ٱلتَّوْبَة : ٣١

  • ٱتَّخَذُوٓاْ mereka mengambil/menjadikan
  • أَحۡبَارَهُمۡ ulama-ulama mereka
  • وَرُهۡبَٰنَهُمۡ dan rahib-rahib mereka
  • أَرۡبَابٗا sebagai Tuhan
  • مِّن dari
  • دُونِ selain
  • ٱللَّهِ Allah
  • وَٱلۡمَسِيحَ dan Al Masih
  • ٱبۡنَ putera
  • مَرۡيَمَ Maryam
  • وَمَآ dan tidak
  • أُمِرُوٓاْ (mereka) diperintahkan
  • إِلَّا melainkan
  • لِيَعۡبُدُوٓاْ untuk mereka menyembah
  • إِلَٰهٗا Tuhan
  • وَٰحِدٗاۖ yang Esa
  • لَّآ tidak ada
  • إِلَٰهَ tuhan
  • إِلَّا selain
  • هُوَۚ Dia
  • سُبۡحَٰنَهُۥ Maha Suci Dia
  • عَمَّا dari apa
  • يُشۡرِكُونَ mereka persekutukan
Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi) dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah,1 dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan.
Catatan kaki
1 *372) Mereka mematuhi ajaran orang-orang alim dan rahib-rahib mereka dengan membabi buta, biarpun orang-orang alim dan para rahib itu menyuruh maksiat atau mengharamkan yang halal.
(Mereka menjadikan orang-orang alimnya) dimaksud adalah ulama-ulama Yahudi (dan rahib-rahib mereka) para pendeta Nasrani (sebagai tuhan selain Allah) karena para pengikut agama Yahudi dan Nasrani mengikuti mereka dalam hal menghalalkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan mengharamkan apa yang telah dihalalkan oleh-Nya (dan juga mereka mempertuhankan Almasih putra Maryam, padahal mereka tidak diperintahkan) oleh kitab Taurat dan kitab Injil mereka (melainkan hanya menyembah) maksudnya mereka disuruh supaya menyembah (Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia, Maha Suci Allah) lafal subhaanahu mengandung arti menyucikan Allah (dari apa yang mereka persekutukan).