ٱلْأَعْرَاف : ١٧٣

  • أَوۡ atau
  • تَقُولُوٓاْ kamu mengatakan
  • إِنَّمَآ sesungguhnya
  • أَشۡرَكَ telah menyekutukan
  • ءَابَآؤُنَا bapak-bapak kami
  • مِن dari
  • قَبۡلُ sebelum
  • وَكُنَّا dan kami adalah
  • ذُرِّيَّةٗ keturunan
  • مِّنۢ dari
  • بَعۡدِهِمۡۖ sesudahnya
  • أَفَتُهۡلِكُنَا apakah Engkau akan membinasakan kami
  • بِمَا dengan apa
  • فَعَلَ perbuatan
  • ٱلۡمُبۡطِلُونَ orang-orang yang sesat
atau agar kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya nenek moyang kami telah memper­sekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami adalah keturunan yang (datang) setelah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang (dahulu) yang sesat?"1
Catatan kaki
1 *350) Agar orang-orang musyrik itu jangan mengatakan bahwa nenek moyang mereka dahulu telah mempersekutukan Tuhan, sedang mereka tidak tahu menahu bahwa mempersekutukan Tuhan itu salah, tidak ada jalan lagi bagi mereka, hanya meniru nenek moyang mereka yang mempersekutukan Tuhan. Karena itu mereka menganggap bahwa mereka tidak patut disiksa karena kesalahan nenek moyang mereka.
(Atau agar kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu) dimaksud sebelum kami (sedangkan kami ini adalah anak-anak keturunan yang datang sesudah mereka) maka kami hanya mengikut mereka (Maka apakah Engkau akan membinasakan kami) Engkau akan mengazab kami (karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?") dari kalangan orang-orang tua kami yang pertama kali melakukan kemusyrikan. Kesimpulan pengertian dari ayat ini bahwa mereka tidak mungkin berhujah dengan alasan itu sedangkan mereka telah melakukan kesaksian terhadap diri mereka sendiri tentang keesaan Tuhan itu. Penuturan tentang hal ini melalui lisan pemilik mukjizat/Nabi Muhammad ﷺ kedudukannya sama dengan penuturan terhadap jiwa manusia semuanya.