ٱلْمُجَادَلَة ٦
- يَوۡمَ pada hari
- يَبۡعَثُهُمُ membangkitkan mereka
- ٱللَّهُ Allah
- جَمِيعٗا semuanya
- فَيُنَبِّئُهُم lalu Dia memberi tahu mereka
- بِمَا tentang apa-apa
- عَمِلُوٓاْۚ mereka kerjakan
- أَحۡصَىٰهُ menghitungnya
- ٱللَّهُ Allah
- وَنَسُوهُۚ dan mereka melupakannya
- وَٱللَّهُ dan Allah
- عَلَىٰ atas
- كُلِّ setiap/segala
- شَيۡءٖ sesuatu
- شَهِيدٌ Maha Menyaksikan
Pada hari itu mereka semuanya dibangkitkan Allah, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah menghitungnya (semua amal perbuatan itu), meskipun mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
(Pada hari ketika mereka semuanya dibangkitkan Allah lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah menghitung amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu).
Tafsir Surat Al-Mujadilah: 5-7
Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sungguh Kami telah menurunkan bukti-bukti yang nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yang menghinakan. Pada hari itu mereka semuanya dibangkitkan Allah, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
Tidakkah, kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya serta mengingkari syariat-Nya. pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka mendapat kehinaan. (Al-Mujadilah: 5) Yakni mereka dihina, dilaknat, dan direndahkan, sebagaimana yang telah dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka sebelum mereka. Sungguh Kami telah menurunkan bukti-bukti yang nyata. (Al-Mujadilah: 5) Yaitu yang jelas lagi gamblang; tiada yang mengingkari dan tiada yang menentangnya kecuali hanya orang yang kafir, pendurhaka, lagi sombong. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yang menghinakan. (Al-Mujadilah: 5) sebagai pembalasan dari kesombongan mereka yang tidak mau mengikuti syariat Allah dan tidak mau tunduk patuh kepada-Nya.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam ayat berikutnya: Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya. (Al-Mujadilah: 6) Maksudnya, hari kiamat. Pada hari itu Allah menghimpunkan semua orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian di suatu lapangan yang amat luas. lalu diberitakannya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. (Al-Mujadilah: 6) Yakni Allah memberitahukan kepada mereka semua amal perbuatan mereka, yang baik dan yang buruknya. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. (Al-Mujadilah: 6) Allah telah mencatat dan menghimpunnya terhadap mereka, sedangkan mereka sendiri telah lupa terhadap apa yang mereka kerjakan di masa lalu.
Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. (Al-Mujadilah: 6) Artinya, tiada sesuatu pun yang gaib dari-Nya dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya, serta tiada sesuatu pun yang terlupakan oleh-Nya. Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang ilmu-Nya yang meliputi semua makhluk, bahwa Dia Maha Periksa terhadap mereka, Maha Mendengar semua ucapan mereka, lagi Maha Melihat tempat mereka di mana pun mereka berada dan kapan pun mereka berada. Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang. (Al-Mujadilah: 7) Yakni tiga orang yang berbisik-bisik membicarakan suatu rahasia.
melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di mana pun mereka berada. (Al-Mujadilah: 7) Dia Maha Melihat kepada mereka, mendengar semua pembicaraan mereka, rahasia mereka dan bisik-bisik mereka di antara sesamanya. Dan selain dari itu para malaikat yang telah ditugaskan oleh-Nya mencatat semua yang mereka rahasiakan, walaupun Allah mengetahuinya dan mendengarnya.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: Tidakkah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang gaib? (At-Taubah: 78) Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala: Apakah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka. (Az-Zukhruf: 80) Karena itulah maka diriwayatkan oleh sejumlah ulama yang menyatakan adanya ijma' (kesepakatan) sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa makna yang dimaksud ialah kebersamaan ilmu Allah subhanahu wa ta’ala, dan ini memang tidak diragukan lagi kebenarannya; tetapi pendengaran-Nya juga bersama-sama ilmu-Nya meliput mereka, dan penglihatan-Nya menembus mereka.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala selalu melihat makhluk-Nya, tiada sesuatu pun dari urusan mereka yang tersembunyi dari-Nya. Kemudian dalam firman selanjutnya disebutkan: Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Al-Mujadilah: 7) Imam Ahmad mengatakan bahwa ayat ini dimulai dengan menyebut pengetahuan Allah dan diakhiri pula dengan pengetahuan-Nya.
Kehinaan bagi yang mengingkari hukum Allah yang disebutkan pada ayat di atas akan diberikan pada hari Kiamat, yaitu: pada hari itu mereka semuanya dibangkitkan Allah menuju padang mahsyar, tempat berkumpul manusia sejak Nabi Adam hingga manusia terakhir, lalu diberitakan kepada mereka semua apa yang telah mereka kerjakan dengan lengkap, menyeluruh, dan terinci; Allah menghitungnya dengan akurat semua amal perbuatan mereka itu, meskipun mereka telah melupakannya karena sudah berlangsung lama, tetapi Allah mengetahuinya, ada catatan dua malaikat, ada dokumentasi pada diri manusia (Lihat: Surah al-Isr'/17: 13'14) dan ada kesaksian kedua tangan dan kaki (Lihat: Surah Y's'n/36: 65). Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu yang dilakukan manusia. 7. Selain menyaksikan segala sesuatu, Allah juga mengetahui semua pembicaraan rahasia. Tidakkah engkau perhatikan, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, karena penglihatan Allah menembus batas-batas ruang dan waktu' Oleh sebab itu, bagi Allah, tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya, karena Allah ada, hadir dan terlibat dalam keseharian hamba-hamba-Nya. Dan tidak ada lima orang yang terlibat dalam pembicaraan rahasia, melainkan Dialah yang keenamnya, karena Allah dekat dan terlibat dalam aktivitas manusia. Dan tidak ada yang kurang dari itu atau lebih banyak yang terlibat dalam pembicaraan rahasia, melainkan Dia, pasti ada bersama mereka di mana pun mereka berada, meskipun manusia sering tidak merasakan kehadiran Allah bersama mereka, karena kalbunya yang terhijab. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari Kiamat apa yang telah mereka kerjakan dengan menghadirkan catatan yang merekam seluruh jejak hidupnya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang dilakukan manusia termasuk pembicaraan rahasia di antara mereka.
Dalam ayat ini diterangkan keadaan orang-orang yang menentang dan melanggar hukum Allah di akhirat nanti. Allah mengumpulkan mereka semua sejak manusia pertama yaitu Adam, sampai saat terakhir kehidupan manusia, pada hari Kiamat. Kemudian Allah memberitahukan kepada mereka yang telah mereka kerjakan selama hidup di dunia. Semuanya itu tercatat dalam kitab catatan mereka masing-masing, tidak ada satu pun yang dilupakan, walaupun mereka sendiri telah melupakannya karena tidak sesuatu pun yang luput dari pengetahuan Allah.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
“Sesungguhnya orang-orang yang menantang Allah dan Rasul-Nya." Yaitu orang yang berkeras mempertahankan kekacauan jahiliyyah, lalu menantang kepada Allah dan Rasul, mengatakan bahwa peraturan pusaka nenek moyang merekalah yang baik, peraturan yang datang dari Allah tidak baik. Teranglah bahwa orang ini hendak mengadu kekuatan dengan Allah dan Rasul. “Pastilah mereka dihinakan sebagaimana telah dihinakan orang-orang yang sebelum mereka." Hidup tidak mempunyai nilai, tujuan kehidupan gelap gulita. Pedoman hanya hawa nafsu belaka. Sebab itu mereka jadi hina, rendah, tidak ada harga, dan tidak dapat mengangkat martabatnya untuk naik.
“Dan sesungguhnya telah Kami turunkan bukti-bukti yang nyata." Bukan bukti yang samar, bukan khayalan. Karena Allah mempunyai qadha dan qadar, ketentuan yang tidak dapat diubah. Barangsiapa yang menyeleweng dari peraturan yang digariskan Allah, pastilah menjadi hina. Di sebelah selatan dari Tanah Hejaz itu akan bertemu bekas negeri-negeri yang binasa, seperti negeri Nabi Hud dan negeri Tubba'. Di sebelah utara akan bertemu bekas negeri Madyan yang kepada mereka diutus Nabi Syu'aib. Demikian juga negeri-negeri yang lain. Hanyut dan hancur umat itu, hanya tinggal tanda-tanda, bukti-bukti yang dapat disaksikan. “Dan bagi orang-orang yang kafir ada adzab yang menghinakan." (ujung ayat 5)
“(Ingatlah) pada hari akan dibangkitkan mereka itu sekalian oleh Allah." Hari itu ialah Hari Akhirat kelak. Di sana mereka akan mendapat adzab yang lebih membuat mereka jadi hina. “Lalu diberitakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan." Semua apa pun jua amalan di dunia ini yang telah mereka jalankan, dibuka kembali dan diberi nilai oleh Allah. “Dihitung dianya oleh Allah, sedang mereka telah lupa akan dia." Semua amalan yang dikerjakan oleh manusia di dalam dunia ini tidaklah ada yang luput dari catatan Allah, baik besar ataupun kecil. Sebab itu mudah pulalah bagi Allah menguraikan, menceritakan, memaparkan, dan menghitung satu demi satu di akhirat kelak. Sedang kita manusia segera saja lupa apa yang telah pernah kita kerjakan; bahkan kerja sehari yang telah lalu, telah kita lupakan sehari setelahnya. “Dan Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah menyaksikan." (ujung ayat 6) Keterangan ayat ini memberi peringatan kepada manusia, bahwa dia selalu dalam tilikan Allah. Sebab itu janganlah dalam hidupnya dia bersikap sembrono, bertindak semau-maunya saja, mentang-mentang merasa diri kuat atau dapat menyembunyikan rahasia.
Explaining the Punishment of the Enemies of the Religion
Allah states that those who defy Him and His Messenger and contradict His commandments,
إِنَّ الَّذِينَ يُحَادُّونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
Verily, those who oppose Allah and His Messenger,
Allah states that those who defy Him and His Messenger and contradict His commandments,
كُبِتُوا كَمَا كُبِتَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ
will be disgraced as those before them were disgraced,
meaning, they will be humiliated, cursed and disgraced, just as what happened to their like were before them,
وَقَدْ أَنزَلْنَا ايَاتٍ بَيِّنَاتٍ
And We have sent down clear Ayat.
meaning, none contradicts or opposes them, except a disbeliever, rebellious, sinner,
وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ
And for the disbelievers is a disgraceful torment.
meaning, as just recompense for their arrogant refusal to follow, obey and submit to the religion of Allah.
Allah the Exalted said
يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا
.
On the Day when Allah will resurrect them all together,
referring to the Day of Resurrection when He will gather the early and the latter generations in one area,
..
فَيُنَبِّيُهُم بِمَا عَمِلُوا
and inform them of what they did.
He will tell them all that they did in detail, whether good or evil,
أَحْصَاهُ اللَّهُ وَنَسُوهُ
Allah has kept account of it, while they have forgotten it.
meaning, Allah recorded and kept all these actions, even though they have forgotten what they did,
وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
And Allah is Witness over all things.
meaning, nothing escapes His knowledge, and no matter is hidden from Him or escapes His complete observation.
Allah's Knowledge encompasses Creation
Then Allah the Exalted informs of His knowledge encompassing all creation, observing it, hearing their speech and seeing them, wherever they may be and in whatever condition they may be in
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الاَْرْضِ
مَا يَكُونُ مِن نَّجْوَى ثَلَاثَةٍ
Have you not seen that Allah knows whatsoever is in the heavens and whatsoever is on the earth? There is no Najwa of three,
i.e., secret consultation of three,
إِلاَّ هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ إِلاَّ هُوَ سَادِسُهُمْ
وَلَا أَدْنَى مِن ذَلِكَ وَلَا أَكْثَرَ إِلاَّ هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُوا
but He is their fourth --- nor of five but He is their sixth --- nor of less than that or more but He is with them wheresoever they may be.
meaning, He is watching them, perfectly hearing their speech, whether uttered in public or secret. His angels record all that they say, even though He has better knowledge of it and hears them perfectly, as Allah said;
أَلَمْ يَعْلَمُواْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُمْ وَأَنَّ اللَّهَ عَلَّـمُ الْغُيُوبِ
Know they not that Allah knows their secret ideas, and their Najwa, and that Allah is the All-Knower of the unseen. (9:78),
أَمْ يَحْسَبُونَ أَنَّا لَا نَسْمَعُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَهُم بَلَى وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَ
Or do they think that We hear not their secrets and their private Najwa And Our messengers are by them to record. (43:80)
For this reason, several mentioned that there is a consensus among the scholars that this with refers to Allah's knowledge. There is no doubt that this meaning is true, especially if we add to it the certainty that His hearing encompasses all things, as well as His sight. He, the Exalted and Most Honored, is never lacking in knowing all their affairs,
ثُمَّ يُنَبِّيُهُم بِمَا عَمِلُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
And afterwards on the Day of Resurrection He will inform them of what they did. Verily, Allah is the All-Knower of everything.
Imam Ahmad commented, Allah began the Ayah (58:7) by mentioning His knowledge and ended it by mentioning His knowledge.
The day when God will raise them all together, He will then inform them of what they did. God has kept count of it, while they forgot it. And God is Witness to all things.
أَحْصَاهُ اللَّـهُ وَنَسُوهُ (...Allah has its full account, while they have forgotten transgressions, but because he treats them as trivial and insignificant, he is unable to remember and recall them. However, they are all recorded and kept safely with Allah, even though the humans have done the actions and forgotten them. Allah will call them to give an account of them on the Day of Resurrection and chastise them.