ق ١٥
- أَفَعَيِينَا maka apakah Kami lemah
- بِٱلۡخَلۡقِ dengan penciptaan
- ٱلۡأَوَّلِۚ pertama
- بَلۡ bahkan
- هُمۡ mereka
- فِي dalam
- لَبۡسٖ keragu-raguan
- مِّنۡ tentang
- خَلۡقٖ penciptaan
- جَدِيدٖ yang baru
Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? (Sama sekali tidak), bahkan mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru.
(Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama?) maksudnya, Kami tidak merasa letih dengan penciptaan yang pertama itu, demikian pula Kami tidak merasa letih untuk mengembalikan mereka. (Sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu) yakni berada dalam keragu-raguan (tentang penciptaan yang baru) yaitu membangkitkan mereka menjadi hidup kembali pada hari berbangkit nanti.
Tafsir Surat Qaf: 12-15
Sebelumnya mereka telah mendustakan (pula) kaum Nuh dan penduduk Rass dan Samud, dan kaum Ad, kaum Fir'aun dan kaum Lut, dan penduduk Aikah serta kaum Tubba', semuanya telah mendustakan rasul-rasul, maka sudah semestinyalah mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan. Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? Sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru. Allah ﷻ mengancam orang-orang kafir Quraisy melalui apa yang telah Dia timpakan kepada orang-orang yang serupa dengan mereka dari kalangan orang-orang yang mendustakan para rasul sebelum mereka, bahwa Dia telah menimpakan azab yang pedih di dunia atas mereka seperti kaum Nuh.
Bukan hanya mereka saja yang tertimpa azab Allah, bahkan seluruh penduduk bumi terkena ulah mereka, karena Allah menenggelamkan semuanya. Juga azab yang ditimpakan oleh Allah atas penduduk Rass yang kisahnya telah disebutkan di dalam tafsir surat Al-Furqan. dan kaum Samud, kaum 'Ad, kaum Fir'aun dan kaum Lut. (Qaf: 12-13) Yang dimaksud dengan ikhwan lut ialah umat Nabi Lut yang dia diutus kepada mereka dari kalangan penduduk Sodom dan Al-Gur (Gomorah), bagaimanakah Allah membenamkan mereka ke dalam bumi dan mengubah tempat tinggal mereka menjadi laut mati yang berbau disebabkan kekafiran dan perbuatan mereka yang melampaui batas serta selalu menentang perkara yang hak.
dan penduduk Aikah. (Qaf: 14) mereka adalah kaumnya Nabi Syu'aib a.s. serta kaum Tubba'. (Qaf: 14) Yaitu di negeri Yaman, yang kisahnya telah kami sebutkan di dalam surat Ad-Dukhan sehingga tidak perlu diulangi lagi. semuanya telah mendustakan rasul-rasul. (Qaf: 14) Yakni semua umat yang telah disebutkan di atas adalah generasi-generasi yang mendustakan rasul mereka masing-masing; dan barang siapa yang mendustakan seorang rasul, maka seakan-akan sama saja dengan mendustakan semua rasul, seperti yang disebutkan dalam firman-Nya: Kaum Nuh telah mendustakan para rasul. (Asy-Syu'ara: 105) Padahal sesungguhnya yang datang kepada mereka hanyalah seorang rasul.
Tetapi seandainya datang semua rasul kepada mereka, maka mereka akan bersikap sama, yaitu mendustakan semuanya. maka sudah semestinya mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan. (Qaf: 14) Yakni sudah seharusnya mereka tertimpa apa yang telah diancamkan oleh Allah kepada mereka akibat kedustaan mereka, yaitu berupa azab dan pembalasan-Nya. Karena itu, berhati-hatilah orang-orang yang diajak bicara oleh ayat ini, janganlah mereka sampai tertimpa azab yang telah menimpa kaum-kaum terdahulu; sebab mereka sama dengan umat-umat terdahulu, yakni mendustakan rasul-rasul mereka.
Firman Allah ﷻ: Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? (Qaf:15) Yaitu apakah Kami mereka anggap tidak mampu untuk memulai penciptaan hingga mereka meragukannya. Sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru. (Qaf: 15) Makna yang dimaksud ialah permulaan penciptaan tidaklah membuat Kami letih, sedangkan mengembalikannya seperti semula adalah hal yang jauh lebih mudah daripada penciptaan yang pertama kali. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan) nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah. (Ar-Rum: 27) Dan firman Allah ﷻ: Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami, dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh? Katakanlah, "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya yang pertama kali.
Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (Yasin: 78-79) Dalam hadis sahih telah disebutkan: Allah ﷻ berfirman, "Anak Adam menyakiti-Ku, dia mengatakan bahwa Aku tidak akan dapat mengembalikannya (hidup lagi) seperti pada permulaan Aku menciptakannya, padahal permulaan penciptaan itu tidaklah lebih mudah daripada mengembalikannya.".
Maka apakah Kami letih yakni tidak mampu lagi melakukan penciptaan dengan sebab telah melakukan penciptaan yang pertama' Sama sekali Kami tidak letih! Kami mampu untuk menciptakan yang baru dan itu lebih mudah bagi Kami. Sesungguhnya bahkan mereka, orang kafir itu, dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru, yakni membangkitkan manusia setelah kematiannya. 16. Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah mengetahui apa yang dibisikkan oleh manusia dan tidak ada sesuatu pun yang samar atau tersembunyi bagi-Nya. Dan sungguh, Kami, yakni Allah dengan kuasa-Nya bersama ibu bapak yang dijadikannya sebagai perantara telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, baik kebaikan maupun kejahatan, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. Yakni Allah Maha Mengetahui keadaan manusia walau yang paling tersembunyi sekali pun.
Dalam ayat ini, Allah dengan cara yang halus dan mendalam memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya dengan mengatakan, "Kami yang telah menciptakan sekalian makhluk dari permulaannya tanpa bantuan siapa pun, apakah Kami lelah dan letih untuk menciptakan makhluk-makhluk itu kedua kalinya, yang menurut pengalaman membuat kedua kalinya itu lebih mudah daripada menciptakannya yang pertama?" Dinyatakan dalam firman-Nya sebagai berikut:
Dan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. (ar-Rum/30: 27)
Demikian pula firman-Nya:
Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?" Katakanlah (Muhammad), "Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (Yasin/36: 78-79)
Berbicara mengenai penciptaan, Allah membuat pernyataan bahwa proses penciptaan masih terus berlanjut, baik untuk makhluk hidup maupun benda mati. Indikasinya dapat dilihat juga pada beberapa ayat di bawah ini:
Dan kuda, bagal, dan keledai, agar kamu menungganginya dan sebagai perhiasan. Dan Dia menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. (an-Nahl/16: 8) Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (an-Nur/24: 45)
Dua ayat di atas, dan dari sekian banyak ayat lainnya, memperlihatkan bahwa Allah "belum selesai" melakukan kerja penciptaan-Nya. Penciptaan diindikasikan sebagai suatu proses yang terus berjalan. Dari sudut ilmu pengetahuan, keadaan demikian ini terlihat jelas. Secara perlahan, para peneliti mulai menyadari dan mengerti bahwa banyak fenomena alam yang berada pada posisi sedang berkembang. Salah satu bukti adalah terjadinya evolusi jenis yang terus berkembang. Ditemukan banyak bukti dalam bentuk fosil yang memperlihatkan adanya jenis-jenis yang mempunyai "bentuk antara" dari dua jenis yang eksis pada saat ini. Beberapa contoh di atas hanyalah sedikit dari sekian banyak bukti. Masih banyak yang belum terungkap. Apa yang kita ketahui saat ini hanyalah bagian kecil dari puncak gunung es yang muncul di atas air. Sedangkan bagian besar dari gunung es, yang berada di bawah permukaan air, sama sekali belum diketahui. Banyak peneliti menyadari bahwa kemampuan alam untuk mengatur dirinya didasarkan pada kemampuan fundamental dan misterius dari alam semesta. Bukti bahwa alam memiliki kekuatan yang kreatif, dan mampu menciptakan berbagai variasi-variasi struktur dan bentuk yang kompleks, seringkali membatalkan hukumhukum alam yang sebelumnya dibuat manusia. Dengan demikian, tidaklah berlebihan apabila beberapa ahli filosofi menyatakan bahwa alam semesta, yang sementara ini dianggap sebagai benda mati, adalah sesuatu yang sangat kreatif. Apabila penciptaan itu belum selesai, tentunya banyak "barang baru", yang sebelumnya belum pernah ada, yang muncul di alam semesta. Banyak ilmuwan percaya bahwa alam semesta ini masih terus berkembang. Ini dikenal di antara para ilmuwan dengan nama teori ekspansi.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
“Telah mendustakan sebelum mereka kaum Nuh dan penduduk Rass dan Tsamud."
(ayat 12).
Di dalam surah-surah yang lain telah banyak dijelaskan bagaimana kaum Nuh itu mendustakan firman Allah dan menolak keterangan rasul-rasul. Surah Huud sejak dari ayat2S sampai kepada ayat 48 (23 ayat) lengkap menceritakan kisah Nabi Nuh dengan kekafiran kaumnya. Kemudian disebutkan lagi dalam surah al-Mu'minuun, dari ayat 23 sampai ayat 40. Demikian juga di sana sini diselipkan Allah kisah Nuh, sampai di surah al-'Ankabuut dijelaskan usia beliau 950 tahun (surah al-'Ankabuut ayat 14). Setelah itu disebut pula penduduk negeri Rass, yaitu sebuah negeri yang terkenal karena terdapat di sana sumur tua bekas peninggalan orang dulu-dulu, yang mengingkari seruan Ilahi. Kemudian tersebut pula kaum Tsamud yang diutus ke sana Nabi Allah yang bernama Shalih, membawa tanda kebesaran Allah seekor unta betina yang sangat besar,
“Dan ‘Ad dan Fir'aun dan saudara-saudara Luth."
(ayat 13)
‘Ad ialah kaum yang diutus Allah kepada mereka Nabi Hud, Fir'aun ialah raja dirajayang sombong dan merasa besar sendiri sampai dia mendakwakan dirinya menjadi tuhan yang maha tinggi, saudara-saudara Nabi Luth ialah penduduk negeri Sadum (dalam bahasa orang Barat disebut Sodom) dan Gamurrah, yang penduduknya sudah sangat rusak akhlaknya karena laki-laki lebih suka bersetubuh dengan sesamanya laki-laki, tidak ada syahwatnya kepada perempuan lagi, yang di zaman sekarang biasa disebut orang homoseks.
“Dan penduduk negeni Aikah dan kaum Tubba'."
(pangkal ayat 14)
Negeri Aikah bertetangga dengan negeri Madyan; penyakit masyarakat negeri ini sama saja, yaitu sama-sama berpenduduk yang umum orang saudagar, tetapi persaudagar-annya tidak lagi memedulikan kejujuran; gantang dan katiannya sudah dicurangi, lain gantang pembeli yang lebih besar, dengan gantang penjual yang lebih kecil, supaya dari kedua macam gantang itu dia mendapat laba. Ini yang ditegur oleh Nabi Syu'aib, tetapi mereka menyanggah dan melawan kepada Syu'aib, mereka marah kepada Nabi Syu'aib mau campur urusan harta benda mereka, Tubba' adalah nama suatu keluarga kerajaan (dinasti) yang dinamai Tubba' dan jamaknya disebut tababi'ah. Mereka menjadi raja di zaman purbakala di sebelah Yaman, sesudah kerajaan Ratu Balqis."Semuanya telah mendustakan rasul-rasul." Dikatakan dalam ayat bahwa semuanya telah mendustakan rasul-rasul, padahal kalau dipandang sepintas lalu satu kaum hanya mendustakan satu rasul, umat Tsamud hanya mendustakan Nabi Shalih, umat ‘Ad hanya mendustakan Nabi Hud, mengapa agaknya dikatakan bahwa semuanya mendustakan rasul-rasul? Padahal umat Nabi Nuh hanya mendustakan satu rasul, yaitu Nuh sendiri? Kaum Tsamud hanya mendustakan
“Dan yang demikian bagi Allah tidaklah sukar." (Ibraahiim: 20)
Nama Allah sendirilah yang di antara disebut ‘Aziz, yaitu sukar, Adapun pada perbuatan Allah tidaklah ada yang ‘Aziz, yang sukar.
“Apakah Kami letih dengan penciptaan pertama?"
(pangkal ayat 15)
Tegasnya ialah seperti pertanyaan,"Apakah kalian menyangka bahwa Kami, Allah, akan merasa letih karena menciptakan alam yang besar ini? Dengan ketujuh petala langit dan buminya? Dengan bintang-bintangnya, bulannya dan mataharinya? Apakah disangka bahwa keputusan Kami terbatas sebagai kekuatan manusia pula? Yang merasakan penat dan letih?
“Bahkan merekalah yang ragu-ragu dari hal penciptaan yang baru."
(ujung ayat 15)
Artinya bahwa dalam rangkaian pertama Allah bersikap bertanya, apakah kalian menyangka bahwa Kami akan letih mencipta alam ini yang pertama kali? Dan dalam rangkaian yang kedua, kalian pun masih juga ragu-ragu bahwa Kami sanggup menghidupkan kembali yang sudah mati. Padahal sedangkan menciptakan sesuatu daripada tidak ada kepada ada, Kami tidak merasa letih, apatah lagi akan mengadakan kembali barang yang tadinya memang telah ada.
Kita pun telah mengetahui bahwasanya segala sesuatunya ini tadinya adalah dalam bahasa Arab disebut ‘Adam, artinya tidak ada sama sekali. Kemudian itu dijadikan sifat segala sesuatu itu berubah-ubah. Manusia ta-dinya tidak ada kemudian diciptakan Allah yang tidak ada itu (‘Adam) menjadi ada, yaitu mani (sperma), kemudian menjadi manusia yang berdarah berdaging. Kemudian mati lalu dikuburkan. Maka yang berdarah daging itu, bertukar jadi tanah namun dia masih ada. Kemudian itu tanah tadi subur sebab kena hujan lalu hujan itu menyebabkan tanah tadi menjelma menjadi rumput atau jadi pohon kayu! Sedang zat (substansi) dari barang itu masih tetap ada. Sebab itu bagi Allah tidaklah menyebabkan letih atau penat menjadikan dari ‘Adam kepada ada dan lebih tidak ragu-ragu lagi, kalau barang yang telah ada itu cuma menukar sifatnya saja dari mani, jadi darah daging, jadi tanah dan jadi pohon! Sebagaimana tersebut dalam surah Ibraahiim ayat 20, ayat kita diberi peringatan bahwa segala berita mengenai diri kita lebih diketahui oleh Allah. Kita sendiri sebagai manusia harus mengakui bahwa kita pasti bersalah. Puji dan caci maki manusia dapatkah kita hadapi? Cercaan dan celaan yang tidak mengenai kesalahan kita, berhak kita membela diri. Tetapi ujung ayat mengatakan bahwa berita tentang diri kita lebih diteliti oleh Allah. Maka datanglah pertanyaan,"Dapatkah kita membela diri di hadapan Allah kalau kita memang bersalah?"
Reminding the Quraysh of the Destruction of earlier Disbelieving Nations
Allah the Exalted warns,
كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَأَصْحَابُ الرَّسِّ
Denied before them the people of Nuh, and the Dwellers of Rass,
Allah the Exalted warns the disbelievers of Quraysh and reminds them of the punishment and painful torment that He sent in this life on their likes, who disbelieved before them. For instance, Allah the Exalted punished the people of Nuh by drowning them in the encompassing flood that touched all the people of earth. There is also the end that struck the people of Ar-Rass, and we mentioned their story before in Surah Al-Furqan,
وَثَمُودُ
وَعَادٌ وَفِرْعَوْنُ وَإِخْوَانُ لُوطٍ
and Thamud, and `Ad, and Fir`awn, and the brethren of Lut,
the people of Sadum (Sodom) and the surrounding areas, to whom Lut was sent. Allah the Exalted shook the earth beneath them and turned their area into a reeking lake, as stinking as the disbelief, tyranny and defiance of the Truth that they had
وَأَصْحَابُ الاْأَيْكَةِ
And the Dwellers of Al-Aykah,
they are the nation of Shu`ayb, peace be upon him,
وَقَوْمُ تُبَّعٍ
and the people of Tubba`,
King of Yemen; we explained his story in the Tafsir of Surah Ad-Dukhan, and therefore, we do not need to repeat it here. All praise is due to Allah.
كُلٌّ كَذَّبَ الرُّسُلَ
Everyone of them denied (their) Messengers,
means, all of these nations and their generations belied their respective Messenger, and whoever denies even one Messenger, is as if he has denied all Messengers.
Allah the Exalted and Most Honored said,
كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ الْمُرْسَلِينَ
The people of Nuh denied the Messengers. (26:105)
even though only one Messenger was sent to them, and indeed, if all the Messengers were sent to them, they would have disbelieved in them as well.
Allah said,
فَحَقَّ وَعِيدِ
so My threat took effect.
meaning, the promise of torment and punishment that Allah delivered to them on account of their denial took effect. Therefore, all those who fear suffering the same end should be warned, especially since the latter have denied their Messenger, just as the former denied their Messenger.
Repeating the Creation is Easier than originating It
Allah the Exalted said
أَفَعَيِينَا بِالْخَلْقِ الاَْوَّلِ
Were We then tired with the first creation?
meaning, `did starting the creation bring fatigue to Us, so as to cause doubt in them that repeating the creation was not possible?'
بَلْ هُمْ فِي لَبْسٍ مِّنْ خَلْقٍ جَدِيدٍ
Nay, they are in confused doubt about a new creation.
meaning, `starting the creation did not tire Us, and repeating it is even easier.'
Allah the Exalted and Most Honored said,
وَهُوَ الَّذِى يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ
And He it is Who originates the creation, then He will repeat it; and this is easier for Him. (30:27),
and,
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلً وَنَسِىَ خَلْقَهُ قَالَ مَن يُحىِ الْعِظَـمَ وَهِىَ رَمِيمٌ
قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِى أَنشَأَهَأ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلّ خَلْقٍ عَلِيمٌ
And he puts forth for Us a parable, and forgets his own creation. He says:Who will give life to these bones after they are rotten and have become dust
Say:He will give life to them Who created them for the first time! And He is the All-Knower of every creation! (36:78-79)
We mentioned earlier a Hadith collected in the Sahih,
يَقُولُ اللهُ تَعَالَى يُوْذِينِي ابْنُ ادَمَ يَقُولُ لَنْ يُعِيدَنِي كَمَا بَدَأَنِي وَلَيْسَ أَوَّلُ الْخَلْقِ بِأَهْوَنَ عَلَيَّ مِنْ إِعَادَتِه
Allah the Exalted said,
Son of `Adam insults Me when he says, `He will not resurrect me as He created me before!'
But surely, originating creation is not easier for Me than reproducing it again.
Allah encompasses and watches all of Man's Activity
Allah the Exalted says,
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الاِْنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ
And indeed We have created man, and We know what his self whispers to him.
Allah the Exalted affirms His absolute dominance over mankind, being their Creator and the Knower of everything about them. Allah the Exalted has complete knowledge of all thoughts that cross the mind of man, be they good or evil.
In the Sahih, the Messenger of Allah said,
إِنَّ اللهَ تَعَالَى تَجَاوَزَ لاُِمَّتِي مَا حَدَّثَتْ بِهِ أَنْفُسَهَا مَا لَمْ تَقُلْ أَوْ تَعْمَل
Verily, Allah the Exalted has forgiven my Ummah (Muslims) for what they talk (think) to themselves about, as long as they do not utter or implement it.
The statement of Allah the Exalted,
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
And We are nearer to him than his jugular vein.
means, His angels are nearer to man than his jugular vein.
Those who explained `We' in the Ayah to mean `Our knowledge,' have done so to avoid falling into the idea of incarnation or indwelling; but these two creeds are false according to the consensus of Muslims. Allah is praised and glorified, He is far hallowed beyond what they ascribe to Him. The words of this Ayah do not need this explanation (that `We' refers to `Allah's knowledge'), for Allah did not say, `and I am closer to him than his jugular vein.' Rather, He said,
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
(And We are nearer to him than his jugular vein). just as He said in the case of dying persons,
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَكِن لاَّ تُبْصِرُونَ
(But We are nearer to him than you, but you see not). (56:85), in reference to His angels (who take the souls).
Allah the Exalted the Blessed said,
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَـفِظُونَ
Verily, We, it is We Who have sent down the Dhikr and surely, We will guard it. (15:9) Therefore, the angels brought down the revelation, the Qur'an, by the leave of Allah, the Exalted, the Most Honored. Thus, the angels are closer to man than his own jugular vein, by the power and leave of Allah. Consequently, the angel touches mankind, just as the devil touches them, for the devil is as close to them as the blood that runs in their veins; just as Allah's Prophet, who is truthful and was told the truth, told us.
Allah's statement here
إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ
(Remember) that the two receivers receive,
in reference to the two angels who receive and record the deeds of mankind.
عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ
one sitting on the right and one on the left.
means ready to note
مَا يَلْفِظُ
whatever he utters,
(in reference to the human),
مِن قَوْلٍ
of a word,
means any word that he or she speaks,
إِلاَّ لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
but there is a watcher by him ready.
means, but there is a scribe whose job is to record it, leaving no word or movement unrecorded.
Allah the Exalted said,
وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَـفِظِينَ
كِرَاماً كَـتِبِينَ
يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ
But verily, over you (are appointed angels) to watch you, Kiraman (honorable) Katibin writing down (your deeds), they know all that you do. (82:10-12)
Therefore, the scribe records every word that is spoken, according to the explanation of Al-Hasan and Qatadah.
This is also the apparent meaning of this Ayah.
Imam Ahmad recorded that Bilal bin Al-Harith Al-Muzani said,
The Messenger of Allah said,
إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللهِ تَعَالَى مَا يَظُنُّ أَنْ تَبْلُغَ مَا بَلَغَتْ يَكْتُبُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ بِهَا رِضْوَانَهُ إِلَى يَوْمِ يَلْقَاهُ
وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللهِ تَعَالَى مَا يَظُنُّ أَنْ تَبْلُغَ مَا بَلَغَتْ يَكْتُبُ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ بِهَا سَخَطَهُ إِلَى يَوْمِ يَلْقَاه
Verily, a man might utter a word that pleases Allah the Exalted, unaware of how highly it will be regarded, and on its account Allah the Exalted and Most Honored decrees His pleasure of him until the Day he meets Him.
A man might indeed utter a word that angers Allah the Exalted, unaware of how dreadful it will be and on its account Allah the Exalted decrees for him His anger until the Day he meets Him.
Alqamah used to say,
How many words did I not utter because of the Hadith that Bilal bin Al-Harith narrated.
At-Tirmidhi, An-Nasa'i and Ibn Majah collected this Hadith. At-Tirmidhi said, Hasan Sahih.
There is a Hadith similar to this in the Sahih.
Were We then wearied by the first creation?, that is to say, We were not wearied by it, and likewise We will not be wearied by restoring it. Nay, yet they are in doubt about a new creation, which will be [at] the Resurrection.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.