ٱلنِّسَاء : ٦٠

  • أَلَمۡ apakah tidak
  • تَرَ kamu perhatikan
  • إِلَى kepada
  • ٱلَّذِينَ orang-orang yang
  • يَزۡعُمُونَ mereka mengaku
  • أَنَّهُمۡ sesungguhnya mereka
  • ءَامَنُواْ beriman
  • بِمَآ dengan/kepada apa
  • أُنزِلَ diturunkan
  • إِلَيۡكَ kepadamu
  • وَمَآ dan apa
  • أُنزِلَ diturunkan
  • مِن dari
  • قَبۡلِكَ sebelum kamu
  • يُرِيدُونَ mereka hendak
  • أَن bahwa
  • يَتَحَاكَمُوٓاْ mereka berhakim
  • إِلَى kepada
  • ٱلطَّـٰغُوتِ Tagut (berhala)
  • وَقَدۡ dan sungguh
  • أُمِرُوٓاْ mereka diperintah
  • أَن untuk
  • يَكۡفُرُواْ mereka mengingkari
  • بِهِۦۖ dengannya
  • وَيُرِيدُ dan menghendaki
  • ٱلشَّيۡطَٰنُ syaitan
  • أَن untuk
  • يُضِلَّهُمۡ menyesatkan mereka
  • ضَلَٰلَۢا penyesatan
  • بَعِيدٗا sejauh-jauhnya
Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Tetapi mereka1 masih menginginkan ketetapan hukum kepada Tagut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari Tagut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya.
Catatan kaki
1 Orang yang selalu memusuhi Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan kaum muslimin. Ada yang mengatakan Abu Barzah seorang tukang tenun pada masa Nabi, dan ada yang mengatakan Ka'ab bin Asyraf (gembong kaum munafik).
(Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang mengakui diri mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan apa yang diturunkan sebelum kamu; mereka hendak bertahkim kepada tagut) artinya orang yang banyak berbuat kedurhakaan, yaitu Kaab bin Asyraf (padahal mereka sudah dititahkan untuk mengingkarinya) dan tak akan memuliakan serta tidak mengangkatnya sebagai pemimpin. (Dan setan bermaksud menyesatkan mereka dengan kesesatan yang sejauh-jauhnya) yakni dari kebenaran.