Ayat

Terjemahan Per Kata
قَالَتۡ
(isterinya) berkata
يَٰوَيۡلَتَىٰٓ
aduh celakalah aku
ءَأَلِدُ
apakah aku akan melahirkan
وَأَنَا۠
dan/padahal aku
عَجُوزٞ
sudah tua
وَهَٰذَا
dan ini
بَعۡلِي
suamiku
شَيۡخًاۖ
sudah tua
إِنَّ
sesungguhnya
هَٰذَا
ini
لَشَيۡءٌ
sungguh suatu
عَجِيبٞ
sangat ajaib/aneh
قَالَتۡ
(isterinya) berkata
يَٰوَيۡلَتَىٰٓ
aduh celakalah aku
ءَأَلِدُ
apakah aku akan melahirkan
وَأَنَا۠
dan/padahal aku
عَجُوزٞ
sudah tua
وَهَٰذَا
dan ini
بَعۡلِي
suamiku
شَيۡخًاۖ
sudah tua
إِنَّ
sesungguhnya
هَٰذَا
ini
لَشَيۡءٌ
sungguh suatu
عَجِيبٞ
sangat ajaib/aneh

Terjemahan

Dia (istrinya) berkata, “Sungguh mengherankan! Mungkinkah aku akan melahirkan (anak) padahal aku sudah tua dan suamiku ini sudah renta? Sesungguhnya ini benar-benar sesuatu yang ajaib.”

Tafsir

(Istrinya berkata, "Sungguh mengherankan) lafal wailataa ini merupakan kalimat yang biasa diucapkan di kala seseorang melihat perkara yang besar. Huruf ya yang ada padanya merupakan pergantian dari huruf alif (apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua) aku berumur sembilan puluh sembilan tahun (dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula) Nabi Ibrahim pada saat itu berumur seratus atau seratus dua puluh tahun. Lafal syaikhan dinashabkan karena menjadi hal, sedangkan amilnya adalah isim isyarah yaitu lafal haadzaa tadi. (Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang aneh") kedua pasangan yang sama-sama telah tua dapat mempunyai anak.

Topik

×
×