Gabung menjadi bagian dari 4 juta+ pembelajar Al-Qur'an dari 180+ negara
Ayat
Terjemahan Per Kata
قُل
katakanlah
لَّكُم
bagi kalian
مِّيعَادُ
janji
يَوۡمٖ
hari
لَّا
tidak
تَسۡتَـٔۡخِرُونَ
kamu dapat minta diundurkan
عَنۡهُ
daripadanya
سَاعَةٗ
sesaat
وَلَا
dan tidak
تَسۡتَقۡدِمُونَ
kamu dapat minta diajukan
قُل
katakanlah
لَّكُم
bagi kalian
مِّيعَادُ
janji
يَوۡمٖ
hari
لَّا
tidak
تَسۡتَـٔۡخِرُونَ
kamu dapat minta diundurkan
عَنۡهُ
daripadanya
سَاعَةٗ
sesaat
وَلَا
dan tidak
تَسۡتَقۡدِمُونَ
kamu dapat minta diajukan
Terjemahan
Katakanlah, "Bagimu ada hari yang telah dijanjikan (hari Kiamat), kamu tidak dapat meminta penundaan atau percepatannya sesaat pun."
Tafsir
(Katakanlah! "Bagi kalian ada hari yang telah dijanjikan yang tiada dapat kalian minta mundur daripadanya barang sesaat pun dan tidak pula kalian dapat meminta supaya diajukan") daripadanya, hari yang dimaksud adalah hari kiamat.
Tafsir Surat Al-Saba': 28-30
Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. Dan mereka berkata, "Kapankah (datangnya) janji itu, jika kamu adalah orang-orang yang benar? Katakanlah, "Bagimu ada hari yang telah dijanjikan (hari kiamat) yang tiada dapat kamu minta mundur darinya barang sesaatpun dan tidak (pula) kamu dapat meminta supaya diajukan. Allah ﷻ berfirman kepada hamba dan Rasul-Nya, Muhammad ﷺ: Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. (Saba: 28) Yakni kepada semua makhluk yang dikenai taklif, sebagaimana pengertian yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: Katakanlah, "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu sekalian." (Al-Araf: 158) Dan firman Allah ﷻ: Mahasuci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (Al-Furqan: 1) Adapun firman Allah ﷻ: sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. (Saba: 28) Artinya, kamu menyampaikan berita gembira masuk surga bagi orang-orang yang taat kepadamu, dan kamu memberikan peringatan masuk neraka bagi orang-orang yang durhaka kepadamu.
tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Saba: 28) Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya: Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya. (Yusuf: 103) Dan firman Allah ﷻ: Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. (Al-An'am: 116) Muhammad ibnu Ka'b telah mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah ﷻ: Dan Kami tidak mengutusmu melainkan kepada umat manusia seluruhnya. (Saba: 28) Yakni kepada segenap umat manusia.
Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa Allah ﷻ mengutus Muhammad ﷺ kepada bangsa Arab dan non-Arab, maka orang yang paling mulia di antara mereka adalah yang paling bertakwa kepada Allah ﷻ dan taat kepada-Nya. Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdullah Az-Zarani, telah menceritakan kepada kami Hafs ibnu Umar Al-Adni, telah menceritakan kepada kami Al-Hakam ibnu Aban, dari Ikrimah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar sahabat Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa sesungguhnya Allah ﷻ telah mengutamakan Muhammad ﷺ di atas semua penduduk langit dan semua para nabi. Murid-murid Ibnu Abbas bertanya, "Wahai Ibnu Abbas, apakah keutamaan Nabi Muhammad ﷺ atas semua para nabi?" Ibnu Abbas menjawab bahwa sesungguhnya Allah ﷻ telah berfirman: Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. (Ibrahim: 4) Sedangkan sehubungan dengan Nabi Muhammad ﷺ Allah ﷻ berfirman: Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya. (Saba: 28) Maka Allah mengutusnya kepada umat manusia dan umat jin. Apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas ini mempunyai bukti yang menguatkannya disebutkan di dalam kitab Sahihain yang di-marfu '-kan oleh sahabat Jabir r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: ". Aku dianugerahi lima perkara yang belum pernah dianugerahkan kepada seorang nabi pun sebelumku: Aku diberi pertolongan dengan rasa gentar yang mencekam hati musuh sejauh perjalanan satu bulan; bumi ini dijadikan bagiku sebagai masjid dan suci lagi menyucikan, maka barang siapa dari kalangan umatku yang memasuki waktu salat hendaklah ia salat (di mana pun berada); dan dihalalkan bagiku ganimah, padahal ganimah belum pernah dihalalkan kepada seorang pun sebelumku; aku diberi izin untuk memberikan syafaat; dan dahulu seorang nabi diutus khusus hanya kepada kaumnya, sedangkan aku diutus untuk seluruh umat manusia.
Di dalam kitab sahih disebutkan pula bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Aku diutus untuk kulit hitam dan kulit merah. Menurut Mujahid, makna yang dimaksud ialah jin dan manusia seluruhnya. Selain Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud ialah orang Arab dan orang non-Arab. Semua pendapat tersebut benar. Kemudian Allah ﷻ menceritakan perihal orang-orang kafir yang menganggap mustahil hari kiamat terjadi, melalui firman-Nya: Dan mereka berkata, "Kapankah (datangnya) janji ini, jika kamu adalah orang-orang yang benar? (Saba: 29) Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain: Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi). (Asy-Syura: 18), hingga akhir ayat.
Selanjutnya disebutkan oleh firman-Nya: Katakanlah, "Bagimu ada hari yang telah dijanjikan (hari kiamat) yang tiada dapat kamu minta mundur darinya barang sesaat pun dan tidak (pula) kamu dapat meminta supaya diajukan." (Saba: 30) Artinya, bagi kalian telah ada hari yang ditentukan, yang bilangannya telah dicatat, tidak dapat ditambah-tambahi dan tidak dapat pula dikurangi. Apabila hari itu telah tiba, maka tidak dapat ditanggguhkan barang sesaat pun dan tidak dapat pula diajukan.
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya: Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan. (Nuh: 4) Dan firman Allah ﷻ: Dan kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu. Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia. (Hud: 104-105)".
Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, 'Bagimu ada hari yang telah dijanjikan, yakni hari Kiamat. Ketika hari itu tiba, kamu tidak dapat meminta penundaan atau percepatannya walau sesaat pun. '31. Tidak hanya mengingkari risalah Nabi Muhammad dan kebenar-an Al-Qur'an, kaum kafir juga mengingkari kitab-kitab yang Allah turunkan sebelum Al-Qur'an. Dan orang-orang kafir berkata, 'Kami tidak akan beriman kepada Al-Qur'an ini dan tidak pula kepada Kitab yang sebelumnya, seperti Taurat dan Injil. ' Di dunia mereka bisa berkata dan berbuat apa saja, tetapi kelak mereka harus mempertanggungjawabkannya. Dan alangkah mengerikan kalau kamu melihat ketika orang-orang yang zalim itu, yakni mereka yang mempersekutukan Allah, dihadapkan kepada Tuhannya untuk diadili. Sebagian mereka mengembalikan perkataan kepada sebagian yang lain dengan saling berbantah dan melempar tanggung jawab; orang-orang yang dianggap lemah, yakni para pengikut, berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, yakni para pemimpin yang sesat dan menyesatkan, 'Kalau tidaklah karena kamu, tentulah kami menjadi orang-orang mukmin. '.
Sebagai jawaban atas keingkaran dan tantangan kaum musyrik itu, Allah menyuruh Nabi Muhammad menegaskan kepada mereka bahwa hari kiamat itu pasti terjadi pada waktu yang telah ditentukan Allah. Bila waktunya sudah tiba, kiamat itu tidak dapat diundurkan atau dimajukan walau sesaat pun. Oleh sebab itu, mereka harus berhati-hati, selalu waspada, dan bersiap-siap dengan iman dan amal saleh. Jika waktu kiamat sudah datang, tidak ada kesempatan lagi bagi seseorang untuk bertobat dan dia akan menyesal kelak bila melihat azab yang disediakan bagi orang yang ingkar.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
SESAL-MENYESALI MENGHADAPI ADZAB
“Dan mereka berkata, “Bilakah janji itu, jika adalah kamu orang-orang yang benar?"
(ayat 29)
Kalau semata-mata hanya bertanya, karena memang tidak tahu, tentu tidaklah ada salahnya. Tetapi mereka bertanya ini adalah sebagai tantangan. Dalam saat yang seperti ini seorang Rasul harus tabah hatinya. Sebab itu Allah ﷻ menuntun Rasul-Nya dalam men-jawab tantangan itu,
“Katakanlah, “Untuk kamu telah ada janji, hari yang tidak dapat diundurkan darinya satu saat pun dan tidak pula dimajukan."
(ayat 30)
Begitulah yang disuruh jawabkan Allah ﷻ atas pertanyaan mereka yang berisi tan-tangan itu. janji itu telah ada dan waktunya pasti dan tepat, harinya telah ditentukan dan yang menentukan itu ialah Allah sendiri. Nabi pun tidak tahu bila waktu yang telah ditentukan itu. Kewajiban Rasul tidaklah sampai kepada menyampaikan bila jangka waktu itu. Kewajiban Rasul ialah menyuruh orang bersiap-siap menunggunya. Waktu yang telah ditentukan oleh Allah sebagai Penguasa Tunggal itu tidaklah dapat dipengaruhi oleh desakan manusia agar dimundurkan beberapa waktu, karena persiapan manusia belum lengkap. Dan tidak pula dapat digegaskan, dicepatkan dari waktu yang telah ditentukan itu karena golongan umat Allah yang taat sudah sangat ingin hendak diberi kesempatan menghadap wajah Ilahi. Segala sesuatu dijadikan dan diciptakan oleh Allah ﷻ dengan ukuran dan jangka, yang satu berkait dengan yang lain. Qudrat dan iradat Allah teratur bertertib menurut kejadian, tingkat-tingkat tertentu, janji dan waktu, menurut hikmah yang tersembunyi dalam ilmu Allah Ta'aala semata-mata. Hanya kadang-kadang dibukakan Allah barang sedikit saja kepada setengah hamba-Nya yang dinamai kasyaf.
Banyaklah manusia yang tidak mengetahui sampai ke sana. Tetapi bilamana dia telah melatih diri dalam iman dan takwa, dia akan puas dengan hubungan yang senantiasa erat dengan Ilahi. Karena ada ilmu yang dicurahkan Allah ﷻ menurut takaran otak dan akal dan ada pula yang dicapai dengan latihan dan pengalaman, bahkan kadang-kadang lebih tinggi dari ilmu itu sendiri. Itulah makrifat.
“Dan berkatalah orang-orang yang kafir itu, “Sekali-kali kami tidak akan percaya dengan Al-Qur'an ini dan tidak pula dengan yang sebelumnya."
(pangkal ayat 31)
Inilah suatu gambaran keingkaran, kekerasan kepala yang sangat berlebihan. Telah mereka tutup sejak semula pintu buat percaya. Mereka tidak hendak percaya kepada Al-Qur'an walaupun apa isinya, tidak pula kepada kitab-kitab yang dahulu darinya, entah Taurat entah Injil. Mereka punya jalan sendiri.
Maka berfirman Allah ﷻ kepada Rasul-Nya memperingatkan apa kiranya kelak yang akan dihadapi oleh orang-orang semacam itu di hari Kiamat. "Dan kalau engkau lihat-lah seketika orang-orang zalim itu berdiri semua di hadapan Tuhan mereka." Di sana kelak mereka yang sombong dan zalim aniaya itu, karena menganiaya diri sendiri, melawan perasaannya yang halus dan asli lalu menantang segala kebenaran kitab suci yang dibawa oleh segala rasul. Mereka akan berdiri di hadapan Allah ﷻ dalam keadaan hina, runduk ditekan oleh rasa berdosa. Lalu sambil berbisik-bisik, “Yang setengah mereka me-ngembalikan kata kepada yang setengah," sesal-menyesali, omel-mengomel. “Berkata orang-orang yang diperlemah kepada orang-orang yang membesarkan diri." Orang yang diperlemah ialah orang-orang yang tidak mempunyai kebebasan diri, tidak diberi kemerdekaan menyatakan pada yang terasa di hati buat menyatakan suatu kebenaran atau membantah suatu kesalahan karena mereka tidak berkuasa. Orang-orang yang membesarkan diri ialah orang-orang yang sombong karena kekuasaan atau merasa ada kelebihan pada dirinya, baik karena kekuasaan duniawi sebagaimana kekuasaan Fir'aun di Mesir terhadap Bani Israil yang lemah, atau sebagaimana orang musyrikin yang hidup mewah di Mekah, pemuka-pemuka Quraisy. Ketika masih di dunia mulut orang yang diperlemah itu dikunci, ditutup dengan berbagai ancaman. Disuruh mengatakan yang sebenarnya, tetapi kalau dikatakan yang sebenarnya, mereka dipandang musuh negara.
Perkataan orang-orang yang diperlemah kepada orang-orang yang membesarkan diri itu ialah suatu penyesalan yang berbunyi,
“Kalau bukanlah lantaran kamu, sesungguhnya kami telah jadi orang yang beriman."
(ujung ayat 31)
Dengan penyesalan yang demikian itu mereka hendak menimpakan kesalahan kepada orang-orang yang memperlemah mereka dan seakan-akan hendak melepaskan tanggung jawab. Namun orang-orang yang membesarkan diri itu tidaklah mau disalahkan begitu saja.
“Berkata orang-orang yang membesarkan diri itu kepada orang-orang yang diperlemah, “Apakah kami yang merintangi kamu dari petunjuk sesudah dia datang kepada kamu."
(pangkal ayat 32)
Pertanyaan mereka itu adalah guna mengingkari tuduhan yang ditimbulkan kepada diri mereka. Mereka mengatakan bahwa petunjuk yang dibawa Rasul itu datang sendiri kepada kamu. Kamu ada akal, kamu ada pikiran, kamu ada otak. Petunjuk datang secara langsung, mengapa tidak kamu terima? Mengapa kami pula yang disalahkan?
“Bahkan kamu sendirilah orang-orang yang durjana."
(ujung ayat 32)
Kamu sendirilah yang salah karena tidak-memakai pikiran sendiri. Kamu hanya semata-mata mengikut kepada kami yang kamu anggap lebih kuat. Kamu kehilangan tenaga usaha dan peranan sendiri karena jiwa yang lemah.
Seakan-akan orang-orang yang membesarkan diri mengangkat bahu, membasuh ta-ngan, membersihkan diri dari tuduhan yang dituduhkan oleh orang-orang yang mereka perlemah itu. Tetapi orang-orang yang diperlemah masih saja mempertubi tuduhannya.
“Dan berkata orang-orang yang diperlemah itu kepada orang-orang yang membesarkan diri tadi, “Bahkan tipu daya siang dan malamlah seketika kamu perintahkan kami supaya kami kafir terhadap Allah dan supaya kami mengadakan sekutu-sekutu untuk-Nya."
(pangkal ayat 33)
Di ayat ini si manusia yang diperlemah itu memberikan pula jawaban yang lemah. Mereka katakan bahwa hal itu telah terjadi, mereka telah tertipu atau terpengaruh oleh orang-orang yang membesarkan diri itu karena tipuan siang dan malam.
Sebagaimana yang ditafsirkan oleh Said bin Jubair, “Bergilir siang dengan malam, mereka terlalai dan lupa, lalu tersesat."
Akhirnya ialah, “Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka telah melihat adzab." Tidak lagi satu pihak menyalahkan yang lain atau menimpakan kesalahan kepada yang lain, melainkan telah sama-sama menginsafi dan merasakan bahwa mereka sama-sama salah. Golongan istak-baruu, yang membesarkan diri insaflah di waktu itu bahwa mereka adalah makhluk kecil hina dan lemah, yang tidak ada harga sama sekali, yang tidak dapat mengangkat muka di hadapan Allah. Yang diperlemah itu pun merasalah sekarang bahwa kejatuhan mereka adalah karena salah mereka sendiri, mengapa dikorbankan kemerdekaan diri, kemerdekaan akal dan pikiran, kemerdekaan menyatakan kebebasan keyakinan, lalu merunduk jadi hina di hadapan sesama manusia? Waktu itulah keduanya sama-sama mengerti, yaitu di waktu adzab siksaan Ilahi telah tampak di hadapan mereka; pintu neraka sudah ternganga dan akan sama dihalaukan ke dalamnya, “Dan Kami jadikanlah belenggu pada kuduk orang-orang yang kafir." Sama-sama akan dilekatkan belenggu pada kuduk masing-masing, baik dia Maharaja Besar yang merasa dirinya paling atas di kala hidupnya, atau dia seorang petani kampungan yang selama hidupnya hanya jadi sapi perahan, tidak boleh membuka mulut, wajib turut perintah. Mereka sama-sama dihalau ke neraka dengan belenggu di kuduk masing-masing, meskipun di waktu di dunia dahulu yang seorang memakai mahkota emas bertatahkan intan ratna mutu manikam dan yang seorang lagi hanya jadi orang-orang yang dihalau dan dikerahkan kian kemari.
“Tidaklah mereka akan diganjari melainkan dari sebab apa yang mereka kerjakan?"
(ujung ayat 33)
The Helplessness of the gods of the Idolators Here
Allah states clearly that He is the One and Only God, the Self-Sufficient Master, Who has no peer or partner; He is independent in His command and there is no one who can share or dispute with Him in that, or overturn His command.
So, He says:
قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِ اللَّهِ
Say:Call upon those whom you assert besides Allah...
meaning, the gods who are worshipped besides Allah.
لَاا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَاا فِي الاْاَرْضِ
they possess not even the weight of a speck of dust, either in the heavens or on the earth,
This is like the Ayah:
وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ
And those, whom you invoke or call upon instead of Him, own not even a Qitmir. (35:13)
وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِن شِرْكٍ
nor have they any share in either,
means, they do not possess anything, either independently or as partners.
وَمَا لَهُ مِنْهُم مِّن ظَهِيرٍ
nor there is for Him any supporter from among them.
means, nor does Allah have among these rivals any whose support He seeks in any matter; on the contrary, all of creation is in need of Him and is enslaved by Him.
Then Allah says
وَلَا تَنفَعُ الشَّفَاعَةُ عِندَهُ إِلاَّ لِمَنْ أَذِنَ لَهُ
Intercession with Him profits not except for him whom He permits.
meaning, because of His might, majesty and pride, no one would dare to intercede with Him in any matter, except after being granted His permission to intercede.
As Allah says:
مَن ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ
Who is he that can intercede with Him except with His permission. (2:255)
وَكَمْ مِّن مَّلَكٍ فِى السَّمَـوَتِ لَا تُغْنِى شَفَـعَتُهُمْ شَيْياً إِلاَّ مِن بَعْدِ أَن يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَن يَشَأءُ وَيَرْضَى
And there are many angels in the heavens, whose intercession will avail nothing except after Allah has given leave for whom He wills and is pleased with. (53:26)
وَلَا يَشْفَعُونَ إِلاَّ لِمَنِ ارْتَضَى وَهُمْ مِّنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ
and they cannot intercede except for him with whom He is pleased. And they stand in awe for fear of Him. (21:28)
It was reported in the Two Sahihs through more than one chain of narration that the Messenger of Allah, who is the leader of the sons of Adam and the greatest intercessor before Allah, will go to stand in Al-Maqam Al-Mahmud(the praised position) to intercede for all of mankind when their Lord comes to pass judgement upon them.
He said:
فَأَسْجُدُ للهِ تَعَالَى فَيَدَعُنِي مَااَشاءَ اللهُ أَنْ يَدَعَنِي وَيَفْتَحُ عَلَيَّ بِمَحَامِدَ لَاأ أُحْصِيهَا الاْأنَ ثُمَّ يُقَالُ يَامُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ وَقُلْ تُسْمَعْ وَسَلْ تُعْطَهُ وَاشْفَعْ تُشَفَّع
Then I will prostrate to Allah, may He be exalted, and He will leave me (in that position), as long as Allah wills, and He will inspire me to speak words of praise which I cannot mention now. Then it will be said, O Muhammad, raise your head.
- Speak, you will be heard;
- ask, you will be given;
- intercede, your intercession will be accepted...
حَتَّى إِذَا فُزِّعَ عَن قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ قَالُوا الْحَقَّ
So much so that when fear is banished from their hearts, they say:
What is it that your Lord has said!
They say the truth.
This also refers to the great degree of His might and power. When He speaks words of revelation, the inhabitants of the heavens hear what He says, and they tremble with fear (of Allah) so much that they swoon.
This was the view of Ibn Mas`ud, may Allah be pleased with him, Masruq and others.
حَتَّى إِذَا فُزِّعَ عَن قُلُوبِهِمْ
(So much so that when fear is banished from their hearts) means,
when the fear leaves their hearts.
Ibn Abbas, Ibn Umar, Abu Abdur-Rahman As-Sulami, Ash-Sha`bi, Ibrahim An-Nakha`i, Ad-Dhahhak, Al-Hasan and Qatadah said concerning the Ayah,
حَتَّى إِذَا فُزِّعَ عَن قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ قَالُوا الْحَقَّ
(So much so that when fear is banished from their hearts, they say:What is it that your Lord has said! They say the truth),
When the fear is lifted from their hearts.
When this happens, some of them say to others, What did your Lord say!
Those (angels) who are carrying the Throne tell those who are next to them, then they in turn pass it on to those who are next to them, and so on, until the news reaches the inhabitants of the lowest heaven. Allah says,
قَالُوا الْحَقَّ
(They say the truth) meaning,
they report what He said, without adding or taking away anything.
وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
And He is the Most High, the Most Great.
In his Tafsir of this Ayah in his Sahih, Al-Bukhari recorded that Abu Hurayrah, may Allah be pleased with him said,
The Prophet of Allah said:
إِذَا قَضَى اللهُ تَعَالَى الاَْمْرَ فِي السَّمَاءِ ضَرَبَتِ الْمَلَيِكَةُ بِأَجْنِحَتِهَا خُضْعَانًا لِقَوْلِهِ كَأَنَّهُ سِلْسِلَةٌ عَلَى صَفْوَانٍ فَإِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ قَالُوا لِلَّذِي قَالَ الْحَقَّ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ فَيَسْمَعُهَا مُسْتَرِقُ السَّمْعِ وَمُسْتَرِقُ السَّمْعِ هَكَذَا بَعْضُهُ فَوْقَ بَعْضٍ وَوَصَفَ سُفْيَانُ بِيَدِهِ فَحَرَّفَهَا وَنَشَرَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ فَيَسْمَعُ الْكَلِمَةَ فَيُلْقِيهَا إِلَى مَنْ تَحْتَهُ ثُمَّ يُلْقِيهَا الاْخَرُ إِلَى مَنْ تَحْتَهُ حَتْى يُلْقِيَهَا عَلَى لِسَانِ السَّاحِرِ أَوِ الْكَاهِنِ فَرُبَّمَا أَدْرَكَهُ الشِّهَابُ قَبْلَ أَنْ يُلْقِيَهَا وَرُبَّمَا أَلْقَاهَا قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُ فَيَكْذِبُ مَعَهَا مِايَةَ كَذْبَةٍ فَيُقَالُ أَلَيْسَ قَدْ قَالَ لَنَا يَوْمَ كَذَا وَكَذَا كَذَا وَكَذَا فَيُصَدَّقُ بِتِلْكَ الْكَلِمَةِ الَّتِي سُمِعَتْ مِنَ السَّمَاء
When Allah decrees a matter in heaven, the angels beat their wings in submission to His Words, making a sound like a chain striking a smooth rock. When the fear is banished from their hearts, they say, What is it that your Lord has said!
They say the truth, and He is the Most High, the Most Great.
Then the one who is listening out hears that, and those who are listening out are standing one above the other. --
Sufyan (one of the narrators) demonstrated with his hand, holding it vertically with the fingers outspread.
So he hears what is said and passes it on to the one below him, and that one passes it to the one who is below him, and so on until it reaches the lips of the soothsayer or fortune-teller.
Maybe a meteor will hit him before he can pass anything on, or maybe he will pass it on before he is hit. He tells a hundred lies alongside it, but it will be said, Did he not tell us that on such and such a day, such and such would happen?
So they believe him because of the one thing which was heard from heaven.
This was recorded by Al-Bukhari, not by Muslim. Abu Dawud, At-Tirmidhi and Ibn Majah also recorded it.
And Allah knows best
Allah has no partner in anything whatsoever
Allah says:
قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاوَاتِ وَالاَْرْضِ قُلِ اللَّهُ
Say:Who gives you provision from the heavens and the earth!
Say:Allah.
Allah tells us that He is unique in His power of creation and His giving of provision, and that He is unique in His divinity also. As they used to admit that no one in heaven or on earth except Allah gave them provision, i.e., by sending down water and causing crops to grow, so they should also realize that there is no god worthy of worship besides Him.
وَإِنَّا أَوْ إِيَّاكُمْ لَعَلَى هُدًى أَوْ فِي ضَلَإلٍ مُّبِينٍ
And verily, (either) we or you are rightly guided or in plain error.
`One of the two sides must be speaking falsehood, and one must be telling the truth. There is no way that you and we could both be following true guidance, or could both be misguided. Only one of us can be correct, and we have produced the proof of Tawhid which indicates that your Shirk must be false.'
Allah says:
وَإِنَّا أَوْ إِيَّاكُمْ لَعَلَى هُدًى أَوْ فِي ضَلَإلٍ مُّبِينٍ
And verily, (either) we or you are rightly guided or in plain error.
Qatadah said,
The Companions of Muhammad said this to the idolators:`By Allah, we and you cannot be following the same thing, only one of us can be truly guided.'
Ikrimah and Ziyad bin Abi Maryam said,
It means:we are rightly guided and you are in plain error.
قُل لاَّ تُسْأَلُونَ عَمَّا أَجْرَمْنَا وَلَا نُسْأَلُ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Say:
You will not be asked about our sins, nor shall we be asked of what you do.
This indicates disowning them, saying, `you do not belong to us and we do not belong to you, because we call people to Allah, to believe that He is the Only God and to worship Him alone. If you respond, then you will belong to us and we to you, but if you reject our call, then we have nothing to do with you and you have nothing to do with us.'
This is like the Ayat:
وَإِن كَذَّبُوكَ فَقُل لِّى عَمَلِى وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ أَنتُمْ بَرِييُونَ مِمَّأ أَعْمَلُ وَأَنَاْ بَرِىءٌ مِّمَّا تَعْمَلُونَ
And if they deny you, say:For me are my deeds and for you are your deeds! You are innocent of what I do, and I am innocent of what you do! (10:41)
قُلْ يأَيُّهَا الْكَـفِرُونَ
لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ
وَلَا أَنتُمْ عَـبِدُونَ مَأ أَعْبُدُ
وَلَا أَنَأ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ
وَلَا أَنتُمْ عَـبِدُونَ مَأ أَعْبُدُ
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ
Say:
O disbelievers! I worship not that which you worship, Nor will you worship that which I worship. And I shall not worship that which you are worshipping. Nor will you worship that which I worship. To you be your religion, and to me my religion. (104:1-6)
قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا
Say:Our Lord will assemble us all together...
means, `on the Day of Resurrection, He will bring all of creation together in one arena, then He will judge between us with truth, i.e., with justice.'
ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ
then He will judge between us with truth.
Each person will be rewarded or punished according to his deeds; if they are good, then his end will be good, and if they are bad, then his end will be bad. On that Day they will know who has attained victory, glory and eternal happiness, as Allah says:
وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يَوْمَيِذٍ يَتَفَرَّقُونَ
فَأَمَّا الَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّـلِحَـتِ فَهُمْ فِى رَوْضَةٍ يُحْبَرُونَ
وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِـَايَـتِنَا وَلِقَأءِ الاَّخِرَةِ فَأُوْلَـيِكَ فِى الْعَذَابِ مُحْضَرُونَ
And on the Day when the Hour will be established -- that Day shall (all men) be separated. Then as for those who believed and did righteous good deeds, such shall be honored and made to enjoy luxurious life (forever) in a Garden of Delight. And as for those who disbelieved and denied Our Ayat, and the meeting of the Hereafter, such shall be brought forth to the torment. (30:14-16)
Allah says:
وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيمُ
And He is the Just Judge, the All-Knower of the true state of affairs.
قُلْ أَرُونِي الَّذِينَ أَلْحَقْتُم بِهِ شُرَكَاء
Say:Show me those whom you have joined with Him as partners...
means, `show me those gods whom you made as rivals and equals to Allah.'
كَلَّ
Nay,
means, He has no peer, rival, partner or equal.
Allah says:
بَلْ هُوَ اللَّهُ
But He is Allah,
meaning, the One and Only God Who has no partner.
الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
the Almighty, the All-Wise.
means, the Owner of might with which He subjugates and controls all things, the One Who is Wise in all His Words and deeds, Laws and decrees. Blessed and exalted and sanctified be He far above all that they say.
And Allah knows best
The Prophet was sent to all of Mankind
Allah says to His servant and Messenger Muhammad:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ كَافَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا
And We have not sent you except as a giver of glad tidings and a warner to all mankind,
i.e., to all of creation among those who are accountable for their deeds.
This is like the Ayah:
قُلْ يَأَيُّهَا النَّاسُ إِنِّى رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا
Say:O mankind! Verily, I am sent to you all as the Messenger of Allah. (7:158)
تَبَارَكَ الَّذِى نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَـلَمِينَ نَذِيراً
Blessed be He Who sent down the Criterion to His servant that he may be a warner to the all creatures. (25:1)
بَشِيرًا وَنَذِيرًا
a giver of glad tidings and a warner means,
to bring the glad tidings of Paradise to those who obey you and to warn of the fire of Hell to those who disobey you.
This is like the Ayat:
وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
and most of men know not.
وَمَأ أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُوْمِنِينَ
And most of mankind will not believe even if you desire it eagerly. (12:103)
وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِى الاٌّرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ
And if you obey most of those on the earth, they will mislead you far away from Allah's path. (6:116)
Muhammad bin Ka`b said concerning the Ayah:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ كَافَّةً لِّلنَّاسِ
(And We have not sent you except to all mankind) meaning,
to all the people.
Qatadah said concerning this Ayah,
Allah, may He be exalted, sent Muhammad to both the Arabs and the non-Arabs, so the most honored of them with Allah is the one who is most obedient to Allah.
In the Two Sahihs it was reported that Jabir, may Allah be pleased with him said,
The Messenger of Allah said:
أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الاَْنْبِيَاءِ قَبْلِي نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ وَجُعِلَتْ لِيَ الاَْرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا فَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلَةُ فَلْيُصَلِّ وَأُحِلَّتْ لِيَ الْغَنَايِمُ وَلَمْ تَحِلَّ لاَِحَدٍ قَبْلِي وَأُعْطِيتُ الشَّفَاعَةَ وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّة
I have been given five things which were not given to any of the Prophets before me.
I have been aided by fear (the distance of) a month's journey.
The entire earth has been made a Masjid and a means of purification for me, so that when the time for prayer comes, any man of my Ummah should pray.
The spoils of war have been made permissible for me, whereas they were not permitted for any before me.
I have been given the power of intercession; and
the Prophets before me were sent to their own people, but I have been sent to all of mankind.
It was also recorded in the Sahih that the Messenger of Allah said:
بُعِثْتُ إِلَى الاَْسْوَدِ وَالاَْحْمَر
I have been sent to the black and the red.
Mujahid said,
This means to the Jinn and to mankind.
Others said that it meant the Arabs and the non-Arabs.
Both meanings are correct.
How the Disbelievers asked about when the Resurrection would happen, and the Response to Them
Allah tells us how the disbelievers believed it unlikely that the Hour would ever come to pass:
وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
And they say:When is this promise if you are truthful!
This is like the Ayah:
يَسْتَعْجِلُ بِهَا الَّذِينَ لَا يُوْمِنُونَ بِهَا وَالَّذِينَ ءَامَنُواْ مُشْفِقُونَ مِنْهَا وَيَعْلَمُونَ أَنَّهَا الْحَقُّ
Those who believe not therein seek to hasten it, while those who believe are fearful of it, and know that it is the very truth... (42:18)
Then Allah says:
قُل لَّكُم مِّيعَادُ يَوْمٍ لاَّ تَسْتَأْخِرُونَ عَنْهُ سَاعَةً وَلَا تَسْتَقْدِمُونَ
Say:The appointment to you is for a Day, which you cannot for an hour move back nor forward.
meaning, `you have an appointed time which is fixed and cannot be changed or altered. When it comes, you will not be able to put it back or bring it forward,' as Allah says:
إِنَّ أَجَلَ اللَّهِ إِذَا جَأءَ لَا يُوَخَّرُ
Verily, the term of Allah when it comes, cannot be delayed. (71:4)
وَمَا نُوَخِّرُهُ إِلاَّ لاًّجَلٍ مَّعْدُودٍ
يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ فَمِنْهُمْ شَقِىٌّ وَسَعِيدٌ
And We delay it only for a term (already) fixed. On the Day when it comes, no person shall speak except by His leave. Some among them will be wretched and (others) blessed. (11:104-105)
How the Disbelievers have agreed in this World to deny the Truth, and how They will dispute with One Another on the Day of Resurrection
Allah tells us about the excessive wrongdoing and stubbornness of the disbelievers, and their insistence on not believing in the Holy Qur'an and what it tells them about the Resurrection.
Allah says:
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَن نُّوْمِنَ بِهَذَا الْقُرْانِ وَلَا بِالَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ
And those who disbelieve say:We believe not in this Qur'an nor in that which was before it.
وَلَوْ تَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ مَوْقُوفُونَ عِندَ رَبِّهِمْ
But if you could see when the wrongdoers are made to stand before their Lord,
Allah threatens them and warns them of the humiliating position they will be in before Him, arguing and disputing with one another:
يَرْجِعُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ الْقَوْلَ يَقُولُ الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا
how they will cast the (blaming) word one to another! Those who were deemed weak (this refers to the followers) --
لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا
to those who were arrogant -- (this refers to the leaders and masters) --
لَوْلَا أَنتُمْ لَكُنَّا مُوْمِنِينَ
Had it not been for you, we should certainly have been believers!
meaning, `if you had not stopped us, we would have followed the Messengers and believed in what they brought.
قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا
And those who were arrogant will say to those who were deemed weak:
i.e. their leaders and masters, those who were arrogant, will say to them:
أَنَحْنُ صَدَدْنَاكُمْ عَنِ الْهُدَى بَعْدَ إِذْ جَاءكُم
Did we keep you back from guidance after it had come to you?
meaning, `we did nothing more to you than to call you, and you followed us without any evidence or proof, and you went against the evidence and proof which the Messengers brought because of your own desires; it was your own choice.'
They will say:
بَلْ كُنتُم مُّجْرِمِينَ
وَقَالَ الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا بَلْ مَكْرُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ
...Nay, but you were criminals.
Those who were deemed weak will say to those who were arrogant:
Nay, but it was your plotting by night and day...
meaning, `you used to plot against us night and day, tempting us with promises and false hopes, and telling us that we were truly guided and that we were following something, but all of that was falsehood and manifest lies.'
Qatadah and Ibn Zayd said:
بَلْ مَكْرُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ
(Nay, but it was your plotting by night and day), means,
You plotted by night and day.
Malik narrated something similar from Zayd bin Aslam.
إِذْ تَأْمُرُونَنَا أَن نَّكْفُرَ بِاللَّهِ وَنَجْعَلَ لَهُ أَندَادًا
when you ordered us to disbelieve in Allah and set up rivals to Him!
means, `to set up gods as equal to Him, and you created doubts and confusion in our minds, and you fabricated far-fetched ideas with which to lead us astray.'
وَأَسَرُّوا النَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ
And each of them (parties) will conceal their own regrets, when they behold the torment.
means, both the leaders and the followers will feel regret for what they did previously.
وَجَعَلْنَا الاَْغْلَلَ فِي أَعْنَاقِ الَّذِينَ كَفَرُوا
And We shall put iron collars round the necks of those who disbelieved.
This is a chain which will tie their hands to their necks.
هَلْ يُجْزَوْنَ إِلاَّ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Are they requited aught except what they used to do.
means, they will be punished according to their deeds:the leaders will be punished according to what they did, and the followers will be punished according to what they did.
قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلَـكِن لاَّ تَعْلَمُونَ
He will say:For each one there is double (torment), but you know not. (7:38)
Ibn Abi Hatim recorded that Abu Hurayrah, may Allah be pleased with him, said,
The Messenger of Allah said:
إِنَّ جَهَنَّمَ لَمَّا سِيقَ إِلَيْهَا أَهْلُهَا تَلَقَّاهُمْ لَهَبُهَا ثُمَّ لَفَحَتْهُمْ لَفْحَةً فَلَمْ يَبْقَ لَحْمٌ إِلاَّ سَقَطَ عَلَى الْعُرْقُوب
When the people of Hell are driven towards it, it will meet them with its flames, then the Fire will burn their faces and the flesh will all fall to their hamstrings.
Say: 'Yours is the tryst of a Day which you can neither defer nor advance by a single hour', and this is the Day of Resurrection.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.








