Ayat

Terjemahan Per Kata
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
إِذَآ
apabila
أَصَٰبَتۡهُم
menimpa mereka
مُّصِيبَةٞ
musibah
قَالُوٓاْ
mereka mengucapkan
إِنَّا
sesungguhnya kami
لِلَّهِ
milik Allah
وَإِنَّآ
dan sesungguhnya kami
إِلَيۡهِ
kepadaNya
رَٰجِعُونَ
mereka kembali
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
إِذَآ
apabila
أَصَٰبَتۡهُم
menimpa mereka
مُّصِيبَةٞ
musibah
قَالُوٓاْ
mereka mengucapkan
إِنَّا
sesungguhnya kami
لِلَّهِ
milik Allah
وَإِنَّآ
dan sesungguhnya kami
إِلَيۡهِ
kepadaNya
رَٰجِعُونَ
mereka kembali

Terjemahan

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali).

Tafsir

(Yaitu orang-orang yang apabila mereka ditimpa musibah) bencana atau malapetaka (mereka mengucapkan, 'Innaa lillaahi') artinya sesungguhnya kita ini milik Allah; maksudnya menjadi milik dan hamba-Nya yang dapat diperlakukan-Nya sekehendak-Nya, ('wa innaa ilaihi raaji`uun') artinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kita akan kembali, yakni ke akhirat, di sana kita akan diberi-Nya balasan. Dalam sebuah hadis disebutkan, "Barang siapa yang istirja`/mengucapkan 'innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun' ketika mendapat musibah, maka ia diberi pahala oleh Allah dan diiringi-Nya dengan kebaikan." Juga diberitakan bahwa pada suatu ketika lampu Nabi saw. padam, maka beliau pun mengucapkan istirja`, lalu kata Aisyah, "Bukankah ini hanya sebuah lampu!" Jawabnya, "Setiap yang mengecewakan (hati) orang mukmin itu berarti musibah." Diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kumpulan hadis-hadis mursalnya.

Topik