ٱلْأَنْعَام : ٨١

  • وَكَيۡفَ dan bagaimana
  • أَخَافُ aku takut
  • مَآ apa
  • أَشۡرَكۡتُمۡ kamu persekutukan
  • وَلَا dan tidak
  • تَخَافُونَ kamu takut
  • أَنَّكُمۡ bahwa kamu
  • أَشۡرَكۡتُم kamu persekutukan
  • بِٱللَّهِ dengan Allah
  • مَا apa
  • لَمۡ tidak
  • يُنَزِّلۡ (Allah) menurunkan
  • بِهِۦ dengannya/tentang itu
  • عَلَيۡكُمۡ atas kalian
  • سُلۡطَٰنٗاۚ kekuasaan/keterangan
  • فَأَيُّ maka manakah
  • ٱلۡفَرِيقَيۡنِ dua golongan
  • أَحَقُّ lebih berhak
  • بِٱلۡأَمۡنِۖ dengan keamanan
  • إِن jika
  • كُنتُمۡ kalian adalah
  • تَعۡلَمُونَ (kalian) mengetahui
Bagaimana aku takut kepada apa yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut dengan apa yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. Manakah dari kedua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?"1
Catatan kaki
1 *317) Setelah diperlihatkan Allah kepada Nabi Ibrahim -'alaihissalām- tanda-tanda keagungan-Nya dan dengan itu teguhlah imannya kepada Allah (ayat 75), maka Nabi Ibrahim -'alaihissalām- mengajak kaumnya kepada tauhid dengan mengikuti alam pikiran mereka.
(Bagaimana aku takut dengan sesembahan-sesembahan yang kamu persekutukan) dengan Allah sedangkan mereka sama sekali tidak dapat mendatangkan malapetaka dan tidak pula kemanfaatan (padahal kamu tidak takut) kepada Allah (bahwasanya kamu sendiri mempersekutukan Allah) dalam ibadah kamu (dengan sesembahan-sesembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan tentangnya) dalam hal menyembahnya (atas kamu suatu hujah pun) untuk mempersekutukan-Nya; yakni suatu alasan dan bukti padahal Allah itu Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan) apakah kami ataukah kamu? (jika kamu mengetahui?) siapakah yang paling berhak untuk mendapatkan keamanan dari malapetaka itu? Yang dimaksud dengan kami adalah Nabi Ibrahim, maka dari itu mengikutlah kamu kepada Ibrahim. Allah berfirman:.