similarly, Allah said,
اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ
Allah knows best with whom to place His Message.
and,
انظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ
See how We prefer one above another (in this world). (17:21)
بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
In Your Hand is the good. Verily, You are able to do all things.
Allah said
تُولِجُ اللَّيْلَ فِي الْنَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ
You make the night enter into the day, and You make the day enter into the night,
meaning, You take from the length of one of them and add it to the shortness of the other, so that they become equal, and take from the length of one of them and add it to the other so that they are not equal. This occurs throughout the seasons of the year:spring, summer, fall and winter.
Allah's statement,
وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الَمَيَّتَ مِنَ الْحَيِّ
You bring the living out of the dead, and You bring the dead out of the living.
means, You bring out the seed from the plant and the plant from the seed; the date from its seed and the date's seed from the date; the faithful from the disbeliever and the disbeliever from the faithful; the chicken from the egg and the egg from the chicken, etc.
وَتَرْزُقُ مَن تَشَاء بِغَيْرِ حِسَابٍ
And You give wealth and sustenance to whom You will, without limit.
meaning, You give whomever You will innumerable amounts of wealth while depriving others from it, out of wisdom, and justice.
The Prohibition of Supporting the Disbelievers
Allah says;
لااَّ يَتَّخِذِ الْمُوْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُوْنِ الْمُوْمِنِينَ
Let not the believers take the disbelievers as friends instead of the believers,
Allah prohibited His believing servants from becoming supporters of the disbelievers, or to take them as comrades with whom they develop friendships, rather than the believers.
Allah warned against such behavior when He said,
وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللّهِ فِي شَيْءٍ
And whoever does that, will never be helped by Allah in any way,
meaning, whoever commits this act that Allah has prohibited, then Allah will discard him.
Similarly, Allah said,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ امَنُوا لَاا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاء
تُلْقُونَ إِلَيْهِم بِالْمَوَدَّةِ
O you who believe! Take not My enemies and your enemies as friends, showing affection towards them, until,
وَمَن يَفْعَلْهُ مِنكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاء السَّبِيلِ
And whosoever of you does that, then indeed he has gone astray from the straight path. (60:1)
Allah said,
يَـأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ الْكَـفِرِينَ أَوْلِيَأءَ مِن دُونِ الْمُوْمِنِينَ أَتُرِيدُونَ أَن تَجْعَلُواْ للَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَاناً مُّبِيناً
O you who believe! Take not for friends disbelievers instead of believers. Do you wish to offer Allah a manifest proof against yourselves! (4:144)
and,
يَـأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَـرَى أَوْلِيَأءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَأءُ بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُمْ مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ
O you who believe! Take not the Jews and the Christians as friends, they are but friends of each other. And whoever befriends them, then surely, he is one of them. (5:51)
Allah said, after mentioning the fact that the faithful believers gave their support to the faithful believers among the Muhajirin, Ansar and Bedouins,
وَالَّذينَ كَفَرُواْ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَأءُ بَعْضٍ إِلاَّ تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الاٌّرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ
And those who disbelieve are allies of one another, (and) if you do not behave the same, there will be Fitnah and oppression on the earth, and a great mischief and corruption. (8:73)
Allah said next,
إِلاَّ أَن تَتَّقُواْ مِنْهُمْ تُقَاةً
unless you indeed fear a danger from them,
meaning, except those believers who in some areas or times fear for their safety from the disbelievers.
In this case, such believers are allowed to show friendship to the disbelievers outwardly, but never inwardly.
For instance, Al-Bukhari recorded that Abu Ad-Darda' said,
""We smile in the face of some people although our hearts curse them.""
Al-Bukhari said that Al-Hasan said,
""The Tuqyah is allowed until the Day of Resurrection.""
Allah said,
وَيُحَذِّرُكُمُ اللّهُ نَفْسَهُ
And Allah warns you against Himself.
meaning, He warns you against His anger and the severe torment He prepared for those who give their support to His enemies, and those who have enmity with His friends.
وَإِلَى اللّهِ الْمَصِيرُ
And to Allah is the final return.
meaning, the return is to Him and He will reward or punish each person according to their deeds.
Allah Knows What the Hearts Conceal
Allah says;
قُلْ إِن تُخْفُواْ مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللّهُ وَيَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الارْضِ
Say:""Whether you hide what is in your breasts or reveal it, Allah knows it, and He knows what is in the heavens and what is in the earth.
Allah tells His servants that He knows the secrets and apparent matters and that nothing concerning them escapes His observation. Rather, His knowledge encompasses them in all conditions, time frames, days and instances. His knowledge encompasses all that is in heaven and earth, and nothing not even the weight of an atom, or what is smaller than that in the earth, seas and mountains, escapes His observation.
Indeed,
وَاللّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
And Allah is able to do all things.
and His ability encompasses everything.
This Ayah alerts Allah's servants that they should fear Him enough to not commit what He prohibits and dislikes, for He has perfect knowledge in all they do and is able to punish them promptly. And He gives respite to some of them, then He punishes them, and He is Swift and Mighty in taking account.
This is why Allah said afterwardsيَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَرًا
On the Day when every person will be confronted with all the good he has done,
meaning, on the Day of Resurrection, Allah brings the good and evil deeds before the servant, just as He said,
يُنَبَّأُ الاِنسَـنُ يَوْمَيِذِ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ
On that Day man will be informed of what he sent forward, and what he left behind. (75:13)
When the servant sees his good deeds, he becomes happy and delighted. When he sees the evil deeds he committed, he becomes sad and angry. Then he will wish that he could disown his evil work and that a long distance separated it from him. He will also say to the devil who used to accompany him in this life, and who used to encourage him to do evil;
يلَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِ فَبِيْسَ الْقَرِينُ
""Would that between me and you were the distance of the two easts ـ a horrible companion (indeed)! (43:38)
وَمَا عَمِلَتْ مِن سُوَءٍ تَوَدُّ لَوْ أَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُ أَمَدًا بَعِيدًا
and all the evil he has done, he will wish that there were a great distance between him and his evil.
Allah then said, while threatening and warning,
وَيُحَذِّرُكُمُ اللّهُ نَفْسَهُ
And Allah warns you against Himself,
meaning, He warns you against His punishment.
Allah then said, while bringing hope to His servants, so that they do not despair from His mercy or feel hopeless of His kindness,
وَاللّهُ رَوُوفُ بِالْعِبَادِ
And Allah is full of kindness with the servants.
Al-Hasan Al-Basri said,
""Allah is so kind with them that He warns them against Himself."" Others commented, ""He is merciful with His creation and likes for them to remain on His straight path and chosen religion, and to follow His honorable Messenger."
And remember, the day every soul shall find what it has done of good present before it, and what it has done of evil (the [last statement constitutes the] subject, the predicate of which is [what follows]), it will wish that between it and that there were a great distance, an extremely lengthy distance so that it [the evil] could never reach it. God warns you of His Self (this is repeated for emphasis), and God is Kind to His servants.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.








