Gabung menjadi bagian dari 4 juta+ pembelajar Al-Qur'an dari 180+ negara
Ayat
Terjemahan Per Kata
ٱلَّذِيٓ
yang
أَطۡعَمَهُم
Dia memberi makan mereka
مِّن
dari
جُوعٖ
kelaparan
وَءَامَنَهُم
dan Dia memberikan keamanan mereka
مِّنۡ
dari
خَوۡفِ
ketakutan
ٱلَّذِيٓ
yang
أَطۡعَمَهُم
Dia memberi makan mereka
مِّن
dari
جُوعٖ
kelaparan
وَءَامَنَهُم
dan Dia memberikan keamanan mereka
مِّنۡ
dari
خَوۡفِ
ketakutan
Terjemahan
yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan.
Tafsir
(Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar) agar mereka tidak kelaparan (dan mengamankan mereka dari ketakutan) artinya supaya mereka tidak merasa takut lagi. Sesungguhnya mereka sering mengalami kelaparan, karena di Mekah tidak terdapat lahan pertanian, sebagaimana mereka pun pernah dicekam oleh rasa takut, yaitu ketika tentara bergajah datang kepada mereka dengan maksud untuk menghancurkan Kakbah.
Tafsir Surat Al-Quraisy: 1-4
Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah), Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan rasa lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan. Surat ini menurut Mushaf Induk terpisah dari surat yang sebelumnya, mereka menuliskan di antara keduanya baris pemisah, yaitu Bismillahir Rahmanir Rahim, sekalipun bila dipandang dari segi maknanya dengan surat yang sebelumnya mempunyai kaitan yang erat.
Hal ini dijelaskan oleh Muhammad ibnu Ishaq dan Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam. Dengan alasan karena makna yang dimaksud ialah Kami menahan pasukan bergajah dari Mekah dan Kami binasakan pula para pemiliknya, demi kebiasaan orang-orang Quraisy. Yakni untuk memelihara kelestarian kebiasaan dan terhimpunnya mereka di negerinya dalam keadaan aman. Menurut pendapat yang lain, makna yang dimaksud dengan Ilaf ialah tradisi mereka dalam melakukan perjalanan di musim dingin ke negeri Yaman dan di musim panas ke negeri Syam untuk tujuan berniaga dan lain-lainnya.
Kemudian mereka kembali ke negerinya dalam keadaan aman tanpa ada gangguan di perjalanan mereka. Demikian itu karena mereka dihormati dan disegani oleh orang lain, mengingat mereka adalah penduduk kota suci Allah. Maka siapa yang mengenal mereka, pasti menghormati mereka. Bahkan barang siapa yang dipilih oleh mereka untuk menjadi teman perjalanan mereka, maka ia ikut aman berkat keberadaan mereka.
Demikianlah keadaan mereka dalam perjalanan dan misi mereka di musim dingin dan musim panas. Adapun mengenai keadaan mereka bila menetap di kota mereka, maka disebutkan oleh firman-Nya: Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedangkan manusia sekitarnya rampok-merampok. (Al-'Ankabut: 67) Untuk itulah maka disebutkan oleh firman-Nya: Karena kebiasaan orang-orang Quraisy. (Quraisy: 1-2) Ilaf yang kedua menjadi badal dan tafsir dari yang pertama, untuk itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya: (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. (Quraisy: 2) Ibnu Jarir mengatakan bahwa yang benar ialah bahwa lam dalam permulaan ayat surat ini menunjukkan makna ta'ajjub, seakan-akan disebutkan bahwa kagumlah kamu kepada kebiasaan orang-orang Quraisy dan nikmat-Ku yang telah Kulimpahkan kepada mereka dalam hal tersebut.
Ibnu Jarir mengatakan bahwa menurut kesepakatan kaum muslim, kedua surat ini merupakan surat yang masing-masing berdiri sendiri dan terpisah dari yang lainnya. Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala memberi mereka petunjuk untuk bersyukur atas semua hikmat yang besar ini, melalui firman-Nya: Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah). (Quraisy: 3) Yakni hendaklah mereka mengesakan-Nya dalam menyembah-Nya, sebagaimana Dia telah menjadikan bagi mereka kota yang suci lagi aman dan Ka'bah yang disucikan. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu: Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nyalah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. (An-Naml: 91) Firman Allah subhanahu wa ta’ala: Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan rasa lapar. (Quraisy: 4) Yaitu Dia adalah Tuhan Pemilik Ka'bah ini, Dialah yang memberi mereka makan agar tidak lapar.
dan mengamankan mereka dari ketakutan. (Quraisy: 4) Allah telah memberikan karunia keamanan dan banyak kemurahan kepada mereka, maka hendaklah mereka menyembah-Nya dengan mengesakan-Nya semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan janganlah mereka menyembah-Nya dengan yang lain-Nya, baik berhala maupun patung atau lain-lainnya yang mereka persekutukan dengan-Nya. Karena itulah barang siapa yang memenuhi perintah ini, maka Allah menghimpunkan baginya keamanan di dunia dan keamanan di akhirat nanti; dan barang siapa yang durhaka kepada-Nya, maka Allah subhanahu wa ta’ala mencabut keduanya dari dia.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya dengan melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim. (An-Nahl: 112-113) Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Amr Al-Gaziy, telah menceritakan kepada kami Qubaisah, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Lais, dari Syahr ibnu Hausyab, dari Asma binti Yazid yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Kecelakaan yang besarlah bagi kalian, wahai Quraisy, karena adanya surat Quraisy ini.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Al-Mu-ammal ibnul Fadl Al-Harrani, telah menceritakan kepada kami Isa ibnu Yunus, dari Abdullah ibnu Abu Ziyad, dari Syahr ibnu Hausyab, dari Usamah ibnu Zaid yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musimpanas. Celakalah kalian, wahai golongan orang-orang Quraisy, sembahlah oleh kalian Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah) yang telah memberi kalian makan dari kelaparan dan memberi kalian keamanan dari rasa takut.
Demikianlah yang telah kusaksikan hadits dari Usamah ibnu Zaid. sebenarnya dari Asma binti Yazid ibnus Sakan Ummu Salamah Al-Ansariyyah Barangkali terjadi salah penyalinan dari asal riwayatnya; hanya Allahlah Yang Maha Mengetahui.
Hendaklah mereka menyembah Tuhan Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar, memenuhi kebutuhan dasar mereka, dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan. Terpenuhinya kebutuhan akan makanan dan rasa aman merupakan dua prasyarat penting yang menjamin kesejahteraan suatu masyarakat. 1. Tahukah kamu, wahai Rasul, orang yang mendustakan agama dan mengingkari hisab serta hari pembalasan di akhirat nanti'.
Kemudian Allah menjelaskan sifat Tuhan Pemilik Ka'bah yang disuruh untuk disembah itu, yaitu Tuhan yang membuka pintu rezeki yang luas bagi mereka dan memudahkan jalan untuk mencari rezeki itu. Jika tidak demikian, tentu mereka berada dalam kesempitan dan kesengsaraan. Dia mengamankan jalan yang mereka tempuh dalam rangka mereka mencari rezeki, serta menjadikan orang-orang yang mereka jumpai dalam perjalanan senang dengan mereka. Mereka tidak menemui kesulitan. Kalau tidak, tentu mereka selalu berada dalam ketakutan yang mengakibatkan hidup sengsara dan papa.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
SURAH QURAISY
(KAUM QURAISY)
SURAH KE-106, 4 AYAT, DITURUNKAN DI MEKAH
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Pengasih.
Ayat 1
“Lantaran untuk melindungi kaum Quraisy." (ayat 1)
Ayat 2
Yaitu “Untuk melindungi mereka di dalam perjalanan musim dingin dan musim panas." (ayat 2)
Kaum Quraisy pada umumnya adalah saudagar perantara, yang negerinya (Mekkah) terletak di tengah, di antara utara (Syam) dan selatan (Yaman). Sejak lama sebelum Islam, mereka telah menghubungkan kedua negeri itu. Syam di utara adalah pintu perniagaan yang akan melanjut sampai ke Laut Tengah dan ke negeri-negeri sebelah barat. Yaman yang ibukotanya sejak dahulu adalah Shan'aa di selatan membuka pula jalan ke timur sampai ke India, bahkan lebih jauh lagi sampai ke Tiongkok. Di musim panas mereka pergi ke Syam, dan di musim dingin mereka pergi ke Yaman, keduanya untuk berniaga. Sejak zaman purbakala telah terentang jalan kafilah di antara: Mekah, Madinah dan Damaskus atau Mekah, Hunain, Badar, Ma'an (Syarqil Urduri). Itu adalah jalan kafilah utara. Sedang jalan kafilah ke selatan: Mekah, Thaif, ‘Asir, Yaman (Shan'aa).
Ayat 3
“Maka hendaklah mereka menyembah kepada Tuhan Rumah ini." (ayat 3)
Sebab banyaklah anugerah dan karunia Allah kepada mereka lantaran adanya rumah itu.
Ayat 4
Yaitu Allah “Yang telah memberi makan mereka dari kelaparan dan mengamankan mereka dari ketakutan." (ayat 4)
Dengan berkat adanya Rumah Allah di tengah Kota Mekah itu, tidaklah putus-putusnya tiap tahun orang datang ke sana, di samping mereka sendiri mengadakan kafilah perniagaan ke utara dan ke selatan. Tidaklah pernah negeri mereka jadi daerah tertutup, sehingga selalulah makanan mereka terjamin, dan tidak ditimpa kelaparan. Disertai aman pula, sebab tanah Mekah itu dijadikan Daerah Terlarang sejak zaman Nabi Ibrahim, tidak boleh orang berperang di sana, tidak boleh binatang buruannya diburu, tidak boleh tumbuh-tumbuhannya dirusakkan. Aturan ini dihormati oleh seluruh kabilah Arab secara turun-temurun.
Sebab itu maka tidaklah layak orang Quraisy yang telah mendapat rahmat yang begitu banyak dari Allah, kalau mereka tidak mensyukuri Allah. Tidaklah layak kalau mereka menolak risalat yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ Dan di dalam surah ini pun telah diperingatkan, bukanlah Rumah itu, bukanlah Ka'bah itu yang mesti disembah; melainkan Allah yang empunya rumah itulah yang harus disembah. Syukurilah Allah yang telah memperlindungi, membuat peraturan sehingga Tanah Mekah dapat aman dan sentosa, tidak disentuh dan diusik orang.
Maka menjadi lemahlah tafsir yang mengatakan bahwa kaum bergajah dibinasakan karena Allah hendak memelihara orang Quraisy, melainkan orang Quraisy itu sendirilah dalam surah ini yang diberi peringatan, agar mereka jangan menyembah juga kepada berhala, bahkan jangan menyembah kepada Ka'bah itu sendiri; tetapi sembahlah Allah Yang Empunya Ka'bah itu. Maka tidaklah patut mereka menjadi orang musyrikin, menyembah berhala, mengumpulkan berhala pada rumah itu sampai 360 buah banyaknya.
Tafsir of Surah Quraish
This Surah has been separated from the one that preceded it in the primary Mushaf (the original copy of `Uthman) .
They (the Companions) wrote In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful on the line (i.e., the space) between these two Surahs. They did this even though this Surah is directly related to the one which precedes it, as Muhammad bin Ishaq and `Abdur-Rahman bin Zayd bin Aslam have both clarified. This is because the meaning of both of them is,
We have prevented the Elephant from entering Makkah and We have destroyed its people in order to gather (Ilaf) the Quraysh, which means to unite them and bring them together safely in their city.
It has also been said that the meaning of this (Ilaf) is what they would gather during their journey in the winter to Yemen and in the summer to Ash-Sham through trade and other than that. Then they would return to their city in safety during their journeys due to the respect that the people had for them because they were the residents of Allah's sanctuary. Therefore, whoever knew them would honor them. Even those who came to them and traveled with them, would be safe because of them. This was their situation during their journeys and travels during their winter and summer. In reference to their living in the city, then it is as Allah said,
أَوَلَمْ يَرَوْاْ أَنَّا جَعَلْنَا حَرَماً ءامِناً وَيُتَخَطَّفُ النَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْ
Have they not seen that We have made it a secure sanctuary, while men are being snatched away from all around them. (29:67).
Thus, Allah says,
لاِإِيلَإفِ قُرَيْشٍ
إِيلَـفِهِمْ
For the Ilaf of the Quraysh. Their Ilaf,
This is a subject that has been transferred from the first sentence in order to give it more explanation.
Thus, Allah says,
إِيلَفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاء وَالصَّيْفِ
Their Ilaf caravans, in winter and in summer.
Ibn Jarir said,
The correct opinion is that the letter Lam is a prefix that shows amazement. It is as though He (Allah) is saying,
`You should be amazed at the uniting (or taming) of the Quraysh and My favor upon them in that.'
He went on to say,
This is due to the consensus of the Muslims that they are two separate and independent Surahs.
Then Allah directs them to be grateful for this magnificent favor in His saying,
فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ
So, let them worship the Lord of this House.
meaning, then let them single Him out for worship, just as He has given them a safe sanctuary and a Sacred House.
This is as Allah says,
إِنَّمَأ أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبِّ هَذِهِ الْبَلْدَةِ الَّذِى حَرَّمَهَا وَلَهُ كُلُّ شَىءٍ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ
I have been commanded only to worship the Lord of this city, Who has sanctified it and to Whom belongs everything. And I am commanded to be from among the Muslims. (27:91)
Then Allah says
الَّذِي أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ
Who has fed them against hunger,
meaning, He is the Lord of the House and He is the One Who feeds them against hunger.
وَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ
And has made them safe from fear.
meaning, He favors them with safety and gentleness, so they should single Him out for worship alone, without any partner. They should not worship any idol, rival or statue besides Him. Therefore, whoever accepts this command, Allah will give him safety in both this life and the Hereafter. However, whoever disobeys Him, He will remove both of them from him.
This is as Allah says,
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلً قَرْيَةً كَانَتْ ءَامِنَةً مُّطْمَيِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُواْ يَصْنَعُونَ
وَلَقَدْ جَأءَهُمْ رَسُولٌ مِّنْهُمْ فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمُ الْعَذَابُ وَهُمْ ظَـلِمُونَ
And Allah puts forward the example of a township, that dwelt secure and well-content:its provision coming to it in abundance from every place, but it denied the favors of Allah. So, Allah made it taste extreme of hunger and fear, because of that which they used to do.
And verily, there had come unto them a Messenger from among themselves, but they denied him, so the torment overtook them while they were wrongdoers. (16:112-113)
This is the end of the Tafsir of Surah Quraysh, and all praise and thanks are due to Allah.
Who has fed them against, that is, on account of, hunger and made them secure from, that is, on account of, fear: they used to suffer hunger in Mecca due to the lack of crops and they feared the army of the Elephant.
Verse [ 106:4] الَّذِي أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَآمَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ (Who gave them food against hunger, and gave them security against fear.) The verse comprehensively captures all that was needed for the Quraish to live happily and peacefully in the world. The first phrase أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ (Who gave them food against hunger) implies that they were provided all year round with every kind of fruit and food. The security referred to in the second phrase آمَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ (and gave them security against fear) includes security from enemies and robbers (who, out of their respect to them as guardians of Ka'bah, spared them from their attacks), and it also includes security from the punishment in the Hereafter (for those who fulfilled the necessary conditions of faith).
Special Note
Ibn Kathir says that whoever worships Allah according to the command given in this verse, Allah will give him safety, not only in this world, but also security from punishment in the Hereafter. And whoever deviates from this command, He will deprive him of both types of safety and security as exemplified in the following verse [ 16:112]:
ضَرَبَ اللَّـهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّـهِ فَأَذَاقَهَا اللَّـهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ ﴿112﴾
(And Allah has given an example that there was a town, secure and satisfied, with its sustenance coming in plenty from every place. Then, it turned ungrateful to the bounties of Allah; so, Allah made it taste hunger and terror [ cast over it ] like a garment in return of what its people used to do. [ 16:112]
A Great Benefit
Abul Hasan Qazwini has stated that anyone who fears his enemy or an affliction, should recite Surah Al-Quraish. It will give him security from fear and calamity. This is cited by Imam Jazri and he says that this Surah has been tried and tested successfully for this purpose. Qadi Thana'ullah Panipati (رح) cites this in his Tafsir Mazhari and says that his Shaikh Mirza Mazhar Jan-i-Janan instructed him to recite this Surah at the time of fear and danger, and said its recitation has been tested and tried to avert all kinds of calamities and afflictions. Qadi Thana'ullah says that he has experienced it several times.
Al-Hamdulillah
The Commentary on
Surah Al-Quraish
Ends here








