Al-Qasas: 67

Ayat

Terjemahan Per Kata
فَأَمَّا
maka adapun
مَن
orang
تَابَ
dia bertaubat
وَءَامَنَ
dan dia beriman
وَعَمِلَ
dan dia beramal
صَٰلِحٗا
kebajikan/saleh
فَعَسَىٰٓ
maka mudah-mudahan
أَن
bahwa
يَكُونَ
dia adalah
مِنَ
dari/termasuk
ٱلۡمُفۡلِحِينَ
orang-orang yang beruntung

Terjemahan

Adapun orang yang bertobat, beriman, dan beramal saleh mudah-mudahan termasuk orang-orang yang beruntung.

Tafsir

Tafsir Surat Al-Qasas: 62-67 Dan (ingatlah) hari ketika Allah menyeru mereka seraya berkata, "Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu katakan?" Berkatalah orang-orang yang telah pasti hukuman atas mereka, "Ya Tuhan kami, mereka itulah orang-orang yang kami sesatkan itu; kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat, kami menyatakan berlepas diri (dari mereka) kepada Engkau, mereka sekali-kali tidak menyembah kami.” Dikatakan (kepada mereka), "Serulah oleh kalian sekutu-sekutu kalian itu.” Lalu mereka menyerunya, maka sekutu-sekutu itu tidak memperkenankan (seruan) mereka, dan mereka melihat azab. (Mereka ketika itu berkeinginan) seandainya mereka dahulu menerima petunjuk. Dan (ingatlah) hari ketika Allah menyeru mereka, seraya berkata, "Apakah jawabanmu kepada para rasul?” Maka gelaplah bagi mereka segala macam alasan pada hari itu, karena itu mereka tidak saling tanya-menanya. Adapun orang yang bertobat dan beriman, serta mengerjakan amal yang saleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung. Ayat 62 Allah menceritakan celaan yang Dia tujukan kepada orang-orang kafir lagi musyrik kelak di hari kiamat saat Dia menyeru mereka. Allah ﷻ berfirman: “Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kalian katakan?” (Al-Qashash: 62). Maksudnya di manakah tuhan-tuhan yang kalian sembah semasa di dunia, berupa berhala-berhala dan tandingan-tandingan Allah, apakah mereka dapat menolong kalian atau membela dirinya? Ungkapan ini mengandung kecaman dan ancaman, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: “Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada pertama kali, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tidak melihat besertamu pemberi syafaat yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah pertalian antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah).” (Al-An'am: 94). Ayat 63 Firman Allah ﷻ: “Berkatalah orang-orang yang telah pasti hukuman atas mereka.” (Al-Qashash: 63). Yaitu setan-setan, para pembangkang, dan yang menyeru kepada kekafiran. “Ya Tuhan kami, mereka inilah orang-orang yang kami sesatkan itu; kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat, kami menyatakan berlepas diri (dari mereka) kepada Engkau, mereka sekali-kali tidak menyembah kami.” (Al-Qashash: 63). Setan-setan itu menyatakan pengakuannya, bahwa orang-orang tersebut telah mereka sesatkan, dan orang-orang itu mau mengikuti mereka; tetapi pada akhirnya setan-setan itu berlepas diri dari penyembahan yang dilakukan mereka, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: “Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka; sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka sembahan-sembahan itu akan menjadi musuh bagi mereka.” (Maryam: 81-82). Dan firman Allah ﷻ: “Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tidak dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka? Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat), niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka.” (Al-Ahqaf: 5-6). Nabi Ibrahim a.s. berkata kepada kaumnya, seperti yang disitir oleh firman-Nya: “Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini, kemudian di hari kiamat sebagian kamu mengingkari sebagian yang lain dan sebagian kamu melaknat sebagian yang lain.” (Al-'Ankabut: 25), hingga akhir ayat. Dan firman Allah ﷻ: (Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat azab dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.” (Al-Baqarah: 166) sampai dengan firman-Nya: “dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.” (Al-Baqarah: 167). Karena itulah dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya: Ayat 64 “Dikatakan (kepada mereka), ‘Serulah oleh kalian sekutu-sekutu kalian itu’!" (Al-Qashash: 64). Yaitu untuk menyelamatkan kalian dari azab, sebagaimana yang kalian harapkan dari mereka semasa di dunia. “Lalu mereka menyerunya, maka sekutu-sekutu itu tidak memperkenankan (seruan) mereka, dan mereka melihat azab.” (Al-Qashash: 64) dan mereka yakin bahwa diri mereka pasti dimasukkan ke dalam neraka. Firman Allah ﷻ: “(Mereka ketika itu berkeinginan) seandainya mereka dahulu menerima petunjuk.” (Al-Qashash: 64). Maksudnya ketika mereka menyaksikan azab, mereka berkeinginan seandainya mereka dahulu termasuk orang-orang yang menerima petunjuk semasa di dunia. Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya: “Dan (ingatlah) hari ketika Dia berfirman, ‘Panggillah oleh kalian sekutu-sekutu-Ku yang kalian katakan itu.’ Mereka lalu memanggilnya, tetapi sekutu-sekutu itu tidak membalas seruan mereka dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka). Dan orang-orang yang berdosa melihat neraka, maka mereka meyakini bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak menemukan tempat berpaling darinya.” (Al-Kahfi: 52-53). Ayat 65 Firman Allah ﷻ: Dan (ingatlah) hari ketika Allah menyeru mereka seraya berkata, ‘Apakah jawabanmu kepada para rasul’?" (Al-Qashash: 65). Seruan pertama mempertanyakan masalah tauhid, dan yang disebutkan dalam ayat ini mengandung pengukuhan terhadap kenabian, yakni apakah jawaban kalian terhadap rasul-rasul yang diutus kepada kalian? Dan bagaimanakah tanggapan kalian terhadap mereka? Hal ini seperti pertanyaan yang diajukan di dalam kubur, yaitu: "Siapakah Tuhanmu, siapakah nabi panutanmu, dan apakah agamamu?" Adapun orang mukmin, ia akan menjawab dengan mengemukakan kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad ﷺ adalah hamba dan rasul-Nya. Sedangkan orang kafir hanya mengatakan, "Ha, ha, saya tidak tahu." Karena itulah orang kafir tidak dapat menjawab pertanyaan itu kelak di hari kiamat selain dari diam saja; karena sesungguhnya orang yang buta saat hidup di dunia, kelak di akhirat lebih buta dan lebih sesat jalannya. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan: Ayat 66 “Maka gelaplah bagi mereka segala macam alasan pada hari itu, karena itu mereka tidak saling tanya-menanya.” (Al-Qashash: 66). Mujahid mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengemukakan alasan-alasan mereka, dan mereka tidak saling bertanya tentang keturunan. Ayat 67 Firman Allah ﷻ: “Adapun orang yang bertobat dan beriman serta mengerjakan amal yang saleh.” (Al-Qashash: 67) semasa di dunianya, “semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung.” (Al-Qashash: 67). Yakni kelak di hari kiamat, dan semoga ia mendapat kemurahan dari Allah. Pengertian kata 'semoga' merupakan suatu kepastian yang pasti terjadi berkat karunia dan kemurahan Allah ﷻ.

Al-Qasas: 67

×
Open With...
Learn Quran Tafsir App
Open
Browser
×
Bantu Learn Quran Tafsir
untuk
Terus Hidup Memberi Manfaat