غَافِر : ٣٥

  • ٱلَّذِينَ orang-orang yang
  • يُجَٰدِلُونَ mereka membantah
  • فِيٓ pada
  • ءَايَٰتِ ayat-ayat
  • ٱللَّهِ Allah
  • بِغَيۡرِ dengan tanpa
  • سُلۡطَٰنٍ alasan
  • أَتَىٰهُمۡۖ datang kepada mereka
  • كَبُرَ amat besar
  • مَقۡتًا kemurkaan/kebencian
  • عِندَ di sisi
  • ٱللَّهِ Allah
  • وَعِندَ dan di sisi
  • ٱلَّذِينَ orang-orang yang
  • ءَامَنُواْۚ beriman
  • كَذَٰلِكَ demikianlah
  • يَطۡبَعُ menutup
  • ٱللَّهُ Allah
  • عَلَىٰ atas
  • كُلِّ setiap
  • قَلۡبِ hati
  • مُتَكَبِّرٖ orang yang sombong
  • جَبَّارٖ sewenang-wenang
(yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka.1 Sangat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci hati setiap orang yang sombong dan berlaku sewenang-wenang.
Catatan kaki
1 *770) Mereka menolak ayat-ayat Allah tanpa alasan yang datang kepada mereka.
(Orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah) yaitu mukjizat-mukjizatnya; kalimat ayat ini menjadi Mubtada (tanpa alasan) tanpa argumentasi (yang datang kepada mereka. Amat besar) dosa perdebatan mereka itu, lafal Kabura ini menjadi Khabar dari Mubtada (kemurkaan -bagi mereka- di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah) sebagaimana disesatkan-Nya mereka (Allah mengunci mati) artinya, menyesatkan (hati setiap orang yang sombong lagi sewenang-wenang) dapat dibaca Qalbin Mutakabbirin atau Qalbi Mutakabbirin. Manakala kalbu seseorang merasa sombong, maka takaburlah pemiliknya, dan demikian pula sebaliknya. Lafal Kullun menurut dua qiraat di atas menunjukkan makna tiap-tiap orang yang memiliki kalbu yang sesat, jadi bukan ditujukan kepada semua orang.