ٱلزُّمَر ٣٩
- قُلۡ katakanlah
- يَٰقَوۡمِ wahai kaumku
- ٱعۡمَلُواْ bekerjalah kamu
- عَلَىٰ atas
- مَكَانَتِكُمۡ keadaan/kemampuanmu
- إِنِّي sesungguhnya aku
- عَٰمِلٞۖ orang yang bekerja
- فَسَوۡفَ maka kelak
- تَعۡلَمُونَ (kalian) mengetahui
Katakanlah (Muhammad), "Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu, aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui,
(Katakanlah, "Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaan kalian) kondisi kalian (sesungguhnya aku akan bekerja pula) sesuai dengan keadaanku (maka kelak kalian akan mengetahui).
Tafsir Surat Az-Zumar: 36-40
Bukankan Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidak seorang pun pemberi petunjuk baginya. Dan barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Mahaperkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab? Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Niscaya mereka menjawab, "Allah." Katakanlah, "Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudaratan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudaratan itu; atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya? Katakanlah, "Cukuplah Allah bagiku.
Kepada-Nyalah bertawakal orang-orang yang berserah diri. Katakanlah, "Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja (pula), maka kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan mendapat siksa yang menghinakannya dan lagi ditimpa oleh azab yang kekal. Firman Allah ﷻ: Bukankan Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. (Az-Zumar: 36) Sebagian ulama membacanya 'ibadahu dengan bentuk jamak, yakni Allah ﷻ memberikan kecukupan kepada hamba-Nya yang bertawakal kepada-Nya. Ibnu Abu Hatim sehubungan dengan ayat ini mengatakan: telah menceritakan kepada kami Abu Ubaidillah keponakanku anak Wahb, telah menceritakan kepada kami pamanku, telah menceritakan kepada kami Abu Hani', dari Abu Ali Amr ibnu Malik Al-Janabi, dari Fudalah ibnu Ubaid Al-Ansari r.a., bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Beruntunglah orang yang mendapat petunjuk kepada Islam dan kehidupannya seadanya dan menerima dengan apa adanya.
Imam Turmuzi dan ImamNasai meriwayatkannya melalui hadis Haiwah ibnu Syuraih, dari Abu Hani' Al-Khaulani dengan sanad yang sama; Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini sahih. Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah. (Az-Zumar: 36) Yakni orang-orang yang musyrik itu menakut-nakuti dan mengancam Rasulullah ﷺ dengan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah karena kebodohan dan kesesatannya. Karena itulah dalam ayat berikutnya disebutkan: Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidak seorang pun pemberi petunjuk baginya. Dan barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya.
Bukankah Allah Mahaperkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab? (Az-Zumar: 36-37) Artinya, Allah ﷻ itu adalah Zat Yang Mahaperkasa Yang tidak tertandingi. Maka barang siapa yang menyandarkan dirinya kepada Allah ﷻ dan berlindung kepada-Nya, maka sesungguhnya Dia Mahaperkasa, tiada yang lebih perkasa, dan tiada pula yang lebih keras pembalasannya terhadap orang-orang yang kafir dan musyrik kepada-Nya serta menentang Rasul-Nya selain Dia. Firman Allah ﷻ: Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Niscaya mereka menjawab, "Allah. (Az-Zumar: 38) Orang-orang musyrik pada dasarnya mengakui bahwa Allah ﷻ adalah Yang menciptakan segala sesuatu. Tetapi sekalipun demikian, mereka menyembah selain-Nya di samping Dia, padahal yang selain-Nya itu tidak dapat menimpakan mudarat terhadap mereka dan tidak dapat pula memberi manfaat kepada mereka.
Untuk itulah maka dalam firman selanjutnya disebutkan: Katakanlah, "Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudaratan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudaratan itu; atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya?" (Az-Zumar: 38) Yakni jelas berhala-berhala itu tidak dapat berbuat sesuatu pun dari urusan tersebut. Dalam tafsir ayat ini Imam Ibnu Abu Hatim mengatakan melalui hadis Qais ibnul Hajjaj, dari Hanasy As-San'ani, dari Ibnu Abbas r.a. secara marfu': Peliharalah Allah, niscaya Dia akan memeliharamu.
Dan peliharalah Allah, niscaya kamu jumpai Dia berada di hadapanmu. Kenalilah Allah di masa sukamu, niscaya Dia akan mengenalimu di masa dukamu. Apabila kamu meminta, mintalah kepada Allah; dan apabila meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Dan ketahuilah bahwa seandainya suatu umat bergabung untuk menimpakan mudarat terhadap dirimu dengan sesuatu yang tidak ditakdirkan oleh Allah atas dirimu, niscaya mereka tidak dapat memudaratkan (membahayakan)mu.
Dan seandainya mereka bergabung untuk memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu yang tidak ditakdirkan oleh Allah untukmu, niscaya mereka tidak dapat memberimu manfaat; semua lembaran telah kering dan qalam telah diangkat. Dan beramallah karena Allah dengan sebaik-baiknya sebagai ungkapan rasa syukur. Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya bersabar dalam menghadapi apa yang tidak kamu sukai mengandung kebaikan yang banyak, dan sesungguhnya pertolongan (Allah) itu diperoleh dengan kesabaran, dan sesungguhnya sesudah penderitaan itu ada jalan keluar, dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Firman Allah ﷻ: Katakanlah, "Cukuplah Allah bagiku. (Az-Zumar: 38) Artinya, Allah-lah Yang memberikan kecukupan kepadaku. Kepada-Nyalah bertawakal orang-orang yang berserah diri. (Az-Zumar: 38) Semakna dengan apa yang dikatakan oleh Hud a.s. ketika berbicara kepada kaumnya yang telah mengatakan kepadanya hal berikut: Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan-sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu. Hud menjawab, "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selain-Nya.
Sebab itu, jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melata pun, melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus. (Hud: 54-56) [] Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Isam Al-Ansari, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Bakar As-Sahmi, telah menceritakan kepada kami Muhammad Ibnu Hatim, dari Abul Miqdam maula keluarga Usman, dari Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abbas r.a. yang me-rafa '-kan hadis ini sampai kepada Rasulullah ﷺ yang telah bersabda: Barang siapa yang ingin menjadi orang yang terkuat, hendaklah ia bertawakal kepada Allah ﷻ Dan barang siapa yang ingin menjadi orang yang terkaya, maka hendaklah apa yang ada di tangan kekuasaan Allah lebih kuat dipegang olehnya daripada apa yang ada di tangannya (yakni lebih suka bersedekah daripada memperkaya diri).
Dan barang siapa yang ingin menjadi orang yang paling mulia, hendaklah ia bertawakal kepada Allah ﷻ Firman Allah ﷻ: Katakanlah, "Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu. (Az-Zumar: 39) Yakni sesuai dengan caramu; kalimat ini mengandung ancaman dan peringatan. sesungguhnya aku akan bekerja (pula). (Az-Zumar: 39) Yaitu sesuai dengan cara dan metodaku sendiri. Maka kelak kamu akan mengetahui. (Az-Zumar: 39) akibat dari perbuatan tersebut. siapa yang akan mendapat siksa yang menghinakannya (di dunia) dan lagi ditimpa oleh azab yang kekal. (Az-Zumar: 40) Maksudnya, yang abadi lagi terus-menerus, tidak ada jalan menyelamatkan diri darinya; hal ini akan terjadi kelak di hari kiamat. Semoga Allah melindungi kita semua dari azab ini.".
Penjelasan ayat di atas menggambarkan posisi Nabi Muhammad ketika berhadapan dengan orang-orang musyrikin Mekah yang me-nyembah berhala. Untuk mempertegas posisi itu, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menyampaikan kepada kaumnya untuk mengerjakan apa yang ingin mereka kerjakan dan Nabi mengerjakan apa yang Nabi kerjakan. Katakanlah wahai Nabi Muhammad, 'Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu dan sikap hidup kalian, aku pun berbuat demikian sesuai dengan sikap hidup dan keperca-yaan yang telah dihidayahkan Allah kepadaku. Kelak kamu akan mengetahui apa hasil perbuatan tersebut. 40. Yaitu mengetahui siapa yang mendapat siksa yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan siapa pula yang kepadanya ditimpakan azab yang kekal di kehidupan akhirat. '.
Setelah Rasulullah ﷺ mengemukakan argumen yang tidak dapat dibantah lagi oleh kaum musyrikin, Allah memerintahkan beliau supaya menyampaikan ancaman dengan berkata, "Hai kaumku, berbuatlah sesuai dengan anggapanmu, bahwa kamu mempunyai kekuatan dan keterampilan, dan peraslah keringatmu dalam membuat makar dan tipu dayamu, karena aku pun berbuat pula dalam mengokohkan dan menyiarkan agamaku, nanti kamu akan mengetahui, siapakah di antara kita yang lebih baik kesudahannya.".
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
KEPERCAYAAN ASLI
“Dan sesungguhnya jika engkau tanyakan kepada mereka, (wahai Rasul), siapakah yang menciptakan semua langit dan bumi? Benar-benar Allah akan mereka katakan, “Allah!"
(pangkal ayat 38)
Mereka tidak akan menjawab lain. Mereka tidak akan mengatakan bahwa yang menjadikan langit dan bumi ialah berhala al-Laata, al-Uzza, atau Manaata yang besar! Atau berhala mereka pun tidak akan mengatakan ada sesuatu yang lain. Pasti mereka akan menjawab bahwa pencipta semua langit dan bumi itu tidak ada lain dari Allah! Itulah kepercayaan asli yang terhunjam dalam jiwa mereka bahkan dalam jiwa manusia seluruhnya yang bersamaan tumbuh dengan akalnya. Sebab sejak semula tumbuh akalnya telah bertanya dia dalam hatinya apakah yang ada di kelilingnya ini, dari mana datangnya, ke mana kesudahannya, betapa akhirnya dan siapakah penciptanya? Sejak semula orang Arab, jauh sebelum Nabi Muhammad ﷺ datang, telah mengakui bahwa Maha Pencipta Yang Mahaagung itu hanya satu dan mereka namai dia Allah. Kalau yang lain-lain yang mereka puja atau hormati, mereka sebutkan al-ilah, yang kita artikan dewa atau Allah. Tetapi terhadap kepada Yang Satu itu, Yang Esa, Yang Tunggal mereka sebut Allah dengan mereka hilangkan huruf hamzah di pangkal Ilah, sehingga disebut Allah. Kalau mereka telah menyebut Allah maka dalam pikiran mereka tidak ada yang lain lagi yang diingat, melainkan Yang Tunggal itu.
Begitu pulalah pada bangsa-bangsa dan suku lain yang memuja kepada berbagai dewa. Seumpama orang Hindu Bali; mereka memuja berbagai dewa, tetapi terhadap yang paling tinggi itu mereka sebut Sang Hyang Widhi. Widhi adalah bahasa Kaei yang berarti Esa. Di tempat lain disebut Sang Hyang Tunggal. Dan Tunggal berarti Esa juga.
Maka kedatangan nabi-nabi pada umumnya dan kedatangan Muhammad Rasulullah ﷺ pada khususnya ialah mengingatkan manusia bahwa perasaannya yang asli itu adalah benar. Allah itu memang Esa adanya, tidak bersekutu yang lain dengan Dia. Oleh sebab itu, kalau Dialah Maha Pencipta Yang Tunggal, maka seyogianya pulalah kalau Dia Yang Mahatunggal buat disembah.
“Katakanlah, Apakah kamu pernah pikirkan apa yang kamu seru selain Allah itu, jika Allah hendak menimpakan kemudharatan kepadaku, adakah mereka itu,'" -yaitu berbagai berhala yang kamu puja dengan berbagai bentuk dari kayu, batu, pohon, dan sebagainya itu-"saat melepaskan kemudharatan-Nya itu?" dari diriku sehingga aku terlepas dengan selamat? ‘Atau jika Dia hendak memberikan rahmat kepadaku, adakah mereka itu sanggup menahan rahmat-Nya itu?"
Meskipun di sini tidak disebutkan jawaban mereka, sudahlah terang bahwa mereka tidak akan saat menjawab bahwa jika Allah hendak mendatangkan mudharat kepada seseorang, tidaklah ada satu berhala atau suatu barang yang dipuja-puja sanggup menghambat atau menahan datangnya malapetaka itu. Demikian pula kalau Allah hendak mendatangkan rah-mat-Nya kepada seseorang, tidak ada pula satu berhala, atau satu pohon kayu, atau satu puncak gunung satu hantu pun yang saat menghalangi rahmat itu.
Dalam ayat ini Nabi ﷺ, disuruh menyebut jika bahaya itu menimpa diri beliau sendiri, atau rahmat itu diturunkan Allah kepada diri beliau sendiri adalah suatu susun kata yang menunjukkan kerendahan hati berhadapan dengan Allah, bahwa meskipun beliau Nabi, beliau pun seorang manusia. Yang kalau Allah kehendaki bisa saja bahaya datang atau rahmat turun.
Setelah jelas bahwa mereka yang kafir menolak kebenaran itu tidak akan saat memberikan jawaban, diperintahkan Allah-lah Rasul-Nya melanjutkan menegaskan pendirian.
“Katakanlah, ‘Bagiku cukuplah Allah saja!'"
Kalau aku hendak ditimpa mudharat, yang mendatangkan mudharat itu ialah Allah sendiri, tidak ada yang lain. Dan yang Mahakuasa mencabutnya hanya Allah pula, tidak ada orang lain atau barang lain yang sanggup mencabut. Demikian juga jika aku akan mensaat rahmat maka rahmat itu datang dari Allah, tidak ada dari sumber lain. Tidak ada satu pun yang bergerak, kalau tidak izin dari Allah. Dan tidak pula ada yang sanggup menahan rahmat itu, kecuali Allah pula. Sebab itu maka buruk dan baik, mudharat atau manfaat, rahmat atau kecelakaan, semuanya itu dari Allah dan takdir Allah. Oleh sebab itu maka aku berserah diri sebulatnya kepada Allah,
“Kepada-Nyalah bertawakal sekalian orang yang bertawakal."
(ujung ayat 38)
Karena kesempurnaan dari iman dan tauhid ialah bertawakal, yaitu berserah diri sebulat dan sepenuhnya. Tawakal adalah buah dari iman. Tidak mungkin jadi seorang yang mengaku beriman kalau tidak bertawakal.
Pada suatu hari melawAllah saya ke satu kampung orang Islam. Kampung itu jauh dari dokter. Di sana sedang berjangkit penyakit muntah berak (muntaber), yaitu ungkapan baru untuk mengurangkan dahsyat bunyi kata-kata kolera. Maka menurut petuah dari seorang dukun di kampung itu digantung-kanlah di tiap-tiap tingkap rumah orang daun jiluang dan daun pandang musang. Katanya daun-daun itu adalah suatu “tangkal" untuk menghalangi jumbalang penyakit itu jangan sampai masuk ke dalam rumah.
Dan kerap kali pula saya melihat di dalam sebuah rumah ada seorang perempuan muda sedang mengandung anaknya yang pertama. Di tonggak tangga akan naik ke rumah dipakukan ladam (terompah besi kuda). Katanya ladam itu pun penangkal jangan sampai anak itu diganggu oleh puntianak atau sundal bolong atau pelesit. Semuanya ini adalah bekas kepercayaan zaman jahiliyyah, yang apabila iman, tauhid dan tawakal telah memenuhi jiwa seseorang tidaklah dia akan berbuat de-mikian. Dia akan berusaha dengan cara yang masuk akal menurut dasar ilmu pengetahuan kesehatan, menjaga penyakit itu jangan menular kepada rumahnya.
“Katakanlah, ‘Wahai kaumku.'"
(pangkal ayat 39)
Seruan yang diperintahkan oleh Allah kepada Rasul-Nya agar disampaikan kepada kaumnya yang masih mempertahankan pendirian musyrik yang kufur itu."Bekerjalah kamu atas tempat tegak kamu dan aku pun akan bekerja pula." Kalau pendirian yang jelas salah itu hendak kamu pertahankan juga dan seruan dakwahku tidak kamu pedulikan, silakan kamu bekerja meneruskan ke-yakinan dan pendirian kamu itu. Aku pun akan meneruskan pekerjaanku pula menurut keyakinan dan pendirianku.
“Maka kelak kamu akan mengetahui."
(ujung ayat 39)
Yang setelah kita meneruskan pekerjaan menurut keyakinan masing-masing, akan kamu lihat Allah kelak, siapakah di antara kita di pihak yang benar dan
“Siapakah yang akan datang kepadanya adzab yang akan membuatnya jadi hina."
(pangkal ayat 40)
Yaitu hina dan jatuh martabatnya di atas dunia ini. Dan kemegahan kepada keruntuhan dari kesombongan menderita kekalahan, kian lama kian terdesak dan tidak akan bangkit lagi, sehingga akhir kalau bertahan juga terpaksa memilih satu di antara dua jalan, yaitu pertama mengakui dan tunduk lalu masuk Islam atau jadi hina terus dan hilang sama sekali.
“Dan akan menimpa ke atasnya adzab yang menetap."
(ujung ayat 40)
Adzab yang menetap, tidak akan berubah-ubah lagi ialah di dalam neraka kelak.
Kemudian itu diberikanlah pedoman kerja oleh Allah kepada Rasul-Nya dalam menghadapi kaumnya itu, kaum Quraisy dan sekelilingnya. Tetapi jadi, pedoman hidup juga buat umat manusia sampai akhir zaman.
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Kitab kepada engkau."
(pangkal ayat 41)
Yaitu Al-Qur'an, “Untuk manusia dengan kebenaran." Al-Qur'an diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ ialah untuk manusia! Untuk mengeluarkan manusia itu daripada gelap gulita kekacauan pikiran dan ketiadaan pegangan kepada terang benderang aqidah. Isinya adalah kebenaran seluruhnya. Kebenaran yang tahan uji, yang berlaku buat segala waktu dan ruang. Sebab dengan akal itu saja belumlah cukup manusia mensaat keselamatan hidup. Akal itu pun hendak saat bimbingan pula daripada Allah sendiri. “Maka barang siapa yang mengambil petunjuk" daripada Al-Qur'an yang disampaikan kepada Rasul itu dan oleh Rasul disampaikan pula kepada manusia, “Maka itu adalah untuk keuntungan dirinya," sendiri. Dengan berpedoman hidup kepada Al-Qur'an dia akan memenuhi hidupnya sebagai manusia. Dia akan berkhidmat kepada masyarakatnya di samping mengabdi kepada Allah. Meskipun hidup seseorang manusia di bumi hanya sebentar, namun bekas yang dia tinggalkan akan memperkaya kemanusiaan buat diteruskan. Sebab manusia yang berpedoman hidup kepada Al-Qur'an itu selalu dianjurkan beriman dan beramal saleh. Beriman kepada Allah, beramal saleh untuk kepentingan kemanusiaan. “Dan barangsiapa yang sesat, itu pun lain tidak hanya menyesatkan dirinya jua." Maka kalau ada orang yang menempuh jalan sesat, yang rugi adalah dirinya sendiri. Allah sendiri tidak akan rugi dan dunia pun tidak akan rugi. Dia rugi karena Allah memurkai dia. Dia rugi karena masyarakat manusia memandangnya sebagai penghalang jalan kebenaran. Kalau terjadi yang demikian,
“Dan sekali-kali tidaklah engkau yang bertanggung jawab atas mereka."
(ujung ayat 41)
Yang menjadi kewajiban bagimu, wahai Rasul, hanya semata-mata menyampaikan, mendakwah kepada mereka dengan segala kemampuan yang ada padamu. Selalu akan ada yang tersesat, namun yang diberi petunjuk oleh Allah pun tetap ada. Mereka itulah yang akan jadi tiang-tiang teguh penegak agama ini.
Semoga kita termasuk di antara tiang-tiang itu. Amin!
The Punishment of the Disbelievers and Liars, and the Reward of the Sincere Believers
The idolators uttered lies against Allah and said that there were other gods besides Him and claimed that the angels were the daughters of Allah and that Allah had a son -- glorified be He far above all that they say.
Moreover, they rejected the truth when it came to them on the lips of the Messengers (peace and blessings be upon them all).
Allah says:
فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن كَذَبَ عَلَى اللَّهِ وَكَذَّبَ بِالصِّدْقِ إِذْ جَاءهُ
Then, who does more wrong than one who utters a lie against Allah, and denies the truth when it comes to him!
meaning, there is no one who does more wrong than such a person, because he combines the two aspects of falsehood, disbelief in Allah and disbelief in the Messenger of Allah. They made false claims and rejected the truth, Allah threatened them:
أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْكَافِرِينَ
Is there not in Hell an abode for the disbelievers!
Who are the deniers and rejecters?
Then Allah says
وَالَّذِي جَاء بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ
And he who has brought the truth and (those who) believed therein,
Mujahid, Qatadah, Ar-Rabi` bin Anas and Ibn Zayd said,
The one who brought the truth was the Messenger.
Abdur-Rahman bin Zayd bin Aslam said:
وَالَّذِي جَاء بِالصِّدْقِ
(And he who has brought the truth), means the Messenger of Allah.
وَصَدَّقَ بِه
(and (those who) believed therein) means the Muslims.
أُوْلَيِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
they are those who have Taqwa.
Ibn Abbas, may Allah be pleased with him, said,
They fear and shun Shirk.
لَهُم مَّا يَشَاءونَ عِندَ رَبِّهِمْ
They shall have all that they will desire with their Lord.
means, in Paradise; whatever they ask for they will have.
...
ذَلِكَ جَزَاء الْمُحْسِنِينَ
لِيُكَفِّرَ اللَّهُ عَنْهُمْ أَسْوَأَ الَّذِي عَمِلُوا وَيَجْزِيَهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُون
That is the reward of doers of good. So that Allah may expiate from them the evil of what they did and give them the reward, according to the best of what they used to do.
This is like the Ayah:
أُوْلَـيِكَ الَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُواْ وَنَتَجَاوَزُ عَن سَيْيَـتِهِمْ فِى أَصْحَـبِ الْجَنَّةِ وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِى كَانُواْ يُوعَدُونَ
They are those from whom We shall accept the best of their deeds and overlook their evil deeds. (They shall be) among the dwellers of Paradise, a promise of truth, which they have been promised. (46:16)
Allah is Sufficient for His Servant
Allah says:
أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ
Is not Allah Sufficient for His servant?
Some of them read it His servants.
It means that Allah is Sufficient for the one who worships Him and relies upon Him.
وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِن دُونِهِ
Yet they try to frighten you with those besides Him!
means, the idolators tried to scare the Messenger of Allah with their idols and gods which they called upon besides Allah out of ignorance and misguidance.
Allah says:
وَمَن يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ
وَمَن يَهْدِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِن مُّضِلٍّ أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِي انتِقَامٍ
And whom Allah sends astray, for him there will be no guide. And whomsoever Allah guides, for him there will be no misleader.
Is not Allah Almighty, Possessor of Retribution?
meaning, whoever relies on Him and turns to Him, will never be forsaken, for He is the Almighty Who cannot be overwhelmed by another, and there is none more severe than Him in exacting retribution on those who disbelieve in Him, associate others in worship with Him and resist His Messenger.
The Idolators admit that Allah is the Sole Creator because their gods are incapable
Allah says,
وَلَيِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالاَْرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ
And verily, if you ask them:Who created the heavens and the earth? Surely, they will say:Allah.
means, the idolators used to recognize that Allah was the Creator of all things, but despite that they still worshipped others besides Him, others who had no power to bring benefit or cause harm.
Allah said:
قُلْ أَفَرَأَيْتُم مَّا تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ
Say:
Tell me then, the things that you invoke besides Allah -- if Allah intended some harm for me, could they remove His harm Or if He (Allah) intended some mercy for me, could they withhold His mercy?
meaning, they cannot do any of that at all.
Here Ibn Abi Hatim recorded a narration from Ibn Abbas, may Allah be pleased with him, attributing it to the Prophet:
احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ
احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ
تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ
إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ
وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَاعْلَمْ أَنَّ الاْإُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعُوا عَلى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ اللهُ عَلَيْكَ لَمْ يَضُرُّوكَ وَلَوِ اجْتَمَعُوا عَلى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ اللهُ لَكَ لَمْ يَنْفَعُوكَ جَفَّتِ الصُّحُفُ وَرُفِعَتِ الاْإَقْلَإمُ
وَاعْمَلْ للهِ بِالشُّكْرِ فِي الْيَقِينِ وَاعْلَمْ أَنَّ فِي الصَّبْرِ عَلى مَا تَكْرَهُ خَيْرًا كَثِيرًا
وَأَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Be mindful of Allah and He will protect you;
be mindful of Allah and you will find Him ever with you.
Turn to Allah in times of ease and He will turn to you in times of difficulty.
If you ask anyone for anything, then ask Allah;
if you seek help from anyone, then seek help from Allah. Know that even if the entire nation were to come together to do you some harm that Allah has not decreed for you, they will never be able to harm you, and if they were to come together to do you some good that Allah has not decreed for you, they will never be able to do that. The pages have dried and the pens have been lifted.
Strive for the sake of Allah with thankfulness and firm conviction, and know that in patiently persevering with regard to something that you dislike there is much goodness.
Victory comes with patience, a way out comes from difficulty and with hardship comes ease.
قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ
Say:Sufficient for me is Allah...
means, `Allah is enough for me.'
عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ
in Him those who trust must put their trust.
As He mention in other Ayah;
عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ
In Him I put my trust, and let all those that trust, put their trust in Him. (12:67)
This is like what Hud, peace be upon him, said to his people:
إِن نَّقُولُ إِلاَّ اعْتَرَاكَ بَعْضُ ءَالِهَتِنَا بِسُوءٍ قَالَ إِنِّى أُشْهِدُ اللَّهِ وَاشْهَدُواْ أَنِّى بَرِىءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ
مِن دُونِهِ فَكِيدُونِى جَمِيعًا ثُمَّ لَا تُنظِرُونِ
إِنِّى تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّى وَرَبِّكُمْ مَّا مِن دَابَّةٍ إِلاَّ هُوَ ءاخِذٌ بِنَاصِيَتِهَأ إِنَّ رَبِّى عَلَى صِرَطٍ مُّسْتَقِيمٍ
All that we say is that some of our gods have seized you with evil.
He said:I call Allah to witness and bear you witness that I am free from that which you ascribe as partners in worship, with Him. So plot against me, all of you, and give me no respite. I put my trust in Allah, my Lord and your Lord! There is not a moving creature but He has the grasp of its forelock. Verily, my Lord is on the straight path. (11:54-56)
قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَى مَكَانَتِكُمْ
Say:
O My people! Work according to your way...
This is a threat and a warning.
إِنِّي عَامِلٌ
I am working,
means, `according to my way.'
فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
Then you will come to know.
means, you will learn the consequences
مَن يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ
To whom comes a disgracing torment,
means, in this world,
وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُّقِيمٌ
and on whom descends an everlasting torment.
means, ongoing and eternal, with no escape, which will come on the Day of Resurrection.
We seek refuge with Allah from that
Allah says, addressing His Messenger Muhammad:
إِنَّا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ
Verily, We have sent down to you the Book, (meaning, the Qur'an).
لِلنَّاسِ بِالْحَقِّ
for mankind in truth.
means, for all of creation, mankind and Jinn, so that he may warn them therewith.
فَمَنِ اهْتَدَى فَلِنَفْسِهِ
So, whosoever accepts the guidance, it is only for himself;
means, the benefit of that will return to him.
وَمَن ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا
and whosoever goes astray, he goes astray only for his (own) loss.
means, the consequences of that will return to him.
وَمَا أَنتَ عَلَيْهِم بِوَكِيلٍ
And you are not a trustee over them.
means, `you are not responsible for guiding them.'
إِنَّمَأ أَنتَ نَذِيرٌ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ وَكِيلٌ
But you are only a warner. And Allah is a Trustee over all things. (11:12)
فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَـغُ وَعَلَيْنَا الْحِسَابُ
your duty is only to convey and on Us is the reckoning. (13:40)
Allah is the One Who causes Death and gives Life
Then Allah tells us that He is in control of all things and does as He wills. He causes men to die (the greater death) when He sends the angels to take men's souls from their bodies, and He causes them to die a lesser death when they sleep.
Allah says:
وَهُوَ الَّذِى يَتَوَفَّـكُم بِالَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَى أَجَلٌ مّسَمًّى ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّيُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُم حَفَظَةً حَتَّى إِذَا جَأءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ
It is He, Who takes your souls by night (when you are asleep), and has knowledge of all that you have done by day, then He raises (wakes) you up again that a term appointed be fulfilled, then (in the end) unto Him will be your return. Then He will inform you of that which you used to do.
He is the Irresistible, over His servants, and He sends guardians (angels guarding and writing all of one's good and bad deeds) over you, until when death approaches one of you, Our messengers (angels) take his soul, and they never neglect their duty. (6:60-61)
Here Allah mentions the two deaths,
the lesser death then the greater death after it;
in this Ayah He mentions the greater then the lesser. Allah says
اللَّهُ يَتَوَفَّى الاَْنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الاُْخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى
It is Allah Who takes away the souls at the time of their death, and those that die not during their sleep. He keeps those (souls) for which He has ordained death and sends the rest for a term appointed.
This indicates that they (the souls) meet in the higher realm, as was stated in the Hadith attributed to the Prophet which was narrated by Ibn Mandah and others.
In the Two Sahihs of Al-Bukhari and Muslim, it is reported that Abu Hurayrah, may Allah be pleased with him, said that the Messenger of Allah said:
إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلى فِرَاشِهِ فَلْيَنْفُضْهُ بِدَاخِلَةِ إِزَارِهِ فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي مَا خَلَفَهُ عَلَيْهِ ثُمَّ لِيَقُلْ
بِاسْمِكَ رَبِّي وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِين
When anyone of you goes to bed, let him brush down the bed with his garment, for he does not know what has come on his bed since he left it. Then let him say,
In Your Name, O Lord, I lay down my side and in Your Name I raise it up; if You take my soul, have mercy on it, and if You send it back, protect it with that which You protect Your righteous servants.
فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ
(He keeps those (souls) for which He has ordained death),
means, those which have died, and He returns the others back for an appointed term.
As-Suddi said,
For the rest of their lives.
Ibn Abbas, may Allah be pleased with him, said,
He keeps the souls of the dead and sends back the souls of the living, and He does not make any mistakes.
إِنَّ فِي ذَلِكَ لَايَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Verily, in this are signs for a people who think deeply.
There is no Intercession except with Allah, and how the Idolators are filled with Disgust when Allah is mentioned alone
Allah says,
أَمِ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ شُفَعَاء قُلْ أَوَلَوْ كَانُوا لَا يَمْلِكُونَ شَيْيًا وَلَا يَعْقِلُونَ
قُل لِّلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا
Have they taken as intercessors besides Allah?
Say:Even if they have power over nothing whatever and have no intelligence!
Say:To Allah belongs all intercession.
Allah condemns the idolators for taking intercessors besides Allah, namely the idols and false gods whom they have taken on the basis of their own whims, with no evidence or proof. These idols are not able to do anything; they have no minds with which to think, and they cannot hear or see. They are inanimate and are much worse off than animals.
Then Allah says:
`Say -- O Muhammad -- to these people who claim that those whom they have taken as intercessors with Allah, that intercession is of no avail except for the one with whom Allah is pleased and to whom He has granted permission to intercede. The whole matter rests with Him.'
مَن ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ
Who is he that can intercede with Him except with His permission! (2:255)
لَّهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالاَْرْضِ
His is the sovereignty of the heavens and the earth.
means, He is the One Who is in control of all that.
ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Then to Him you shall be brought back.
means, `on the Day of Resurrection, then He will judge between you with His justice, and He will reward or punish each person according to his deeds.'
Then Allah condemns the idolators further
وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ
And when Allah Alone is mentioned,
means, when it is said there is no (true) God except Allah Alone,
اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُوْمِنُونَ بِالاْخِرَةِ
the hearts of those who believe not in the Hereafter are filled with disgust.
Mujahid said,
Their hearts are filled with disgust means they recoil in horror.
This is like the Ayah:
إِنَّهُمْ كَانُواْ إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَـهَ إِلاَّ اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ
Truly, when it was said to them:La ilaha illa Allah, they puffed themselves up with pride. (37:35)
which means, they were too proud to follow it. Their hearts could not accept anything good, and whoever cannot accept good will accept evil.
Allah says:
وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِن دُونِهِ
and when those besides Him are mentioned,
meaning, the idols and false gods --
this was the view of Mujahid --
إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ
behold, they rejoice!
means, they feel happy
How to supplicate After condemning the idolators for their love of Shirk and their hatred of Tawhid,
Allah then says:
قُلِ اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالاَْرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ
Say:
O Allah! Creator of the heavens and the earth! All-Knower of the unseen and the seen!...
meaning, `call you upon Allah Alone with no partner or associate, Who has created the heavens and the earth and originated them,' i.e., made them like nothing that ever before existed.
عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ
(All-Knower of the unseen and the seen!),
means, what is secret and what is open.
أَنتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِي مَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ
You will judge between your servants about that wherein they used to differ.
means, in this world;
`You will judge between them on the Day when they are resurrected and brought forth from their graves.'
In his Sahih, Muslim recorded that Abu Salamah bin Abdur-Rahman said,
I asked A'ishah, may Allah be pleased with her, how the Messenger of Allah started his prayer when he stood up to pray at night.
She said, may Allah be pleased with her:`When the Messenger of Allah stood up to pray at night, he would start his prayer with the words:
اللْهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ وَمِيكَايِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّموَاتِ وَالاَْرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلى صِرَاطٍ مُسْتَقِيم
O Allah, Lord of Jibril, Mika'il and Israfil, Creator of the heavens and the earth, Knower of the unseen and the seen, You will judge between Your servants concerning that wherein they differ. Guide me with regard to that wherein there is dispute concerning the truth by Your leave, for You guide whomsoever You will to the straight path.
No Ransom will be accepted on the Day of Resurrection
Allah says,
وَلَوْ أَنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا
And those who did wrong, (means, the idolators).
مَا فِي الاْاَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ
if they had all that is in earth and therewith as much again,
لَاافْتَدَوْا بِهِ مِن سُوءِ الْعَذَابِ
they verily, would offer it to ransom themselves therewith from the evil torment;
means, that which Allah has decreed for them on the Day of Resurrection. But the ransom will not be accepted from them, even if it were to be an earth-full of gold as He mentioned elsewhere (3:91).
يَوْمَ الْقِيَامَةِ
on the Day of Resurrection,
Then Allah says:
وَبَدَا لَهُم مِّنَ اللَّهِ مَا لَمْ يَكُونُوا يَحْتَسِبُونَ
and there will become apparent to them from Allah what they had not been reckoning.
which means, when they come to realize what Allah's punishment for them will be, which they had never before imagined
وَبَدَا لَهُمْ سَيِّيَاتُ مَا كَسَبُوا
And the evils of that which they earned will become apparent to them,
means, they will see the punishment for the forbidden actions and sins which they committed in this world.
وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِيُون
and that which they used to mock at will encircle them.
means, the punishment which they used to make fun of in this world will encompass them
How Man changes when He is blessed after suffering Harm
Allah tells,
فَإِذَا مَسَّ الاْإِنسَانَ ضُرٌّ دَعَانَا ثُمَّ إِذَا خَوَّلْنَاهُ نِعْمَةً مِّنَّا قَالَ
When harm touches man, he calls to Us (for help); then when We have changed it into a favor from Us, he says:
Allah tells us how man, when he is suffering from harm, prays to Allah, turning to Him in repentance and calling upon Him, but when He makes things easy for him, he transgresses and commits sins.
إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ
Only because of knowledge I obtained it.
means, `because Allah knows that I deserve it; if it were not for the fact that Allah regards me as special, He would not have given me this.'
Qatadah said,
Because I know that I deserve it.
Allah says:
بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ
Nay, it is only a trial,
meaning, `the matter is not as he claims; on the contrary, We have blessed him with this as a test to see whether he will be obedient or disobedient -- although We have prior knowledge of that.'
In fact, it is a trial.
وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
but most of them know not!
So they say what they say and claim what they claim
قَدْ قَالَهَا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ
Verily, those before them said it,
means, the previous nations who came before said the same things and made the same claims,
فَمَا أَغْنَى عَنْهُم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ
yet (all) that they had earned availed them not.
means, what they said was not right and all that they had gathered did not save them
فَأَصَابَهُمْ سَيِّيَاتُ مَا كَسَبُوا وَالَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْ هَوُلَاأء
So, the evil results of that which they earned overtook them. And those who did wrong of these...
means, the people who are addressed here,
سَيُصِيبُهُمْ سَيِّيَاتُ مَا كَسَبُوا
will also be overtaken by the evil results (torment) for that which they earned;
just as happened to those earlier peoples.
وَمَا هُم بِمُعْجِزِينَ
and they will never be able to escape.
This is like the Ayah in which Allah tells us how Qarun reacted when his people told him:
لَا تَفْرَحْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ
وَابْتَغِ فِيمَأ ءَاتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الاٌّخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَأ أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الاٌّرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
قَالَ إِنَّمَأ أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِندِى أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِن قَبْلِهِ مِنَ الْقُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعاً وَلَا يُسْأَلُ عَن ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ
Do not exult, verily, Allah likes not those who exult.
But seek, with that (wealth) which Allah has bestowed on you, the home of the Hereafter, and forget not your portion of lawful enjoyment in this world; and do good as Allah has been good to you, and seek not mischief in the land. Verily, Allah likes not the corrupters.
He said:This has been given to me only because of the knowledge I possess.
Did he not know that Allah had destroyed before him generations, men who were stronger than him in might and greater in the amount (of riches) they had collected? But the criminals will not be questioned (immediately) of their sins. (28:76-78)
And Allah says:
وَقَالُواْ نَحْنُ أَكْثَـرُ أَمْوَلاً وَأَوْلَـداً وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ
And they say:We are more in wealth and in children, and we are not going to be punished. (34:35)
أَوَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاء وَيَقْدِرُ
Do they not know that Allah expands the provision for whom He wills, and straitens it.
means, He gives plenty to some and restricts the provision for others.
إِنَّ فِي ذَلِكَ لَايَاتٍ لِّقَوْمٍ يُوْمِنُونَ
Verily, in this are signs for the folk who believe!
means, there is a lesson and proof.
Say: 'O my people! Act according to your situation, [according to] your circumstances, I [too] am acting, according to my circumstances. For you will [come to] know
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.