سَبَأ : ٢٣

  • وَلَا dan tidak
  • تَنفَعُ berguna
  • ٱلشَّفَٰعَةُ pertolongan
  • عِندَهُۥٓ di sisi-Nya
  • إِلَّا kecuali
  • لِمَنۡ bagi orang
  • أَذِنَ Dia izinkan
  • لَهُۥۚ baginya
  • حَتَّىٰٓ sehingga
  • إِذَا apabila
  • فُزِّعَ dihilangkan ketakutan
  • عَن dari
  • قُلُوبِهِمۡ hati mereka
  • قَالُواْ mereka berkata
  • مَاذَا apakah
  • قَالَ berkata/kata
  • رَبُّكُمۡۖ Tuhan kalian
  • قَالُواْ mereka berkata (menjawab)
  • ٱلۡحَقَّۖ kebenaran
  • وَهُوَ dan Dia
  • ٱلۡعَلِيُّ Maha Tinggi
  • ٱلۡكَبِيرُ Maha Besar
Dan syafaat (pertolongan) di sisi-Nya hanya berguna bagi orang yang telah diizinkan-Nya (memperoleh syafaat itu). Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata, "Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab, "(Perkataan) yang benar," dan Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar.1
Catatan kaki
1 *698) Ayat ini menerangkan bahwa pemberian syafaat (pertolongan) hanya dapat berlaku dengan izin Allah. Orang-orang yang akan diberi izin memberi syafaat dan orang-orang yang akan mendapat syafaat merasa takut dan harap-harap cemas atas izin Allah.
(Dan tiadalah berguna syafaat di sisi Allah) Maha Tinggi Allah, ayat ini merupakan sanggahan terhadap perkataan mereka, bahwa sesungguhnya tuhan-tuhan sesembahan mereka akan dapat memberikan syafaat kepada mereka di sisi-Nya (melainkan bagi orang yang telah diizinkan) dapat dibaca Adzina atau Udzina (baginya) untuk memberi syafaat itu (sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan) dapat dibaca Fazza'a atau Fuzzi'a (dari hati mereka) karena ada orang yang diizinkan untuk memberi syafaat (mereka berkata) sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain karena mendapat berita gembira itu, ("Apakah yang telah difirmankan oleh Rabb kalian?") mengenai syafaat itu. (Mereka menjawab) "Perkataan (yang benar") yakni Dia telah memberi izin kepadanya untuk memberi syafaat (dan Dialah Yang Maha Tinggi) di atas semua makhluk-Nya dengan mengalahkan mereka semuanya (lagi Maha Besar) yakni Maha Agung.