ٱلْمَائِدَة : ٦٠

  • قُلۡ katakanlah
  • هَلۡ apakah
  • أُنَبِّئُكُم aku memberitahukan kepadamu
  • بِشَرّٖ dengan yang lebih buruk
  • مِّن dari
  • ذَٰلِكَ demikian/itu
  • مَثُوبَةً pembalasan
  • عِندَ di sisi
  • ٱللَّهِۚ Allah
  • مَن orang
  • لَّعَنَهُ mengutukinya
  • ٱللَّهُ Allah
  • وَغَضِبَ dan memurkai
  • عَلَيۡهِ atasnya
  • وَجَعَلَ dan Dia menjadikan
  • مِنۡهُمُ diantara mereka
  • ٱلۡقِرَدَةَ kera
  • وَٱلۡخَنَازِيرَ dan babi
  • وَعَبَدَ dan penyembah
  • ٱلطَّـٰغُوتَۚ Thagut
  • أُوْلَٰٓئِكَ mereka itu
  • شَرّٞ lebih buruk
  • مَّكَانٗا tempat
  • وَأَضَلُّ dan lebih tersesat
  • عَن dari
  • سَوَآءِ lurus
  • ٱلسَّبِيلِ jalan
Katakanlah (Muhammad), "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang fasik) di sisi Allah? Yaitu, orang yang dilaknat dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi1 dan (orang yang) menyembah Tagut." Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.
Catatan kaki
1 *283) Orang-orang Yahudi yang melanggar kehormatan hari Sabat (lihat Al-Baqarah (2) : 65).
(Katakanlah, "Apakah akan kukabarkan kepadamu) kuberitakan (orang-orang yang lebih buruk) lagi daripada warga (demikian) yang kamu salahkan itu (mengenai pembalasannya) asal artinya ialah pahalanya (di sisi Allah) yaitu (orang yang dikutuk oleh Allah) artinya dijauhkan dari rahmat-Nya (dan dimurkai-Nya serta di antara mereka ada yang dijadikan-Nya kera dan babi) dengan merubah bentuknya (dan) orang (yang menyembah tagut) yakni setan dengan jalan menaatinya. Pada minhum ditekankan arti man pada lafal sebelumnya yang dimaksud ialah orang-orang Yahudi. Menurut satu qiraat dibaca `abuda dengan diidhafatkan kepada yang sesudahnya sebagai isim jamak dari `abd dan dinashabkan karena ma`thuf kepada qiradah. (Mereka itu lebih buruk tempatnya) karena mereka menempati neraka berfungsi sebagai tamyiz (dan lebih tersesat lagi dari jalan yang lurus) dari jalan yang benar. ﷺaa` arti asalnya ialah pertengahan. Disebutkan buruk dan lebih tersesat untuk mengimbangi ucapan mereka, 'Sepengetahuan kami tak ada agama yang lebih buruk dari agamamu.'".