Gabung menjadi bagian dari 4 juta+ pembelajar Al-Qur'an dari 180+ negara
Ayat
Terjemahan Per Kata
مِّمَّا
dari apa/disebabkan
خَطِيٓـَٰٔتِهِمۡ
kesalahan-kesalahan mereka
أُغۡرِقُواْ
mereka ditenggelamkan
فَأُدۡخِلُواْ
lalu mereka dimasukkan
نَارٗا
api/neraka
فَلَمۡ
maka
يَجِدُواْ
mereka tidak mendapatkan
لَهُم
bagi mereka
مِّن
dari
دُونِ
selain
ٱللَّهِ
Allah
أَنصَارٗا
penolong
مِّمَّا
dari apa/disebabkan
خَطِيٓـَٰٔتِهِمۡ
kesalahan-kesalahan mereka
أُغۡرِقُواْ
mereka ditenggelamkan
فَأُدۡخِلُواْ
lalu mereka dimasukkan
نَارٗا
api/neraka
فَلَمۡ
maka
يَجِدُواْ
mereka tidak mendapatkan
لَهُم
bagi mereka
مِّن
dari
دُونِ
selain
ٱللَّهِ
Allah
أَنصَارٗا
penolong
Terjemahan
Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong selain Allah.
Tafsir
(Disebabkan) huruf maa di sini adalah huruf shilah atau penghubung (kesalahan-kesalahan mereka) menurut suatu qiraat dibaca khathii'aatihim dengan memakai huruf hamzah sesudah huruf ya (mereka ditenggelamkan) oleh banjir besar (lalu dimasukkan ke dalam neraka) yaitu mereka diazab sesudah mereka ditenggelamkan di bawah air (maka mereka tidak dapat menemukan selain) selain daripada (Allah, seseorang pun yang menolong mereka) yang dapat melindungi mereka dari azab.
Tafsir Surat Nuh: 25-28
Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan, lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah. Nuh berkata, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di anta orang-orang kafir tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.
Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan. Firman Allah ﷻ: Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka. (Nuh: 25) Menurut qiraat lain dibaca khatayahum. mereka ditenggelamkan. (Nuh: 25) Yakni karena dosa-dosa mereka yang terlalu banyak dan pembangkangan serta tekad mereka yang tetap pada kekafiran mereka dan menentang rasul mereka.
Mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke dalam neraka. (Nuh: 25) Mereka dipindahkan dari arus air banjir besar ke panasnya api neraka. maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah. (Nuh: 25) Yaitu tiada bagi mereka seorang penolong pun, tiada penyelamat, tiada peiindung bagi mereka dari azab Allah subhanahu wa ta’ala Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala: Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang. (Hud: 43) Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala: Nuh berkata, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. (Nuh: 26) Maksudnya, janganlah Engkau biarkan di muka bumi ini seorang pun dari mereka dan jangan pula suatu tempat tinggal pun bagi mereka.
Lafal dayyaran termasuk ungkapan yang mengukuhkan nafi, menurut Adh-Dhahhak artinya sebuah tempat tinggal pun (bagi mereka). As-Suddi mengatakan bahwa ad-dayyar artinya orang yang menghuni rumah. Maka Allah memperkenankan doanya dan membinasakan semua manusia yang ada di muka bumi dari kalangan orang-orang kafir hingga anak Nuh sendiri yang memisahkan diri dari ayahnya dan bergabung dengan kaumnya dalam kekafiran. Anaknya itu mengatakan seperti yang diceritakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala melalui firman-Nya: Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah.
Nuh berkata, "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang." Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. (Hud: 43) Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa Yunus ibnu Abdul A'la membacakan kepadaku bahwa telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Syabib ibnu Sa'id, dari Abul Jauza, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Seandainya Allah mengasihani seseorang dari kaum Nuh, tentulah Allah mengasihani seorang wanita yang ketika melihat air bah datang ia menggendong anaknya dan menaiki bukit.
Dan setelah air bah mencapai bukit, ia naikkan anaknya ke pundaknya. Dan ketika air mencapai pundaknya, ia letakkan anaknya di atas kepalanya. Dan ketika air mencapai kepalanya, ia mengangkat anaknya dengan kedua tangannya. Seandainya Allah mengasihani seseorang dari mereka, tentulah Dia mengasihani wanita ini. Hadits ini gharib, tetapi semua perawinya berpredikat tsiqat. Akhirnya Allah subhanahu wa ta’ala menyelamatkan orang-orang yang ada di dalam bahtera bersama Nuh a.s., yaitu mereka yang beriman kepadanya, dan Allah telah memerintahkan kepada Nuh a.s.
sebelumnya untuk menaikkan mereka ke dalam bahteranya. Firman Allah subhanahu wa ta’ala: Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu. (Nuh: 27) Yakni sesungguhnya jika Engkau membiarkan seseorang dari mereka tetap hidup, niscaya dia akan menyesatkan hamba-hamba-Mu yang Engkau ciptakan sesudah mereka. dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir. (Nuh: 27) Yaitu durhaka dalam sepak terjangnya lagi kafir hatinya.
Demikian itu dikatakan oleh Nuh a.s. atas dasar pengalamannya dengan mereka dan dia tinggal bersama mereka dalam kurun waktu yang cukup lama, yaitu sembilan ratus lima puluh tahun. Kemudian Nabi Nuh a.s. menutup doanya dengan memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala: Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman. (Nuh: 28) Menurut Adh-Dhahhak, yang dimaksud dengan rumahku ialah masjidku.
Akan tetapi, tidak mengapa jika ayat ditakwilkan sesuai dengan makna lahiriahnya. Yaitu bahwa dia mendoakan bagi setiap orang yang masuk ke dalam rumahnya dalam keadaan beriman. -: :- ". Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Haiwah, telah menceritakan kepada kami Salim ibnu Gailan, bahwa Al-Walid ibnu Qais At-Tajibi pernah menceritakan kepadanya bahwa ia pernah mendengar Abu Sa'id Al-Khudri atau dari Abul Haisam, dari Abu Sa'id, bahwa Abu Sa'id pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Janganlah kamu berteman kecuali dengan orang mukmin, dan janganlah makan makananmu kecuali orang yang bertakwa.
Imam Abu Dawud dan, Imam At-Tirmidzi meriwayatkan hadits ini melalui Abdullah ibnul Mubarak, dari Haiwah ibnu Syuraih dengan sanad yang sama. Kemudian Imam At-Tirmidzi mengatakan bahwa sesungguhnya kami mengenal hadits ini hanya melalui jalur ini saja. Firman Allah subhanahu wa ta’ala: dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. (Nuh: 28) Ini merupakan doa untuk segenap orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, yang hal ini mencakup orang yang masih hidup dari kalangan mereka dan juga orang yang sudah mati.
Karena itulah maka disunatkan membaca doa seperti ini karena mengikut kepada jejak Nabi Nuh a.s. dan mengamalkan apa yang disebutkan di dalam atsar-atsar dan doa-doa yang terkenal lagi dianjurkan oleh syariat. Firman Allah subhanahu wa ta’ala: Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan. (Nuh: 28) As-Suddi mengatakan bahwa makna tabaran ialah kebinasaan. Sedangkan menurut Mujahid, artinya kerugian, yakni di dunia dan akhirat.".
Allah menyambut doa Nabi Nuh dan menjelaskan mengapa mereka disiksa. Disebabkan oleh kesalahan-kesalahan mereka, maka mereka ditenggelamkan oleh banjir besar yang dikirim Allah kepada para pendurhaka itu, lalu segera setelah Kiamat datang mereka dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong selain Allah. 26. Ayat ini merekam kembali doa Nabi Nuh. Dan Nuh berkata, 'Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan, seorang pun di antara orang-orang kafir yang sudah mendarah daging dan mantap kekafirannya itu tinggal di atas bumi.
Ayat ini menerangkan bahwa Allah menenggelamkan umat Nabi Nuh yang zalim itu dengan banjir yang luar biasa besarnya. Semua itu disebabkan keingkaran dan dosa mereka kepada Allah. Dalam keadaan demikian, tidak seorang pun yang dapat menghindarkan mereka dari azab Allah. Bahkan berhala yang mereka sembah itu tidak dapat menolong diri dari kehancuran, apalagi menolong orang lain. Di akhirat nanti, mereka akan dijebloskan ke dalam neraka Jahanam.
Dalam ayat-ayat yang sebelumnya, seperti dalam Surah Hud, telah diterangkan bahwa setelah Nabi Nuh berpendapat bahwa kaumnya tidak mungkin memperkenankan seruannya, maka atas wahyu Allah, beliau mulai membuat kapal. Setelah kapal selesai, banjir pun datang, sehingga Nuh dan keluarganya beserta orang-orang yang beriman dengannya dapat diselamatkan dengan kapal itu.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Kemudian dikisahkan lagi betapa keluhan Nuh kepada Allah.
“Berkata Nuh, “Ya Tuhanku! Sesungguhnya mereka telah mendurhakai aku."
(pangkal ayat 21)
Artinya bahwa seruan yang dibawa oleh Nabi Nuh tidaklah mereka acuhkan, bahkan mereka tantang terang-terangan.
“Dan mereka ikut orang-orang yang tidak akan menambah baginya pada harta dan anak-anaknya, kecuali kerugian jua."
(ujung ayat 21)
Dalam ayat ini terang terbayang bahwa bagi manusia yang mendurhaka, mengikuti Nabi merasa berat dan mengikuti orang yang dapat memenuhi keinginan hawa nafsunya mereka suka sekali. Padahal dengan mengikut iorang yang demikian bukanlah keuntungan yang akan mereka dapati, melainkan kerugian juga. Harta benda akan licin tandas, habis musnah karena memperturutkan rayuan setan, misalnya berjudi dan bertaruh. Anak-anak akan kucar-kacir tidak berketentuan kalau harta benda telah musnah karena akal telah kabur karena pengaruh minuman keras. Orang yang mengajak mendurhakai Allah itu hanya pandai menyesatkan. Kalau sudah tersesat barulah teringat kembali kebenaran seruan nabi.
“Dan mereka telah menipu dengan sebesar-besar tipu daya."
(ayat 22)
Artinya bahwa setan-setan penipu yang menyesatkan mereka itu dari kebenaran, baik setan halus atau setan kasar, yaitu manusia yang menjalankan lakon setan. Mereka itulah yang selalu membujuk, menipu, merayu membawa orang yang tidak mau mengikuti jalan nabi itu, supaya mereka tinggalkan jalan yang benar dan tempuh jalan yang sesat.
“Dan mereka berkata,"
(pangkal ayat 23)
Yaitu orang-orang yang mengajak kepada jalan yang sesat itu dalam tipuan dan hasutannya kepada orang yang goyah pendirian itu, “Sekali-kali jangan kamu biarkan tuhan-tuhan kamu," atau dewa-dewa pujaan kamu, berhala yang kamu jadikan tempat memohon sesuatu yang kamu hajati.
“Dan sekali-kali jangan kamu biarkan waddan dan tidak pula sua'an dan tidak pula yaghuts dan ya'ug dan nasi."
(ujung ayat 23)
Waddan, sua'an, ya'uq, yaghuts, dan nasr adalah nama dari lima buah berhala yang dijadikan persembahan oleh kaum Nabi Nuh itu, setan halus dan setan kasar itu menghasut kepada mereka supaya kelima berhala pujaan itu jangan dibiarkan dikritik orang atau hendak diruntuh orang. Bahkan wajiblah dipertahankan. Menurut suatu riwayat dari Imam Bukhari, kelima berhala pusaka kaum Nuh yang tersesat ini kemudiannya jadi waris turun-temurun pula bagi bangsa Arab yang jauh datang kemudian. Berhala Waddan dipuja oleh Bani Kalb di Daumatul Jandal, Sua'an berhala yang dipuja Hudzail, Yaghuts pujaan Bani Ghuthaif di Jarf dekat Saba', Ya'uq pujaan Bani Hamdan dan Nasr pujaan Himyar. Semuanya itu pada mulanya adalah nama-nama dari orang-orang saleh dari kaum Nabi Nuh. Mula-mulanya diperingati dan dihormati karena terkenang akan jasa beliau-beliau semasa hidup. Tetapi setelah beliau-beliau meninggal, ilmu agama telah mulai kabur, maka mulailah orang menyembah kepada berhala itu sendiri, bukan lagi memperingati jasa.
Dalam riwayat lain yang diterima dari Ibnu Asakir berhala yang lima ini pada mulanya adalah nama dari lima orang anak laki-laki Nabi Adam. Katanya Nabi Adam itu beranak, banyak anaknya 40 orang, laki-laki 20 orang dan perempuan 20 orang pula. Di antaranya tersebut Habil dan Qabil. Beliau kawinkan anak-anak itu dari yang atas kepada yang bawah, bukan adik beradik yang lama lahir. Di antara anak beliau yang akan mengalir darah nubuwwat ialah Syits. Kelima anak Nabi Adam itu orang baik-baik, orang taat dan banyak dikenangkan orang jasanya. Di masa hidupnya mereka dipuji orang karena kebaikannya. Tetapi setelah mereka meninggal dunia para pengikut mereka masih terkenang akan jasa mereka semasa hidup, lalu dipuja dan dipuji. Tetapi lama-lama pujian jadi pujaan, mengingat jasa bertukar jadi menyembah.
“Dan sesungguhnya mereka telah menyesatkan banyak sekali."
(pangkal ayat 24)
Artinya banyak orang yang agamanya dangkal atau tidak mengetahui inti sari agama telah tersesat karena berhala-berhala itu lalu mereka berbondong-bondong menyembah berhala yang bukan menjadikan mereka, melainkan merekalah yang menyembah kepada barang-barang yang mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri.
“Dan tidak akan menambah bagi orang-orang yang aniaya itu selain kesesalan."
(ujung ayat 24)
Artinya bertambah lama bertambah jauhlah mereka terpesona daripada ajaran yang benar, sudah sukar diharap untuk sembuh kembali.
“Sesungguhnya darni sebab kesalahan-kesalahan mereka, mereka pun ditenggelamkan."
(pangkal ayat 25)
Artinya bahwa kesalahan itu sudah terlalu banyak. Ibarat bergantang, sudahlah penuh. Maka jika datang hukuman Allah sudah wajar. Mereka pun ditenggelamkan di dalam banjir besar yang telah meliputi bumi sehingga puncak-puncak gunung yang tinggi pun tidak kelihatan lagi, dari sangat naiknya air bah itu. “Lalu dimasukkanlah mereka ke dalam neraka", sehingga lanjutan daripada hukum dunia yang terakhir akan dimasukkanlah mereka ke dalam neraka pada waktu yang telah ditentukan Allah.
“Maka tidaklah mereka dapati untuk mereka dan selain Allah, akan jadi penolong."
(ujung ayat 25)
Dan Allah tidaklah akan menolong mereka di hari itu, karena adzab ini sudah diperingatkan dari jauh-jauh hari, ketika mereka masih hidup di dunia oleh lidah rasul-rasul Allah.
Dan akan demikian jugalah jadinya tiap-tiap kedurhakaan manusia di dunia, tidaklah manusia yang bersalah langsung diadzab saja di akhirat, sebelum peringatan diberikan terlebih dahulu semasa di dunia ini.
Nuh complains to His Lord about His People's Response
Allah says that,
قَالَ نُوحٌ رَّبِّ إِنَّهُمْ عَصَوْنِي
Nuh said:My Lord! They have disobeyed me,
Nuh turned to Allah to inform Allah - the All Knowing from Whom nothing escapes - that he presented the clear call, as mentioned previously, and the comprehensive invitation in various ways. He called them sometimes by encouragement and sometimes by intimidating warnings. Yet, they disobeyed him, opposed him, denied him and followed the children of the world. They were those who were heedless of the command of Allah and they possessed delights of wealth and children. However, these things (worldly benefits) were also for gradual punishment and temporary respite, not for honor or blessing.
Thus, Allah says,
وَاتَّبَعُوا مَن لَّمْ يَزِدْهُ مَالُهُ وَوَلَدُهُ إِلاَّ خَسَارًا
and followed one whose wealth and children give him no increase but loss.
The meaning of Allah's statement,
وَمَكَرُوا مَكْرًا كُبَّارًا
And they have plotted a mighty plot.
is that they plotted a deceptive plot for their followers tricking them into believing that they were following the truth and correct guidance.
This is like what they will say to them on the Day of Judgement,
بَلْ مَكْرُ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ إِذْ تَأْمُرُونَنَأ أَن نَّكْفُرَ بِاللَّهِ وَنَجْعَلَ لَهُ أَندَاداً
Nay, but it was your plotting by night and day:when you ordered us to disbelieve in Allah and set up rivals to Him! (34:33)
For this reason He says here,
The Idols of the People of Nuh and what happened to Him
وَمَكَرُوا مَكْرًا كُبَّارًا
وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ الِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا
And they have plotted a mighty plot. And they have said:`You shall not leave your gods, nor shall you leave Wadd, nor Suwa`, nor Yaghuth, and Ya`uq and Nasr.'
These are the names of their idols which they used to worship besides Allah.
Al-Bukhari recorded from Ibn `Abbas that he said,
The idols that were among the people of Nuh wound up among the Arabs afterwards. In reference to
- Wadd, it became the idol of the people of Kalb in the area of Dawmat Al-Jandal.
- Suwa` became the idol of the people of Hudhayl.
- Yaghuth became the idol of the people of Murad, then the people of Bani Ghutayf at Al-Juruf in the area of Saba' worshipped it after them.
- Ya`uq became the idol of the people of Hamdan.
- Nasr became the idol of the people of Himyar for the family of Dhu Kala`.
These idols were all named after righteous men from the people of Nuh. Then when these men died, Shaytan inspired his (Nuh's) people to erect statues in honor of them at their gathering places where they used to come and sit, and to name these statues after these men (with their names). So they did this (as Shaytan suggested), but these statues were not worshipped until after those people (the ones who built them) had died and the knowledge was lost. Then, those statues were later worshipped.
This has also been similarly reported from `Ikrimah, Ad-Dahhak, Qatadah and Ibn Ishaq.
Ali bin Abi Talhah reported from Ibn `Abbas that he said,
These are statues that were worshipped in the time of Nuh.
Ibn Jarir recorded from Muhammad bin Qays that he said concerning Yaghuth, Ya`uq and Nasr,
They were righteous people between the time of Adam and Nuh, and they had followers who used to adhere to their guidance. Then, when they died, their companions who used to follow them said,
`If we make images of them, it will increase our desire to perform worship when we remember them.'
So they made images of them. Then, when those people died and other people came after them, Iblis approached them and said,
`They (your predecessors) used to worship these statues and they were granted rain by their worship of them.'
Thus, they (the latter people) worshipped them.
The Supplication of Nuh against His People and for whoever believed in Him
Allah then says
وَقَدْ أَضَلُّوا كَثِيرًا
And indeed they have led many astray.
meaning, by the idols that they took for worship, they mislead a large number of people. For verily, the worship of those idols continued throughout many generations until our times today, among the Arabs, the non-Arabs and all the groups of the Children of Adam.
Al-Khalil (Prophet Ibrahim) said in his supplication,
وَاجْنُبْنِى وَبَنِىَّ أَن نَّعْبُدَ الاٌّصْنَا
مَ
رَبِّ
إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِّنَ النَّاسِ
And keep me and my sons away from worshipping idols. O my Lord! They have indeed led astray many among mankind...) (14:35,36)
Allah then says,
وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلاَّ ضَلَلاً
Grant no increase to the wrongdoers save error.
This is a supplication from him (Nuh) against his people due to their rebellion, disbelief and obstinacy.
This is just as Musa supplicated against Fir`awn and his chiefs in his statement,
رَبَّنَا اطْمِسْ عَلَى أَمْوَلِهِمْ وَاشْدُدْ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَلَ يُوْمِنُواْ حَتَّى يَرَوُاْ الْعَذَابَ الاٌّلِيمَ
Our Lord!
Destroy their wealth, and harden their hearts, so that they will not believe until they see the painful torment. (10:88)
Verily, Allah responded to the supplication of both of these Prophets concerning their people and He drowned their nations due to their rejection of what he (that Prophet) had come with
Allah says,
مِمَّا خَطِييَاتِهِمْ
Because of their sins,
It also has been recited as;
خَطَاياهُمْ
(their errors.)
أُغْرِقُوا
they were drowned,
meaning, for their numerous sins, rebellion, persistence in disbelief and opposition to their Messengers.
أُغْرِقُوا فَأُدْخِلُوا نَارًا
they were drowned, then were made to enter the Fire.
meaning, they will be carried from the flood of the seas to the heat of the Fire.
فَلَمْ يَجِدُوا لَهُم مِّن دُونِ اللَّهِ أَنصَارًا
And they found none to help them instead of Allah.
meaning, they will have no helper, assistant, or savior who can rescue them from the punishment of Allah.
This is similar to Allah's statement,
لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلااَّ مَن رَّحِمَ
This day there is no savior from the decree of Allah except him on whom He has mercy. (11:43)
وَقَالَ نُوحٌ رَّبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الاَْرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا
And Nuh said:
My Lord! Leave not one of the disbelievers on the earth Dayyar!
meaning, do not leave a single one of them on the face of the earth, not even a lone individual.
This is a method of speaking that gives emphasis to the negation.
Ad-Dahhak said, Dayyar means one.
As-Suddi said, Dayyar is the one who stays in the home.
So Allah answered his supplication and He destroyed all of those on the face of the earth who were disbelievers. He (Allah) even destroyed Nuh's (biological) son from his own loins, who separated himself from his father (Nuh).
He (Nuh's son) said,
سَأوِى إِلَى جَبَلٍ يَعْصِمُنِى مِنَ الْمَأءِ قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلاَّ مَن رَّحِمَ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ
I will betake myself to some mountain, it will save me from the water.
Nuh said:This day there is no savior from the decree of Allah except him on whom He has mercy.
And waves came in between them, so he (the son) was among the drowned. (11:43)
Allah saved the people of the ship who believed with Nuh, and they were those whom Allah commanded Nuh to carry with him.
Allah said
إِنَّكَ إِن تَذَرْهُمْ يُضِلُّوا عِبَادَكَ
If You leave them, they will mislead Your servants,
meaning, `if You leave a single one of them they will lead your servants astray.'
This refers to those whom He will create after them.
وَلَا يَلِدُوا إِلاَّ فَاجِرًا كَفَّارًا
and they will beget none but wicked disbelievers.
meaning, wicked in their deeds and disbelieving in their hearts.
He (Nuh) said this due to what he knew about them since he remained among them for nine hundred and fifty years.
Then he said
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُوْمِنًا
My Lord!
Forgive me, and my parents, and him who enters my home as a believer,
Ad-Dahhak said, This means, my Masjid.
However, there is no harm in understanding the Ayah according to its apparent meaning, which would be that he (Nuh) supplicated for every person who entered his house who was a believer.
Then he said,
وَلِلْمُوْمِنِينَ وَالْمُوْمِنَاتِ
and all the believing men and women.
He supplicated for all of the believing men and women, and that includes those of them who were living and those of them who were dead. For this reason, it is recommended to supplicate like this, in following the example of Nuh, and that which has been reported in the narrations and well-known, legislated supplications.
Then, he said,
وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلاَّ تَبَارًا
And to the wrongdoers, grant You no increase but destruction!
As-Suddi said, But destruction.
Mujahid said, But loss.
This means in both this life and in the Hereafter.
This is the end of the Tafsir of Surah Nuh. And all praise and thanks are due to Allah.
Because of (mimmaa: maa indicates a relative clause) their iniquities (khataayaahum: a variant reading has khatee'aatihim) they were drowned, by the Flood, then made to enter the Hellfire, with which they were punished underwater after drowning. And they did not find for themselves besides, that is to say, other than, God any helpers, to protect them against the chastisement.
مِّمَّا خَطِيئَاتِهِمْ أُغْرِقُوا فَأُدْخِلُوا نَارًا فَلَمْ يَجِدُوا لَهُم مِّن دُونِ اللَّـهِ أَنصَارًا (Because of their sins they were drowned, and then admitted into the Fire. So they found no helpers for them besides Allah…1:25). The 'sins' referred to here are unpardonable sins of 'kufr and shirk'. They were drowned in water and emerged in fire, an opposing punishment which is not impossible for Divine power. Obviously, the ‘Fire’ mentioned in the verse does not refer to the fire of Hell, but refers to the fire in the realm of ‘Barzakh’ (the existence between the worldly life and the life of the Hereafter). The Qur'an speaks of the fire in the realm of 'Barzakh'. It is evident that Sayyidna Nuh's (علیہ السلام) people will be punished in Hell-Fire in the Hereafter after resurrection and accounting for their deeds.
Qur’ an Confirms Punishment in the Grave
The verse under comment confirms that people will be punished in the realm of Barzakh, usually referring to the period of stay in the grave. This further proves that, since the evil-doers will be punished in the grave, the righteous believers will also be rewarded and blessed with favours. Authentic and successively transmitted ahadith report about the reward and punishment in the grave so abundantly and clearly that its reality cannot be denied or rejected. Therefore, there is a total agreement of the Ummah on this issue; and belief in it is the symbol of Ahl-us-Sunnah wal-Jami'ah.
Al-hamdulillah
The Commentary on
Surah Nuh
Ends here








