ٱلْأَنْعَام : ١٠٠

  • وَجَعَلُواْ dan mereka menjadikan
  • لِلَّهِ Allah
  • شُرَكَآءَ sekutu-sekutu
  • ٱلۡجِنَّ jin
  • وَخَلَقَهُمۡۖ dan/padahal Dia menciptakan mereka
  • وَخَرَقُواْ dan mereka mengada-adakan
  • لَهُۥ bagiNya (Allah)
  • بَنِينَ anak laki-laki
  • وَبَنَٰتِ dan anak perempuan
  • بِغَيۡرِ dengan tidak/tanpa
  • عِلۡمٖۚ ilmu pengetahuan
  • سُبۡحَٰنَهُۥ Maha Suci Dia
  • وَتَعَٰلَىٰ dan Maha Tinggi
  • عَمَّا dari apa
  • يَصِفُونَ mereka sifatkan
Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan Jin itu sekutu-sekutu Allah, padahal Dia yang menciptakannya (jin-jin itu), dan mereka berbohong (dengan mengatakan), "Allah mempunyai anak laki-laki dan anak perempuan," tanpa (dasar) pengetahuan.1 Maha Suci Allah dan Mahatinggi dari sifat-sifat yang mereka gambarkan.
Catatan kaki
1 *320) Mereka mengatakan bahwa Allah mempunyai anak seperti orang Yahudi mengatakan 'Uzair putera Allah, dan orang-orang musyrikin mengatakan malaikat anak-anak perempuan Allah. Mereka mengatakan demikian karena kebodohannya.
(Dan mereka menjadikan di samping Allah) menjadi maf'ul tsani (sekutu-sekutu) menjadi maf'ul awal dan menjadi mubdal minhu (terdiri dari jin) yang mereka menaatinya dalam menyembah berhala-berhala (dan) padahal (Allahlah yang telah menciptakan mereka) lalu mengapa mereka menjadikannya sebagai sekutu-sekutu-Nya (dan mereka membohong) dengan dibaca takhfif dan tasydid; artinya mereka membuat-buat perkataan (bahwanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan, tanpa landasan ilmu pengetahuan) mereka telah mengatakan, bahwa Uzair adalah anak lelaki Allah, dan malaikat-malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. (Maha Suci Allah) yakni sebagai ungkapan menyucikan-Nya (dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan) mengenai diri-Nya, yaitu mempunyai anak.