ٱلْفُرْقَان : ١٣

  • وَإِذَآ dan apabila
  • أُلۡقُواْ mereka dilemparkan
  • مِنۡهَا dari padanya/didalamnya
  • مَكَانٗا tempat
  • ضَيِّقٗا sempit
  • مُّقَرَّنِينَ mereka dibelenggu
  • دَعَوۡاْ mereka berseru/mengharapkan
  • هُنَالِكَ disana
  • ثُبُورٗا kebinasaan
Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka dengan dibelenggu, mereka di sana berteriak mengharapkan kebinasaan.1
Catatan kaki
1 *572) Mereka mengharapkan kebinasaan, agar terlepas dari siksa yang sangat besar, yaitu azab di neraka yang sangat panas dengan dibelenggu, di tempat yang sangat sempit pula, sebagaimana yang dilukiskan.
(Dan apabila mereka dicampakkan ke tempat yang sempit di neraka itu) dapat dibaca Dhayyiqan dengan memakai harakat Tasydid pada huruf Ya, dapat pula dibaca Takhfif atau tanpa Tasydid sehingga bacaannya menjadi Dhayqan, maksudnya neraka itu menghimpit mereka. Lafal Minhaa berkedudukan menjadi Hal dari lafal Makaanan, karena pada asalnya ia adalah kata sifat baginya (dengan dibelenggu) yakni tangan dan leher mereka dibelenggu menjadi satu; harakat Tasydid yang ada pada lafal Muqarraniina menunjukkan makna Taktsir atau banyak (mereka di sana mengharapkan kebinasaan) maksudnya mereka ingin mati saja karena pedihnya siksaan. Dikatakan oleh Allah ﷻ kepada mereka,.