Gabung menjadi bagian dari 4 juta+ pembelajar Al-Qur'an dari 180+ negara
Ayat
Terjemahan Per Kata
قَالَ
(Fir'aun) berkata
لِمَنۡ
kepada orang-orang
حَوۡلَهُۥٓ
di sekelilingnya
أَلَا
apakah tidak
تَسۡتَمِعُونَ
kamu mendengarkan
قَالَ
(Fir'aun) berkata
لِمَنۡ
kepada orang-orang
حَوۡلَهُۥٓ
di sekelilingnya
أَلَا
apakah tidak
تَسۡتَمِعُونَ
kamu mendengarkan
Terjemahan
Dia (Fir'aun) berkata kepada orang-orang di sekelilingnya, "Apakah kamu tidak mendengar (apa yang dikatakannya)?"
Tafsir
(Berkata) Firaun (kepada orang-orang sekelilingnya,) dari kalangan orang-orang terpandang kaumnya ("Apakah kaian tidak mendengarkan?") jawabannya yang tidak sesuai dengan pertanyaannya itu.
Tafsir Surat Ash-Shu'ara': 23-28
Firaun bertanya, "Siapa Tuhan semesta alam itu?” Musa menjawab, "Tuhan Pencipta langit dan bumi, dan apa-apa yang di antara keduanya (itulah Tuhan kalian), jika kalian (orang-orang) mempercayai-Nya.” Berkata Firaun kepada orang-orang sekelilingnya, "Apakah kalian tidak mendengarkan (apa yang dikatakan Musa)?” Musa berkata (pula), "Tuhan kalian dan Tuhan nenek moyang kalian yang dahulu.” Firaun berkata, "Sesungguhnya Rasul kalian yang diutus kepada kalian benar-benar orang gila.” Musa berkata, "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhan kalian) jika kalian mempergunakan akal (kalian).”
Ayat 23
Allah ﷻ berfirman, menceritakan kekafiran Fir'aun, kedurhakaan, keingkaran, dan keterlaluannya; yang hal ini tergambarkan melalui ucapannya yang disitir oleh firman-Nya:
“Siapakah Tuhan semesta alam itu?” (Asy-Syu'ara': 23)
Itu karena ia mengatakan kepada kaumnya, sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya: “Aku tidak mengetahui tuhan bagi kalian selain aku.” (Al-Qasas: 38). Dan firman Allah ﷻ: “Maka Firaun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu), lalu mereka patuh kepadanya.” (Az-Zukhruf: 54). Mereka mengingkari adanya Tuhan Yang Maha Pencipta, dan meyakini bahwa tiada tuhan bagi mereka selain Fir'aun. Setelah Musa berkata kepadanya, "Sesungguhnya aku adalah utusan Tuhanku, Tuhan semesta alam." Maka Fir'aun bertanya kepada Musa, "Siapakah Tuhan yang kamu duga bahwa Dia adalah Tuhan semesta alam selainku?" Demikianlah menurut penafsiran ulama Salaf dan para imam Khalaf.
As-Saddi mengatakan bahwa ayat ini sama maknanya dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu: “Berkata Firaun, ‘Maka siapakah Tuhanmu berdua, hai Musa?’ Musa berkata, ‘Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk’.” (Taha: 49-50). Orang dari kalangan ahli logika dan lain-lainnya menduga bahwa pertanyaan ini menyangkut jati diri. Sesungguhnya dia keliru. Karena sesungguhnya Fir'aun tidaklah mengakui keberadaan Tuhan Yang Maha Pencipta, yang karenanya dia menanyakan tentang jati diri-Nya. Bahkan Fir'aun adalah orang yang sama sekali ingkar terhadap keberadaan-Nya, menurut pengertian lahiriah ayat, sekalipun semua hujah dan bukti telah ditegakkan terhadap dirinya.
Ayat 24
Pada saat itu Musa menjawab, setelah Fir'aun bertanya tentang Tuhan semesta alam:
“Musa menjawab, ‘Tuhan Pencipta langit dan bumi, dan apa-apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhan kalian)’.” (Asy-Syu'ara': 24)
Yakni Dia Pencipta kesemuanya, Yang memilikinya, Yang mengaturnya dan Yang menjadi Tuhannya, tiada sekutu bagi-Nya. Dia adalah Pencipta seluruh segala sesuatu, baik alam langit dan semua yang ada padanya seperti bintang-bintang yang tetap, yang beredar, dan yang bersinar maupun alam bawah beserta segala sesuatu yang ada padanya seperti lautan, padang pasir, gunung-gunung, pepohonan, hewan-hewan, tumbuh tumbuhan, dan buah-buahan serta yang ada di antara keduanya seperti udara dan burung-burungjuga segala sesuatu yang ada di udara; semuanya adalah hamba Allah, tunduk, dan patuh kepada-Nya.
“Jika kamu kalian mempercayai-Nya.” (Asy-Syu'ara': 24)
Maksudnya, jika kalian mempunyai hati berkeyakinan dan mata yang tajam. Maka pada saat itu Fir'aun berpaling ke arah orang-orang yang ada di sekitarnya yang terdiri dari pemuka-pemuka kaumnya dan para hulubalang pembantunya seraya berkata kepada mereka dengan nada sinis dan tidak percaya yang maksudnya ditujukan kepada Musa, sebagai jawaban dari ucapannya:
Ayat 25
“Apakah kalian tidak mendengarkan?” (Asy-Syu'ara': 25)
Yakni apakah kalian tidak heran dengan orang ini yang menduga bahwa kalian mempunyai Tuhan selain aku? Maka Musa berkata kepada mereka:
Ayat 26
“Tuhan kalian dan Tuhan nenek moyang kalian yang dahulu.” (Asy-Syu'ara': 26)
Yaitu yang telah menciptakan kalian dan nenek moyang kalian yang terdahulu sebelum Fir'aun ada.
Ayat 27
“Fir'aun berkata, ‘Sesungguhnya Rasul kalian yang diutus kepada kalian benar-benar orang gila’.” (Asy-Syu'ara': 27)
Yakni tidak berakal dalam pengakuannya yang mengatakan bahwa ada tuhan lain selain aku (Fir'aun).
Ayat 28
“Musa berkata.” (Asy-Syu'ara': 28)
Musa berkata kepada orang-orang yang telah ditipu oleh Fir'aun melalui dakwaan palsunya itu, sebagaimana yang disebutkan oleh firman berikut:
“Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhan kalian) jika kalian mempergunakan akal (kalian).” (Asy-Syu'ara': 28)
Artinya Dialah yang menjadikan timur sebagai tempat terbitnya bintang-bintang, dan menjadikan barat sebagai tempat tenggelamnya bintang-bintang, baik yang tetap maupun yang beredar, sesuai dengan tatanan yang telah ditundukkan dan diatur oleh-Nya.
Dengan kata lain, jika tuhan yang kalian dakwakan sebagai tuhan kalian sebenarnya, hendaklah ia membalikkan tatanan tersebut dengan menjadikan arah timur menjadi barat dan barat menjadi timur. Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: “Orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan, ‘Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan.’ Orang itu berkata, ‘Saya dapat menghidupkan dan mematikan.’ Ibrahim berkata, ‘Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat’.” (Al-Baqarah: 258), hingga akhir ayat.
Karena itulah setelah Fir'aun merasa kalah dan tidak punya alasan lagi untuk mendebat, maka ia beralih menggunakan kekuasaan dan kekuatan serta pengaruhnya. Dia menduga bahwa cara tersebut bermanfaat bagi dirinya dan berpengaruh langsung terhadap Musa a.s., seperti yang disebutkan dalam firman selanjutnya.
Mendengar jawaban Nabi Musa ini, Fir'aun terasa mulai tersentak. Dia, yakni Fir'aun, berkata kepada orang-orang di sekelilingnya, yaitu para pembesar kerajaan, 'Apakah kamu tidak mendengar apa yang dikatakannya''26. Jawaban kedua, "Dia yakni Musa berkata kepada Fir'aun, 'Dia itu adalah Tuhanmu dan juga Tuhan nenek moyangmu terdahulu. ' Tuhanku itu satu, tidak ada yang lain. Dialah pencipta alam seluruh dan pencipta manusia dari dahulu sampai kini dan sampai kapanpun, termasuk Fir'aun dan kaumnya.
Pada ayat ini dijelaskan tentang reaksi Fir'aun atas jawaban Musa di atas. Setelah mendengar jawaban Musa, ia cepat-cepat menoleh kepada kaumnya yang ada di sekelilingnya, dan menampakkan keheranannya. Fir'aun berkata kepada mereka dengan nada menyindir dan mengejek, "Wahai kaumku, kamu sekalian telah mendengar ucapan-ucapan Musa yang mengatakan bahwa ada Tuhan selain aku? Apakah itu bukan suatu hal yang aneh dan suatu hal yang merupakan penyelewengan?" Hal ini dilakukan oleh Fir'aun karena ia khawatir kalau-kalau kaumnya terpengaruh oleh jawaban Musa. Kalau begitu, mereka akan berbalik tidak mempercayai dan mengakuinya lagi sebagai Tuhan.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Di Antara Peribadi Bertauhid Dengan Keangkuhan
Ayat 23
Di ayat 18 di atas Fir'aun telah membangkit-bangkit jasanya kepada Musa. Disebut-sebutnya jasanya mengasuh dan mendidik Musa dalam istananya, sehingga dia hidup menjadi “orang istana" bertahun-tahun. Dia menyangka dengan membangkit yang demikian akan patah jiwa perjuangan Musa. Karena memang banyak terjadi, sekeras-keras seseorang memperjuangkan pendiriannya, jiwanya akan lemah kalau dibangkit-bangkitkan kepadanya segi-segi kelemahannya. Akan berhentilah Musa melanjutkan perjuangannya, kalau jiwanya bukan jiwa seorang Rasul, jika lawannya membangkit-bangkit jasa kepadanya. Seakan-akan Fir'aun berkata: “Patutlah engkau sadar akan diri, hai Musa. Engkau berhadapan sekarang dengan orang yang pernah memberi makan dan pakaianmu, setelah memungutmu hanyut dalam sungai."
Tetapi jawab Musa adalah sangat lucu: “Saya tuan pungut, dan kata tuan dianugerahi nikmat ialah dalam rangka tuan hendak menyapu bersih segala anak-anak laki-laki Bani Israil yang tuan perbudak. Saya datang sekarang ini ialah hendak melepaskan mereka dari belenggu perbudakan itu."
Jawaban yang sejitu itu sekali-kali tidaklah disangka-sangka oleh Fir'aun. Sebab itu dialihkannyalah pertanyaan kepada pokok pendirian Musa. Dia telah tidak berhasil hendak menjatuhkan peribadi Musa dengan membangkit-bangkit, sebab itu dicobanya menembus kepada pokok ajaran Musa itu sendiri. Dia tadi menyebut dirinya sebagai Utusan dari Tuhan Pemimpin seluruh Alam. Dia bertanya: “Apa itu" Rabbul ‘Alamin. Dia bertanya “Siapa itu" Rabbul ‘Alamin, karena dia tidak mau mengakui apa pula “siapa-siapa" yang maha kuasa selain dia. Dia bertanya dengan penuh ejekan: “Apa itu Tuhan?"
Ayat 24
Seorang yang berjiwa kecil mungkin akan marah mendengar pertanyaan yang demikian, terhadap Tuhan yang diyakininya. Tetapi Musa dengan tenang memberikan jawaban jitu yang membuat Fir'aun itu sendiri menjadi kecil, tidak berarti apa-apa. Dia menjawab: “Dialah Tuhan pemimpin semua langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya. Jika kamu mau meyakinkan."
Diruntuhnyalah mithos menuhankan Fir'aun. Tuhan, Rabbul ‘Alamin; yang di atas namaNya Musa datang dan perintahNya yang diperjuangkan oleh Musa, ialah Tuhan Yang Maha Besar. Tuhan seluruh langit yang melindungi kepalamu. Tuhan yang menciptakan bintang-bintang yang berkelap-kelip di cakrawala. Tuhan dari bulan yang bercahaya gilang-gemilang di halaman langit, Tuhan yang menciptakan matahari yang setiap hari kamu ambil faedah cahayanya; dan Tuhan dari bumi dengan seluruh isinya, airnya, apinya, tanah-nya, dan anginnya, dan Tuhan dari segala yang hidup dan ujud di atas datarannya.
Hal ini akan dapat kamu rasakan sendiri jika kamu mau mempergunakan fikiran yang sihat, jika kamu mau merenungkan, sehingga menimbulkan keyakinan.
Dengan ucapan “in kuntum muuqimin", jika kamu mau meyakinkan. Musa tidak saja menghadapi Fir'aun lagi, tetapi sudah mulai mengajak orang-orang yang mengelilingi Fir'aun supaya mempergunakan fikirannya. Sebab selama ini, baik mereka, apatah lagi Fir'aun, tidaklah sempat mempergunakan akal sihat buat berfikir, supaya mendapat pendirian yang pasti dan yang yakin.
Mereka tidak sempat berfikir sebab kehidupan mereka hanya diselimuti oleh semboyan-semboyan kosong. Sehingga perkara-perkara yang pada hakikatnya tidak diyakini, menjadi semacam keyakinan karena selalu diulang-ulang.
Meskipun yang berhadapan adalah di antara Musa dengan Fir'aun, namun orang yang mengelilingi Fir'aun sudah menjadi rebutan propaganda. Musa menyuruh mereka mulai mempergunakan fikiran supaya mendapat suatu yang meyakinkan. Tetapi Fir'aun pun tidak kalah pintarnya, sebagai seorang Tirani Absolut,* berkuasa penuh sekehendak hati, sehingga mulai saja Musa mengajak mereka memikirkan siapa Penguasa yang sebenarnya dari langit dan bumi, Fir'aun langsung mengadakan sanggahan dalam susunan kalimat yang sekarang bisa kita sebut “interupsi", “Tidakkah kamu dengar apa yang dikatakannya itu?" (ayat 25).
Tidakkah kamu dengar dan fikirkan bahwa perkataan itu sangat berbahaya? Sudah menjadi kepercayaan turun-temurun bahwa Yang Maha Kuasa dalam alam ini hanya satu saja, yaitu Fir'aun. Dan adalah sebagai penjelmaan dari Dewa Matahari yang bernama Ra. Dia pengatur segala yang ada di bumi ini, dia yang menentukan kenyang dan lapar, tuah keramatnya yang menentukan kesuburan bumi dan meluapnya air sungai Nil. Itulah mithos yang telah dipusakai dari nenek-moyang. Segala sesuatu adalah ketentuan dari beliau dan untuk beliau. Fikiran rakyat tidak boleh diselewengkan keluar dari garis itu, dan tidak boleh ada pemikiran dan keyakinan lain. Sekarang ada saja ajaran baru yang mengatakan bahwa ada pula Tuhan yang menguasai seluruh langit dan bumi dan segala yang ada di antara langit dan bumi, sehingga Fir'aun sendiri hanya satu manusia kecil saja dalam lingkungan kekuasaan besar itu. Ini adalah berbahaya: “Tidakkah kamu dengarkan itu?" Ini adalah permulaan perlawanan di antara dua keyakinan hidup.
Dalam kalangan orang besar-besar Fir'aun ragu di antara ajakan Musa supaya berfikir, dengan peringatan Fir'aun supaya mendengarkan dengan hati-hati, sebab hal ini berarti meruntuhkan “ideologi negara" sampai ke dasar-dasarnya dengan segera pula, Musa menambah keterangannya yang lebih menggetarkan hati Fir'aun dan pengikut-pengikutnya lagi: “Tuhan kamu dan Tuhan dari nenek-moyangmu yang dahulu-dahulu." (ayat 26)
Fir'aun telah mempusakai kerajaan dari ayahnya dan neneknya dan datuknya. Di mana-mana telah didirikan batu-batu peringatan, bahkan Pyramid-pyramid buat memuja roh mereka, dewa-dewa yang besar dan pelindung bumi. Tiba-tiba Musa mengatakan bahwa Tuhan Rabbul ‘Alamin itu adalah Tuhanmu sekalian, bukan Tuhan saja, tetapi Tuhan yang menciptakan juga nenek-moyang yang mewariskan kerajaan ini kepadamu. Mereka lahir ke dunia bukan atas kehendak mereka dan mereka pun telah mati karena pang-gilan datang. Kamu-kamu yang ada sekarang ini pun lahir bukan atas kehen dakmu, melainkan atas kehendakNya, dan kamu pun akan mati jika panggilan datang kelak.
Dengan perkataan Musa yang pertama bahwa Tuhan Rabbul ‘Alamin itu adalah pencipta dari seluruh alam yang kelihatan oleh mata sekarang ini, Musa menekankan perhatian kepada ruang, dan dengan perkataan beliau yang kedua, menyebut Tuhan dari nenek-moyang yang dahulunya. Musa menunjukkan pula kepada suatu yang mengenai waktu. Dan kepercayaan-kepercayaan yang salah tentang kemegahan diri ini haruslah dibongkar habis, dan manusia hendaklah kembali kepada kedudukannya yang sebenarnya sebagai makhluk.
Seakan-akan kelihatanlah dalam khayal kita betapa kegoncangan yang meliputi majlis pada waktu itu. Ada orang yang berani mengatakan bahwa Fir'aun dan nenek-moyang Fir'aun di bawah kekuasaan dari Pencipta Tertinggi seluruh alam. Ini adalah satu bahaya dan satu pembongkaran manusia yang tidak boleh diketahui oleh rakyat jelata. Karena kalau diketahuinya, maka wibawa hukum Fir'aun akan hilang di mata masyarakat. Pembawa cita baru itu adalah seorang gila. Tidak ada pendapat dan fikiran lain yang boleh bertumbuh dalam bumi Mesir. Fir'aunlah penguasa tertinggi. Fir'aunlah Tuhan satu-satunya. Segala pendapat yang menyeleweng dari ini adalah satu perbuatan gila.
Sebab itu dengan tegas Fir'aun berkata:
“Sesungguhnya Utusan kamu yang diutus kepada komit ini adalah seorang yang gila." (ayat 27).
Kata-kata ini penuh ejekan pula: “Rasul kalian" itu, sebab Nabi Musa mengatakan dirinya Rasul Allah. Maka Fir'aun mengatakan dengan penuh ejekan bahwa kalian boleh percaya, saya tidak!
Kalau titah baginya telah keluar bahwa “Rasul kalian" itu adalah gila, niscaya segala orang besar-besar yang duduk dalam majlis sudah mesti mengatakan bahwa dia gila. Dan niscaya pula akan lekaslah disiarkan bahwa dia gila. Satu di antara dua mesti terjadi atas diri orang yang dicap gila itu. Pertama, kalau dia masih bebas dalam masyarakat, tidaklah ada orang yang akan sudi mendengar katanya, sebab titah baginda telah keluar bahwa dia gila. Kedua, kalau orang gila ini kian lama kian mengyanggu, niscaya patutlah dia disingkir-kan keluar dari masyarakat orang-orang yang sihat. Tetapi Fir'aun yang terlalu menyandarkan diri kepada kekuasaan mutlak belum juga mengerti bahwa dia berhadapan bukan dengan manusia biasa, dia berhadapan dengan seorang Utusan Tuhan, Rasul Allah. Sebab mulai saja keluar titah bahwa dia sungguh-sungguh gila, dia telah menyambung bicaranya pula, dengan tidak memper-dulikan usaha-usaha untuk menggoncangkan risalat dan seruan yang dibawanya. Dia langsung meneruskan pembicaraannya yang diyanggu: “Dia pun adalah Tuhan dari Masyrik dan Maghrib dan segafa yang ada di antara keduanya. Jika kamu suka mempergunakan akal." (ayat 28)
Sebagaimana diketahui dalam sejarah, ada kepercayaan bahwa Fir'aun adalah penjelmaan daripada Dewa atau Tuhan Matahari, yang bernama Ra. Tanah Mesir yang dikuasainya dibagi kepada dua bahagian, bahagian Timur dan bahagian Barat, atau bahagian Hulu dan bahagian Hilir. Kekuasaan Fir'aun adalah meliputi Timur dan Barat, sejauh-jauh mata memandang ke ufuk Timur, bagindalah yang maha kuasa. Sejauh-jauh mata memandang ke ufuk Barat, adalah di bawah patung -panji kuasa beliau.
Musa datang membawa penegasan bahwasanya wilayah Timur itu adalah lebih jauh daripada hanya sepanjang ufuk mata memandang dalam negara wilayah Fir'aun Demikian juga ke sebelah Barat. Banyak lagi negeri-negeri lain di luar batas kuasa baginda terletak di sebelah Timur dan banyak lagi negeri-negeri sebelah Barat yang tidak masuk dalam jangkauan tangan kekuasaan baginda. Dan kalau benar Fir'aun menguasai tempat terbit dan tempat terbenam matahari, haruslah dia berkuasa menahan jalannya matahari itu, apatah lagi kalau dikatakan bahwa dia adalah penjelmaan dari Dewa Surya, Sang Ra. Di ujung perkataannya dia hadapkan lagi, bukan semata-mata kepada Fir'aun tetapi kepada orang-orang yang mengelilingi Fir'aun, menyuruh mereka mempergunakan akalnya.
Sungguh, seruan Nabi Musa buat mempergunakan akal ini adalah suatu ajakan filosofis yang amat mendalam. Manusia merasa berhutang budi kepada alam sekelilingnya. Dari zaman dahulu mereka memuja sesuatu yang ghaib, yang mereka rasai bahwa nikmat dari yang ghaib itu meliputi dirinya. Mereka melihat matahari membawa cahaya, mereka sembah matahari. Mereka melihat bintang beredar menurut peredaran musim, lalu mereka puja bintang-bintang. Mereka mempunyai naluri buat mengagungkan sesama manusia karena kuat-kuasanya, lalu mereka Tuhankan manusia. Kemudian ajaran-jaran itu mereka tumbuhkan menjadi semacam agama, lalu dijadikan tradisi, sehingga berfikir untuk selanjutnya tidak sempit lagi. Demi kalau akal fikiran ini dipergunakan dengan seksama, akan bertemulah manusia dengan Satu Kebenaran (Alhaq-qu): “Tidak ada Tuhan selain Allah."
Fir'aun takut benar kepada ajakan berfikir seperti ini. Kedudukannya sebagai Maharaja diraja, Tuhan atas dewa, pelindung kesuburan, pemberi anugerah Itepada manusia, semuanya akan runtuh kalau difikirkan."Jangan berfikir." Habis perkara. Kelanjutan daripada dialog-dialog dengan Musa yang ternyata seorang yang berpendirian teguh ini wajib distop. Maka keluarlah titahnya: “Jikalau engkau mengambil lagi suatu Tuhan selain daripadaku, saya masukkanlah engkau ke dalam golongan isi penjara." (ayat 29)
Di sinilah Fir'aun menunjukkan hal yang selalu menjadi pertengkaran para ahli Filsafat kenegaraan sejak zaman purbakala, sejak zaman Lao Tze dan Khung Fu Tze di Tiongkok, Socrates, Plato dan Aristoteles di Yunani. Dan ini pula yang pernah menjadi pertukaran fikiran di antara Sayid Jamaluddin Afghani dengan Herbert Spencer, di akhir abad kesembilanbelas. Yaitu imbangan di antara kekuatan dengan kebenaran.
Setengahnya berkata: Kebenaranlah yang utama, dan kebenaran itu dengan sendirinya ialah kekuatan. Setengahnya berpendirian bahwa yang sebenar-benarnya Kebenaran itu ialah Kekuatan. Dia benar sebab dia kuat. Inilah pendirian Fir'aun. Tidak boleh difikirkan bahwa ada Tuhan lain, selain dia.
Barangsiapa yang mengatakan ada Tuhan selain Fir'aun, dia mesti dijebloskan ke dalam penjara. Sebab yang ditangkap itu lemah, dia masuk penjara. Sebab Fir'aun kuat, maka pendapat orang tadi tidak dapat keluar lagi.
Musa pun mengerti kenyataan yang demikian, sebab berpuluh tahun dia sendiri telah mengalaminya, sebab dia dibesarkan dalam istana. Tetapi, sebagai Utusan Tuhan dia mempunyai lagi persediaan lain, yang telah diterimanya langsung dari Tuhan tatkala dia akan diutus ke Mesir, lalu dia berkata: “Bagaimana kalau aku datangkan sesuatu pembuktian yang nyata." (ayat 30).
Fir'aun rupanya masih memberikan kesempatan, lalu dia berkata:
“Cobalah datangkan pembuktian itu jika sungguh-sungguh engkau seorang yang benar" (ayat 31).
Mengapa dia berikan kesempatan itu? Dia merasa dirinya kuat. Apalah kiranya bukti yang akan dikemukakan Musa? Taruhlah bukti itu hebat dahsyat sehingga menakutkan orang, dia sanggup menyuruh tangkap Musa, masukkan penjara, habis perkara. Akan macam mana benarlah pembuktian itu, aku akan lihat!
Tidak menunggu lama lagi, sebagai Fir'aun menyuruh kemukakan bukti itu, Musa pun melemparkan tongkatnya di atas lantai istana yang merah itu. Baru saja dilemparkan, dia pun menjelma menjadi ular. Benar-benar seekor ular besar yang mengerikan, (ayat 32)
“Lalu ditariknya pula tangannya, tiba-tiba memancarlah sinar gemilang putih dari tangan itu nyata bagi sekalian yang melihat." (ayat 33).
Tongkat itu sungguh-sungguh jadi ular, bukan ular main-mainan, dan bukan ular sunglap. Tangannya itu sungguh-sungguh menimbulkan cahaya, sehingga bersinarlah dia menerangi sekeliling istana yang agak muram itu. Dan ini adalah mu'jizat, artinya membuat orang lemah buat memikirkannya. Di negeri Mesir pada waktu itu banyak tukang-tukang sihir. Mereka pun dapat membuat hal-hal yang ganjil, Tali pun bisa menyerupai ular, tetapi tidak benar-benar menjadi ular. Dia hanyalah semata-mata sugesti dari yang melakukan kepada yang menontonnya. Di Mesir pun banyak tukang-tukang sihir tetapi belum seorang jua pun yang sanggup menyangkat tangannya ke udara, lalu timbul cahaya dari dalam tangan itu, sinar-seminar, bergemerlapan.
Semuanya yang hadir nyaris terpesona, tetapi Fir'aun tidak membolehkan pengaruh itu masuk ke dalam seluruh anggota penyokong kekuasaannya. Lalu dia berkata kepada orang-orang besar yang di sekelilingnya itu.
“Ini sungguh-sungguh adalah ahli sihir yang amat pandai." (ayat 34).
Diperingatkannya bahaya orang ini kepada mereka, bahwa dengan sihirnya yang amat hebat itu, tongkatnya langsung jadi ular dan tangannya diangkatnya memancarkan sinar, adalah dengan satu maksud tertentu yaitu:
“Hendak mengeluarkan kamu dari bumimu dengan sihirnya itu." (ayat 35).
Fir'aun sekarang melihat bahwa bahaya yang dihadapinya lebih hebat daripada yang dikiranya semula. Musa rupanya bukanlah semata-mata seorang bayi Bani Israil yang hanyut dalam sungai, dipungut anak dan dibesarkan, lalu jadi anak nakal membunuh orang dan lari, lalu datang kembali dengan serba kesombongan, seakan-akan membawa fikiran-fikiran baru. Bukan semata-mata seorang keras kepala yang bercita-cita yang tidak masuk akal dan ugal-ugalan, yang dengan tuduhan gila dimasukkan saja ke penjara akan bungkem-lah mulutnyp. Ini adalah seorang amat berbahaya yang harus dihadapi dengan hati-hati. Kerajaan pusaka nenek-moyang baginda akan hancur berantankan kalau orang inj dibiarkan.
Fir'aun telah insaf akan hal ini. Oleh karena soal ini adalah soal besar, dia merasa bahwa dia tidak dapat lagi memutuskan sendiri. Segala usahanya telah dicobanya, tetapi setelah Musa mempertunjukkan kedua hal yang ganjil itu, lekas-lekaslah dia mengajak musyawarat orang besar-besarnya.
“Apa yang belum kamu perintahkan?"
“Sekarang apa kehendakmu?"
Seorang Tirani memang demikian. Kalau dia telah terdesak dia akan segera meminta fikiran dari orang besar-besarnya. Maka orang besar-besar yang tadinya nyaris tertarik oleh anjuran Musa supaya mempergunakan fikiran sendiri, terutama setelah amat kagum melihat kedua kejadian itu, sehingga mulai bingung, dengan segera dikejutkan oleh titah Raja: “Apa kehendakmu?" „
Mereka diingatkan kembali akan tugasnya sebagai orang besar-besar Kerajaan. Mereka tidak dapat lagi ragu-ragu, mereka telah diajak musyawarat mengatasi bahaya besar. Kalau cita-cita Musa ini berhasil, mereka semua tidak akan berguna lagi, mereka semuanya akan diusir, disapu bersih, pangkat-pangkat kebesaran yang dianugerahkan Raja kepada mereka jika orang ini menang, tidak ada faedahnya lagi. Orang-orang Bani Israil yang selamanya menjadi budak itulah yang akan naik menjadi tuan, dan kamu semua akan habis terusir dan dicopot daripada kedudukanmu yang empuk.
Demi mendengar ajakan sungguh-sungguh Fir'aun itu, mereka pun mendapatkan pendiriannya kembali, dan mereka mulai insaf bahwa bahaya besar mengancam kedudukan mereka. Lalu mereka berkata:
“Beri tangguhlah dia dan saudaranya itu dan utuslah orang ke setiap kota besar mengumpulkan orang." (ayat 36).
“Supaya mereka bawa setiap ahli sihir yang pandai-pandai." (ayat 37).
Mereka masih merasa bahwa apa yang dipertunjukkan oleh Musa ini adalah sihir yang amat ulung. Mereka percaya bahwa dalam kota-kota besar di negeri Mesir, Mesir Hilir dan Mesir Hulu, sampai ke batas Libya dan Nubia, yang di bawah kuasa baginda masih banyak ahli-ahli sihir yang pandai dan yang handal, yang akan dapat mengatasi “sihir" Musa ini. Kita kalahkan sihirnya itu dengan sihir kita.
Dengan mengeluarkan pendapat demikian kepada rajanya, orang besar-besar itu sudah merasa puas dengan diri sendiri. Keputusan yang diambil hanya semata berdasar kepada khayal. Nampaknya dengan melihat intisari yang terkandung dalam ayat, Fir'aun sendiri pun dalam hati kecilnya telah mengakui bahwa perkara yang dibawa Musa ini adalah perkara amat besar yang akan menentukan tetap tegak atau hancur runtuh, dan baginya tidak ada sandaran lain lagi buat menetapkan keputusan, hanyalah memikulkan tanggungjawab kepada orang besar-besarnya yang kalau gagal pula kelak, mereka itulah yang bersalah, bukan dia.
Between Musa and Fir`awn
Allah tells us what He commanded His servant, son of Imran and Messenger Musa, peace be upon him, who spoke with Him, to do, when He called him from the right side of the mountain, and conversed with him, and chose him, sent him, and commanded him to go to Fir`awn and his people.
Allah says:
وَإِذْ نَادَى رَبُّكَ مُوسَى أَنِ ايْتِ الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
قَوْمَ فِرْعَوْنَ أَلَا يَتَّقُونَ
قَالَ رَبِّ إِنِّي أَخَافُ أَن يُكَذِّبُونِ
وَيَضِيقُ صَدْرِي وَلَا يَنطَلِقُ لِسَانِي فَأَرْسِلْ إِلَى هَارُونَ
وَلَهُمْ عَلَيَّ ذَنبٌ فَأَخَافُ أَن يَقْتُلُونِ
And when your Lord called Musa:Go to the people who are wrongdoers. The people of Fir`awn. Will they not have Taqwa!
He said:My Lord! Verily, I fear that they will deny me, And my breast straitens, and my tongue expresses not well. So send for Harun. And they have a charge of crime against me, and I fear they will kill me.
So, Musa asked Allah to remove these difficulties for him, as he said in Surah Ta Ha:
قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِى صَدْرِى
وَيَسِّرْ لِى أَمْرِى
Musa said:O my Lord! Open for me my chest. And ease my task for me. (20:25-26) until:
قَدْ أُوتِيتَ سُوْلَكَ يمُوسَى
You are granted your request, O Musa! (20:36)
وَلَهُمْ عَلَيَّ ذَنبٌ فَأَخَافُ أَن يَقْتُلُونِ
And they have a charge of crime against me, and I fear they will kill me.
because he had killed that Egyptian, which was the reason that he left the land of Egypt
قَالَ كَلَّ
(Allah) said:Nay!...
Allah told him:do not be afraid of anything like that.
This is like the Ayah,
سَنَشُدُّ عَضُدَكَ بِأَخِيكَ وَنَجْعَلُ لَكُمَا سُلْطَـناً
Allah said:We will strengthen your arm through your brother, and give you both power, (meaning, proof);
فَلَ يَصِلُونَ إِلَيْكُمَا بِـْايَـتِنَأ أَنتُمَا وَمَنِ اتَّبَعَكُمَا الْغَـلِبُونَ
so they shall not be able to harm you, with Our signs, you two as well as those who follow you will be the victors. (28:35)
فَاذْهَبَا بِأيَاتِنَا إِنَّا مَعَكُم مُّسْتَمِعُونَ
Go you both with Our signs. Verily, We shall be with you, listening.
This is like the Ayah,
إِنَّنِى مَعَكُمَأ أَسْمَعُ وَأَرَى
I am with you both, hearing and seeing. (20:46)
Meaning, `I will be with you by My protection, care, support and help.'
فَأْتِيَا فِرْعَوْنَ فَقُولَاأ إِنَّا رَسُولُ رَبِّ الْعَالَمِينَ
And go both of you to Fir`awn, and say:`We are the Messengers of the Lord of the all that exists.'
This is like the Ayah,
إِنَّا رَسُولَا رَبِّكَ
Verily, we are both Messengers of your Lord. (20:47)
which means, `both of us have been sent to you,'
أَنْ أَرْسِلْ مَعَنَا بَنِي إِسْرَايِيلَ
So allow the Children of Israel to go with us.
Meaning, `let them go, free them from your captivity, subjugation and torture, for they are the believing servants of Allah, devoted to Him, and with you they are in a position of humiliating torture.'
When Musa said that to him, Fir`awn turned away and ignored him completely, regarding him with scorn and thinking little of him.
قَالَ
Saying:
...
أَلَمْ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدًا
Did we not bring you up among us as a child!
meaning, we brought you up among us, in our home and on our bed, we nourished you and did favors for you for many years, and after all that you responded to our kindness in this manner:you killed one of our men and denied our favors to you.'
...
وَلَبِثْتَ فِينَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِينَ
وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ الَّتِي فَعَلْتَ
And you did dwell many years of your life with us.
And you did your deed, which you did.
So he said to him:
وَأَنتَ مِنَ الْكَافِرِينَ
While you were one of the ingrates.
meaning, one of those who deny favors.
This was the view of Ibn Abbas and Abdur-Rahman bin Zayd bin Aslam, and was the view favored by Ibn Jarir
قَالَ فَعَلْتُهَا إِذًا
(Musa) said:I did it then...
meaning, at that time,
وَأَنَا مِنَ الضَّالِّينَ
when I was in error.
meaning, `before revelation was sent to me and before Allah made me a Prophet and sent me with this Message.'
فَفَرَرْتُ مِنكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِي رَبِّي حُكْمًا وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُرْسَلِينَ
So, I fled from you when I feared you. But my Lord has granted me Hukm, and made me one of the Messengers.
means, `the first situation came to an end and another took its place. Now Allah has sent me to you, and if you obey Him, you will be safe, but if you oppose Him, you will be destroyed.'
Then Musa said:
وَتِلْكَ نِعْمَةٌ تَمُنُّهَا عَلَيَّ أَنْ عَبَّدتَّ بَنِي إِسْرَايِيلَ
And this is the past favor with which you reproach me, -- that you have enslaved the Children of Israel.
meaning, `whatever favors you did in bringing me up are offset by the evil you did by enslaving the Children of Israel and using them to do your hard labor. Is there any comparison between your favors to one man among them and the evil you have done to all of them What you have mentioned about me is nothing compared to what you have done to them.
Allah tells us about the disbelief, rebellion, oppression and denial of Fir`awn
He tells:
قَالَ فِرْعَوْنُ وَمَا رَبُّ الْعَالَمِينَ
(Fir`awn) said:And what is the Lord of the `Alamin!
This is because he used to say to his people:
مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرِى
I know not that you have a god other than me. (28:38)
فَاسْتَخَفَّ قَوْمَهُ فَأَطَاعُوهُ
Thus he fooled his people, and they obeyed him. (43:54)
They used to deny the Creator, may He be glorified, and they believed that they had no other lord than Fir`awn.
When Musa said to them:I am the Messenger of the Lord of the worlds, Fir`awn said to him, Who is this who you are claiming is the Lord of Al-`Alamin other than me!
This is how it was interpreted by the scholars of the Salaf and the Imams of later generations.
As-Suddi said,
This Ayah is like the Ayah,
قَالَ فَمَن رَّبُّكُمَا يمُوسَى
قَالَ رَبُّنَا الَّذِى أَعْطَى كُلَّ شَىءٍ خَلْقَهُ ثُمَّ هَدَى
(Fir`awn) said:Who then, O Musa, is the Lord of you two!
He said:Our Lord is He Who gave to each thing its form and nature, then guided it aright. (20:49-50)
Those among the philosophers and others who claimed that this was a question about the nature or substance (of Allah) are mistaken.
Fir`awn did not believe in the Creator in the first place, so he was in no position to ask about the nature of the Creator; he denied that the Creator existed at all, as is apparent from the meaning, even though proof and evidence had been established against him.
When Fir`awn asked him about the Lord of Al-`Alamin, Musa said
قَالَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالاْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا
(Musa) said:The Lord of the heavens and the earth, and all that is between them...
meaning, the Creator, Sovereign and Controller of all that, their God Who has no partner or associate. He is the One Who has created all things. He knows the higher realms and the heavenly bodies that are in them, both those that are stationary and those that move and shine brightly. He knows the lower realms and what is in them; the oceans, continents, mountains, trees, animals, plants and fruits. He knows what is in between the two realms; the winds, birds, and whatever is in the air. All of them are servants to Him, submitting and humbling themselves before Him.
إن كُنتُم مُّوقِنِينَ
if you seek to be convinced with certainty.
means, if you have believing hearts and clear insight
قَالَ لِمَنْ حَوْلَهُ
(Fir`awn) said to those around:
i.e., Fir`awn turned to the chiefs and leaders of his state around him, and said to them -- mockingly expressing his disbelief in Musa:
أَلَا تَسْتَمِعُونَ
Do you not hear!
meaning, `are you not amazed by what this man is claiming -- that you have another god other than me!'
Musa said to them:
قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ ابَايِكُمُ الاْاَوَّلِينَ
Your Lord and the Lord of your ancient fathers!
meaning, the One Who created you and your forefathers, those who came before Fir`awn and his time.
قَالَ
He (Fir`awn ) said:
إِنَّ رَسُولَكُمُ الَّذِي أُرْسِلَ إِلَيْكُمْ لَمَجْنُونٌ
Verily, your Messenger who has been sent to you is a madman!
meaning, there is no sense in his claim that there is any god other than me!
قَالَ
(Musa) said --
to those in whose hearts Fir`awn had planted doubts:
رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَمَا بَيْنَهُمَا إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ
Lord of the east and the west, and all that is between them, if you did but understand!
`He is the One Who made the east the place where the heavenly bodies rise, and made the west the place where they set; this is the system to which He has subjugated all the heavenly bodies, stationary and moving. If what Fir`awn claims is true, that he is your lord and your god, then let him turn things around so that the heavenly bodies set in the east and rise in the west.'
This is similar to the Ayah,
الَّذِى حَأجَّ إِبْرَهِيمَ فِى رِبِّهِ أَنْ اتَـهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَهِيمُ رَبِّيَ الَّذِى يُحْىِ وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْىِ وَأُمِيتُ قَالَ إِبْرَهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِى بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ
who disputed with Ibrahim about his Lord, because Allah had given him the kingdom! When Ibrahim said:My Lord is He Who gives life and causes death.
He said, I give life and cause death.
Ibrahim said, Verily, Allah brings the sun from the east. So cause it to rise from the west. (2:258)
So when Fir`awn was defeated in debate, he resorted to the use of his force and power, believing that this would be effective in dealing with Musa, peace be upon him, so he said, as Allah tells us
After the Rational Proof, Fir`awn resorts to Force
Allah tells:
قَالَ
He (Fir`awn) said:
When proof had been established against Fir`awn, clearly and rationally, he resorted to using force against Musa, thinking that after this there would no further room for discussion. So he said:
لَيِنِ اتَّخَذْتَ إِلَهًا غَيْرِي لَاَجْعَلَنَّكَ مِنَ الْمَسْجُونِينَ
If you choose a god other than me, I will certainly put you among the prisoners.
To this, Musa responded:
قَالَ أَوَلَوْ جِيْتُكَ بِشَيْءٍ مُّبِينٍ
(Musa) said:Even if I bring you something manifest!
meaning, clear and definitive proof.
قَالَ فَأْتِ بِهِ إِن كُنتَ مِنَ الصَّادِقِينَ
فَأَلْقَى عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُّبِينٌ
He (Fir`awn) said:Bring it forth then, if you are of the truthful!
So he (Musa) threw his stick, and behold, it was a serpent, manifest.
meaning, it was very clear and obvious, with a huge body and a big mouth, terrifying in appearance
وَنَزَعَ يَدَهُ
And he (Musa) drew out his hand,
meaning, from his sleeve,
فَإِذَا هِيَ بَيْضَاء لِلنَّاظِرِينَ
and behold, it was white to all beholders!
It was shining like a piece of the moon
قَالَ لِلْمَلَاِ حَوْلَهُ
He said to the chiefs around him:
Since Fir`awn was already doomed, he hastened to stubborn denial, and said to the chiefs around him:
إِنَّ هَذَا لَسَاحِرٌ عَلِيمٌ
Verily, this is indeed a well-versed sorcerer.
One who knows a great deal of magic or witchcraft.
Fir`awn was trying to convince them that this was sorcery, not a miracle. Then he provoked them against Musa, trying to make them oppose him and disbelieve in him, and said
يُرِيدُ أَن يُخْرِجَكُم مِّنْ أَرْضِكُم بِسِحْرِهِ
He wants to drive you out of your land by his sorcery...
meaning, `he wants to capture the people's hearts and win them over by doing this, so that they will support him, and help him and follow him, and he will defeat you in your own land and take the land from you.
فَمَاذَا تَأْمُرُونَ
what is it then that you command!
i.e., So advise me, what should I do with him!'
قَالُوا أَرْجِهِ وَأَخَاهُ وَابْعَثْ فِي الْمَدَايِنِ حَاشِرِينَ
يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيمٍ
They said:Put him off and his brother, and send callers to the cities; to bring up to you every well-versed sorcerer.
meaning, `delay him and his brother until you gather together all the sorcerers from every city and region of your kingdom so that they may confront him and produce something like he produces, then you will defeat him and have the victory.'
So Fir`awn did as they suggested, which is what Allah decreed would happen to them, so that all the people would gather in one place and the signs and proof of Allah would be made manifest before them all in one day.
Between Musa, peace be upon him, and the Sorcerers
Allah describes the actual encounter between Musa, peace be upon him, and the Egyptians in Surah Al-A`raf, Surah Ta Ha, and in this Surah.
The Egyptians wanted to extinguish the Light of Allah with their words, but Allah insisted that His Light should prevail even though the disbelievers disliked that. This is the issue of disbelief and faith; they never confront one another but faith always prevails:
بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَـطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ وَلَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَ
Nay, We fling the truth against the falsehood, so it destroys it, and behold, it disappears. And woe to you for that which you ascribe. (21:18)
وَقُلْ جَأءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَـطِلُ
And say:Truth has come and falsehood has vanished. (17:81)
And Allah tells:
فَجُمِعَ السَّحَرَةُ لِمِيقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُومٍ
وَقِيلَ لِلنَّاسِ هَلْ أَنتُم مُّجْتَمِعُونَ
So, the sorcerers were assembled at a fixed time on a day appointed. And it was said to the people:Are you (too) going to assemble,
The sorcerers of Egypt were the most skilled in the art of illusion, but when a huge group of them gathered from all corners of the land, and the people came together on that day whose exact numbers are known to Allah Alone, one of them said:
لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ السَّحَرَةَ إِن كَانُوا هُمُ الْغَالِبِينَ
That we may follow the sorcerers if they are the winners.
They did not say:`we will follow the truth, whether it rests with the sorcerers or with Musa;' the people were followers of the religion of their king.
فَلَمَّا جَاء السَّحَرَةُ
So, when the sorcerers arrived,
means, when they reached the court of Fir`awn, and a pavilion had been erected for him. There he gathered his servants, followers, administrators, and provincial leaders, and the soldiers of his kingdom. The sorcerers stood before Fir`awn, asking him to treat them well and bring them closer to him if they prevailed in this matter which he had brought them together for. They said:
...
قَالُوا لِفِرْعَوْنَ أَيِنَّ لَنَا لَااَجْرًا إِن كُنَّا نَحْنُ الْغَالِبِينَ
Will there surely be a reward for us if we are the winners!
قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ إِذًا لَّمِنَ الْمُقَرَّبِين
He (Fir`awn) said:Yes, and you shall then verily be of those brought near.
meaning, `and you will be given more than what you are asking for; I will make you among those who are close to me, those who sit with me.'
So they went back to their places:
قَالُواْ يمُوسَى إِمَّأ أَن تُلْقِىَ وَإِمَّأ أَن نَّكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَلْقَى قَالَ بَلْ أَلْقُواْ
They said:O Musa! Either you throw first or we be the first to throw!
(Musa) said:Nay, throw you (first)! (20:65-66)
Here the incident is described more briefly
قَالَ لَهُم مُّوسَى
Musa said to them:
أَلْقُوا مَا أَنتُم مُّلْقُونَ
فَأَلْقَوْا حِبَالَهُمْ وَعِصِيَّهُمْ وَقَالُوا بِعِزَّةِ فِرْعَوْنَ إِنَّا لَنَحْنُ الْغَالِبُونَ
Throw what you are going to throw!
So, they threw their ropes and their sticks, and said:By the might of Fir`awn, it is we who will certainly win!
This is what the ignorant masses say when they do something:`this is by the virtue of So-and-so!'
In Surah Al-A`raf Allah mentioned that:
سَحَرُواْ أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَأءُو بِسِحْرٍ عَظِيمٍ
They bewitched the eyes of the people, and struck terror into them, and they displayed a great magic. (7:116)
And in Surah Ta Ha He said:
فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِن سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَى
فَأَوْجَسَ فِي نَفْسِهِ خِيفَةً مُّوسَى
قُلْنَا لَا تَخَفْ إِنَّكَ أَنتَ الاَْعْلَى
وَأَلْقِ مَا فِي يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوا إِنَّمَا صَنَعُوا كَيْدُ سَاحِرٍ وَلَاأ يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى
Then behold! their ropes and their sticks, by their magic, appeared to him as though they moved fast. So Musa conceived fear in himself. We (Allah) said:Fear not! Surely, you will have the upper hand. And throw that which is in your right hand! It will swallow up that which they have made. That which they have made is only a magician's trick, and the magician will never be successful, to whatever amount (of skill) he may attain. (20:66-69)
And here Allah says:
فَأَلْقَى مُوسَى عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ
Then Musa threw his stick, and behold, it swallowed up all that they falsely showed!
by snatching up and catching them from every corner and swallowing them up, and it did not leave any of them untouched.
Allah says:
فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ
قَالُوا امَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ
رَبِّ مُوسَى وَهَارُونَ
And the sorcerers fell down prostrate. Saying:We believe in the Lord of Al-`Alamin, the Lord of Musa and Harun.
This is as Allah mentions elsewhere:
فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
فَغُلِبُواْ هُنَالِكَ وَانقَلَبُواْ صَاغِرِينَ
وَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ
قَالُواْ امَنَّا بِرِبِّ الْعَالَمِينَ
رَبِّ مُوسَى وَهَارُونَ
Thus truth was confirmed, and all that they did was made of no effect. So they were defeated there and returned disgraced. And the sorcerers fell down prostrate. They said:We believe in the Lord of all that exists, the Lord of Musa and Harun. (7:118-122)
This was a very serious matter, furnishing decisive proof leaving no room for any excuse. Fir`awn's supporters, who sought and hoped that they would prevail over Musa, were themselves defeated. At that moment they believed in Musa and prostrated to Allah, the Lord of Al-`Alamin Who sent Musa and Harun with the truth and an obvious miracle. Fir`awn was defeated in a manner the likes of which the world had never seen, but he remained arrogant and stubborn despite the clear evidence, may the curse of Allah and the angels and all of mankind be upon him. He resorted to arrogance and stubbornness and propagating falsehood. He began to issue threats against them, saying:
إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِى عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ
Verily, he is your chief who has taught you magic. (20:71)
إِنَّ هَـذَا لَمَكْرٌ مَّكَرْتُمُوهُ فِى الْمَدِينَةِ
Surely, this is a plot which you have plotted in the city. (7:123
Between Fir`awn and the Sorcerers
His threats against them resulted only in an increase in their faith and submission to Allah, for the veil of disbelief had been lifted from their hearts and the truth became clear to them because they knew something that their people did not:that what Musa had done could not have been done by any human being unless Allah helped him, making it proof and an evidence of the truth of what he had brought from his Lord.
Allah tells that:
قَالَ امَنتُمْ لَهُ قَبْلَ أَنْ اذَنَ لَكُمْ
He (Fir`awn) said:You have believed in him before I give you leave.
meaning, `you should have asked my permission for what you did, and you did not consult with me; if I had given you permission you could have done it, and if I did not allow you, you should not have done it, for I am the ruler and the one to be obeyed.'
إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِي عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ
Surely, he indeed is your chief, who has taught you magic!
This is stubborn talk, and anyone can see that it is nonsense, for they had never met Musa before that day, so how could he have been their chief who taught them how to do magic! No rational person would say this.
فَلَسَوْفَ تَعْلَمُونَ لَاُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُم مِّنْ خِلَفٍ وَلَاُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ
So verily, you shall come to know. Verily, I will cut off your hands and your feet on opposite sides, and I will crucify you all.
Then Fir`awn threatened to cut off their hands and feet, and crucify them
قَالُوا لَاا ضَيْرَ
They said:No harm!
meaning, `no problem, that will not harm us and we do not care.'
إِنَّا إِلَى رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ
Surely, to our Lord we are to return.
means, `the return of us all is to Allah, may He be glorified, and He will never allow the reward of anyone who has done good to be lost. What you have done to us is not hidden from Him, and He will reward us in full for that.'
So they said
إِنَّا نَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَايَانَا
Verily, we really hope that our Lord will forgive us our sins,
`the sins we have committed and the magic you forced us to do.'
أَن كُنَّا أَوَّلَ الْمُوْمِنِينَ
as we are the first of the believers,
means, because we are the first of our people, the Egyptians, to believe.
So he killed them all
The Exodus of the Children of Israel from Egypt
Allah tells:
وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِي إِنَّكُم مُّتَّبَعُونَ
فَأَرْسَلَ فِرْعَوْنُ فِي الْمَدَايِنِ حَاشِرِينَ
And We revealed to Musa, saying:Depart by night with My servants, verily, you will be pursued.
Then Fir`awn sent callers to (all) the cities.
After Musa stayed in Egypt for a long time, and the proof of Allah was established against Fir`awn and his chiefs, yet they were still arrogant and stubborn, then there was nothing left for them but punishment and vengeance. So Allah commanded Musa, peace be upon him, to take the Children of Israel out of Egypt by night, and take them wherever he would be commanded. So Musa, peace be upon him, did as he was commanded by his Lord, may He be glorified, and he led them forth after they had borrowed an abundance of jewelry from the people of Fir`awn.
As more than one of the scholars of Tafsir have said, they left when the moon was rising, and Mujahid, may Allah have mercy on him, said that the moon was eclipsed that night. And Allah knows best.
Musa asked about the grave of Yusuf (Prophet Joseph), peace be upon him, and an old woman from among the Children of Israel showed him where it was, so he took the remains with them, and it was said that they were among the things that were carried by Musa himself, may peace be upon them both.
It was also said that Yusuf, peace be upon him, had left instructions in his will that if the Children of Israel ever left Egypt, they should take his remains with them.
The following morning, when there was nobody to be found in the Israelite quarters, Fir`awn became angry and his anger intensified since Allah had decreed that he was to be destroyed. So he quickly sent his callers to all his cities, i.e., to mobilize his troops and bring them together, and he called out to them
إِنَّ هَوُلَاء
Verily, these,
meaning, the Children of Israel,
لَشِرْذِمَةٌ قَلِيلُونَ
indeed are but a small band.
meaning, a small group.
وَإِنَّهُمْ لَنَا لَغَايِظُونَ
And verily, they have done what has enraged us.
means, `every time we have heard anything about them, it has upset us and made us angry.'
وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَاذِرُونَ
But we are a host all assembled, amply forewarned.
means, `we are constantly taking precautions lest they betray us.'
Some of the Salaf read this with the meaning,
we are constantly forewarned and forearmed. And I want to destroy them to the last man, and destroy all their lands and property.
So he and his troops were punished with the very things he sought to inflict upon the Children of Israel.
Allah says:
فَأَخْرَجْنَاهُم مِّن جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ
وَكُنُوزٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ
So, We expelled them from gardens and springs, treasures, and every kind of honorable place.
meaning, they were thrown out of those blessings and into Hell, and they left behind the honorable places, gardens and rivers, wealth, provision, position and power in this world:
كَذَلِكَ وَأَوْرَثْنَاهَا بَنِي إِسْرَايِيلَ
Thus and We caused the Children of Israel to inherit them.
This is like the Ayat:
وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُواْ يُسْتَضْعَفُونَ مَشَـرِقَ الاٌّرْضِ وَمَغَـرِبَهَا الَّتِى بَارَكْنَا فِيهَا
And We made the people who were considered weak to inherit the eastern parts of the land and the western parts thereof which We have blessed. (7:137)
وَنُرِيدُ أَن نَّمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الاَْرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَيِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ
وَنُمَكِّنَ لَهُمْ فِي الاَْرْضِ وَنُرِي فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا مِنْهُم مَّا كَانُوا يَحْذَرُونَ
And We wished to do a favor to those who were weak in the land, and to make them rulers and to make them the inheritors. And to establish them in the land, and We let Fir`awn and Haman and their armies receive from them that which they feared. (28:5-6)
Fir`awn's Pursuit and Expulsion of the Children of Israel, and how He and His People were drowned
More than one of the scholars of Tafsir said that Fir`awn set out with a huge group, a group containing the leaders and entire government of Egypt at that time, i.e., the decision-makers and influential figures, princes, ministers, nobles, leaders and soldiers.
Allah tells:
فَأَتْبَعُوهُم مُّشْرِقِينَ
So, they pursued them at sunrise.
means, they caught up with the Children of Israel at sunrise
فَلَمَّا تَرَاءى الْجَمْعَانِ
And when the two hosts ﷺ each other,
means, each group ﷺ the other.
At that point,
قَالَ أَصْحَابُ مُوسَى إِنَّا لَمُدْرَكُونَ
the companions of Musa said:We are sure to be overtaken.
This was because Fir`awn and his people caught up with them on the shores of the Red Sea, so the sea was ahead of them and Fir`awn and his troops were behind them. Hence they said:
إِنَّا لَمُدْرَكُونَ
(We are sure to be overtaken).
قَالَ كَلَّ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ
(Musa) said:Nay, verily with me is my Lord. He will guide me.
meaning, `nothing of what you fear will happen to you, for Allah is the One Who commanded me to bring you here, and He does not go back on His promise.'
إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ
verily with me is my Lord. He will guide me.
Harun, peace be upon him, was in the front, with Yusha` bin Nun and a believer from the family of Fir`awn, and Musa, peace be upon him, was in the rear.
More than one of the scholars of Tafsir said that they stood there not knowing what to do, and Yusha` bin Nun or the believer from the family of Fir`awn said to Musa, peace be upon him, O Prophet of Allah, is it here that your Lord commanded you to bring us!
He said:Yes.
Then Fir`awn and his troops drew near and were very close indeed. At that point Allah commanded his Prophet Musa, peace be upon him, to strike the sea with his staff, so he struck it, and it parted, by the will of Allah.
Allah says
فَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنِ اضْرِب بِّعَصَاكَ الْبَحْرَ
Then We revealed to Musa (saying):Strike the sea with your stick.
فَانفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ
And it parted, and each separate part became like huge mountain.
meaning, like mighty mountains.
This was the view of Ibn Mas`ud, Ibn Abbas, Muhammad bin Ka`b, Ad-Dahhak, Qatadah and others.
Ata' Al-Khurasani said,
It refers to a pass between two mountains.
Ibn Abbas said,
The sea divided into twelve paths, one for each of the tribes.
As-Suddi added,
And in it there were windows through which they could see one another, and the water was erected like walls.
Allah sent the wind to the sea bed to make it solid like the land.
Allah says:
فَاضْرِبْ لَهُمْ طَرِيقاً فِى الْبَحْرِ يَبَساً لاَّ تَخَافُ دَرَكاً وَلَا تَخْشَى
and strike a dry path for them in the sea, fearing neither to be overtaken nor being afraid. (20:77)
And here He says:
وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ الاْأخَرِينَ
Then We brought near the others to that place.
Ibn Abbas, Ata' Al-Khurasani, Qatadah and As-Suddi said:
وَأَزْلَفْنَا
(Then We brought near) means,
We brought Fir`awn and his troops near to the sea.
وَأَنجَيْنَا مُوسَى وَمَن مَّعَهُ أَجْمَعِينَ
ثُمَّ أَغْرَقْنَا الاْخَرِينَ
And We saved Musa and all those with him. Then We drowned the others.
meaning:`We saved Musa and the Children of Israel and whoever followed their religion, and none of them were destroyed, but Fir`awn and his troops were drowned and not one of them remained alive, but was destroyed.'
Then Allah says
إِنَّ فِي ذَلِكَ لَايَةً
Verily, in this is indeed a sign,
meaning, this story with its wonders and tales of aid to the believing servants of Allah is definitive proof and evidence of Allah's wisdom.
وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّوْمِنِينَ
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
yet most of them are not believers. And verily your Lord, He is truly the All-Mighty, the Most Merciful.
The explanation of this phrase has already been discussed above.
He, Pharaoh, said to those, noblemen among his folk, who were around him, 'Did you not hear?!', his response, how it does not correspond to the question [I asked]?
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.








