ٱلْمَائِدَة : ٧٠

  • لَقَدۡ sesungguhnya
  • أَخَذۡنَا Kami telah mengambil
  • مِيثَٰقَ perjanjian
  • بَنِيٓ Bani
  • إِسۡرَٰٓءِيلَ Israil
  • وَأَرۡسَلۡنَآ dan Kami telah mengutus
  • إِلَيۡهِمۡ kepada mereka
  • رُسُلٗاۖ Rasul-Rasul
  • كُلَّمَا setiap
  • جَآءَهُمۡ datang kepada mereka
  • رَسُولُۢ seorang Rasul
  • بِمَا dengan apa
  • لَا tidak
  • تَهۡوَىٰٓ menginginkan
  • أَنفُسُهُمۡ hawa nafsu mereka
  • فَرِيقٗا segolongan/sebagian
  • كَذَّبُواْ mereka dustakan
  • وَفَرِيقٗا dan segolongan/sebagian
  • يَقۡتُلُونَ mereka bunuh
Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil,1 dan telah Kami utus kepada mereka Rasul-rasul. Tetapi setiap rasul datang kepada mereka dengan membawa apa yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, (maka) sebagian (dari Rasul itu) mereka dustakan kali dan sebagian yang lain mereka bunuh.
Catatan kaki
1 *288) Perjanjian itu ialah mereka beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya.
(Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israel) untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul tetapi setiap datang kepada mereka seorang rasul) dari kalangan mereka sendiri (dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka) yaitu berupa perkara yang hak/benar maka mereka tidak mempercayainya (sebagian) dari rasul-rasul itu (mereka dustakan dan sebagian yang lain) dari rasul-rasul itu (mereka bunuh) seperti Nabi Zakaria dan Nabi Yahya. Pengungkapan dengan lafal yaqtuluuna/fi`il mudhari` bukannya dengan lafal qataluu/fi`il madhi menggambarkan tentang keadaan yang sedang berlangsung di masa lalu karena adanya fashilah/pemisah.